
Solachen ada di dapur saat ini, memasak makan malam untuk mereka. Belum lagi putrinya sedang hamil, ia memasak dengan semangat. Setidaknya ini akan membayar rasa bersalahnya pada Noria di masa lalu.
Anak perempuan seperti ibunya. Solachen akan menjadi seorang kakek di masa depan.
Nola jelas senang saat tahu ayahnya di sini. Selama dia hamil, Solachen jarang datang karena sibuk berurusan dengan Organisasi Supernatural Dunia.
"Ayah di sini? Kapan dia datang?"
"Siang tadi," jawab Kakek Jefford.
"Kalau begitu aku akan naik dan mandi lebih dulu." Nola hendak menaiki anak tangga tapi Halbert datang menuntunnya. "Aku bisa sendiri." Dia terlalu malu.
"Anak tangga bisa saja licin. Bagaimana jika kamu terpeleset? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi." Halbert bersikeras mengantarnya.
Anak tangga dipasang karpet jadi harusnya tidak licin. Tapi Halbert selalu khawatir. Jadi lebih baik memperhatikannya dengan mata kepala sendiri.
Kakek Jefford melihat cucunya menjadi semakin berhati-hati selama kehamilan Nola, akhirnya menghela napas lega.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat hari sudah mulai gelap, Nola dan Halbert pergi ke ruang makan. Namun Nola sendiri berjalan ke dapur untuk menemukan ayahnya.
Solachen memakai celemek dan memasak dengan keahlian yang tak diragukan lagi. Halbert meminta Nola untuk tidak terlalu dekat dengan dapur saat sedang memasak. Sebagai menantu laki-laki yang baik, Halbert datang membantu ayah mertuanya.
Nola bosan melihat mereka memasak. Dia kembali ke ruang makan dan duduk lebih awal. Pelayan membawakan berbagai jenis camilan agar perut Nola tetap terisi.
Tak butuh waktu lama bagi Halbert dan Solachen keluar dapur. Kakek Jefford juga datang untuk makan malam.
Halbert meletakkan semangkuk acar mentimun untuk istrinya. "Ini acar yang kamu inginkan. Jangan makan terlalu banyak, makanan bergizi lainnya harus masuk."
"Ya." Nola sudah tidak sabar untuk makan acar.
Kakek Jefford tidak menerapkan etika ketat di meja makan dan mereka semua makan malam dengan gembira.
Nola suka makan acar mentimun dengan uakn panggang atau daging lainnya. Rasanya lebih segar. Halbert membantunya mencabut duri ikan dan memisahkan daging ayam dagi tulangnya.
"Ayah, apakah urusanmu dengan Organisasi Supernatural Dunia itu selesai?" tanya Nola.
"Jangan khawatir, sementara waktu ini, mereka tidak akan berbuat macam-macam pada kita. Kamu sedang hamil, bagaimana mungkin aku bisa tenang saat mereka masih mencoba menculikmu?"
Solachen menghabiskan pikirannya untuk membuat Mo Shige sibuk selama waktu yang ditentukan.
"Kamu bilang seorang pria bernama Leon itu dicurigai sebagai anak buah Organisasi Supernatural Dunia. Ayah akan menemukannya, mencoba mencari informasi darinya."
"Bukan curiga lagi. Leon memang mengakuinya tadi. Dia bilang aku sedang hamil dan tidak ingin menyerangku sama sekali. Belum lagi dia juga bilang sudah terlalu lama menunda tugas. Kemungkinan besar dia akan dipulangkan ke Organsiasi Supernatural Dunia dan Mo Shige memerintahkan yang lain."
Ketiga pria di meja makan terlihat aneh saat mendengarkan penjelasan itu. Halbert tahu Nola bisa mengetahui apakah pihak lain bohong atau tidak. Tampaknya tidak berbohong.
"Alasan apa ini? Hanya karena kamu hamil? Bukankah dia menunggu anakmu lahir dan menculiknya?" Solachen tidak percaya.
"Dia teringat ibunya yang sudah meninggal. Ibunya pernah berpesan, bahkan jika kamu menjadi orang jahat, jangan pernah menyakiti wanita hamil. Anak dalam kandungan adalah berkah."
"..." Mereka tidak percaya jika kata-kata itu keluar dari mulut Leon.
"Bisakah ayah mematahkan sumpah yang dibuat oleh organisasi? Bukankah itu akan menyakiti tubuhmu?"
