
Ketika hari mulai gelap lagi, Nola sudah bersiap dengan pakaian hitamnya. Dia memakai topeng dan sarung tangan agar tidak mudah dikenali. Elvada lagi-lagi terkejut dengan apa yang dipakai gadis itu. Meski Nola buta, tapi kemampuannya melihat dengan aura tidaklah kecil.
Ia tahu bahwa Butler Flir tidak bisa diremehkan. Oleh karena itu, dia tidak meminta Sean dan Elvada untuk mengikuti. Elvada mungkin memiliki kemampuan tapi Sean ... dia hanya manusia biasa. Tidak baik menempatkannya dalam bahaya.
"Haruskah aku menemanimu?" Elvada mengajukan diri.
Nola menggelengkan kepala. "Tetaplah di sini. Aku akan mencari tahu situasinya dan kembali. Jika situasinya aman, aku akan kembali dan mengajak kalian."
Sebagai seorang pria, Sean merasa jika tindakan Nola agak berisiko. Jika Halbert tahu istrinya pergi untuk menantang bahaya, bukankah dia akan ditembak di tempat?
Namun Nola mungkin merasakan aura khawatir Sean. Dia menenangkannya dengan kata-kata lalu pergi menyelinap ke halaman rumah Butler Flir.
Dari tempat persembunyian, Sean dan Elvada masih khawatir.
"Haruskah kita menyusulnya?" tanya Sean.
Elvada sedang mengamati situasi lalu menggelengkan kepala. Karena sebelumnya dia menguarkan suara supernatural, pihak lain mungkin curiga ada sesuatu.
"Tidak, aku percaya padanya."
Karena Elvada tidak pergi maka Sean juga tidak pergi. Dia menunggu dan berharap jika Nola kembali lebih cepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu,saat ini Nola sudah menggunakan kemampuannya untuk menyamarkan diri agar tidak terlihat oleh orang lain tak terkecuali pengguna supernatural. Ia berjalan ke halaman dengan tenang, tanpa mengeluarkan suara.
Ada beberapa penjaga yang tidak mencolok di sekitar. Sepertinya Butler Flir sangat khawatir rumahnya dicurigai oleh masyarakat sekitar sehingga membiarkan mereka berpakaian biasa.
Nola mencari jalan masuk yang tepat agar tidak ketahuan. Untungnya pintu tidak dikunci. Saat ada penjaga yang masuk untuk melaporkan sesuatu, Nola segera mengikuti jejaknya sehingga tidak perlu repot-repot membuka pintu diam-diam.
"Bos berkata untuk jaga malam bergiliran malam ini. Apakah kamu melihat orang yang mencurigakan?" tanya salah satu anak buah Butler Flir di ruangan lain.
Anak buah yang cukup polos itu menggelengkan kepala. "Tidak ada. Semuanya seperti biasanya."
"Jangan mengendurkan kewaspadaan. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan!"
Anak buah itu segera kembali ke tempatnya. Sedangkan Nola sudah pergi mengelilingi seisi rumah Butler Flir. Tampaknya rumah ini sudah lama ditinggalkan. Dan mungkin juga dibangun pada masa pemerintahan tertentu.
Jika Elvada berkata bahwa rumah ini adalah kediaman lama keluarga Hudson di masa lalu, maka usia rumah tua ini sudah sangat lama. Belum lagi masih bisa ditinggali dengan nyaman, seperti kokoh bahan bangunannya?
Akhirnya, Nola menemukan keberadaan Butler Flir yang berada di ruang belajar bersama orang-orang kepercayaannya. Karena Butler Flir seorang ahli supernatural, pasti akan sensitif dengan aura yang terkandung di udara.
Benar saja, saat Butler Flir mendiskusikan sesuatu dengan anak buahnya, ia mengerutkan kening. Matanya melihat sekeliling dan diam-diam menguatkan suara supernatural miliknya. Namun karena tidak menemukan apa-apa, ia pun menyerah.
"Dalam beberapa lagi aku akan kembali ke rumah keluarga Jefford. Kalian akan mengurus sisanya di sini. Kali ini berhati-hati dan jangan membuat kerugian untuk kedua kalinya." Butler Flir memperingati orang-orang nya untuk tidak berkhianat di masa depan.
Orang-orang kepercayaannya di geng tersebut jelas tidak bisa berkhianat. Jika tidak, maka hanya ada kematian yang menunggu.
Nola tidak memasuki ruangan itu dan hanya mendengarkan dari samping pintu. Dengan begitu, Butler Flir tidak akan mengetahui keberadaannya.
Setelah mendengarkan apa yang mereka bicarakan, Nola memutuskan untuk pergi ke dapur dan membuat situasinya lebih jelas lagi. Karena ini adalah rumah lama Hudson di masa lalu, Butler pasti akan memperhatikan maslaha tersebut.
Padahal Nola selalu merasa Butler Flir sangat baik. Belum lagi, keahlian memasak juga tidak bisa dianggap enteng. Siapa tahu bahwa di balik wajah polos dan bijaksana itu menyimpan dendam terhadap orang lain.
Nola mulai menyalakan korek api dan membakar barang di dapur yang mudah tersulut api. Kemudian dia pergi diam-diam dari pintu belakang yang tidak dijaga dengan baik.
Saat api mulai menyebar, pelayan di rumah itu berteriak panik.
"Api! Api! Ada api! Kebakaran! Tuan, tuan, kebakaran!" teriak pelayan itu panik di telat.
Saat menjelaskan hal-hal lain, Butler Flir mendengar suara teriakan pelayan dari dapur. Belum lagi masalah kebakaran. Dengan perasaan kesal, dia pergi untuk melihat situasinya.
"Ads apa ini?" Butler Flir melihat doaurnya terbakar, tiba-tiba saja tertegun.
Api dengan cepat menyebar ke sisi ruangan lain yang terbuat dari kayu yang mudah terbakar. Kali ini ekspresi Butler Flir tidak tertahankan. Selain marah, ia bingung dan kesal.
"Apakah kalian bodoh?? Jangan buru-buru mengambil air dan padamkan apinya!" teriak Butler Flir pada mereka yang masih linglung sejak awal.