Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Catatan Eksperimen Gila


Sean mengeluarkan kotak kardus berisi dokumen yang diambil Nola dari rumah Butler Flir. Kotak kardus itu berlogo sebuah perusahaan elektronik tapi hanya untuk penyamaran. Elvada ikut menggotongnya seolah-olah barang itu memang berat.


Keduanya membawa kotak itu ke ruang belajar Halbert. Sedangkan barang belanjaan Nola diletakkan di kamar oleh pelayan.


“Apa yang kalian bawa?” Halbert mengerutkan kening, melihat kotak kardus yang isinya tidak sesuai dengan luas ruangnya.


“Ini yang dibawa gadis itu dari rumah Butler Flir.” Elvada mengecilkan suaranya sehingga hanya mereka yang bisa mendengarnya.


Halbert jelas penasaran dengan barang di dalam kardus. Sepertinya gadis itu pergi dan kembali tidak dengan tangan kosong. Bahkan masih berani membawa sesuatu dari rumah lama Butler Flir. Raja kalajengking hitam muncul di atas meja kerja Halbert, tidak berniat untuk mengganggu.


Ketika Halbert memeriksa salah satu dokumen usang dari dalam kardus, ia terkejut dan pupil matanya sedikit mengecil. Jelas kejutannya tidak kecil. Elvada dan Sean juga melihat isi dokumen lain yang tampaknya tersimpan dengan baik sebelumnya.


Ketiganya tertegun. Ruang belajar menjadi hening untuk sementara waktu.


“Ini … hal gila macam apa ini? Apa yang dilakukan keluarga Hudson ini di masa lalu? Apakah menjadi kehilangan akal?” Elvada tidak bisa menahan diri untuk menggertakkan giginya. Kebencian di matanya jelas tidak kecil.


Di masa lalu, keluarga Hudson terkenal dengan kemampuan penelitiannya terhadap berbagai objek baru. Mereka juga bekerja di bidang obat-obatan dan racun yang diuji coba pada tikus atau kelinci. Tapi tampaknya bidang ini tidak dilanjutkan lagi.


Siapa yang tahu jika ada dokumen-dokumen rahasia tentang penelitian gila yang dilakukan keluarga Hudson di masa lalu.


Sean yang telah membunuh dan menipu orang selama ini juga terkejut dengan dokumen yang dibacanya, bukan hanya data penelitian tertulis, bahkan lengkap dengan foto hitam putih tentang objek penelitian. Mulai dari manusia yang diteliti secara ilegal hingga hewan-hewan tertentu.


“Apakah keluarga ini seorang pembunuh berantai? Begitu banyak hal-hal menjijikkan.” Sean seketika mual saat melihat beberapa foto hitam putih yang isinya orang-orang yang tubuhnya tidak utuh lagi.


Foto-foto itu jelas seperti dikoleksi oleh pembunuh berantai yang suka mengacak-ngacak isi perut korbannya.


Tak lama kemudian, Nola muncul di ambang pintu dan teringat dengan dokumen yang dibawanya dari rumah Butler Flir.


Ketiga pria itu menoleh ke arah pintu dan melihat Nola yang sudah berganti pakaian. Tentu saja ketiganya tidak akan membiarkan Nola melihat foto-foto menjijikkan itu. Halbert membujuk Nola untuk kembali ke kamar lebih dulu dan masalah ini akan dibicarakan nanti.


Nola tidak bersikeras. Meski dia penasaran dengan isi dokumen yang dibawanya itu, tapi merasakan aura di tubuh ketiga pria itu jelas agak tidak benar, lebih baik untuk menghindarinya lebih dulu. Ia kembali ke kamar dan memeriksa barang-barang yang dibelinya. Setelah itu dia pergi mandi karena merasa tubuhnya tidak nyaman akibat keringat.


Satu jam kemudian, Halbert kembali ke kamar dengan ekspresi wajah agak lelah. Dia telah memeriksa semua dokumen yang dibawa Nola. Ada banyak hal menarik di dalamnya yang membuat Elvada ingin mencari tahu lebih dalam.


Elvada telah pergi ke saluran ruang bawah tanah. Di sana ada kumpulan buku-buku yang tidak bisa dibaca oleh siapapun kecuali keturunan keluarga Jefford. Buku-buku yang ditemukan di sana sebelumnya ternyata juga bisa dibaca oleh Elvada. Sehingga Halbert tidak melarangnya.


Sementara Sean kembali ke hotel dulu untuk istirahat dan akan kembali besok pagi. Malam ini pasti dia akan bermimpi buruk setelah melihat foto-foto menjijikkan tentang eksperimen yang dilakukan keluarga Hudson.


Saat Halbert masuk kamar, Nola sedang memilih beberapa barang yang dibelinya tadi. Tanpa sadar lemarinya penuh sehingga dia tidak tahu harus menyimpan barang-barang itu di mana.


“Apa yang kamu beli?” tanya pria itu seraya memeluknya dari belakang.


Istrinya memiliki aroma menyegarkan dari sabun dan sampo yang dipakainya. Tanpa sadar Halbert menghirup aromanya dengan rakus.


“Belilah baju dan dasi baru untukmu. Nanti kamu bisa coba, apakah itu cocok atau tidak. Tapi lemari penuh, tidak bisa menyimpannya.” Nola menghela napas tidak berdaya.


Padahal di kamar mereka terdapat lemari pakaian besar yang membentang dari ujung ke ujung. Enggan kekayaan keluarga Jefford, tidak kekurangan barang-barang ini. sebelumnya Halbert telah meminta desainer untuk membuatkan pakaian-pakaian Nola. Dan semuanya tertata rapi di lemari. Tanpa sadar ternyata sudah penuh.


Halbert mengerutkan kening. “Kalau begitu simpan di lemari ruang sebelah lebih dulu.” Dia kemudian memikirkan sesuatu. “Ada ruangan tidak terpakai di dekat ruang kerja. Ubah saja menjadi ruang pakaian.”


Dia melihat dasi dan pakaian yang dibeli gadis itu. Tanpa sadar ingin mencobanya. Tapi ia lebih tertarik dengan aroma segar di tubuh istrinya.


Nola merasa geli di lehernya akibat ulah pria itu. "Apa yang kamu lakukan?" bisiknya.