
Solachen juga menyaksikan bagaimana Nola meninju Dreck dua kali. Wajahnya sedikit mati rasa. Jika putrinya marah di masa depan dan meninjunya juga, apakah wajahnya masih bisa diselamatkan? Dia menyipitkan mata dan memikirkan sesuatu.
“Besok kita pergi ke kediaman Scott. Sudah waktunya untuk mengunjungi teman lama,” katanya.
“Ah? Tuan, tidakkah ingin mengatur jadwal dulu? Bagaimana jika Organisasi Supernatural Dunia sengaja menunggu waktu yang tepat untukmu keluar dan menyergap?” Mark selalu khawatir dan dia tidak seberani tuannya. Lagi pula, dia hanya manusia biasa tanpa kemampuan seperti itu.
“Jangan khawatir, mereka tidak akan bergerak saat ini. Minta orang-orang di pihak kita untuk membuat beberapa keributan.”
Mark lagi-lagi tak bisa menolak permintaan Solachen. Dia mengirim pesan pada orang-orangnya melalui ponsel khusus yang dirancang sebagai ponsel anti pelacakan. Sekarang dia melihat Halbert memasukkan Dreck ke bagasi mobil, mau tidak mau lebih terkejut.
Apakah pasangan suami-istri itu ingin menculik orang diam-diam?
Mark menurunkan kaca jendela pintu mobil di sebelahnya, lalu menoleh ke arah mereka. “Apa yang akan kalian lakukan? Tidak bisakah menginterogasinya secara terbuka dan bunuh saja? Bukankah merepotkan untuk menculiknya?”
Negara A juga negara yang taat hukum. Kasus penculikan seperti ini mungkin sering terjadi dan jarang ada orang yang melaporkan tentang kasus orang hilang. Tapi ini jalanan sepi, walaupun tidak ada kamera pengawas, Mark masih khawatir akan ketahuan.
“Jika ingin menculik orang, jangan meninggalkan bukti,” katanya lagi.
Lupakan saja. Daripada mencari masalah dengan mereka, lebih baik memberikan saran. Lagi pula Solachen juga tidak berkata apa-apa saat ini.
“Seseorang akan mengurus mobilnya nanti,” kata Halbert.
Setelah memasukkan Dreck yang pingsan ke bagasi mobil, mereka segera meninggalkan tempat tersebut. Tak lama setelah itu, sebuah mobil Jeep datang dari arah berlawanan.
Seorang pria berpakaian jas rapi dan berkacamata hitam keluar dari pintu mobil belakang lalu memasuki mobil Dreck. Dia segera mengambil alih mobil itu untuk mengikuti Halbert.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Solachen sudah meninggalkan rumah keluarga Jefford dan pergi ke tempat keluarga Scott berada. Dia memiliki pembicaraan rahasia dengan Jaley Scott nanti.
Nola tahu jika ayah kandungnya pergi ke tempat Jaley Scott berada. Walaupun dia tidak terlalu peduli, namun ia masih khawatir jika Organisasi Supernatural Dunia akan bergerak untuk menangkapnya.
Tapi kali ini Nola tidak tidak fokus pada Solachen. Namun ia menunggu Halbert di kamar. Awalnya dia ingin pergi mengikuti Halbert ke markas mafia, tapi pria itu menolaknya. Halbert tidak mau Nola melihat dengan berdarah jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Di rumah, Nola tidak sendiri. Sekretaris Eli menemaninya. Jarang bagi sekretaris perusahaan Halbert menemaninya di rumah.
"Nyonya Bos, jangan khawatir, bos pasti akan baik-baik saja." Sekretaris Eli menuangkan secangkir teh untuk diminum Nola.
"Aku bukan mengkhawatirkan Halbert tapi khawatir jika Dreck memiliki alat di tubuhnya untuk mengirim sinyal pada Geng Kalajengking Hitam," jelasnya.
"..." Sekretaris Eli sedikit meratap di hatinya. Bosnya selalu pergi pagi pulang pagi, jarang sekali meninggalkan bukti di tangan pihak lain. Kali ini juga pasti sama.
Sekretaris Eli bertanya-tanya dalam hatinya. Saat pergi ke dapur menyeduh teh, Sekretaris Eli tak sengaja melihat Butler Flir berbicara di telepon. Tapi tidak tahu apa yang dibicarakan. Dia hanya melihat jika Butler Flir berekspresi serius.
Untungnya Sekretaris Eli segera pergi ke dapur untuk pura-pura tidak melihat apapun.
