Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Musuh Di Jalan Sempit


Geng Kalajengking Hitam telah mengacau kelompok mafia Halbert akhir-akhir ini. Sekarang jika salah satu anggotanya ada di sini, maka semuanya bisa diatur dengan baik. Namun hal yang paling mengejutkan, pria bernama Sin juga ada di restoran ini. Pria itu duduk cukup jauh dari pria yang sedang bertengkar dengan istrinya. Sepertinya belum menyadari jika Nola serta Halbert ada di restoran yang sama.


Nola sekali lagi berbisik pada Halbert jika Sin juga datang. Sin tidak datang sendiri. Ternyata dia bersama dengan mata-mata yang ditempatkan Geng Kalajengking Hitam di perusahaan Halbert, Juliana.


Halbert tersenyum dingin. "Benar saja, bertemu musuh di jalan sempit itu sungguh selalu menjadi kebetulan."


Sekarang tidak perlu di konfirmasi lagi. Ada beberapa anak buah Geng Kalajengking Hitam di tempat ini. Jika mereka mengenali Halbert, mungkin beberapa perkelahian terjadi setelah makan hot pot nanti. Tapi mereka tidak tahu tentang Halbert sama sekali, kecuali Sin dan Juliana.


Halbert serta yang lainnya berpura-pura tidak melihat apapun. Mereka fokus makan. Solachen menggelengkan kepala. Dia tidak bisa membantu banyak saat ini. Selama putrinya baik-baik saja, dia tidak perlu mengendalikan pikiran musuh.


“Apa yang akan kamu lakukan saat ini?” tanya Solachen. “Perlukah ayah membantu?”


Sebelum Nola menjawab, Halbert sudah berkata lebih dulu. “Jangan khawatir. Aku bisa mengatasinya. Karena pihak lain memiliki pohon besar untuk dipegang, maka kita hanya perlu membersihkan semua rumputnya lebih dulu.”


Mereka pun tidak lagi memedulikan pertengkaran pihak sebelumnya. Setelah makan hot pot, mereka menunggu di dalam mobil dengan tenang. Tak lama setelah itu, mereka melihat Juliana dan Sin keluar lebih dulu, lalu diikuti oleh pria yang sebelumnya bertengkar dengan istrinya.


Tidak tahu apa yang dibicarakan mereka, namun Solachen sengaja menutupi auranya sendiri agar tidak diketahui mereka.


“Apakah kamu masih harus menyembunyikan aura?” Nola menatap Solachen yang duduk di kursi belakang bersama Mark.


“Tentu saja. Salah satu dari mereka adalah seorang supernatural. Setiap orang supernatural akan bisa merasakan kehadiran aura pihak lain.”


“Lalu bagaimana denganku?” Nola mengerutkan kening.


Solachen memandangi putrinya. “Jangan khawatir, kamu telah dilindungi dengan baik oleh ibumu. Orang lain bahkan tak bisa melihat apakah kamu orang supernatural atau bukan.”


Saat mengatakan hal tersebut, Solachen sedikit tidak nyaman di hatinya. Bahkan jika Nola terlindungi dengan baik oleh Noria, Organisasi Supernatural Dunia masih bisa menemukannya dengan mudah. Nola sedikit sensitif ketika menyangkut ibunya, jadi tidak banyak bicara.


“Aku bertemu dengan Jaley Scott sebelumnya dan dia juga mengenalmu. Dia ingin bertemu denganmu juga,” kata gadis itu seraya mengingat luka tembak sebelumnya yang kini sembuh total.


“Jaley Scott? Apakah itu keluarga Scott yang misterius? Dari mana kamu tahu tentang keluarga itu?”


Menurut Solachen, putrinya tidak akan banyak berhubungan dengan mitra keluarga Whitemir yang telah terpisah selama bertahun-tahun lamanya. Keluarga Whitemir telah diincar Organisasi Supernatural Dunia sejak generasi lama hingga sekarang, tak terkecuali neneknya Nola saat itu.


Sekarang Nola memiliki interaksi dengan keluarga Scott yang misterius, tentu saja Solachen terkejut. Dia kenal dengan Jaley Scott. Di masa lalu, dia pernah bekerja sama dengan pria itu. Dia juga tahu di mana kediaman keluarga Scott berada. Hanya saja dia juga jadi incaran Organisasi Supernatural Dunia sehingga memilih untuk bersembunyi dari banyak kenalan.


