Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Berakhir Di Tangan Nola


Di sisi Halbert saat ini, pria itu menyentuh kalung yang dipakainya. Liontin kalung itu sangat panas hingga membuatnya tegang berulang kali.


Itu artinya, Nola dalam bahaya hidup dan mati. Masih tidak diketahui bagaimana kondisinya. Namun Halbert sudah merasakan sesak yang tak terkatakan di hatinya.


Ini bukan pertama kalinya dia mengalami hal tersebut. Meski perasaan itu sangat dibenci, memang tak dipungkiri jika dia mencintai Nola.


Jika gadis itu meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya, apa yang harus dia lakukan?


Bagaimana menghadapi Solachen dan paman gadis itu—Wickson?


Meow!! Kucing jingga yang tubuhnya basah dan kotor saat ini mendekati Halbert yang tengah linglung. Dia mengeluarkan kepalanya ke betis pria itu tanpa rasa takut sekalipun.


Untuk pertama kalinya Halbert memperhatikan Oranye dengan saksama dan mengelus bulunya yang basah.


"Ayo temukan tuanmu, okay?" Halbert bicara dengan baik padanya.


Meow! Aku tahu di mana tuan, meow! Kucing itu sangat antusias.


Suasana Halbert sedikit lebih baik. Dia tidak tahu bagaimana kondisi Jaley Scott, Elvada dan Takahiro Ren saat ini. Namun menemukan Nola lebih penting.


Tanpa diduga saat dia hendak pergi, ketiganya datang dengan kondisi yang tak terlalu baik. Setidaknya tubuh dan pakaian mereka kotor. Tapi untungnya hanya luka lecet yang dialami.


Sebenarnya mereka merasa bingung. Terutama Takahiro Ren. Dia menduga akan mati dalam tornado, terempas ke lautan lepas dan menjadi santapan ikan. Namun siapa yang tahu masih hidup.


Bukan hanya masih hidup, kondisinya juga seperti baru saja jatuh beberapa kali saat menerobos hutan tak berpenghuni.


"Halbert, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Jaley Scott.


"Ya." Halbert masih belum terlalu tenang saat ini.


Dia melihat dua anak macan tutul yang keranjang bambu masih utuh dan sehat, mau tidak mengerutkan kening.


"Bagaimana dengan kalian? Apakah tidak ada yang mengalami cedera serius?"


Mereka menggelengkan kepala. Elvada akhirnya menebak.


"Kemungkinan besar nyonya muda yany menyelamatkan kami. Kemampuannya tidak bisa diremehkan."


Ya, memang. Mereka dalam kondisi baik-baik saja saat ini, paysi ada hubungannya dengan Nola. Jika tidak, berdasarkan bencana yang begitu besar, mereka harusnya mati atau terluka parah.


Mereka juga memiliki tebakan kasar jika tornado itu juga dibuat oleh Nola. Tapi masalahnya, tornado itu sangat besar dan membutuhkan banyak aura supernatural.


Jika Nola menggunakan keberuntungan dan kesialannya untuk pulau ini, bukankah tubuh gadis itu akan sangat lemah?


Memikirkan hal ini, ekspresi Halbert tak bisa dikatakan baik. Gadis itu melakukannya lagi. Meski dia tahu tidak akan mati, apakah harus sedemikian rupa.


"Aku akan mencarinya." Halbert bersiap pergi.


"Pergi bersama. Lebih baik agar tidak ditemukan orang-orang Organisasi Supernatural Dunia. Kerusakan pulau ini sangat parah, aku khawatir mereka akan mencari tahu lebih banyak. Lebih baik bagi kita menemukan Nola secepatnya dan meninggalkan tempat ini," jelas Jaley Scott.


"Sudahkah menemukan pintu keluar?"


"Ya, kami beruntung mendarat di dekat sebuah danau yang mengarah pada gua bawah air. Jangan khawatir, setelah kita memasuki danau itu, kita akan langsung diisap ke pintu keluar," jelas Elvada.


"Sangat beruntung?" Raja Kalajengking Hitam supernatural entah sejak kapan berada di pundak Halbert.


"Mungkin karena gadis itu juga." Jaley Scott menghela napas, merasa kasihan pada Nola yang telah sedemikian rupa membantu mereka.


Akhirnya mereka pergi untuk menemukan Nola. Dengan pelacak pada kalung yang dipakai Halbert, kucing itu juga mencari jejak keberadaan tuannya.


Semakin lama mereka mengikuti kucing itu, hawa di sekitarnya menjadi sangat dingin dan mematikan.


Jantung Halbert berdetak kencang dan mempercepat langkahnya. Ia bahkan melewati Orange yang memimpin sebelumnya.


