Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Berkorban


Nola tidak memedulikan Mikeson saat ini. Dia memegang tangan Halbert dan mentransfer sedikit kekuatannya untuk menyembuhkan beberapa luka di tubuh pria itu. Sebagian luka ditransfer padanya. Namun Nola tidak peduli meski Halbert memintanya untuk berhenti.


Gadis itu memang merasa tubuhnya kesakitan saat ini. Namun karena ia sangat khawatir Halbert akan seperti dalam mimpi, ia memilih untuk menanggung rasa sakit itu. Lagi pula ia tak bisa mati meski menginginkannya.


Setelah memastikan jika kondisi Halbert jauh lebih baik, Nola akhirnya menatap Mikeson. Ternyata juga bermutasi seperti dirinya. Hanya saja mutasi Mikeson lebih ke buatan alih-alih alami. Tubuh setengah buaya nya sangat jelek.


Nola berdiri dan kesedihannya menghilang. Kini digantikan dengan ekspresi dingin yang membunuh. Saat menyerang Mikeson yang hendak membunuh Halbert sebelumnya, ia sudah menandai kesialan pada pria itu.


“Namamu Mikeson bukan? Jelek!” ejeknya.


Mikeson menyipitkan mata. “Huh! Suamimu saja bahkan tak bisa melawanku, apa lagi kamu,” katanya.


Nola menyeringai. “Belum tentu. Tahukah kamu siapa yang membunuh Flir Hudson?”


Mikeson tidak menjawab, ia berpikir itu adalah Halbert. Namun perkataan Nola berikutnya membuat dia terkejut setengah mati. Merasa sangat tidak mungkin.


“Aku yang membunuhnya. Jantung Flir Hudson sangat lembut dan berdetak saat aku menggalinya. Ini menyenangkan,” ucap Nola seperti menceritakan sebuah cerita pembunuhan yang klasik.


Kali ini ekspresi Mikeson menjadi agak jelek dari sebelumnya. Melihat Nola yang juga memiliki gen mutasi seperti dirinya, ia membayangkan seberapa jauh gadis itu menghancurkan Butler Flir.


Kemudian matanya menjadi lebih merah. Ternyata yang membunuh tuannya bukan Halbert, tapi di depannya.


Mikeson berteriak ke langit dan langsung menuju ke arah Nola dengan sangat cepat. Ia akan membunuh gadis itu dan membalaskan dendam Butler Flir.


Nola tidak bergerak sama sekali. Dia menunggu pria itu datang padanya. Kemudian ketika tangan Mikeson terulur untuk mencekiknya, Nola menampar dengan keras.


Tamparannya tampak biasa. Tapi ketika Mikeson terdiam di tempat, tubuhnya langsung terpental ke samping dengan keras dan berguling beberapa kali. Mikeson merasa tubuhnya pusing.


Tiba-tiba saja Nola melompat dan kini ada di hadapan Mikeson. Ia menyeringai dan menendangnya. Mikeson lagi-lagi terlempar keras. Sangat menyenangkan untuk menyiksa musuh sebelum menggali jantung dengan antusias.


Mikeson merasa tubuhnya agak dingin dan kesakitan. Dia mencoba menggunoyekornya untuk melawan Nola namun gadis itu sama sekali tidak terpengaruh oleh serangan ekor jelek buaya.


Bahkan Nola menangkap ekornya dan melempar Mikeson lagi ke sisi lain.


"Nola Neilson!" geram Mikeson yang sudus habis kesabaran.


Dia pikir akan mudah untuk melawan gadis itu. Tapi kenyataannya tidak demikian. Mikeson menggertakkan gigi runcingnya yang jelek. Tubuhnya lebih besar dari Nola namun tak bisa menyentuh satu ini pun dari pakaiannya.


Pertarungan para gen mutasi yang lebih sengit dibandingkan berat sebelah. Mikeson bangkit dan mencoba untuk meminum cairan pemulih tenaga lagi. Namun botol itu tak ada lagi di tubuhnya.


Mikeson jelas menyembunyikan botol itu dengan baik. Namun ketika merabanya dan tidak ada, ia terkejut.


Kemudian Nola tertawa dan menunjukkan botol-botol itu pada Mikeson. Mata Mikeson seolah telah kehilangan benda berharga. Dia menatap semua botol di tangan Nola seperti harta karun.


Nola menghancurkannya tanpa ragu, membuat Mikeson marah luar biasa.


"Tidak!!" Mikeson bergegas menuju Nola untuk mengambil botol pemulihan tenaga. Namun Nola menendangnya lagi dengan kejam.


