Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Menemukan Jejaknya


Halbert dan Solachen seketika langsung berdiri. Keduanya tidak mau menunda lebih banyak waktu dan meminta mark menjelaskannya di perjalanan. Ponsel Nola mati total sebelumnya sehingga tim Mark ataupun Sean sulit untuk melacaknya.


Dan sepertinya Nola sengaja membuat jejaknya hilang seperti ditelan bumi. Dikarenakan Nola juga seorang supernatural, menutupi jejaknya tentu bukan hal yang sulit. Tapi Solachen tidak berpikir jika masalah menutupi jejak aura supernatural akan menjadi hal yang rumit. Dia masih sedikit meremehkan putrinya yang telah diajar oleh Noria di masa lalu.


“Jejak terakhir yang ditangkap oleh alat pelacak kami menemukan jika ponsel nona muda ada di gurun.” Mark menjelaskan secara singkat apa yang terjadi.


“Gurun?” Solachen sebenarnya malas untuk menginjakkan kaki di padang pasir. Dia hampir lupa jika Timur Tengah ini memiliki gurun pasir yang luas.


Kenapa mereka tidak memikirkan ini? Nola ada di gurun? Apa yang dilakukan gadis itu di sana? Meski Nola buta tapi tidak mungkin tidak bisa membedakan antara gurun dan padang rumput bukan? Apakah gadis itu tahu seperti apa gurun?


“Apakah titik terakhir sinyalnya sudah ditemukan di gurun sebelah mana?” tanya Halbert.


“Ya.” Mark mengangguk.


“Kalau begitu kita langsung ke sana,” katanya.


Mark sedikit tidak yakin. “Apakah ini bukan jebakan?”


“Seharusnya bukan. Jika orang-rang organisasi yang memburu Nola juga pergi ke sana, maka kemungkinan besar Nola ada di sana. Kita harus segera pergi!” Solachen yakin jika putrinya memang pergi ke gurun.


Dengan siapa dia pergi ke sana? Mungkinkah ada rombongan tertentu yang melewati gurun dan Nola ikut dengan mereka?


Mereka pergi dengan mobil yang didesain khusus bisa melaju di gurun pasir. Sepanjang perjalanan mereka berusaha untuk menemukan jejak Nola sesuai dengan sinyal yang ditangkap terakhir kali. Tapi saat tiba di lokasi, mereka tidak menemukan seorang pun. Tapi jelas jika jejak kaki masih bisa dibedakan besar dan kecilnya.


Cuaca yang panas di gurun pasir membuat Mark berkeringat. Dia bukan seorang supernatural seperti tuannya sehingga mau tidak mau minum air lebih banyak.


“Jejak kaki ini masih cukup baru. Jejak kaki yang kecil ini pasti milik putriku. Dan sisanya tidak tahu milik siapa saja. Tapi harusnya lebih dari sepuluh orang!” Solachen lebih peka daripada Halbert saat menyangkut jejak kaki di permukaan gurun.


Halbert memperhatikan sekitar. Tidak ada sat orang pun yang terlihat. Mereka hanya bisa mengikuti jejak kaki yang tidak beraturan tersebut dengan hati-hati. Kemudian mobil mereka berhenti lagi saat melihat beberapa orang berjubah hitam tergeletak tak sadarkan diri. Bahkan ada yang setengah terkubur oleh pasir.


Halbert keluar mobil sambil memegang pistolnya. Ia berhati-hati mendekati mereka dan memeriksanya. Napas orang-orang berjubah hitam itu sudah tidak ada. Mereka semua meninggal dengan cara yang sama. Ada lubang di bagian dada sebelah kiri sehingga darah mengotori pasir di sekitarnya.


Ia dan Halbert yakin jika Nola melakukan semua ini. Dengan kata lain, gadis itu pasti kehilangan kendali lagi dan membunuh orang?


Solachen lebih panik daripada Halbert. Tapi Halbert lebih tahu banyak tentang apabyang terjadi jika Nola kehilangan kendali. Dia sudah melihat kekejaman sisi lain gadis itu saat kehilangan akan sehatnya.


Mereka akhirnya terus mengendarai mobil untuk menemukan Nola. Tak lama kemudian, mereka mereka melihat rombongan orang Timur Tengah dengan beberapa unta.


Dengan sopan, Halbert bertanya pada mereka dengan menggunakan bahasa Timur Tengah yang cukup fasih.


"Maaf, apakah kalian pernah melihat seorang gadis ..." Halbert menyebutkan ciri-ciri Nola dsn memperlihatkan foto gadis itu pada mereka.


Orang-orang Timur Tengah yang membawa unta itu saling melirik dan bicara satu sama lain sebentar.


"Gadis ini ... Kami melihatnya beberapa waktu yang lalu. Dia terlihat berlumuran darah dan memakai kacamata hitam. Saat kami mencoba untuk bertanya dan mungkin bisa membantu, dia hanya menggelengkan kepala dan berlari menghindari kami. Pada saat itu, kami tidak bisa menghentikannya."


"Dia sepertinya sangat ketakutan atau semacamnya. Dan kami berpikir ada sekelompok orang jahat mengejarnya. Tapi kami tidak melihat siapapun saat itu selain gadis itu saja. Apakah kalian ada hubungannya dengan gadis itu?"


Orang-orang Timur Tengah itu juga sopan, tidak langsung asal menuduh.


"Aku adalah suaminya dan ini adalah ayah gadis itu. Kami sedang mencarinya karena dia menghilang sebelumnya. Sementara kami sendiri berasal dari Negara A."


"Tidak heran gadis itu berperawakan orang barat. Jika kalian beruntung, mungkin bisa menemukan gadis itu sebelum malam," kata salah satu dari orang Timur Tengah.


Halbert dan Solachen mengucapkan terima kasih dan segera pergi untuk mencari Nola. Rombongan orang Timur tengah yang berjalan beriringan dengan unta pun melihat kepergian mereka dengan mobilyang didesain khusus.


Salah satu dari mereka menepuk bahu temannya yang telah banyak bicara dengan Halbert sebelumnya.


"Sahabatku, kenapa tidak mengatakan semua yang kita lihat sebelumnya pada orang-orang itu?" tanyanya sopan.