“Apa yang kamu minta dari pria tua itu?” tanya Solachen.


Sebelum Nola menjawab, Halbert meminta untuk diam. Sin dan Juliana yang telah diperhatikan sejak awal kini memasuki mobil dan meninggalkan halaman restoran hot pot. Halbert tidak mengikuti mereka dan hanya meminta anak buahnya untuk mengikuti diam-diam, lalu buat gerakan.


“Kenapa kita mengikutinya alih-alih pria dan wanita sebelumnya?” tanya Mark penasaran.


“Juliana mudah ditangani karena dia berada di perusahaan Halbert. Sedang Sin yang mampu mengendalikan kalajengking hitam supernatural, selalu waspada. Jalanan tidak sepi malam ini dan khawatir menarik perhatian orang. Mereka berdua bisa diurus lain waktu. Tapi pria yang bersama selingkuhannya itu mungkin tahu sesuatu,” jelas Nola.


Halbert tersenyum padanya dan mengelus kepala Nola yang duduk di sampingnya. “Istriku memang pintar.”


“…” Solachen melihat keduanya saling memahami, mau tidak mau sedikit cemburu. Dia juga ingin melakukan hal sama pada putrinya.


Mobil Halbert mengikuti mereka cukup jauh agar tidak dicurigai. Mereka juga menunggu dengan sabar saat pihak lain mengantarkan wanita bersama anak haramnya itu ke salah satu apartemen mewah. Kemudian ketika pria itu meninggalkan halaman tersebut, pergi ke jalan yang lebih sepi.


Halbert memiliki kesempatan untuk tancap gas dan menghadang jalan mobil pria itu. Kedua mobil akhirnya berhenti. Pria yang jalannya dihadang itu marah hingga mengeluarkan pistol untuk berjaga-jaga, lalu menurunkan kaca jendela pintu mobilnya.


“Apakah kamu tidak bisa berkendara dengan benar? Apakah kamu perampok?” teriaknya sangat marah.


Tanpa ada tanggapan apapun, pria itu kesal. Tapi tak lama, Nola keluar mobil dengan ekspresi malu-malu. Pria itu melihat seorang wanita muda keluar, tentu saja matanya langsung berbinar. Lagi pula, dia juga menyukai wanita-wanita muda yang cantik.


Nola bisa dianggap sebagai salah satu kecantikan luar biasa. Ekspresi marahnya tadi langsung hilang dan dia pura-pura kesal karena sedikit mabuk.


Memang saat makan hot pot, anggur atau bir akan disediakan untuk para pelanggan.


Nola menghampiri pria itu dan meminta maaf karena tiba-tiba saja menghadang jalan. Tanpa basa-basi, pria yang bernama Dreck itu menyimpan kembali pistolnya.


“Cantik, apakah kamu butuh bantuan?” tanyanya.


Nola menggelengkan kepala. dia tiba-tiba saja meninju wajah Dreck sekuat tenaga. Dreck yang terkejut dan tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu, tiba-tiba saja memegang pistolnya. Dia akan mengancamnya kapan saja.


“Dasar jalaang! Beraninya memukulku! Apakah kamu tidak tahu siapa aku?” Dreck merasa jika darah keluar dari salah satu lubang hidungnya, mau tidak mau terkejut.


Namun sebelum dia mengancam Nola dengan pistol yang dipegangnya, Nola kembali meninjunya. Kali ini berhasil membuat Dreck pingsan. Kemudian Halbert keluar mobil dan memeriksa apakah tangan istrinya terluka atau tidak. Belum lagi memukul wajah jelek Dreck, dia sedikit jijik.


Halbert mengeluarkan sapu tangan dari saku dalam jasnya dan mengelap tangan Nola yang tadi pakai buat meninju wajah Dreck. “Apakah sakit?” tanyanya.


“Tidak, senang menjadi kuat.” Ini kali pertamanya Nola meninju seseorang hingga pingsan. Dia berpikir setelah menyatukan jiwa dan sisi gelapnya, kemampuannya meningkat pesat. Benar saja, dia masih memiliki kemampuan untuk mengolah aura supernaturalnya.


Di dalam mobil, Mark sedikit merinding. Nola hanyalah gadis yang bahkan tangannya tidak pernah menyentuh benda kasar, tapi tinjunya mampu membuat pihak lain pingsan.


“Tuan, Nyonya Muda ternyata sangat kuat,” desisnya merasa ngilu.