"Apakah butler di rumah ini bisa dipercaya? Bukankah dia juga kepercayaan bos?" tanyanya pada Nola, memelankan suaranya Karana khawatir ada yang menguping.
"Butler Flir?" Nola menyesap tehnya sebentar. "Ya, soal dia ... Lebih baik tidak membicarakannya saat ini."
"Tidak apa-apa. Pura-pura saja tidak melihat apapun. Tapi ... apakah kamu tahu apa yang dibicarakannya di telepon?"
Sekretaris Eli menggelengkan kepala. "Terlalu jauh, sayang sekali."
Kemudian Nola mengirim pesan pada Halbert tentang kelainan Butler Flir saat ini. Mungkin ini bisa membantunya. Tiba-tiba saja Nola merasa pusing. Saat pusing itu, dia mendengar suara kalajengking hitam supernatural di benaknya.
"Manusia, aku berada di ruang bawah tanah keluarga Jefford saat ini. Datanglah ke tempat sebelumnya dan jemput aku," kata kalajengking hitam supernatural itu menggema.
Pikiran Nola kembali jernih saat ini tapi masih bertanya-tanya. Setelah cukup lama tinggal di bawah sana untuk menjadi raja kalajengking hitam supernatural yang baru, Nola akhirnya bisa mendengar suaranya lagi.
"Kenapa kamu tidak keluar sendiri setelah sekian lama berlatih?"
"Ada penjagaan ketat di pintu keluar. Seseorang telah sengaja menaruh perangkap supernatural untuk mendeteksi apakah ada orang lain atau pihak lain terlihat."
Nola tidak menanggapinya lagi. Dia memutuskan telepati nya dengan kalajengking hitam supernatural. Sekretaris Eli melihat Nola sedikit bingung, dia pikir gadis itu jatuh sakit.
"Nyonya bos, ada berita terbaru dari bos saat ini. Bos akan segera kembali dan kemungkinan kembali sebelum makan malam."
Dengan begitu, maka Halbert baik-baik saja saat ini.
Nola mengangguk. "Ikut aku ke suatu tempat sekarang."
"Apakah Nyonya Bos ingin meninggalkan rumah?"
"Ini hanya pergi ke halaman belakang saja." Gadis itu tersenyum misterius hingga membuat Sekretaris Eli penasaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di markas mafia, Halbert duduk dan menyaksikan Dreck disiksa oleh berbagai alat siksaan khusus. Dreck sudah luka sana-sini tapi belum mau memberi tahu apapun. Jika dia memberi tahu sesuatu, tubuhnya pasti akan mengalami serangan balik.
"Sudah kukatakan sebelumnya, tidak akan ada informasi yang bisa kamu dapatkan dariku. Semuanya hanya sia-sia," kata Dreck lemah. Dia tidak berbohong sejak awal. Namun Halbert tidak peduli dengan hidup dan matinya.
Bagaimana bisa dia jatuh ke tangan Halbert saat ini, pasti ada hubungannya dengan semalam. Dia diculik oleh mereka lalu dibawa ke markas mafia. Siapapun yang jatuh ke tangan Halbert pasti tidak akan berakhir dengan baik.
"Aku hanya seorang eksekutor dalam kelompok kecil, tidak ada hubungannya dengan tugas penting geng sama sekali," jelasnya lagi.
"Lalu kenapa kamu mengenal Sin dan Juliana?" tanya Frangky, memegang cambuk untuk bersiap memukul lagi.
Dreck sedikit tersengal-sengal, menahan rasa sakit di tubuhnya. "Dia adalah kepercayaan Geng Kalajengking Hitam. Setiap kali dia menargetkan seseorang untuk dibunuh, dia akan memintaku untuk menyesuaikannya."
Itulah alasannya kenapa Dreck menjadi seorang eksekutor. Dia cocok untuk menjadi pria tanpa perasaan. Membunuh manusia seperti dianggap mengakhiri nyawa anjing dan kucing di matanya. Mengatakan sesuatu tentang Sin tidak akan melanggar larangan di tubuhnya. Jadi Dreck tidak takut saat membicarakan Sin.
"Pertengkaran di restoran hot pot sebelumnya, apakah itu asli?" tanya Halbert. Dia menyesap rokoknya lagi.
Dreck mengangguk lemah. "Itu asli, tentu saja. Dia istriku. Aku punya dua anak dan istri yang baik. Awalnya kau ingin menceraikan istriku tapi tidak berani. Aku tidak ingin menyeret anak-anak dan istriku ke bawah, lebih baik bercerai."