
Halbert tidak perlu berganti pakaian atau berdandan. Tanpa mengubah penampilan, pria itu sudah luar biasa. Nola tidak bisa berada satu mobil dengan Halbert. Jadi dia meminta Sean untuk membawanya dengan mobil terpisah.
Halbert tidak berdaya. Istrinya akan marah jika tidak menonton adegan. Untuk berjaga-jaga, mereka meminta aura pelindung dari Jaley Scott agar tidak ketahuan orang orang-orang Organisasi Supernatural.
"Aku mengawasimu!" Nola memelototi Halbert.
Jika dia tidak ingin Lin Yehua mengganggu Halbert lagi, rencana ini tak perlu dibuat. Tapi Lin Yehua cari masalah dan menggali kematian. Dia akan membuat lubang untuknya. Biarkan dia masuk sendiri dan kubur hidup-hidup.
Halbert tersenyum. "Tentu saja."
Pria itu pergi lebih dulu dengan mobil Rolls-Royce nya. Nola dan Sean mengikuti dari belakang, cukup jauh agar tidak dicurigai.
Sean yang mengemudi jelas merasakan firasat buruk akan datang. Ia sungguh tidak mau meniduri wanita Asia itu.
"Nyonya Muda, apakah Lin Yehua itu masih perawan?" tanyanya penasaran.
"Tentu saja tidak. Aku dengar dia menjadi simpanan beberapa pria tua sebelumnya."
"..." Ini sampah masyarakat yang dipakai berulang kali bukan? Sean hampir mual.
Bunga segar (kecantikan muda) baik-baik saja, bahkan jika tangkainya sudah dipotong (tidak perawan) masih enak dipandang. Tapi jika wanita itu adalah Lin Yehua, ia tidak bersemangat.
Pria juga punya selera yang berbeda. Sean suka yang muda.
Setelah mengikuti cukup lama, mobil Halbert akhirnya berhenti di sebuah bangunan apartemen kelas menengah.
Sean menghentikan mobilnya di sudut lain, memperhatikan sekitarnya. Nola menggunakan kemampuan mata auranya untuk melihat apakah ada seseorang yang mencurigakan.
Pada akhirnya dia menangkap seseorang yang dikenalnya, berada di sebuah kafe di seberang apartemen Lin Yehua.
"Bukankah itu Yujin?" Dia bertanya pada dirinya sendiri.
"Siapa Yujin?" Sean tidak tahu sama sekali.
"Ini seorang penyihir penyembah iblis dari negara J. Aku yakin dia di sini pasti ada hubungannya dengan Lin Yehua."
Nola tidak hanya memperhatikan Yujin saja saat ini. Prioritas utamanya adalah Halbert yang akan pergi dengan Lin Yehua.
Ia melihat wanita itu sepertinya berpakaian bagus. Karena Nola hanya menangkap warna hitam dan putih dalam waktu terbatas, ia yakin Lin Yehua berniat merayu Halbert.
"Katakan padaku, warna pakaian apa yang dipakai wanita itu?" tanyanya pada Sean.
"Ini gaun formal selutut berwarna putih."
Sean sadar jika Nola memakai gaun berwarna putih juga hari ini. Mau tidak mau sedikit canggung. Lin Yehua itu tahu selera Nola dan mencoba menirunya?
Apakah orang-orang negara C sangat suka meniru?
Nola mendengkus. Ia memperhatikan dengan baik ketika wanita itu keluar apartemen dan tersenyum pada Halbert. Bahkan dengan sengaja membuat tubuhnya tidak seimbang saat berjalan, berharap bisa jatuh ke pelukan Halbert.
Untungnya Halbert menghindar dengan baik. Lin Yehua memakai high heels yang cukup tinggi. Mengetahui Halbert menghindar, dia tidak perlu berpura-pura jatuh, tapi langsung menyesuaikan keseimbangan.
Setelah Lin Yehua masuk mobil, Halbert mengemudikan mobil ke salah satu restoran khas negara C.
Nola memperhatikan jika Yujin juga pergi mengikuti.
"Ikuti pria itu." Nola menyuruh Sean membuntuti Yujin.
Ada banyak mobil di jalan sore ini sehingga tidak akan dicurigai.
"Kenapa mengikuti dia? Bukankah kita harus mengikuti bos?"
"Sudah ikuti saja. Aku punya rencana lain."
"..." Tidak tahu rencana apa lagi yang dipikirkan Nola, Sean masih belum keluar dari rencana bosnya bukan?
Keduanya hanya menunggu cukup jauh dari lokasi restoran khas negara C.