"Menggunakan obat lain untuk memulihkan diri? Naif!" Nola kehilangan senyumnya dan membayangkan apa yang terjadi pada Halbert sebelumnya.


Meski Mikeson memiliki wujud mutasi, perubahannya hanya terlihat samar dan sama sekali tidak terlalu kuat. Belum lagi, Mikeson bukan keturunan ahli supernatural sebelumnya. Semua yang ada pada tubuhnya hanyalah bantuan obat.


Mikeson kali ini kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan tubuhnya berubah lagi. "Aku akan membunuhmu! Membunuh kalian berdua! Arrggghh!!!"


Dia berteriak liar ke langit, penuh permusuhan. Tanpa cairan penambah tenaga, dia akan segera tumbang. Karena tak mungkin kembali dengan wujud sebelumnya atau mungkin mati, Mikeson memilih untuk mengorbankan seluruh kekuatannya sebagai tumbal.


Kali ini, penampilan Mikeson tidak lagi bisa disebut manusia setengah buaya. Tapi lebih ke monster. Sosok itu langsung bergegas ke arah Halbert tanpa peringatan. Gerakannya lebih cepat dari sebelumnya.


"Halbert!!" Nola terlambat untuk menyadari hingga mata hitam pekatnya tak bisa lepas dari tubuh Halbert.


Halbert yang sedang memulihkan tenaga hanya merasakan embusan angin dingin yang berbahaya menyapu tubuhnya. Ia juga mendengarkan suara gigi yang beradu serta bau busuk dari tubuh Mikeson. Monster jelek itu kini ada di hadapannya sambil merentangkan tangan untuk membunuhnya sekaligus.


Nola akhirnya berteleportasi jarak dekat dan berdiri di depan Halbert. Dia mengembunkan aura supernatural di telapak tangannya. Ketika serangan Mikeson datang, ia juga menyerangnya.


Serangan Mikeson mengenai tubuh Nola tanpa hambatan. Gadis itu muntah darah cukup banyak. Di saat bersamaan, Mikeson terpental lagi, lebih keras dari sebelumnya. Serangan Nola mengenai jantung Mikeson hingga membuatnya tak bisa bernapas dengan baik untuk sementara waktu.


Nola mungkin tidak menggali jantungnya, tapi masih bisa memberikan kerusakan yang fatal. Tubuh gadis itu gemetar dan terhuyung ke belakang.


Pupil mata Halbert menyempit dan dia bangkit, melupakan rasa sakit di tubuhnya. Halbert menangkap tubuh Nola yang kini semakin dingin dan dingin.


"Bodoh! Kenapa kamu melakukan itu?" bisiknya.


Pandangan Nola semakin kabur. Tubuhnya terasa remuk dan menyakitkan. Ia hanya tahu jika nafas Halbert ada di sekitarnya.


"Halbert," ucapnya lemah.


"Aku di sini," gumam pria itu seraya mengelus wajah Nola.


"Senang mengenalmu dalam hidup ini. Terima kasih sudah membawaku dari jurang keluarga Neilson sebelumnya."


Mata Halbert memerah ketika mendengar ini. "Jangan katakan itu, Sayang. Kamu akan baik-baik saja. Kamu selalu baik-baik saja. Bukankah kamu bilang kamu tidak akan mati, okay?"


Suara Halbert semakin serak. Entah air mata atau air hujan, tetesan hangat mengenai wajah gadis itu.


Nola tersenyum. Perlahan perkembangan mutasi menyusut dan kembali ke penampilannya yang biasa. Gadis itu selalu tampak lemah dan tidak berdaya. Dan sekarang bahkan wajahnya pucat.


Gadis itu mengulurkan tangan, memegang tangan Halbert yang menyentuh wajahnya. Nola meremas tangan pria itu sekuat tenaga, menyalurkan aura supernaturalnya yang tersisa.


Ekspresi Halbert berubah lagi dan dia ingin melepaskan tangannya. Nola sama sekali tidak terpengaruh.


"Tidak apa-apa berkorban untukmu. Aku tidak pernah menyesalinya. Lucas ... Lucas mungkin ... harus mencari ... ibu baru—" Napas Nola tercekat dan akhirnya memejamkan mata perlahan. Ia tak sadarkan diri dan napasnya sangat lemah.


Halbert tak bisa menahan diri untuk menangis. Dia memeluk Nola dengan tubuh gemetar. Gadis itu semakin dingin di pelukannya tapi bisa merasakan napas yang lemah.


"Sayang ... Bangun! Bangun untukku!" teriaknya untuk pertama kali, merasa putus asa dalam hidupnya.