
Kalajengking hitam supernatural seketika menyerang Halbert dan Nola secara bersamaan sehingga tidak mungkin bisa membunuh mereka sekaligus. Namun Nola lagi-lagi menggunakan kemampuannya untuk menghindari mereka semua.
Nola baru saja hendak melakukan aksinya. Tapi dia melihat semua kalajengking hitam supernatural mendesis kesakitan dan mundur perlahan.
Hal ini membuat Halbert memiliki kesempatan untuk menembak mereka.
"Tidak, hentikan dulu," kata Nola.
Halbert berhenti menembak. "Ada apa?"
"Ada yang aneh. Tidak mungkin tiba-tiba mendesis kesakitan seperti itu. Pasti ada sesuatu yang menyerang mereka," jelasnya.
Tak lama setelah itu, Nola mendengar suara pria yang tidak asing di pikirannya. Halbert tidak memperhatikan kelainan Nola. Dia hanya waspada di setiap kesempatan.
"Manusia, ini aku." Suara yang berbicara di pikiran Nola langsung pada intinya.
Kalajengking hitam supernatural yang dulu dijanjikan oleh Nola akan dijadikan raja tiba-tiba saja datang. Walaupun tidak menampakkan wujudnya, Nola tahu jika kalajengking hitam supernatural itu pasti tidak berada di tingkat yang lebih tinggi lagi.
Nola berkomunikasi dengan kalajengking hitam supernatural di pikirannya. Kalajengking hitam supernatural itu ternyata sudah mulai melangkah ke tingkat raja saat ini. Tapi masih membutuhkan banyak waktu untuk menjadi raja yang sesungguhnya.
“Manusia, meski aku belum menjadi raja kalajengking, tapi auraku sudah cukup untuk membuat kalajengking lainnya tidak berdaya. Sayangnya aku tak bisa muncul di sana atau kamu akan dicurigai,” jelas kalajengking hitam supernatural di pikiran Nola.
“Apa maksudnya?” Nola masih bingung dan bertanya di pikirannya.
Ternyata, setelah Nola serta yang lainnya keluar dari terowongan bawah tanah di kebun belakang keluarga Jefford, beberapa orang misterius datang untuk memeriksanya. Salah satunya adalah mata-mata yang telah berada di keluarga Jefford selama bertahun-tahun.
Hal ini membuat kalajengking hitam supernatural yakin jika Nola pasti akan dicurigai cepat atau lambat. Jadi untuk saat ini, Nola tak bisa dicurigai sebagai orang supernatural.
Namun Nola tidak terlalu yakin tentang ini. Karena menurutnya orang itu mungkin sudah tahu sedikit tentang dirinya.
Halbert melihat Nola terdiam dan linglung di tempat. Dia tidak tahu apa yang membuat Nola menjadi linglung seperti itu. Tapi yang pasti, semua kalajengking hitam supernatural yang hampir menyerangnya tidak bergerak.
“Nola, apa yang kamu pikirkan saat ini?” tanya Halbert sedikit menyipitkan mata. Dia menepuk bahu gadis itu.
Nola menatap Halbert dan tersenyum sambil menggelengkan kepala. “Bukan apa-apa. Aku akan menceritakannya nanti. Ini bukan waktu yang tepat,” jawabnya.
Lalu Nola mendapatkan telepati dari calon raja kalajengking hitam supernatural. Binatang beracun itu memberi tahu Nola di mana lokasi orang misterius yang mengendalikan kalajengking hitam. Nola sedikit terkejut karena ternyata makhluk itu masih memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan pihak lain.
Nola tidak memberi tahu Halbert tentang hal itu. Dia tiba-tiba saja berlari ke arah di mana orang yang mengendalikan kalajengking hitam supernatural bersembunyi.
“Nola!!” Halbert menatap tajam Nola dan gagal meraih lengannya. Mau tidak mau, dia hanya bisa berlari untuk mengejarnya.
Kecepatan lari gadis itu tidak kecil. Mungkin karena situasi di sekitarnya sangat gelap, Halbert beberapa kali hampir menabrak pohon. Jika bukan karena gaun Nola yang memiliki warna cerah, dia mungkin tak bisa menentukan arah dengan benar,
Sementara itu, pria berjubah yang telah bersembunyi di balik pohon besar tak jauh dari sana langsung mengubah ekspresi wajahnya. Dia jelas melihat jika gadis itu berlari ke arahnya tanpa ragu. Mengetahui jika semua kalajengking hitam supernatural yang dikirimnya tidak berguna, dia mengumpat dan segera berbalik untuk meninggalkan tempat tersebut.