Solachen tersenyum penuh arti. "Ayahmu ini pernah datang ke Organisasi Supernatural Dunia sebagai penyusup kelas kakap. Sumpah mereka bisa dipatahkan dengan mudah.
Jangan khawatir, ini tidak menyakiti tubuhku, paling tidak orang yang bersumpah sebelumnya akan mengalami serangan balik. Lagi pula aku belum menggendong cucu, bagaimana mungkin membiarkan tubuku roboh lebih dulu," tuturnya panjang lebar.
"..." Ayah, apakah kamu belajar menjadi pencuri? Batin Nola.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Organisasi Supernatural Dunia memang sedang kacau saat ini. Bukan maslahat kecil atau besar, tapi orang-orang dari dunia supernatural kembali datang untuk mengawasi pergerakan mereka.
Bukan tanpa alasan. Kali ini apa yang dilakukan Mo Shige diketahui oleh mereka. Mo Shige dicurigai sebagai pemimpin yang memaksa orang-orang supernatural alam sekuler memasuki organisasi.
Belum lagi dalam peraturan dunia supernatural, memaksa seseorang masuk dalam sebuah kelompok atau organisasi sangat dilarang.
Jika sebelumnya hanya pengawasan biasa, kali ini pengawasan tingkat penuh. Mo Shige dan anak buahnya tak bisa meninggalkan gedung Organisasi Supernatural Dunia atas alasan apapun.
Bahkan jika ingin bepergian atau melakukan sesuatu di luar organisasi, mereka akan dipantau ketat.
"Bagaimana mereka tahu apa yang kulakukan? Apakah ada mata-mata yang mereka tanam di sekitar organisasi ku?" gumam Mo Shige sangat bingung.
Tak ada yang mencurigakan selama ini. Tak ada orang luar yang masuk atau musuh sekalipun. Ini bukan kali pertama mereka mengalami hal ini. Dulu juga pernah. Tapi tidak tahu siapa pelakunya.
Para utusan juga bingung. Awalnya mereka ingin mengirim kelompok lain untuk menggantikan Leon di negara A. Pria itu sama sekali tidak bisa diandalkan.
Otaknya mungkin manipulatif tapi sangat lambat dalam bertindak. Leon tidak pernah seperti ini sebelumnya. Hanya ada satu alasan kenapa dia bisa lambat dalam bertindak. Nola mungkin hamil.
Leon juga tidak mengirim pesan apapun pada mereka. Ini yang membuat No Shige curiga jika Nola hamil. Leon hanya tidak ingin mengambil tindakan pada wanita hamil.
Di sisi lain, Leon adalah orang yang suka menipu orang lain, mencuci otak mereka tanpa kesusahan. Dengan menciptakan aroma yang sama dengan Halbert di tubuhnya, bukankah sudah lama harusnya berhasil?
"Leon ini benar-benar tak bisa diandalkan! Ketika orang-orang pengganti dikirim, jangan tinggalkan bukti apapun. Leon tidak lagi berguna!" Mo Shige tidak suka orang lambat yang berakhir dengan kegagalan.
Seperti dua penyihir kecil kecil itu—Yujin dan Sakie yang sudah lama menghilang dari muka bumi. Keduanya benar-benar tidak berguna.
Sekarang Leon juga sama. Bukan hanya tidak mengirim setiap pergerakan Nola dan Halbert di sana, ia bahkan kehilangan kontak. Leon bermain memutsukan kontak. Itu artinya siap untuk hukuman.
Sayangnya, hukuman yang harus diterimanya adalah kematian.
Leon terlalu menyayangi ibunya waktu itu. Jingga kejahatan yang dimilikinya juga minim selama ini. Mo Shige menghargainya karena otaknya yang mampu memanipulasi orang lain.
Tapi kali ini, Nola beruntung lagi. Sungguh penggunaan keberuntungan supernatural! Orang-orang yang dikirimnya akan berakhir gagal atau kematian.
"Nola Neilson! Semakin kamu kuat, semakin aku menginginkannya!"
Sekarang ia dan anggotanya tak bisa bertindak. Ia curiga jika semua ini ada hubungannya dengan orang-orang di sekitar gadis itu. Mungkinkah Solachen membantunya?
Hanya pria itu yang begitu pandai bersembunyi selama ini.