Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Menghancurkan Psikologis


Halbert tidak menjawab pertanyaan Helliu. Aura hitam dari tubuh pria itu menguar ke udara dan hampir membuat sekitarnya gelap total.


Orange yang berada di atas pohon tak bisa melihat langit berbintang sama sekali. Bahkan cahaya bulan tertutupi.


"Ini mengerikan, meow!!" Orange memeluk bahan pohon kecil dengan erat. Semua bulunya berdiri.


Nola juga merasa tubuhnya sangat dingin saat ini. Sangat jarang bagi Halbert untuk berada dalam keadaan marah.


Tanpa diduga, Helliu tertawa. Tapi tawa itu terdengar cukup ironis.


"Ternyata ... ternyata sejak awal kamu lebih kuat dariku. Ternyata di dunia ini, ada orang-orang sepertimu."


Helliu mungkin tak pernah berkeliaran selama tinggal di Organisasi Supernatural Dunia. Orang-orang yang telah menjadi anggota di sana jarang dikatakan bebas.


Mereka hanya akan dilatih dengan keras namun tidak terjun ke medan pertempuran yang sebenarnya.


Jadi ketika Helliu melawan Halbert, pengalamannya benar-benar baru.


Helliu bangkit dengan susah payah. Walaupun dia mungkin akan mati malam ini, setidaknya matilah dengan cara yang benar.


Black sudah tidak lagi bersamanya. Tidak ada gunanya bagi dia menjalani hidup seorang diri. Ia dan Black seperti keluarga. Ke mana dia pergi, Black menemaninya.


"Halberttt!!!" Helliu berteriak, suaranya agak serak.


Dengan langkah goyah, dia mencoba berlari. Karena aura hitam menyelimuti sekitar, ia sama sekali tak bisa melihat apa-apa. Dia yakin Halbert ada di depannya.


Namun ketika Helliu hendak memukul, dia menabrak pohon dengan cara yang polos. Dia terjengkang dan wajahnya sakit.


"AHHH!! Di mana kamu? Jangan bersembunyi dariku! Halbert, lawanlah aku dengan cara yang benar!!" Helliu bangkit lagi dan menatap sekitar.


Dia memukul udara kosong di sekitarnya. Ia tidak bisa merasakan napas pria itu sama sekali. Bahkan napas Nola juga hilang.


Aura hitam seperti kabut yang memenjarakan orang. Semuanya penuh dengan keberadaan Halbert.


"Kemari! Jangan menjadi pengecut!" Helliu memukul udara dengan kuat.


Beberapa kali dia memukul batang pohon. Punggung tangannya pun berdarah.


Helliu bisa dikatakan mengamuk. Dia memukul secara acak, tak kenal arah ataupun objek. Dalam kegelapan aura hitam, matanya seperti buta.


Tak ada suara siapapun di sekitarnya. Halbert dan Nola seperti tidak pernah ada. Pikiran Helliu yang sudah dalam keadaan kacau, mengira jika matanya benar-benar buta.


"Ada apa dengan mataku?! Aku tidak buta! Aku sama sekali tidak buta!" Helliu menyentuh wajahnya, mengusapnya sesekali. Tapi kegelapan masih menelan sekitarnya.


Pria kekar bertato itu tidak menyadari jika aura hitam yang dilepaskan Halbert terus menerus menyusup ke dalam pikirannya. Memberikan banyak tekanan psikologis.


Dan Halbert yang sedari awal menjadi pelakunya, kini berdiri di luar gumpalan aura hitam miliknya. Nola ada di belakangnya dengan ekspresi khawatir.


Gadis itu ingin mengatakan sesuatu, tapi Halbert menempelkan jari telunjuk di bibirnya. Dalam keadaan seperti ini, suara apapun tak boleh terdengar. Jika tidak, tekanan psikologis yang dipancarkan dari auranya akan terpatahkan.


Dan ada pun orang yang terperangkap di dalam aura hitam miliknya, hanya bisa merasakan kesunyian yang mencekam. Apapun yang diteriakkan tak akan bisa didengar oleh siapapun selain Halbert sendiri.


Helliu sangat putus atas saat ini hingga tubuhnya hampir kehabisan energi. Pria kekar bertato itu jatuh lemas, keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Dia sangat tertekan hingga ingin mengakhiri hidup.


Pada saat itulah, Halbert menarik kembali aura yang dilepaskannya dan menghampiri Helliu yang sudah lemas tak berdaya.


"Apakah ada kata-kata terakhir?" tanyanya seraya mengembunkan tombak pendek dari aura hitam miliknya.


Sebuah tombak hitam muncul di telapak tangan Halbert, terbentuk secara perlahan hingga hampir menyerupai aslinya.


