
Karena juga ingin membeli sesuatu di dalam minimarket, akhirnya Amara pun keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam supermarket bersama dengan Aga.
"Ambillah beberapa cemilan untuk dimakan selama dalam perjalanan nanti." Ucap Aga saat melewati Amara.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Amara lantas saja mengambil beberapa cemilan yang ia sukai dan memasukkannya ke dalam keranjang. Tak lupa Amara juga mengambil beberapa botol air mineral.
"Sudah?" Tanya Aga setelah Amara mendekat kepadanya.
Amara mengangguk mengiyakannya lalu menunjukkan keranjang berisi makanan dan minuman pada Aga.
Tanpa berkomentar pada Amara, Aga lantas saja mengambil keranjang belanjaan Amara dan membawanya ke arah kasir.
"Lumayan, jajan gratis." Gumam Amara sambil menatap Aga yang kini sedang mengantri membayar barang belanjaannya.
Suara deringan panggilan telefon dari ponselnya membuat Amara segera mengeluarkan ponsel dari saku tas sandangnya. Sebuah nama yang tertera di layar ponselnya membuat Amara mengembangkan senyum.
Amara lantas saja menggeser ikon bewarna hijau di layar ponselnya lalu meletakkan ponsel ke daun telinga. Merasa tidak terlalu nyaman berbicara lewat sambungan telefon di dalam minimarket, Amara langsung saja melangkah keluar dari dalam minimarket dan memilih duduk di kursi yang disediakan di luar minimarket.
Aga yang sudah selesai membayar barang belanjaannya dan menyadari Amara sudah keluar dari dalam minimarket langsung saja menyusul keluar. Langkah kaki Aga pun terhenti saat melihat Amara sedang tertawa sambil memegang telefon di tangannya. Dapat Aga pastikan jika Amara sedang melakukan panggilan telefon dengan seseorang saat ini.
Aga memilih langsung melangkah ke arah mobilnya tanpa mengajak Amara untuk masuk ke dalam mobil. Aga membiarkan Amara terus melakukan panggilan telefon dan menunggu Amara di dalam mobil.
"Rendra, aku tutup dulu panggilan telfonnya, ya. Aku sudah ingin melanjutkan perjalanan ke kota B."
"Kenapa dimatikan. Kau kan bisa berbicara denganku di dalam mobil." Rendra di seberang sana nampak bingung.
"Aku tidak enak pada Kak Aga. Kita lanjutkan telfonnya setelah aku sampai di kota B saja, ya." Ucap Amara.
Rendra mengiyakannya lalu panggilan telefon keduanya pun terputus.
Aga hanya berdehem sebagai jawaban lalu melajukan mobilnya meninggalkan supermarket.
*
Hampir satu jam berlalu, Aga dan Amara masih berada dalam mode hening di dalam mobil. Dapat Amara rasakan aura dingin yang Aga tunjukkan sejak ia masuk ke dalam mobil setelah selesai melakukan panggilan telefon dengan Rendra.
Amara yang mencoba tidak peduli pun memilih menikmati cemilan yang tadi ia beli. Tak lupa ia menawarkan cemilan tersebut untuk Aga juga.
"Aku mau minum saja. Tolong bukakan tutup botol air mineralnya."
Merasa tidak keberatan, Amara lantas saja membuka tutup botol air mineral lalu memberikannya pada Aga.
Ternyata tak sampai di situ saja, setelah meminum air mineral, Aga tiba-tiba saja meminta Amara membukakan bungkus salah satu cemilan untuknya.
"Tadi katanya tidak mau." Gumam Amara pelan.
"Apa kau berbicara sesuatu?" Tanya Aga pura-pura tidak mendengar.
"Tidak, Kak." Jawab Amara lalu menyerahkan cemilan yang sudah ia buka bungkusnya pada Aga.
"Aku ingin permen juga.Tolong bukakan bungkusnya." Ucap Aga saat baru sedikit memakan cemilannya.
"Hah?" Kali ini Amara terperangah dengan permintaan Aga.
***