
Bibi Pelayan jelas terkejut. Nyonya rumahnya mungkin mengenal gadis itu? dilihat dari ekspresinya, Nyonya Pearly seperti senang, sedih dan campur rindu yang menjadi satu. Bibi Pelayan bingung tapi hanya bisa mengikutinya kembali ke ruang utama.
Di teras rumah, Nola menunggu tanpa mengeluh atau tidak sabar. Ia yakin pasti wanita itu akan datang padanya. Dan benar saja ketika pintu dibuka lagi, bukan Bibi Pelayan melainkan seorang wanita paruh baya.
Keduanya saling menatap sebentar sebelum akhirnya Nola melepaskan kacamata hitamnya dan menatap Nyonya Pearly dengan mata abu-abunya. Nola tersenyum dan memperkenalkan dirinya.
“Halo, Nyonya Pearly, namaku Nola Neilson dari keluarga Heiyu,” sapanya.
Nyonya Pearly lagi-lagi terkejut dan akhirnya tersenyum lega. Ia menyambut Nola dengan hangat dan memintanya untuk masuk untuk bicara. Nola tidak sopan, ia masuk dan duduk di ruang tamu. Bibi Pelayan pergi menyediakan teh dan beberapa camilan untuk Nola.
Setelah teh dan camilan disajikan, Bibi Pelayan tidak berniat usil. Dia segera meninggalkan keduanya untuk bicara. Nola menyesap tehnya lebih dulu sebelum membuka topik pembicaraan.
“Aku ingat jika Nyonya Pearly adalah teman lama ibuku?” tanyanya.
Nyonya Pearly mengangguk. “Tentu saja. Jika dia tidak meninggal lebih awal, mungkin kami bisa duduk bersama dan bicara satu sama lain.” Ia melihat Nola dan mau tidak mau mengaguminya. “Lihatlah, aku sudah lupa. Kamu sudah tumbuh dewasa dan menjadi wanita yang cantik.”
“Terima kasih.” Nola tersenyum datar. “Lagi pula, kedatanganku ke sini bukan karena menunggu waktu yang tetap untuk bertemu lagi denganku. Tapi aku benar-benar tidak ingat sebelumnya.”
Aura di tubuh Nyonya Pearly sama kuatnya dengan Solachen. Aura supernatural orang-orang kuat.
"Tidak apa-apa jika lupa, selama kamu baik-baik saja. Lalu, apa yang bisa aku bantu?" Nyonya Pearly melihat jika suasana hati gadis itu tidak benar.
"Bisakah aku meminta nasihatmu?" tanya Nola pelan.
"Katakanlah. Tapi sebelum itu, kamu bilang dari keluarga Heiyu? Ada apa sebenarnya?" Nyonya Pearly sangat penasaran.
"Ayah kandungku bukan Tuan Neilson, tapi orang lain yang dicintai ibuku di masa lalu. Namanya adalah Solachen Heiyu."
"Solachen Heiyu? Sepertinya aku pernah mendengar ini, tapi di mana kira-kira ...."
"Dia adalah pria yang menggunakan anting salib perak," ungkap Nola. Ia sedikit canggung.
Jika dia tidak melemparkan anting salib perak yang dipakainya malam itu, mungkin bisa menunjukkan nya. Sayang sekali malam itu dia marah pada Solachen dan melepaskan antingnya.
Anting ... Pikiran Nyonya Pearly langsung terbesit oleh bayangan seorang pria di benaknya. Ia membayangkan pria berwajah acuh tak acuh yang selalu mengikuti Noria saat itu. Mungkinkah Solachen yang itu?
"Kamu ... Kamu benar-benar anaknya!" Nyonya Pearly senang sekaligus bingung, bercampur menjadi satu.
Noria tidak terhubung dengan keluarga Neilson, ia senang. Gadis itu bukan darah keluarga Neilson, dia juga lega. Anak Solachen ternyata adalah Nola saat ini. Siapa yang menyangka, pria yang selalu dingin dan acuh tak acuh itu akan memiliki keturunan.
"Kalau begitu, aku bisa tenang. Dengan begitu, keluarga Neilson tidak akan ada hubungannya denganmu di masa depan," katanya.
Nola tersenyum pahit. Ia juga berpikir demikian. Jika bukan karena mimpi panjang saat dia jatuh koma, mungkin masih mengira dirinya anak haram bukan?