Seperti telah terjadi pertarungan di tempat tersebut.


Halbert serta yang lainnya tidak menemukan sosok gadis itu sama sekali. Dia ingat jika saat Nola marah dan kehilangan kendali, kuku-kuku tangannya menjadi panjang dan runcing. Dengan begitu, gadis itu mudah untuk menghabisi mangsanya.


Takahiro Ren tak bisa menahan diri untuk merinding. "Pertarungan di sini pasti sangat sengit hingga begitu banyak jejaknya. Ini semua mungkin serangan membunuh," tebaknya.


"Gadis itu kehilangan kendali?" Jaley Scott juga menebak.


"Apa? Nona Nola yang melakukannya?" Takahiro Ren terkejut. Dia belum melihat gadis itu bertarung sebelumnya sehingga tidak terlalu percaya.


"Ini memang dia." Jaley Scott sangat yakin dengan tebakannya.


"Lihat! Bukankah itu Butler Flir?!" Elvada terkejut melihat seseorang tergeletak di antara rerumputan yang cukup tinggi.


Mereka segera memeriksanya dengan pasti apakah itu memang Butler Flir atau bukan. Ternyata saat dilihat dari dekat, memang Butler Flir yang tubuhmu penuh bekas luka cakaran, sayatan belati serta berlumuran darah.


Dengan pakaian compang-camping, rasanya sangat luar biasa melihat dalam keadaan jelek.


Dada Butler Flir ternyata sudah berlubang. Elvada memastikan jika jantung pria itu sudah hancur. Dengan kata lain, Butler Flir sudah meninggal.


Mereka semua terdiam dan suasananya menjadi hening untuk sementara waktu. Butler Flir sudah meninggal di tangan Nola. Kemungkinan besar pria itu memprovokasi Nola hingga membuatnya kehilangan kendali lagi.


"Jadi, di mana gadis itu sekarang?" Jaley Scott memperhatikan sekitar tapi tidak menemukan jejaknya sama sekali.


Meow! Orange pergi ke arah tertentu dan mereka segera mengikuti.


"Ada beberapa mayat lagi di sana," ucap Raja Kalajengking Hitam supernatural memberi tahu mereka sebelum mengeceknya.


"Beberapa? Siapa lagi?"


Takahiro Ren teringat dengan tiga orang negara C yang ditemui mereka sebelumnya. Seharusnya bukan mereka. Jangan mereka. Jika tidak, Nola mungkin akan sangat merasa bersalah ketika mengetahui faktanya.


Namun saat mereka mengecek orang-orang yang menjadi korban Nola lagi, bukan Suyue dan kedua pamannya. Tapi orang-orang berpakaian Organisasi Supernatural Dunia. Sepertinya Nola ditemukan oleh mereka dan mulai melawannya.


Kondisi mereka sama seperti Butler Flir. Ada banyak cakaran dan jantungnya hancur. Jika tidak hancur, jantungnya tergeletak begitu saja dalam keadaan tak berbentuk lagi.


Di antara merek ada Du Lin sedt anak buahnya. Sisanya adalah para utusan yang sebelumnya datang untuk menenangkan kekacauan tornado. Siapa yang tahu mereka akan berakhir di tempat yang dikelola sendiri.


Sekilas, rasanya seperti memasuki zona film thriller.


"Cepat, temukan dia. Aku khawatir dia mungkin tak bisa mengendalikan dirinya lagi saat bertemu orang lain."


Jaley Scott mendesak mereka. Masih ada Suyue dan kedua pamannya di hutan ini. Bagaimana jika Nola menyerang mereka juga?


Mereka bergegas dan tidak peduli dengan apapun. Prioritas mereka adalah mencarj Nola. Orange memimpin mereka lagi, berlari cukup cepat untuk mengimbangi langkah para manusia itu.


Kemudian Orange mengeong ketika berhenti di sebuah air terjun. Dia berputar di tempat beberapa kali, enggan untuk memasuki gua yang terhalang oleh air terjun.


Kucing ini tidak suka air, meow! Orange sangat kesal.


Raja Kalajengking Hitam supernatural mengetahui apa yang dikatakannya.


"Ada gua di balik air terjun. Seseorang di sana. Ini aura gadis itu," ungkapnya.


Halbert tidak ragu untuk menerobos air terjun. Memang ada gua bemulut besar di sana, tidak terlalu dalam tapi sangat gelap.


Takahiro Ren mengeluarkan senter dari ransel Nola yang sudah kotor. Lalu menyalakannya untuk memberikan penerangan sekitar.


"AHHH!!" Takahiro Ren sangat kaget hingga terperanjat dari tempatnya berdiri.