Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Pewaris Sejati Esper Fortuna


Nola mendengarnya sayup-sayup. Jiwa cahayanya? Mungkinkah ini adalah sisi cahayanya setelah jiwa gelap? Dengan kata lain, ketika dia menghadapi jiwa gelapnya sendiri waktu itu, jiwa cahayanya ada dalam dirinya sendiri.


Jiwa cahaya ini, dari mana datangnya?


Pikiran Nola kemudian dipenuhi oleh berbagai potongan ingatan dari berbagai hal yang bersangkutan dengan kemampuan esper fortuna. Ia menyaksikannya seperti telah menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya.


Dalam gambaran yang ada di pikirannya itu, jiwa gelap dan jiwa cahaya yang berhasil ditaklukan saling menyatu dan melebur di tubuhnya. Dan kekuatan yang sangat besar melonjak di tubuhnya dengan kecepatan yang luar biasa.


Saat Nola membuka matanya lagi, ia sudah tidak lagi berada di tempat sebelumnya.


Takahiro Ren dan Pria Tua Ren merasakan lonjakan aura supernatural di tubuh Nola. Entah apa yang terjadi, selama beberapa detik, Nola tampak pusing dan memejamkan mata. Ketika saat membuka matanya kembali, iris mata gadis itu berubah hitam pekat.


“Kakek, kenapa aku merasa jika dia sedang menerima kekuatan yang sangat besar?” Takahiro Ren menebak.


“Ini warisan,” jawab pria tua itu sedikit pengertian. “Sepertinya, aku sangat beruntung malam ini.”


“…” Takahiro Ren masih bingung dengan yang dimaksud kakeknya.


Sebuah simbol Yin-Yang tiba-tiba muncul di dahi Nola, mengeluarkan cahaya jingga yang hangat. Ketika itu terjadi, Nola belum ingat apa-apa. Dia hanya ingin menyelamatkan Halbert dari serangan bayangan pria samurai supernatural.


Ia tepat berada di belakang Halbert yang duduk di depan Hiiro. Ketika pedang pria samurai supernatural itu hampir mengenai kepala Halbert, Nola segera menangkapnya dengan tangan kosong. Dan embusan angin yang lebih besar lagi menyapu ruangan itu. aura supernatural milik Nola bertabrakan dengan milik sosok pelindung Hiiro.


“Nola!” Halbert terkejut. Ia menggertakkan gigi, ingin memeluk dan melindunginya. Tapi ia tidak bisa main-main dengan nyawa seorang anak di depannya.


Nola tidak mendengar Halbert memanggilnya. Dia menahan bilah pedang samurai besar dengan kedua tangannya. Pria samurai supernatural itu awalnya terkejut dan menambahkan kekuatannya lagi. Tapi yang terjadi, pedangnya mulai retak.


“Kamu … Siapa kamu?” tanyanya sedikit ngeri.


Nola tidak menjawab seolah-olah bukan dirinya saat ini. Aura supernatural di telapak tangan Nola seperti palu raksasa yang memukul pedang. Kini bukan hanya retakan pada pedang, tapi juga pada baju zirah yang dipakai sosok itu.


Kali ini ketakutan sosok pria samurai supernatural lebih nyata dan kesombongan yang tersisa di tubuhnya menghilang sedikit demi sedikit. Lambang Yin-Yang di dahi Nola seperti jurang dalam tak berujung di mata pria samurai itu. Jika lengah sedikit saja, dia bisa ditelan bulat-bulat.


Sekarang pria samurai itu melepaskan diri dan berniat untuk melarikan diri di tubuh Hiiro, berpura-pura tidak pernah muncul. Sayangnya saat ini, kekuatan Nola yang baru saja bangkit tidak membiarkannya pergi. Perlahan, sosok pria samurai mulai berubah menjadi kepingan cahaya biru dan terserap ke tubuh Hiiro.


“Tidak, tidak! Tidak! Aku tidak mau tersegel lagi!” Suara pria samurai supernatural menggema di ruangan itu sebelum akhirnya serpihan cahaya biru benar-benar menyatu dengan tubuh Hiiro.


Dengan tersegelnya sosok pelindung Hiiro, sebuah lambang Yin-Yang muncul di atas tubuh Hiiro selama beberapa saat dan menghilang. Dengan begitu, segel berhasil.


Suasana menjadi hening untuk sementara waktu. Pria Tua Ren dan Takahiro Ren linglung di tempat. Halbert tak bisa menahan diri untuk menatap Nola yang iris matanya perlahan kembali menjadi abu-abu. Pada saat yang sama, gadis itu pingsan.


