
Awalnya semua berjalan lancar. Tapi Butler Flir merasakan keanehan saat menyerap aura gadis itu. Karena penyerapannya terlalu lambat, dia memilih menggunakan teknik darah.
Dengan teknik darah, Nola bukan hanya akan kehabisan tenaga tapi juga menjadi orang yang tidak berguna.
"Kamu sangat cantik tapi sayang sekali akan berakhir di tanganku. Jika kamu ingin menyalahkan seseorang, maka salahkan suamimu. Jika bukan karena dia, kamu tidak akan menjadi sasaran ku."
Butler Flir mengeluarkan belati dari dalam saku jas dalam. Ia selalu membawa belati ke mana pun pergi untuk berjaga-jaga.
Ketika belati hendak menyayat pergelangan tangan gadis itu, tiba-tiba saja hawa di sekitarnya menjadi sangat dingin.
Gerakan tangan Butler Flir terhenti dan memperhatikan sekeliling. Tidak ada siapapun. Bahkan bayangan Halbert juga bukan.
Hawa yang sangat dingin itu awalnya terasa nyaman namun kemudian berubah menjadi menyesakkan.
"Apa ini? Siapa yang memiliki aura yang begitu kuat hingga keberuntungan berubah menjadi sial?" Butler Flir masih memastikan jika tidak ada siapapun dia sekitarnya.
Sebelumnya, keduanya terjatuh di sebuah lembah yang cukup lebat. Kini pepohonan di sekitarnya runtuh dan semua tanaman hancur. Bahkan binatang penghuni pulau juga tidak tahu apakah masih hidup atau tidak.
Ketika dia hendak menyayat pergelangan tangan Nola yang sempat terhenti, hawa yang sangat dingin lagi-lagi menerpanya.
Kali ini Butler Flir yakin jika semua itu ada hubungannya dengan Nola.
Tapi gadis ini sudah dalam keadaan tak berdaya karena aura supernatural yang terkuras. Jadi tidak mungkin memiliki kemampuan di luar kesadarannya.
Nola yang pingsan dan tak berdaya tiba-tiba saja membuka matanya. Iris mata abu-abu itu berubah menjadi hitam pekat secara bertahap. Semua kuku tangannya panjang dan runcing.
"Oh? Kamu masih memiliki kemampuan mutasi seperti ini?" Butler Flir sama sekali tidak takut.
Dengan kata lain, aura supernatural gadis itu berbeda. Jika dia bisa menyerapnya, bukankah itu bagus?
Setelah berkata demikian, tubuhnya tiba-tiba saja terpental keras hingga menabrak batang pohon besar yang tumbang. Belati yang dipegangnya terjatuh begitu saja.
Butler Flir memuntahkan seteguk darah segar saat menyentuh dadanya yang kesakitan. Ia membelalak, sungguh tidak bisa dipercaya. Gadis yang ia periksa tidak memiliki banyak aura supernatural yang tersisa, tiba-tiba saja menjadi begitu kuat.
Perubahan mutasi ini sangat melawan langit bukan?
"Mata itu ... Bukankah dari keluarga Whitemir?" gumam Butler Flir.
Salahkan dirinya karena tidak memeriksa identitas Nola sejak awal. Jika dia tahu Nola adalah keturunan keluarga Whitemir, dia lebih suka tidak membuatnya marah.
Kekuatan supernatural keluarga Whitemir berasal dari gen mutasinya yang akan muncul saat dirangsang.
Ketika mereka kehilangan kendali, sulit untuk menenangkannya kecuali bisa mengalahkannya.
Ini rumit!
Nola menyingkirkan dahan kayu yang menimpa kakinya tanpa kesulitan. Lalu perlahan bangkit meski kakinya agak pincang. Tapi perlahan, tubuhnya yang penuh luka mulai sembuh dengan kecepatan mata telanjang.
Ini membuat Butler Flir tak bisa lagi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun kakinya yang agak pincang masih tidak memiliki perubahan.
Nola mengambil belati yang sempat terbuang oleh Butler Flir. Lalu dia menghampiri pria itu dengan senyum yang lebih mirip dengan seringaian.
Ditambah tubuh basah kuyup, penampilan Nola saat ini seperti mayat hidup yang siap mengincar mangsa. Apa lagi saat eritema di wajahnya tumbuh, siapapun yang penakut pasti akan berteriak histeris.
"Breng*ek!!" Butler Flir segera bangun.
