Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Klan Penyihir


Bagi Halbert, baik anak laki-laki atau perempuan sama saja. Selama itu keturunannya. Dan jawabannya tidak akan pernah berubah sama sekali. Ia mungkin mengerti kekhwatiran Nola. Anak perempuan yang lahir suatu hari nanti mungkin akan mewarisi kebutaannya. Sedangkan jika anak laki-laki yang lahir maka akan memiliki setengah dari darah Whitemir.


Halbert dulu pemilih dan segala sesuatu harus sempurna. Tapi setelah dia mengenal apa artinya mencintai seseorang, tampaknya semua persyaratan itu tidak lagi mutlak.


"Aku ingin memiliki anak laki-laki dan anak perempuan. Mari lahirkan dua di masa depan," katanya.


Wajah gadis itu memerah setelah mendengarnya. "Sepertinya masih panjang untuk memikirkan masalah anak."


Halbert tersenyum dan tidak menjawabnya. Masalah utama mereka saat ini adalah membunuh musuh dan mengakhiri kekhawatiran. Sehingga keduanya bisa hidup damai di masa depan.


"Orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia memantau di luar sana. Sepertinya kita akan sulit untuk kembali ke negara A tanpa pertarungan."


Jarak negara A dan negara J tergolong jauh. Untungnya urusan mendesak sudah ditangani. Halbert memiliki beberapa hal yang harus diselesaikan di negara J seraya menemani istrinya.


"Tidak tahu kapan mereka akan menyergapku. Ini hanya masalah waktu," kata gadis itu.


"Aku tidak akan membiarkan mereka menangkapmu." Halbert meyakinkannya.


Semalam saja butuh waktu yang cukup untuk mengelabui orang-orang itu. Ia khawatir sebelum urusan keluarga Kei selesai, orang-orang itu akan langsung mengganggunya. Untuk saat ini, hanya bisa menggunakan anak buahnya untuk mengulur waktu.


"Wanita tua keluarga Kei memiliki anjing iblis penjaga. Ini semua yang tidak diharapakan. Aku tidak tahu bahwa pada usia yang begitu tua, dia masih sempat-sempatnya untuk melakukan perjanjian dengan iblis."


"Kamu melihat dua iblis penjaga itu?" Halbert memastikan.


"Ya, tidak apa-apa. Harusnya tidak akan muncul lagi."


Setelah sarapan, keduanya memperhatikan semua berita tentang keluarga Kei. Anak buah Halbert yang ada di luar melaporkan semua kegiatan anggota keluarga Kei. Tidak ada yang aneh selain wanita tua Kei saja. Sepertinya anggota keluarga Kei yang lainnya tidak terlalu terlihat.


Ketika hari memasuki malam lagi, Nola telah sepenuhnya pulih dan dia bersiap untuk keluar apartemen. Halbert yang pada dasarnya menemani dia di rumah, akhirnya juga ikut untuk memastikan sesuatu.


"Ke mana kamu akan pergi malam ini?" tanya pria itu.


"Sarang penyihir. Mungkin kita bisa menemukannya malam ini."


"Kamu sangat yakin jika wanita tua Kei akan pergi?"


"Jangan memaksakan diri."


"Jangan khawatir, kali ini aku hanya ingin mencari tahu lebih dulu sebelum memulai pertarungan. Apakah orang-orang Organisasi Supernatural Dunia itu telah dibuat sibuk?"


"Ya, sementara waktu mereka akan teralihkan lebih dulu."


Keduanya seger meninggalkan apartemen dan berbaur dengan orang-orang di trotoar. Sampai malam tiba pun, aktivitas orang-orang negara J sama sibuknya dengan kebaikan orang-orang negara A.


Saat wanita tua Kei dan Matsuyama Kei keluar rumah, mobil yang ditumpangi Halbert dan Nola mengikutinya diam-diam. Tempat yang dituju wanita tua Kei ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Mereka sempat melewati jalanan yang sangat sepi hingga hampir memasuki hutan.


Di saat mobil pihak lain melambat, Halbert sendiri menghentikan mobil cukup jauh. Mobil yang dikendarainya saat ini merupakan sejenis mobil listrik, tidak ada suara yang dihasilkan saat melaju di jalanan.


"Mereka berhenti dan keluarga mobil." Halbert memberi tahu.


"Ikuti mereka. Jangan gunakan pencahayaan apapun." Nola menggunakan kemampuan matanya yang bisa melihat dalam gelap. Lalu mengajak Halbert untuk mengikutinya dengan cepat.


Wanita tua Kei dan putranya pergi ke hutan yang lebih dalam. Halbert dan Nola berjalan perlahan agar tidak menimbulkan banyak suara seperti daun kering atau ranting patah yang terinjak.


Untungnya di saat Nola hendak mengeluh kedua kakinya sakit, akhirnya ada beberapa cahaya obor yang terlihat. Keduanya bersembunyi di balik pohon besar yang tumbang.


Ada sekelompok orang berjubah hitam dengan pola aneh di pakaiannya. Mereka semua memegang obor dan mengelilingi sebuah tanda yang dibuatnya. Mereka harus mengelilingi kepala kambing segar yang dijaga oleh tujuh lilin sebanyak tujuh kali.


Wanita tua Kei dan Matsuyama Kei juga memakai jubah hitam itu juga sama-sama memegang obor. Tampaknya semua anggota tahu jika Matsuyama Kei adalah putra serius itu. Pandangan mereka sedikit licik.


"Ada apa?" Wanita tua Kei melihat jika putranya menatap ke arah tertentu.


"Apakah kita telah diikuti?" tanyanya.


"Bagaimana mungkin." Wanita tua Kei menjawab dengan. Setelah ada ini seperti itu. "Klan penyihir pasti akan langsung mengetahuinya jika ada orang lain yang mengikuti. Jangan main-main, lakukan tugasmu dengan baik. Setelah ini kita harus mandi di sungai sebagai salah satu syarat."


Matsuyama Kei tampak tidak terlalu senang. Bu, bisakah kita tidak melakukan ini dan kembali?"


"Tidak mungkin! Ini sudah setengah jalan. Jika kamu masih ingin memakmurkan kekayaan dan kemuliaan keluarga Kei, ini satu-satunya cara!" Wanita tua Kei sama sekali tidak berniat bertobat.