
Halbert menampar wajah Nola cukup keras hingga sudut mulutnya berdarah. Pria itu tidak main-main saat memukul orang, bahkan jika pihak lain adalah wanita. Perkataan Nola sudah melewati batas dan ia tak bisa menahan diri lagi.
Untuk sesaat, Halbert juga diliputi kemarahan.
Nola merasa telinganya berdengung saat ini. Pipinya yang ditampar terasa panas. Untuk pertama kali setelah menikah dengan bersama Halbert, ia mendapatkan pukulan.
Ia juga tertegun dan tubuhnya terhuyung sedikit. Pikirannya masih linglung.
Halbert tidak berniat untuk menghibur arus meminta maaf saat ini. Ia justru menatap Nola seperti seorang bos mafia pada musuhnya.
"Nola Neilson! Kamu diliputi kebencian masa lalu dan terlalu dihantui oleh kematian ibumu. Ibumu meninggal karena melindungi mu, tapi kamu menyalahkan semuanya pada Solachen. Apakah kamu bisa mengerti tentang kesulitan ibumu demi menghindari Organisasi Supernatural Dunia? Hanya di keluarga Neilson, ibumu bisa hidup tanpa harus diburu orang-orang itu. Jika dia mengikuti Solachen dan diburu bersama-sama, seperti apa kehidupanmu sekarang? Itu akan sama sepertiku, sama-sama kehilangan keduanya. Kamu pikirkan sendiri!"
Halbert melangkah lebar meninggalkannya sendirian dan tidak tahu pergi ke mana. Barulah Nola terduduk di lantai, tubuhnya lemas. Ibunya meninggal demi melindunginya. Ini tidak ada hubungannya dengan Solachen sejak awal.
Jika bukan karena dirinya sendiri, ibunya tidak akan meninggal. Ia yang lemah dan tidak berdaya hingga selalu berlindung pada ibunya. Ia sama sekali tidak menyadari jika ibunya sangat kekalahan dan akhirnya memberikan semua perlindungan terakhirnya agar Nola bisa hidup.
Saat bola menyatu dengan sisi gelapnya saat itu, ia jelas mendengar suara ibunya. Ibunya ingin dia hidup dengan baik dan jangan terjebak oleh masa lalu. Tapi Nola tidak terima. Ia tak bisa menerima kepergian ibunya.
Saat itu, ia masih kecil. Setelah ibunya meninggal, Tuan Neilson tidak mengurusnya sama sekali. Dia mendapatkan banyak kekerasan di rumah yang dilakukan oleh nyonya Neilson, Chelsea bahkan pelayan. Kemudian dia dipindahkan ke rumah kecil yang terpencil. Pelayan memperlakukannya dengan buruk.
Nola tak pernah hidup dengan baik sejak kematian ibunya. Ia mampu memberikan keberuntungan pada orang lain tapi kenapa tidak pada dirinya sendiri? Kenapa dia harus menderita tapi orang lain merasa lebih beruntung?
Tiba-tiba saja Nola merasa sakit kepala. Pupil matanya sesekali akan berubah putih lalu kembali menjadi abu-abu. Begitu seterusnya. Nola berusaha menahan dirinya agar tidak kehilangan kendali dan membunuh orang yang tak bersalah.
Tidak tahu sudah berapa lama, Nola masih terduduk di lantai. Pikirannya linglung. Salah satu pipinya masih sakit saat ini dan mungkin agak bengkak akibat tamparan Halbert.
Apakah Halbert akan membencinya sekarang karena memiliki pendapat yang jelek tentang Solachen?
Bagaimana jika Halbert meninggalkannya?
Ia tak mau menghadapi kenyataan jika semua orang terdekatnya akan menjauh karena kebenciannya pada Solachen.
Nola menunggu Halbert kembali. Tapi pria itu tidak kembali sampai tengah malam. Mungkinkah Halbert sudah kembali ke Negara A dan meninggalkannya di sini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya saat Nola bangun, tidak ada tanda-tanda Halbert kembali. Ia mulai cemas lagi dan mencoba untuk menghubungi nomor teleponnya, tapi tidak aktif. Berulang kali dicoba, tapi hasilnya tetap sama.
"Apakah dia benar-benar tidak menginginkanku lagi?" Nola melupakan sejenak bahwa dia ditampar oleh Halbert malam tadi. Ia hanya ingin memastikan jika Halbert tidak berniat meninggalkannya.
Tapi Halbert tidak bisa dihubungi lagi. Nola akhirnya pergi ke kamar hotel yang dipesan Solachen untuk bertanya padanya. Tapi petugas hotel berkata jika tamu yang sebelumnya ada di kamar terkait sudah check out dini hari tadi.
Solachen kemungkinan besar sudah meninggalkan hotel setelah bertengkar dengan Nola. Pria itu tidak ingin membuat Nola semakin membencinya dns memutuskan untuk pergi sejenak. Tapi tidak benar-benar meninggalkannya. Solachen tentu saja khawatir jika Nola mengalami kecelakaan di Timur Tengah.
Mau tidak mau, Nola hanya bisa kembali dan dia menunggu Halbert datang sampai tengah hari. Tapi pria itu masih tidak datang untuk melihatnya.
Mereka pasti meninggalkannya sekarang.
"Lalu ke mana aku harus pergi sekarang? Aku tidak mau menjadi beban bagi mereka. Aku tidak ingin keluarga Jefford terlibat karena urusan ku dengan Organisasi Supernatural Dunia," gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Halbert kembali ke hotel untuk melihat Nola, itu sudah malam hari lagi. Dia datang dengan ekspresi seperti biasanya. Tidak marah seperti malam kemarin dan tidak lagi menunjukkan tatapan tajam. Ia juga datang membawa camilan malam untuk gadis itu.
Tapi saat kembali ke kamar hotel, Nola sudah tidak ada di sana. Semua ruangan gelap, tidak ada tanda-tanda seseorang. Bahkan aura di ruangan itu sudah lama dingin.
"Istriku, aku kembali," kata Halbert.