
Perawat yang melihat Nola mimisan langsung menghubungi dokter untuk perawatan. Bukan hanya itu, tubuh Nola juga kesakitan saat ini. Namun saat dokter memeriksa tubuhnya, tidak ditemukan masalah lain.
Tentu saja Nola sudah menebak ini sejak lama. Apa yang dia rasakan akibat efek samping kemampuannya sendiri tidak akan terlihat oleh pemeriksaan medis.
Nola hanya berbaring lemah saat ini. Ditambah tubuhnya yang sedang pemulihan beberapa luka, hasilnya menjadi lebih menyakitkan.
Pada akhirnya, dia hanya berusaha untuk tidur. Namun karena tubuhnya terlalu kesakitan, dokter mau tidak mau menyuntik obat penenang. Hal ini dilakukan atas perintah Halbert yang kini masih berada di luar pintu ruang rawat Nola.
Pria itu menatap dari jendela. Nola telah tidur akibat obat penenang. Halbert menghela napas. Dokter yang memeriksa Nola juga meninggalkan ruangan.
"Tuan Halbert, tidak ada yang salah dengan tubuh nona Nola saat ini. Kondisinya sedikit aneh ..." Dokter bingung harus menjelaskannya dengan cara apa.
"Tidak apa-apa. Aku tahu." Halbert mengerti apa kata dokter. Dia hanya tidak ingin repot saat ini.
Setelah itu, dokter mengucapkan beberapa patah kata sebelum akhirnya meninggalkan Halbert sendiri.
Sementara Halbert yang berdiri di depan jendela, melihat Nola sebentar sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Dia mempercayakan anak buahnya untuk menjaga pintu ruangan.
Halbert keluar rumah sakit untuk merokok. Dia mendapatkan pesan dari Frangky jika masalah Sean di Negara S berjalan dengan baik. Chelsea yang telah lama dirusak sama sekali tidak menyadari jika sejak awal Halbert telah mengincarnya untuk balas dendam.
Belum lagi, Halbert mendapatkan pesan dari Wickson tentang perselingkuhan Nyonya Neilson di belakang Tuan Neilson. Fakta bahwa Chelsea bukan anak Tuan Neilson membuat sedikit terkejut awalnya.
Dan ternyata video perselingkuhan Nyonya Neilson dengan pria bernama Lerdy sudah terjadi sebelum menikah. Ini sangat menarik.
Halbert ingin menggunakan video itu untuk membuat suasana di keluarga Neilson semakin kacau di masa depan.
"Ini hanya perlu membutuhkan sedikit waktu lagi," gumamnya segera memadamkan puntung rokok dan kembali memasuki rumah sakit.
Halbert kembali ke ruang rawat Nola dan duduk di samping tempat tidurnya. Dia memperhatikan wajah tenang gadis itu yang saat ini tertidur pulas. Namun sesekali keningnya akan mengerut sedikit seolah-olah berada dalam mimpi buruk.
Halbert memijat kedua alis gadis itu dengan lembut. "Jangan bermimpi buruk," katanya.
Apapun yang dimimpikan gadis itu, Halbert setidaknya bisa memahami sedikit. Dulu, dia juga sering bermimpi buruk tentang pembunuhan kedua orang tuanya.
"Nola, apa yang harus kulakukan agar kamu bisa bergantung padaku di masa depan?" gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keluarga Neilson yang diam-diam tenang sebenarnya tidak ada yang saling terbuka. Tuan Neilson yang hanya bisa duduk di kursi roda sesekali akan datang ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Clive yang terlalu muda untuk memimpin perusahaan mau tidak mau belajar lebih keras lagi di universitas. Setidaknya agar segera bergabung dengan ayahnya di perusahaan.
Adapun Nyonya Neilson yang sibuk di salon kecantikan, sama sekali tidak menyadari jika putranya sendiri sudah tahu rahasianya.
Hanya saja Clive tidak mau rumah tangga orangtuanya hancur karena perselingkuhan. Jika begitu, apa bedanya dia dengan kehidupan Nola saat ini?
"Kamu yakin dia masih hidup?" tanya Clive sedikit berbisik di telepon.
"Aku yakin. Gadis itu masih hidup. Belum lagi perusahaan Mingzhu Group bermasalah saat ini. Tak diragukan lagi jika Halbert yang melakukannya. Apa yang kamu rencanakan sekarang?" tanya pihak lain di seberang telepon.
