
Memang Nola tidak mendapatkan pendidikan yang layak sejak kecil. Sekolah formal tidak menerimanya dan keluarga Neilson melarangnya untuk keluar karena dianggap noda. Jadi apa yang dikatakan Lin Yehua tidak salah. Dia memang tidak memiliki pendidikan yang nyata.
Namun Nola bukan bintang bencana. Dia membawa keberuntungan bagi orang yang melindunginya. Selama orang itu tidak meninggalkannya dan memperlakukan dirinya dengan baik. Nola tidak pelit membuat orang itu beruntung.
Halbert merangkul Nola lalu memandang Lin Yehua seperti pemimpin yang tak bisa tersentuh oleh debu.
"Maaf Nona Lin, tapi keluarga Jefford tidak menggunakan wanita untuk meningkatkan status dan kekayaan. Kami tidak semiskin itu," jelasnya.
Lin Yehua merasa hatinya diremas sesuatu. Senyum di wajahnya agak kaku. Di dunia ini, pria kaya mana yang tidak ingin memiliki istri berpendidikan dan mampu mendukung suaminya dalam berkarier?
Apakah Halbert ini buta?
Tapi kali ini Lin Yehua masih berkompromi. "Ternyata seperti itu. Tuan Halbert memang berbeda. Tapi orang-orang masih mengira jika Nona Nola membawa bencana bagi keluarga Neilson. Tuan Neilson lumpuh setelah mengalami kecelakaan mobil. Lalu bisnis keluarga Neilson juga menurun. Orang-orang percaya jika Nona Nola adalah bintang bencana," jelasnya masih tidak menyerah.
"Mereka layak mendapatkannya." Halbert menimpalinya sebelum Nola membuka suara. "Di masa depan, panggil istriku dengan sebutan 'Nyonya'."
Lin Yehua menggertakkan gigi dan napasnya sedikit tidak seimbang. Dia telah mengalami banyak kerugian batin lagi dan lagi. Halbert sudah berulang kali memukul pikirannya dengan kejam.
Namun Halbert yang tidak tahu apa rencananya, malah membicarakan kontrak kerjasama yang diinginkan Mingzhu Group. Tapi tak lebih dari itu.
Meski begitu, Lin Yehua masih senang.
Halbert meminta anak buahnya untuk mengantarkan Nola ke penginapan terdekat yang telah disewanya sejak lama. Biarkan gadis itu beristirahat di sana sambil menunggunya.
Nola tidak keberatan. Awalnya dia masih ingin tinggal di sampingnya karena khawatir Lin Yehua akan membuat sesuatu yang merugikan Halbert. Tapi karena pria itu sudah bicara, Nola mau tidak mau pergi. Dia tidak ingin Halbert tidak puas lagi dengan dirinya.
Halbert dan Lin Yehua pergi ke tempat yang cocok untuk membahas kerja sama. Diam-diam, Lin Yehua mengirim pesan pada seseorang lalu menghapus catatan pesan dan nomor misterius yang menghubunginya beberapa hari yang lalu.
"Sepertinya Mingzhu Group masih cukup kaya saat ini hingga mampu mengumpulkan uang untuk berinvestasi," kata Halbert seraya tersenyum aneh.
Dia melihat dokumen kerja sama yang dibuat serapi mungkin oleh pihak lain. Dan nominal yang ditawarkan untuk investasi tidak kecil. Ini bernilai jutaan dolar.
Halbert tidak menunjukkan ekspresi curiga di wajahnya. Dia terlihat seperti bos yang sedang meninjau laporan karyawannya dengan santai.
Semua alasan sudah dia siapkan sejak lama.
Sayangnya, Halbert sama sekali tidak berniat untuk menandatangani Mingzhu Group sebagai salah satu investor. Sebelum dia menolak, pintu ruangan diketuk.
"Masuk," katanya.
Asisten Jae datang dengan ekspresi kurang baik. Halbert mengerutkan kening. Lalu Asisten Jae berbisik sepelan mungkin di telinga Halbert. Kali ini ekspresi Halbert tidak lagi terasing, melainkan penuh permusuhan.
Adapun Lin Yehua yang duduk di seberang pria itu, memeras keringat dingin di punggungnya. Dia yakin jika semua masalahnya akan dimulai sekarang.
Halbert menutup dokumen kerja sama dan menyerahkannya pada Lin Yehua. "Sepertinya kita akan membahas masalah ini lain waktu. Maaf Nona Lin, aku masih memiliki sesuatu untuk dilakukan. Asisten Jae, bawa tamu keluar," katanya tiba-tiba.
"Tuan Halbert," ujar Lin Yehua sedikit terkejut hingga hampir kehilangan kesopanan berbicaranya.
Sayangnya, Asisten Jae memanggil dua bodyguard untuk membawa Lin Yehua pergi. Mau tidak mau, Lin Yehua hanya bisa kembali dulu dan menanyakan apa maksud dari pihak lain yang menghubunginya beberapa hari yang lalu.
Selepas kepergian Lin Yehua, Halbert mengeluarkan ponsel dan mengkritik anak buahnya yang selalu berjaga di sekitar Nola.
"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejak istriku begitu saja? Bukankah aku sudah meminta kalian untuk mengawasinya dan jangan biarkan orang lain bahkan pelayan masuk tanpa izin?!!" Suara Halbert menggelegar dan hampir meremas ponselnya hingga hancur.
"..." Anak buahnya yang berada di seberang telepon menjelaskan dengan tergagap hingga membuat Halbert tidak sabar.
Halbert menutup panggil telepon dan segera meninggalkan ruangan. Dia pergi ke penginapan di mana Nola berada sebelumnya dan menemukan secarik kertas misterius.
Isi dari kertas tersebut berupa pernyataan bahwa Nola ada di tangan mereka.
Ini adalah kasus penculikan berencana. Dan sepertinya sudah direncanakan jauh-jauh hari.
"Bos, apakah orang-orang dari organisasi itu datang lagi dengan cara berbeda?" tanya Asisten Jae.