Cara membunuh yang dimiliki Halbert berbeda darinya. Bukan cara kekerasan, ini psikologis. Helliu mungkin kuat secara fisik. Sayangnya, psikologis nya kurang kuat. Karena itu, meski ia memiliki fondasi yang kokoh, isinya mudah hancur.


"Kata-kata terakhir?" Helliu serius memikirkan ini.


Apa yang harus dia katakan? Tak ada yang berarti untuk orang yang akan menemui ajalnya. Namun, Helliu mengagumi kekuatan Halbert. Tidak apa-apa untuk membayar sedikit dosanya.


Dia akhirnya bicara dengan suara terputus-putus. "Hati-hati ... Hati-hati dengan Mo Shige. Aku ... Aku bukan satu-satunya orang yang spesial di sana. Masih ada yang lain, namun mungkin tidak sekejam aku. Tapi ... Tapi mereka pandai ... pandai memanipulasi orang. Ketika aku gagal ... yang lain ... yang lain akan ... dikirim."


Untuk bicara seperti itu butuh perjuangan. Helliu merasa dadanya semakin sesak. Ia tak bisa membocorkan rahasia organisasi. Tapi tidak apa-apa untuk memberikan sedikit petunjuk.


"Tolong ... tolong jaga Black dengan baik." Itulah permintaan terakhirnya.


"Ini tidak sulit." Halbert menyetujuinya. Kemudian tombak hitam itu menembus dada Helliu.


Nola tidak ingin melihatnya jadi memejamkan mata saat itu terjadi. Ia masih tidak bisa melihatnya secara langsung. Terutama ketika pikirannya sadar.


Tombak yang menembus dada Helliu langsung mengenai jantungnya. Pria kekar bertato itu mengejang sesaat dan napasnya terhenti sepenuhnya. Dengan mata membelalak, kondisinya cukup tragis.


Tombak hitam di tangan Halbert perlahan menguap. Tapi tidak ada luka di ada Helliu sama sekali.


Suasana menjadi sunyi untuk waktu yang lama. Terutama Helliu yang tak lagi bernyawa. Tak mungkin meninggalkannya di sini seorang diri. Halbert mungkin membunuh orang sebelumnya tapi tidak pernah meninggalkan mayat begitu saja.


"Halbert," ucap Nola.


Halbert menatap istrinya. "Tidak apa-apa, sudah berakhir."


Gadis itu pun mengangguk. Kematian Helliu agak disayangkan. Terutama ketika permintaan terakhirnya terucap. Serigala hitam itu harus hidup dengan baik di Organisasi Fortuna. Sehingga Helliu tidak akan sedih di alam lain.


Halbert tidak membawa alat apapun untuk menggali tanah. Dia hanya mengumpulkan semua batang kayu dan dahan pohon tumbang. Menyusun nya dengan baik dan meletakkan Helliu di tengah. Dengan begitu, binatang buas tak akan bisa memakannya.


Ia harap tak ada orang lain yang akan datang ke wilayah ini. Bahkan jika ditemukan, Helliu hanya akan dinyatakan mengalami sedangkan jantung.


Untuk berjaga-jaga, Nola menggunakan sedikit kemampuannya. Dia menggunakan sedikit aura keberuntungan untuk menjaga susunan kayu berisi mayat Helliu. Ketika nanti mayatnya membusuk, baunya tak akan tercium.


Orange turun dari atas pohon dan melompat ke pelukan Nola. "Meow! Semuanya berakhir, meow!"


Gadis itu mengelus bulu-bulu nya yang sedikit basah. "Ya."


Halbert juga sangat kelelahan saat ini. Tapi dia tak bisa tinggal di sini. Ia mengajak istrinya untuk segera meninggalkan hutan.


Karena keduanya sama-sama kelelahan, perjalanan kembali ke jalan raya menjadi lebih lambat.


Terutama Halbert yang penuh luka goresan dan memar di tubuhnya. Nola tidak berani untuk mendesaknya.


Orange mengikuti dari belakang, berjaga-jaga.


"Maaf, ini semua gara-gara aku diburu lagi." Nola memegang tangan pria itu, sedikit lebih dingin dari biasanya.


"Bukan salahmu. Cepat atau lambat, mereka akan tahu tentang kekuatanku. Helliu adalah satu bukti jika Mo Shige curiga terhadapku."


Keduanya pasti akan saling melindungi. Jika sebelumnya Nola menjadi sasaran, kini Halbert juga mendapat bagian.


Jalanan yang mereka lalui sedikit menanjak, jadi tentu saja lebih melelahkan. Halbert melihat jam tangannya yang juga hampir rusak. Ini pukul sepuluh malam.


Tak lama kemudian, keduanya melihat sorot senter dari arah depan. Serta beberapa orang yang berteriak memanggil nama keduanya.


Tampaknya, seseorang datang menjemput mereka.