"Tidak ada. Aku hanya perlu menunggu waktunya tiba. Adikku berada di luar negeri saat ini. Jika Halbert datang untuk membalas dendam tentang keadaan Nola saat ini, cukup aku saja yang menerima hukumannya." Clive sangat menyayangi adiknya meski tahu jika Chelsea bukan saudara kandung seayah.
"Tidak bisa. Halbert bukan tipe pria seperti itu," jawab Clive santai.
"Jangan khawatir, aku akan mengawasinya lagi saat ini. Tapi aku tak bisa sering-sering berkeliaran di sekitar mereka. Halbert telah melacak keberadaanku akhir-akhir ini."
"Apakah kamu ketahuan?"
"Tidak. Jika beresiko, aku hanya bisa pergi ke luar kota lebih dulu. Kamu jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa kirim saja uangnya."
Clive berkata dengan nada acuh tak acuh. "Jangan khawatir, uang bukan masalah."
Setelah menutup panggilan telepon, Clive yang duduk di tepian ranjang sedikit gelisah akhir-akhir ini. Dia juga tidak sering mendengar adiknya menceritakan tentang kehidupan universitas di Negara S. Dia telah berulang kali menelpon pihak universitas. Dan pihak lain berkata jika Chelsea baik-baik saja.
Ketika Clive sedang berpikir keras, suara benda pecah menggema. Lalu teriakan Tuan Neilson membuat para pelayan ketakutan.
"Di mana wanita itu?! Biarkan dia kembali dan menghadapiku!" Suara menggelegar Tuan Neilson sedikit serak.
Clive buru-buru keluar kamar dan turun ke lantai bawah. "Ayah, ada apa?" tanyanya.
Melihat pecahan cangkir kopi di dekat meja, Clive sedikit tertekan. Ini masih sore, tapi masalah datang satu persatu. Sepertinya sejak Nola meninggalkan rumah kurungan keluarga Neilson, semua bencana ini membuat keluarga semakin tidak harmonis.
Tuan Neilson memegang ponsel. Matanya sedikit bermata merah. Wajahnya juga memerah karena menahan amarah. Dia menatap Clive sejenak, lalu menahan emosinya.
"Biarkan ibumu pulang sekarang!" serunya.
Clive melahirkan firasat buruk saat ini. Apakah ayahnya tahu sesuatu?
"Lalu kenapa ayah tidak menghubungi ibu?"
"Teleponnya tidak aktif! Kamu hubungi pihak salon kecantikan di mana ibumu bekerja. Tanyakan apakah dia ada di sana sekarang," kata Tuan Neilson.
Clive tidak berkata apa-apa lagi dan mulai menghubungi pihak terkait. Tapi pihak salon berkata jika Nyonya Neilson sudah keluar sejak siang tadi. Dan kali ini belum kembali.
Ketika Tuan Neilson mengetahui ini, dia bahkan lebih marah. Tangannya yang memegang ponsel gemetar. Mungkinkah benar jika istrinya ada di hotel dengan pria lain sekarang?
Karena ragu, Tuan Neilson ingin memastikan semuanya sendiri. Dia bersiap pergi ke alamat yang tertera di pesan. Beberapa saat lalu, nomor tak dikenal mengirimkan beberapa foto dan lokasi tentang Nyonya Neilson bersama pria lain. Tuan Neilson tentu saja marah.
Istrinya yang telah hidup dalam pernikahan begitu lama, berani mengkhianatinya.
"Ayah, kamu mau pergi ke mana?" Clive sedikit kedinginan di punggungnya.
"Cari ibumu! Kamu tetap di rumah dan belajarlah dengan giat. Perusahaan masih membutuhkanmu di masa depan." Tuan Neilson masih harus memberikan wajah yang baik di depan putranya.
Clive tidak menghentikan kepergian ayahnya saat ini. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Pikirannya kosong. Lalu dia menelpon seorang informan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Nyonya Neilson saat ini.
Ayahnya sangat marah, harusnya ada yang terjadi di pihak ibunya. Dan yang paling Clive khawatirkan adalah perselingkuhan ibunya akan diketahui oleh Tuan Neilson.
Apakah seseorang mengirim sesuatu pada ayahnya?