"Kamu juga sudah menikah. Ketika keluarga Jefford melindungimu, aku bisa lebih tenang. Selama beberapa tahun terakhir, seharusnya kamu telah mengalami banyak kesulitan bukan?" Nyonya Pearly tidak memiliki anak. Selama ini, dia memilih untuk menyendiri. Tidak ada tamu yang bisa melihatnya agar tidak dicurigai oleh pihak musuh yang lebih kuat.
Noria dikejar oleh Organisasi Supernatural Dunia sejak lama dan kini menurun pada putrinya. Bahkan seharusnya Solachen tak terkecuali?
"Terima kasih ... Bibi," ujar Nola tak ragu.
"Anak baik." Nyonya Pearly jelas sangat senang.
Akhirnya Nola mengatakan maksud dan tujuannya mendatangi Nyonya Pearly saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam harinya, Nola pulang. Ia sudah makan malam dengan Nyonya Pearly sehingga tidak ingin makan apapun lagi malam ini. Mengetahui jika Solachen masih tinggal di paviliun, Nola sedikit ragu untuk pergi.
Tak lama, seorang pelayan datang dengan ekspresi khawatir. "Nyonya Muda, akhirnya Anda pulang."
"Ada apa?" tanyan Nola sedikit bingung. Mungkinkah sesuatu terjadi saat ia tidak ada?
"Ini ... Tuan, tuan muda belum makan sejak siang hari. Dan dia terus mengurung dirinya di kamar, menolak untuk makan apapun. Butler berkata bahwa tuan muda mungkin jatuh sakit," ungkapnya.
Halbert sakit? Nola mencibir setelah teringat jika pria itu seorang ahli supernatural saat ini. Jatuh sakit dan tidak makan selama setengah hari tidak akan membuatnya mati.
"Kalau begitu biarkan saja. Dia tidak akan menemui peti mati jika tidak makan selama sehari. Lagi pula, jatuh sakit adalah hal yang biasa," cibirnya.
Nola tidak mau mengurus Halbert saat ini dan pergi untuk menemukan Solachen. Pelayan bahkan lebih tidak nyaman. Dia berpikir jika tuan muda dan nyonya rumah sedang bertengkar bukan?
Di ruang kerja, Halbert bisa mendengar semuanya. Pendengaran nya lebih tajam setelah berlatih aura supernatural. Ia bisa mendengar apa yang dikatakan Nola dan pelayan di lantai bawah. Mau tidak mau, pria itu tersenyum pahit. Gadis itu tidak bodoh. Dia menjadi orang supernatural, tentu saja tidak mudah untuk mati jika sakit.
Tapi Solachen merasa hampa di hatinya. Apa yang harus dilakukan saat ini untuk membujuk istrinya. Tak lama, seorang pelayan mengetuk pintu ruang belajar Halbert.
"Masuk!" Halbert menyahut rendah.
Pelayan itu masuk. Kemudian melaporkan jika Nola pergi ke paviliun untuk menemukan Solachen.
"Dia pergi lagi, apakah masih ingin melampiaskan kemarahannya pada ayah mertua?" gumamnya.
Sulit untuk menebak ini. Lagipula pertengkaran ayah dan anak perempuan itu pasti sengit hingga kondisi Solachen memburuk setelahnya. Mau tidak mau, Halbert hanya bisa bangkit dan menyusulnya. Tidak peduli apa, Nola tak bisa marah pada Solachen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di paviliun, Solachen dan Mark sedang membahas pekerjaan yang ada di Negara S. Kondisi Solachen tidak terlalu baik saat ini dan sesekali akan batuk. Mark menyediakan teh herbal untuknya.
"Tuan, kita harus kembali ke Negara S untuk perawatan." Mark hanya bisa menyarankan. "Lagi pula, nona muda aman di keluarga Jefford. Terlebih lagi, nona muda juga ..." Mark tidak melanjutkan perkataannya. Nola juga tidak ingin berhubungan dengan Solachen bukan? Jadi lebih baik tuannya kembali ke Negara S untuk memulihkan diri.
Solachen juga berpikir demikian. Dia mungkin harus segera kembali ke Negara S sebelum orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia menargetkan putrinya lebih jauh.
Dia tiba-tiba saja tertegun ketika melihat sosok Nola yang baru saja datang.