Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Menjadi Ahli Supernatural


Pertanyaan yang dilontarkan Nola membuat mereka semua terkejut. Tak terkecuali Solachen. Hanya kurang dari satu bulan Nola belum bertemu lagi dengan Halbert, apakah sudah tidak mengenalinya lagi?


Asisten Jae tidak berpikir demikian. Sean sendiri sedikit aneh. Bahkan Solachen juga agak bingung pada awalnya. Tapi Nola menggunakan indera penciumannya untuk menentukan semua identitas orang-orang di sekitarnya. Jadi tidak heran jika Nola menganggap Halbert sebagai orang asing.


"Tentu saja aku suamimu? Apakah kamu tidak mengenali aromaku lagi?" Halbert tidak marah atau merasa tersinggung. Dia hanya perlu mengatasi sisa kekacauan yang dibuatnya


"Halbert tidak memiliki aura spiritual di tubuhnya. Dia juga tidak berbau hutan sepertimu! Ia memiliki aroma yang unik, tidak sepertimu. Jadi kamu bukan dia!" Nola masih menolak.


Yang lain terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Nola. Benar, Nola tahu Halbert selalu memiliki aroma parfum yang unik. Parfum tersebut bercampur dengan maskulinitas di tubuhnya sehingga melahirkan sesuatu yang unik.


Bahkan Asisten Jae yang sudah akrab dengan Halbert pun terkejut. Ia membenarkan apa yang dikatakan Nola di dalam hatinya. Sebagai asistennya sendiri, Asisten Jae juga menyadarinya. Tapi ia bahkan lebih menyadari jika pria yang berdiri di depan Nola saat ini adalah Halbert, asli, tidak ada kepalsuan sama sekali.


Nola memang buta jika diperiksa secara medis. Dia mengetahui segala benda yang ada di sekitarnya karena aura dan aroma. Sesekali Nola akan melihat ekspresi dan seperti apa wajah orang-orang melalui kemampuannya sendiri.


Kali ini, Nola menggunakan indera penciumannya untuk mengidentifikasi Halbert. Di mata Nola, Halbert di depannya bukan yang asli meskipun mirip dan suaranya tidak seperti ditiru. Belum lagi dia sedang marah karena Halbert berbohong padanya. Ia mengira jika Halbert sengaja menggunakan orang pengganti untuk menenangkannya.


“Katakan di mana Halbert?” tanya Nola masih bersikeras.


Solachen ingin mengatakan sesuatu pada putrinya tapi ditahan oleh Halbert.


“Aku suamimu dan tidak ada orang lain yang bisa meniruku begitu sempurna. Jika kamu tidak percaya, mari kita buktikan satu persatu dan aku pasti akan mengetahuinya,” jawab Halbert santai.


Nola menyipitkan mata dan tidak langsung menjawab. Halbert pergi ke kamar hotel yang dipesan Nola dan keduanya masuk tanpa banyak bicara. Jika Halbert di depannya ini palsu, Nola masih memiliki kalajengking hitam supernatural. Siapa tahu saja pria di depannya ini adalah suruhan Organisasi Supernatural Dunia.


Tak lama setelah itu, keduanya keluar kamar. Ekspresi Nola sedikit canggung dan Halbert tersenyum datar. Sean, Asisten Jae dan Solachen berpikir jika keduanya sudah saling mengklarifikasi satu sama lain.


Hanya saja ekspresi Nola masih tidak senang. Ia tidak berbicara sama sekali setelah keluar kamar.


"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Solachen.


"Tapi ..." Solachen melihat Nola yang wajahnya sedikit memerah.


Gadis itu kesal dan marah hingga langsung menginjak kaki Halbert sekuat tenaga. "Karena kamu memiliki bisnis di Timur Tengah, maka urus saja! Anggap saja aku datang untuk berlibur dan tidak perlu mengkhawatirkanmu. Sia-sia saja!"


Nola langsung menghentakkan kaki dan pergi seraya memakai kacamata hitamnya. Wajah Halbert sedikit pucat dan menunjukkan ekspresi kesakitan. Kakinya kesakitan. Meski begitu, dia tidak marah padanya, tapi langsung mengejar Nola.


Asisten Jae tidak mengikuti Halbert. Dia dan Sean masih bagus mengurus pekerjaan. Adapun Solachen, ia sudah memesan kamar hotel tak jauh dari kamar yang dipesan putrinya. Pasangan muda itu bertengkar. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan Halbert untuk menyenangkan Nola.


......................


Pada malam harinya, Nola berbicara empat mata dengan Solachen. Ekspresinya jelas masih diselimuti kemarahan dan ia bahkan lebih tidak suka saat melihat ayah kandungnya ini.


Solachen tidak bicara. Ia ingin membiarkan putrinya mengatakan sesuatu lebih dulu.


"Apa yang kamu lakukan pada Halbert? Kenapa dia memiliki aura supernatural di tubuhnya?"


"Dia menjadi seorang supernatural sekarang. Karena ia memiliki darah keluarga supernatural di tubuhnya, tentu saja bukan masalah besar jika dia membangkitkan kemampuannya." Solachen bicara dengan serius. "Keluarga Scott yang memberikan obatnya. Ayah hanya memberikan obat itu pada Halbert dan membiarkan dia memilih."


Nola justru lebih marah dan tidak setuju. "Kenapa kamu melakukannya? Kenapa harus membiarkan Halbert menjadi seorang supernatural? Untuk apa? Apakah kamu sengaja ingin menyeretnya juga ke bawah dan jatuh ke tangan orang-orang di Organisasi Supernatural Dunia?!" teriaknya.


Wajah Solachen sedikit pucat. Dan dia sudah tidak sehat sejak datang tergesa-gesa ke Timur Tengah untuk mencari Nola.


"Nola, cepat atau lambat, Halbert harus tahu tentang asal-usul keluarganya sendiri. Dia memiliki darah Esper Moros di tubuhnya. Hanya dengan menjadi seorang supernatural, dia bisa melindungimu di saat aku tidak ada di sisimu. Organisasi Supernatural Dunia tidak akan semudah itu untuk menangkapnya—"


Nola menyela. "Apakah kamu pikir aku membutuhkan perlindunganmu?" ejeknya.