Halbert segera menahan tubuhnya dengan perasaan khawatir.


Pria Tua Ren kembali sadar dari rasa terkejutnya dan menatap Nola yang pingsan. Kedua telapak tangan gadis itu sedikit memerah karena menahan beban pedang samurai sebelumnya.


"Istriku kelelahan. Kondisi anak itu baik-baik saja sekarang jadi aku akan pergi." Halbert membopong Nola dan berniat untuk pergi.


Pria Tua Ren segera menghentikannya. "Tidak, tidak. Istirahat saja di sini untuk sekarang sampai istrimu bangun. Aku kenal seorang dokter ahli supernatural. Biarkan orang itu memeriksa tubuhnya."


Melihat jika Halbert masih ragu, ia kembali menambahkan. "Dokter ahli supernatural ini benar-benar seorang ahli. Kamu tidak akan kecewa."


Kali ini Halbert tidak menolak. Rumah Pria Tua Ren tidak besar tapi masih ada beberapa kamar. Kamar tidur khas negara J sangat sederhana. Hanya pergi merentangkan kasur lantai empuk, susun bantal, guling dan selimut.


Melihat Halbert memperlakukan Nola dengan sangat hati-hati, Pria Tua Ren menghela napas tidak berdaya. Dia segera menghubungi dokter supernatural yang memiliki sedikit persahabatan dengannya.


"Omong-omong anak muda, apakah istrimu adalah keturunan Esper Fortuna?" tanyanya sangat ingin tahu.


Halbert mengerutkan kening. "Ya, ada apa dengan ini?"


"Tanda Yin-Yang muncul di dahinya, Itu artinya dia adalah pewaris kekuatan Esper Fortuna. Ahli supernatural yang mampu memberikan keberuntungan adalah berkah bagi siapapun. Tapi di sisi lain, dia juga bisa memberi orang hal-hal sial. Berhati-hatilah di masa depan. Mungkin beberapa ahli tak bisa menanggung keberadaannya di dunia ini," jelas pria tua itu sangat serius.


Bahkan Takahiro Ren mengerutkan kening ketika kakeknya bicara demikian. Apakah ini terlalu dilebih-lebihkan? Bahkan jika dia tahu Nola sangat kuat hingga mampu menyegel sosok pelindung supernatural anak laki-laki itu, mungkin kemampuannya tak lebih dari itu bukan?


Untuknya dia tidak mengutarakan apa yang dipikirkannya saat ini. Jika tidak, Pria Tua Ren akan memukulnya kembali dengan sapu.


Halbert hanya mengangguk ringan. "Dia sudah lama diincar oleh Organisasi Supernatural Dunia. Apakah kalian berdua tahu tentang organisasi ini?"


Kakek dan cucu itu terkejut lalu terdiam cukup lama. Memperhatikan sekitar dengan waspada, Pria Tua Ren akhirnya menutup jendela rapat-rapat. Dia bicara dengan nada pelan saat ini.


"Berhati-hati saat bicara, dinding memiliki telinga." Nada bicara Pria Tua Ren benar-benar pelan.


Jika mereka hanya manusia biasa, tidak mungkin menebak apa yang dibicarakan. Takahiro Ren bahkan tidak ragu untuk menjelaskan sedikit.


"Kami tahu organisasi ini. Mereka juga pernah datang padaku untuk memasuki organisasi mereka. Tapi aku menolak. Jika bukan karena aku berpura-pura mengalami kecelakaan, mereka mungkin masih menginginkanku sampai sekarang," jelasnya.


"Apakah kalian juga diincar oleh mereka?" Pria Tua Ren itu menebak.


Halbert menatap Nola yang masih tak sadarkan diri. "Untuk saat ini, mereka tidak tahu tentangku. Tapi mereka sudah lama mengincar istriku. Mendiang ibu mertuaku juga menjadi sasaran mereka. Bahkan paman istriku juga tidak luput dari incaran mereka."


Pria Tua Ren itu terkejut. Bukan hanya Nola, bahkan ibu serta pamannya tak bisa lepas dari kejaran orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia?


"Kalau boleh aku tahu, apa marga dari ibu anak ini?" tanyanya.


"Marga ibu mertua ku adalah Whitemir."


"Whitemir?" Pria Tua Ren sedikit bergumam dan memikirkan seseorang yang pernah menyebutkan nama ini padanya.