Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Keluarga Jefford Terdahulu


Halbert kembali ke rumah kerja dan fokus membaca isi buku yang diberikan oleh kakeknya. Buku itu agak tebal dan cukup usang. Tapi isinya masih terawat dengan baik. Bukan hanya mencakup sejarah keluarga Jefford tapi juga tercatat tentang keluarga supernatural lain yang berada di puncak.


Saat itu, masa kejayaan keluarga supernatural sepertinya sangat baik. Dan dalam buku itu juga dicatat tentang keluarga Scott, Whitemir bahkan keluarga Heiyu. Tiga keluarga ini, Halbert tentu saja tahu. Sepertinya termasuk keluarga besar di masa lalu yang kini hanya menyisakan nama.


Meskipun keluarga Heiyu tidak mengakar di Negara A, tapi dalam catatan ini, keluarga Heiyu masih memiliki cabang keluarga di negara ini.


"Apa yang kamu baca?" tanya Raja Kalajengking Hitam Supernatural setelah muncul di atas meja.


"Bacalah sejarah keluarga lama."


Bukunya tebal sehingga Halbert tak bisa membaca semuanya dalam semalam. Setelah jam menunjukkan waktu tengah malam, Halbert menutup buku dan menggosok matanya yang sedikit lelah. Ia kembali ke kamar dan tidak peduli dengan Raja Kalajengking Hitam Supernatural di atas meja.


Ketika kembali ke kamar, Halbert melihat Nola tertidur lelap. Gadis itu memakai baju tidur tipis tanpa lengan, rambut panjangnya yang agak bergelombang terurai. Wajahnya yang menggemaskan membuat dia ingin mencubit pipinya.


Halbert menghela napas dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu, sebelum akhirnya dia naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Nola. Ketika Halbert mematikan lampu tidur yang ada di atas meja nakas di samping ranjang, tiba-tiba saja sebuah tangan melingkari pinggangnya.


Halbert hanya memakai jubah mandi dan malas untuk memakai baju tidur. Tapi ia masih bisa merasakan tangan lembut seseorang menyentuh tubuhnya.


Karena suasana di kamar mulai gelap, Halbert tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi Nola saat ini.


"Apakah kamu belum tidur?" tanyanya.


"Tidur. Tapi aku terbangun," jawab gadis itu. "Kenapa kamu begitu lama di luar? Apakah pekerjaanmu sangat banyak?"


"Tidak apa-apa. Hanya membaca beberapa buku." Halbert mengelus rambut halusnya. "Tidurlah. Ini masih tengah malam. Ada sesuatu yang harus kulakukan besok."


"Apa itu?"


"Kamu akan tahu besok." Halbert tersenyum misterius sehingga Nola hanya bisa menelan rasa penasarannya saat ini.


Pada akhirnya, Halbert memeluk gadis itu tanpa berniat untuk melakukan sesuatu malam ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Halbert dan Nola bangun lebih awal dan sarapan. Butler Flir belum kembali dan kemungkinan besar akan kembali dalam beberapa hari ke depan. Halbert membawa Nola ke ruang belajarnya dan menunjukkan buku yang semalam ia baca.


Buku itu berisi tentang sejarah keluarga Jefford, serta keluarga supernatural lainnya. Meski dalam buku itu tidak dicatat secara detail, tapi beberapa hal penting masih ditulis.


"Kakek yang memberikannya padaku. Dia berkata bahwa keluarga Jefford di masa lalu kemungkinan besar juga keluarga supernatural."


"Jadi, apakah kamu ingin mencari tahu?"


"Ya."


"Kalau begitu, kamu bisa memulainya dari terowongan air bawah tanah Yanga dan di kebun halaman belakang," jelasnya.


"Itulah kenapa aku memberi tahumu ini. Mari kita pergi ke sana hari ini."


"Tidak masalah." Nola juga penasaran dengan terowongan air bawah tanah itu. Tapi ia masih sedikit khawatir. "Bukankah tempat itu dijaga sebelumnya? Orang-orang butler Flir mungkin di sana bukan?"


"Tidak, orang-orang itu sudah ditarik sebelumnya. Jangan khawatir."


Setelah membaca keseluruhan buku secara singkat, keduanya pergi ke kebun halaman belakang. Memang sudah tidak ada orang menjaganya lagi. Belum lagi, pengawal kepercayaan Kakek Jefford berjaga di sekeliling rumah sehingga sulit untuk menyelinap masuk.


Nola membaca senter. Keduanya tidak memiliki banyak barang bawaan. Lagi pula, tujuan keduanya hanya datang untuk mencari tahu. Keduanya ingin tahu sampai mana terowongan air bawah tanah itu berakhir.


Suasana di terowongan air bawah tanah memang gelap. Masih ada tetesan air berjatuhan dari langit-langit. Belum lagi suhunya lembap. Bermodalkan senter sebagai penerangan, Halbert memimpin jalan. Ia memegang tangan Nola agar tidak tersesat.


"Sepertinya terowongan ini sangat panjang," ujar gadis itu.


"Ya." Halbert melihat jika tanah yang mereka pijaki benar-benar meninggalkan jejak. Lagi pula, tanahnya agak becek.


"Kenapa keluarga Jefford membangun terowongan air ini sebelumnya?" Nola memecahkan kesunyian.


"Mungkin karena saat itu keluarga Jefford tahu bahwa generasi yang akan datang tidak akan peduli dengan kekuatan seperti ini "


Di zaman serba modern seperti ini, siapa yang akan mempercayai adanya hal-hal supernatural yang dianggap ilusi saja. Misalnya keluarga Jefford yang memiliki banyak musuh sebelumnya, mereka bekerja sama dengan keluarga supernatural lainnya. Dengan begitu saat keluarga Jefford dikalahkan, keluarga supernatural lainnya juga mencoba untuk bersaing.


Setelah cukup lama berjalan, akhirnya Halbert berhenti. Ia mengambil alih senter di tangan Nola dan mendekati sebuah batu besar di pintu.


"Ada apa?" tanya gadis itu.