
Halbert selalu tenang. Bahkan jika dia marah atau putus asa, air matanya tidak pernah turun. Tapi untuk kali ini, dia kehilangan ketenangannya. Seberapa kerasnya dia berteriak, Nola tidak akan bangun sama sekali.
Halbert belum menyadari jika semua luka di tubuhnya telah menghilang. Bukan hanya itu, energinya juga terisi kembali. Ini adalah kemampuan Nola untuk menggantikan dirinya sebagai orang yang kesakitan. Dan biarkan Halbert baik-baik saja.
Mikeson belum mati, tapi sudah tidak bisa menggunakan cairan pemulihan tenaga. Tidak sulit bagi Halbert untuk menghabisinya sekarang. Nola hanya ingin membuat Halbert tetap hidup dengan baik.
Setelah histeris untuk waktu cukup lama, Halbert menatap Mikeson yang kesulitan bernapas tak jauh di depan sana. Matanya sangat dingin dan menyembunyikan kekejaman.
Halbert menatap Nola dalam-dalam dan mencium keningnya dengan putus asa. "Tunggu aku. Aku pasti akan membunuhnya untukmu, okay? Kita akan pulang dan berkumpul kembali dengan Lucas. Lucas tidak butuh ibu baru. Dia hanya butuh kamu," bisiknya menenangkan diri sendiri.
Halbert meletakkan Nola dengan hati-hati dan dia berjalan selangkah demi selangkah ke arah Mikeson. Setiap langkah mengandung aura kematian hingga kabut hitam pekat muncul lagi kali ini.
"Mikeson, kamu harus mati demi istriku!" geramnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah keluarga Jefford, Lucas yang tidur dengan nyenyak tiba-tiba saja terbangun dan menangis. Orange yang menjaganya pun langsung tertegun dan mengeong panik.
"Tuan! Apa yang terjadi dengan tuanku?!" Orange merasa napas Nola sangat lemas hingga dia sendiri hampir tak bisa berdiri dengan benar.
Jika Nola dalam bahaya hidup dan mati, ia juga akan terpengaruh. Belum lagi kontrak tuan dan pelayan. Ketika tuannya mati, pelayan akan mengikutinya.
Orange yang tak bisa berdiri dengan benar akhirnya jatuh koma sebelum bisa mencari jawaban yang pasti.
Butler Cello buru-buru datang ke kamar Lucas bersama pengasuh. Bayi itu menangis sangat keras hingga membangunkan Kakek Jefford di kamar lain.
"Ada apa? Kenapa cicitku menangis?" tanyanya tergesa-gesa.
Pengasuh mencoba menenangkannya, namun Lucas sama sekali tak bisa tenang.
"Di mana Nola? Kenapa dia tidak ada di rumah?" Kakek Jefford tak melihat sosok Nola yang datang menghampiri Lucas.
Butler Cello terdiam sejenak dan akhirnya memberi tahu segalanya. Karena Halbert belum kembali, Nola merasa ada yang salah. Dia bermimpi buruk dan akhirnya memutuskan untuk menyusul Halbert di perjalanan.
Ketika Kakek Jefford mengetahui hal tersebut, ia hampir tumbang dan menyentuh dadanya. Kenapa ia selalu merasa jika keduanya dalam masalah saat ini?
Solachen serta rombongannya masih berada di negara C untuk mengurus Organisasi Supernatural Dunia. Yang bisa dia hubungi adalah Jaley Scott.
"Tuan Tua!" Butler Cello menahan tubuh Kakek Jefford. "Tenanglah. Tuan muda dan nyonya muda pasti baik-baik saja,"katanya menenangkan.
"Hubungi ... Hubungi Jaley Scott dan katakan untuk mengetahui keberadaan cucuku." Kakek Jefford berkata dengan putus asa.
Lucas tidak akan menangis tiba-tiba dan kucing jingga peliharaan Nola juga tak sadarkan diri saat ini. Kakek Jefford mendengar jika Orange telah berkontrak jiwa dengan Nola. Ketika tuannya dalam masalah, kucing itu juga akan mengalami masalah.
Karena Orange tidak sadarkan diri, Nola mungkin dalam masalah saat ini.
Butler Cello tak berani menunda dan segera menghubungi Jaley Scott. Pria tua itu mengetahui ada yang salah malam ini dan akhirnya segera bergegas meski masih dalam keadaan mengantuk.
Tom membawa Jaley Scott ke rumah keluarga Jefford. Hujan malam ini membuat sedikit terkena air hujan. Namun Jaley Scott tak peduli. Dia masuk dan pergi ke tempat di mana bayi itu menangis.