Waktu berlalu hingga hampir satu jam lamanya. Nola sudah kesal menunggu. Dia tidak nyaman berada di dalam mobil lama-lama.
Tanpa diduga, Yujin yang mengikuti mereka dengan taksi sebelumnya, juga ikut masuk mobil.
"Breng*ek! Wanita itu pasti membius bos. Nyonya Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tunggu saja. Ikuti ke mana mereka pergi."
Nola juga khawatir sebenarnya. Tapi dia tidak bisa muncul sekarang.
Setelah mengikuti mereka cukup lama, ternyata Lin Yehua kembali ke apartemennya. Dia dan Yujin membawa Halbert yang mabuk ke dalam apartemen. Belum lagi efek dari aroma parfum pemikat pria juga luar biasa.
Kini, Nola meminta Sean untuk melancarkan tugasnya. "Giliranmu, pergilah. Ingat apa yang kukatakan tadi. Jangan membuatku kecewa. Aku yakin kamu mampu melakukannya."
Nola tersenyum yang membuat Sean merinding. Pria itu keluar mobil dengan enggan dan masuk apartemen seperti layaknya penghuni di sana.
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Halbert keluar apartemen dengan langkah stabil. Tidak terlihat seperti mabuk sama sekali. Kemudian masuk ke mobil Sean.
"Apakah Yujin juga ditangani dengan baik?" tanya Nola.
"Jangan khawatir, Sean selalu bekerja dengan rapi. Pria bernama Yujin itu tidak akan curiga sama sekali." Halbert tersenyum, melepaskan jas mahalnya yang terkontaminasi aroma parfum Lin Yehua.
"Ada aroma pemikat lawan jenis pada parfum yang dipakai wanita itu." Halbert berkata.
"Tidak heran baunya tidak enak."
"Buang saja jasnya, jangan dicuci. Masih kotor jika dicuci sekalipun."
Nola tidak membujuknya. Memang, ia tidak aroma parfum yang menempel di jas Halbert.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di dalam apartemen.
Sean menatap Lin Yehua tanpa sehelai benang di atas ranjang. Mata wanita itu ditutup oleh kain dan mulai menunjukkan efek dari minuman yang telah dicampur dengan pil biru.
Tak ada yang menarik dari tubuh wanita itu. Sean sama sekali tidak berselera. Namun Halbert dan Nola membuatnya pusing.
Ia menghela napas berat. "Aku mungkin harus percaya Tuhan di masa depan," gumamnya.
Pandangan Sean tertuju pada Yujin yang pingsan di sofa panjang. Pria itu dibuat pingsan oleh Halbert sebelumnya.
Sean melemparkan pria itu ke atas ranjang dsn melucuti semua pakaiannya. Kemudian tutup matanya juga dengan kain yang disiapkan. Sebelum membuat pria itu sadar, Yujin mengeluarkan sebotol obat kecil berisi cairan aroma perangsang.
Dia terkekeh. "Cairan ini sangat kuat. Aromanya saja sudah membuatku ingin menemukan wanita. Apa lagi jika pria bernama Yujin itu meminum setetes saja, pasti efeknya tak akan mengecewakan."
Tak perlu menunggu lama, Sean memberikan obat itu pada Yujin yang setengah sadar. Lalu biarkan Lin Yehua merangkak ke tubuhnya, berpikir jika pria itu adalah Halbert.
Yujin yang telah di bawah pengaruh obat mengira jika wanita itu adalah pacarnya yang ingin bermain dengan mata tertutup.
Adegan panas terjadi tanpa hambatan dan suara-suara ambigu itu sangat menggairahkan.
"Sakie-chan, kamu berat sekarang. Tapi aku sangat menyukainya." Yujin yang matanya masih ditutup hanya menikmati surga dunia tanpa henti.
Sean tersiksa di ruangan yang sama. Yujin berulang kali menggumamkan kata-kata vulgar. Sesekali akan menyebut nama Sakie.
Sean mencoba memeriksa ponsel Yujin, menemukan nama Sakie di dalamnya. Sepertinya Sakie ini kekasihnya bukan?
...****************...
NB: Bab selanjutnya akan di-update besok. Jadi tetap setia menunggu ya. Sebelum itu, mari kalian tebak lebih dulu. Apa yang akan dilakukan Sakie jika melihat Yujin dan Lin Yehua selingkuh di tempat tidur?
A. Bergabung Dalam Kesenangan
B. Membunuh Lin Yehua Di Tempat
C. Berniat Putus Dengan Yujin
D. Tidak Peduli Sama Sekali