Karena sudah ketahuan, dia tak bisa tinggal lebih lama lagi di tempat tersebut. Hanya saja saat pria itu mengambil langkah, kakinya tiba-tiba saja tersandung akar pohon yang entah muncul dari mana. Dia tidak pernah melakukan sesuatu yang ceroboh seperti itu sebelumnya.
“Aku menemukanmu!” Nola menyeringai.
Sayangnya pria berjubah hitam itu tidak menyerah untuk melepaskan diri. Lagi pula Nola hanyalah gadis yang tidak memiliki banyak tenaga untuk menahan tubuh seorang pria, begitulah pikiran pria berjubah hitam itu. Namun dia salah besar. Nola lebih kuat darinya.
“Brengs*k! Jalaang! Lepaskan aku!” Pria itu berkata dengan dingin. Tidak ada cara lain, dia hanya bisa menggunakan kalajengking hitam supernatural untuk menyerangnya. Lagi pula, dia berniat membunuh Nola sebelumnya.
Halbert melihat jika istrinya menekan kepala pria misterius yang mencoba untuk melarikan diri. Dia tak ragu untuk maju dan mengunci semua pergerakan tangannya. Tak lama, Frangky menyusul bersama dengan anak buahnya yang lain, lalu menangkap pria itu.
“Lepaskan aku!” Pria berjubah hitam itu memberontak.
Sebelum pria itu dibawa pergi, Nola sengaja menyentuh pergelangan tangan pria itu dan menekannya sedikit. Lalu dia mulai mengambil semua keberuntungan pria itu dan mentransfernya ke tubuh Halbert.
Kalajengking hitam supernatural bilang jika Halbert cocok menjadi tuannya. Jika Halbert tidak keberatan untuk memelihara kalajengking hitam supernatural, dia bisa membantunya mengikat kontrak.
“Apakah kamu baik-baik saja?” Halbert memeriksa keadaan Nola.
“Aku baik-baik saja,” jawabnya.
Halbert begitu khawatir sebelumnya karena Nola tiba-tiba saja lari dan menekan orang lain seperti menangkap pencuri di rumah. Istrinya menjadi semakin berani setelah menghilangkan sifat pengecutnya.
“Jangan khawatir, pria itu tidak akan bisa lagi menggunakan kemampuannya untuk mengendalikan kalajengking hitam supernatural. Dia tidak akan bisa mengirim pesan ke anggota gengnya yang lain tapi mungkin Gang Kalajengking Hitam akan menyadari jika pria itu telah gagal.” Nola menatap Halbert sesekali saat kembali ke markas. Pria itu menggandeng tangannya sepanjang waktu, takut sesuatu yang terjadi pada dirinya.
“Ya.” Halbert tidak berkata lebih banyak. Nola telah memberinya banyak kejutan. Belum lagi gadis itu juga istri keberuntungannya.
Setibanya di markas mafia, Halbert meminta Nola untuk beristirahat lebih dulu. Dia akan menangani sisanya. Sosok Halbert akhirnya pergi dan Nola sendirian di kamar khusus yang disediakan untuk Halbert saat tinggal di markas.
Malam ini dia melewatkan jam makan malam. Untungnya koki telah memasak sesuatu untuk dimakan sebelumnya. Nola hanya makan sedikit. Setelah makan, dia tak sengaja tertidur. Hanya beberapa menit setelah tertidur, Nola mengerutkan keningnya dengan ketidaknyamanan di tubuhnya.
Saat ini, Nola seperti sedang bermimpi di sebuah tempat yang asing ….
......................
Dalam mimpi itu, Nola berdiri di sebuah halaman yang sangat luas, seperti padang rumput. Angin berembus dan ada beberapa pohon hijau di kejauhan. Langit tampak cerah dan awan beriringan menuju ke arah angin bertiup.
Nola tidak pernah bermimpi seperti itu. Dalam mimpi tersebut, dia bisa melihat semuanya seperti manusia yang tidak buta sama sekali. Lagi-lagi dia terkejut.
“Kenapa aku bisa melihat semuanya dengan jelas?” tanyanya pada diri sendiri.
“Nak, akhirnya tiba bagimu untuk menjadi penerus keluarga Whitemir generasi berikutnya.” Suara seorang wanita tua tepat di belakang Nola.
...****************...
NB: Tebak, siapa wanita tua yang bicara dengan Nola dalam mimpi?