Butler Flir berpikir jika tinjunya akan membuat gadis itu terpental atau wajahnya hancur. Namun Nola masih berada di tempatnya, sekokoh besi dan tinju pria itu sama sekali tidak berdampak apa-apa.
"Pukulanmu seperti kucing yang menggaruk tanah!!" ejek Nola.
Walaupun dia tidak sadar sepenuhnya, ia masih bisa mengetahui apa yang dilakukannya sendiri. Kali ini Nola mencoba untuk mengendalikan pikrannya agar kembali terjaga, setidaknya tidak akan bertindak terlalu brutal.
Sebelum Butler Flir sadar ata sapa yang terjadi, Nola sudah menebaskan belati ke arah tangan pria itu.
Butler Flir terlambat menghindar dan lengannya langsung berdarah.
Serangan Nola tidak berhenti sampai di situ saja. Dia juga menendang dengan kekuatan yang besar hingga batang pohon di belakang Butler Flir langsung hancur.
Untungnya Butler Flir cekatan menghindar meski punggungnya berkeringat dingin.
Nola menyerang lagi, tidks memberikan ruang baginya untuk berpikir lebih jauh. Mau tidak mau, Butler Flir hanya bisa melayaninya.
Serangan Nola seperti seorang profesional. Gerakannya sangat lihai dan sulit ditebak. Butler Flir berulang kali kecolongan dan perutnya ditendang lagi hingga muntah darah.
Jika terus seperti ini, dia akan pingsan kehabisan darah.
"Tampaknya tak ada cara lain untuk menghentikanmu selain membunuh! Kali ini aku tidak akan berbelas kasihan padamu!"
Butler Flir sudah muak dengan pertarungan yang tak ada habisnya itu. Tubuhnya bukan hanya memar dan terkena sayatan belati, tapi jejak cakaran juga menghiasi wajah dan lehernya. Semua itu merupakan gerakan membunuh.
Awalnya Butler Flir ingin memanfaatkan kondisi Nola untuk memeras Halbert. Tapi tampaknya semua itu tak lagi dibutuhkan. Jika dia menunggu lebih lama lagi, kemungkinan besar dia yang akan merugikan diri sendiri.
Dari kedua telapak tangan Butler Flir terlihat aura kemerahan. Angin yang berembus dari Aira kemerahan tersebut mampu memotong dedaunan yang ada di sekitarnya.
"Lihat, apakah kamu mampu menghindari pisau anginku!" Butler Flir tersenyum penuh pembunuhan.
Nola masih tenang. Bahkan saat keduanya bertarung, ia tidak merasa pisau angin itu akan mampu membunuhnya. Walaupun ada banyak sayatan yang sangat dalam di tubuhnya, Nola masih bertahan tanpa ada tanda-tanda kelelahan.
Tubuhnya penuh darah, menjadikan sosoknya seperti monster yang baru saja mandi di kolam darah.
Pertarungan terjadi selama lebih dari satu jam. Tempat pertarungan mereka sudah tak berbentuk lagi. Ada banyak cakaran di tanah dan batang pohon. Belum lagi daun yang tak terhitung jumlahnya terpotong sempurna.
Kali ini Butler Flir pucat dan aura supernaturalnya hampir habis. Dia menatap Nola yang masih berdiri tanpa gentar dengan kuku yang meneteskan darah.
"Kamu ... Gen mutasi apa yang dimiliki keluarga Whitemir?! Tidak heran keluarga itu hancur sebelumnya. Ini memang melawan langit!"
Butler Flir melihat jika salah satu kakinya patah, terlihat mengerikan saat melihatnya. Ia hanya bisa jatuh terduduk, napasnya tersengal-sengal. Jelaa dia juga menahan rasa sakit di tubuhnya.
Melihat belati yang dijatuhkan Nola saat bertarung, dia mengambilnya. Untung saja jaraknya tidak jauh dari tempatnya berada sehingga tidak perlu menggerakkan kaki untuk meraihnya.
Nola tiba-tiba saja melompat dan mendarat di depannya dengan kemampuan supernatural nya. Kuku-kuku tangannya yang panjang seperti siap untuk mencabiknya.
Butler Flir hanya memiliki kesempatan untuk menyerangnya saat ini. Bahkan jika dia mati, gadis itu tak bisa memiliki kehidupan baik!
"Aku ingin kamu menemui orang tua Halbert di alam sana dan mintalah pengampunannya!" Nola menyeringai.
Dia mengangkat tangan kanannya dengan posisi siap mencakar. Pada saat yang sama, Butler Flir juga memegang belati dengan erat, di arahkan ke dada gadis itu sekuat tenaga ....