"Ada apa? Keduanya belum kembali?" Jaley Scott menyipitkan mata.
Jaley Scott memeriksa Orange yang sudah koma dan merasakan napasnya melemah. Ia semakin serius.
"Masih hidup, tapi napasnya lemah. Kemungkinan gadis itu dalam keadaan koma saat ini. Jangan khawatir, selama masih hidup, harusnya baik-baik saja." Jaley Scott tidak tenang. Tapi dia harus mengatakan sesuatu untuk menenangkan semua orang.
Ia akhirnya meminta Tom untuk menghubungi anak buahnya. Cari saja Halbert dan Nola malam ini. Jika Geng Kalajengking Hitam yang dimaksud memang tak biasa, habisi saja tanpa perlu pikir panjang.
Tanpa diduga, waktu sudah hampir fajar ketika pencarian Halbert dan Nola dilakukan.
Sean dan Frangky ditemukan dalam gua. Kondisi Frangky pucat karena sudah lama tak mendapatkan perawatan. Sean hanya menunggu anak buahnya datang. Tapi yang datang justru anak buah Jaley Scott.
Markas Geng Kalajengking Hitam sudah dihancurkan oleh kelompok mafia yang diperintah Sean sebelumnya. Tapi mereka sama sekali tak bisa menemukan keberadaan yang lain. Itulah kenapa telat untuk menemukan keberadaan Sean.
Anak buah Jaley Scott juga menemukan keberadaan Halbert dan Nola dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mayat Mikeson yang tak berbentuk lagi, segera dibuang oleh mereka tanpa pikir panjang.
Tidak tahu bagaimana Mikeson mengembuskan napas terakhirnya. Namun semua organ dalamnya tak berbentuk lagi. Mereka hanya mengetahui jika Halbert berlumuran darah, pingsan di samping Nola yang koma.
Saat dibawa kembali, Kakek Jefford hampir pingsan di tempat.
"Apakah keduanya baik-baik saja?" tanyanya panik..
"Tuan Muda tidak terluka. Darah di tubuhnya adalah milik lawan. Tapi ..." Butler Cello ragu untuk mengatakannya.
"Tapi apa?! Cepat katakan!"
"Tapi nyonya muda jatuh koma dan napasnya sangat lemah. Tuan Scott tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu tuan Heiyu kembali," jelasnya.
Kakek Jefford akhirnya berwajah pucat dan duduk lemas di sofa. Halbert baik-baik saja tapi Nola jatuh koma. Ia lebih banyak tahu ketimbang yang lain tentang kemampuan gadis itu.
Gadis bodoh itu memilih untuk mentransfer rasa sakit Halbert ke tubuhnya sendiri. Ia tahu betapa Nola sangat peduli dan mencintai Halbert.
Pada akhirnya, Kakek Jefford menangis pilu. Dulu Nola jatuh koma karena melawan Butler Flir dan membuat kekacauan di pulau rahasia Organisasi Supernatural Dunia. Sekarang gadis itu koma lagi, kini lebih parah.
Tidak tahu seberspa marahnya Solachen saat nanti kembali. Kali ini, jiwa gadis itu bahan terancam.
Organisasi Supernatural Dunia baru bisa diatasi selama lebih dari satu minggu. Ketika Solachen pulang setelah mendapat kabar tentang kondisi putrinya, ia langsung memukul wajah Halbert yang sudah siuman.
Solachen kembali bersama yang lain. Tubuhnya belum istirahat tapi putrinya terluka lagi.
Siapa yang harus disalahkan tentang ini? Salahkah Halbert, pria itu bahkan tak bisa memprediksi masa depan.
Solachen tahu jika Nola sangat mencintai Halbert. Bahkan tak ingin pria itu dalam masalah. Mentransfer luka dan memberinya sisa aura supernatural merupakan inisiatif gadis itu sendiri.
Solachen tak bisa menyalahkan Halbert untuk segalanya, bahkan untuk kali ini juga.
"Maaf, Ayah. Aku gagal melindungi istriku sendiri dan membuatnya dalam bahaya hidup dan mati. Seharusnya ini semua adalah bencanaku. Aku membawa bencana untuk istriku sendiri." Halbert yang sudah siuman dua hari lalu kini berlutut pada Solachen.
Tidak peduli apakah tubuhnya sakit atau tidak, Halbert hanyaningin berlutut. Dia bukan bos mafia di sini, tapi menantu bagi Solachen. Ia tidak malu sama sekali saat berlutut di depan banyak orang.
Bahkan Sean dan Frangky bermata merah, tidak berdaya melihat bosnya putus asa.