Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Apakah Kamu Kenal Ibuku?


Halbert menyentuh wajah gadis itu dan mencubit dagunya sedikit. Keduanya saling menatap.


“Ini lebih cantik …,” jawabnya. Karena sangat cantik, Halbert tiba-tiba saja ingin menyembunyikan untuk dirinya sendiri.


Dia telah melihat banyak wanita cantik sebelumnya. Nola juga gadis yang cantik. Usianya yang tergolong agak muda membuat kecantikannya lebih segar dan menawan. Pria mana pun ingin membesarkannya.


Halbert telah jatuh cinta pada gadis itu dan pikirannya hanya tertuju padanya. Memujinya tidak ada yang salah. Wanita suka dipuji, terutama saat menyangkut tentang penampilan.


Benar saja, Nola menjadi malu saat dipuji seperti itu. Kata yang diucapkan Halbert terdengar biasa dan sederhana tapi memiliki efek tersendiri pada psikologis wanita.


“Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya pria itu.


“Aku baik-baik saja. Apakah kemarin, aku merepotkanmu?” Nola akhirnya ingat dengan apa yang terjadi kemarin setelah membuat Chelsea mengalami kecelakaan.


“Tentu saja.” Halbert benar-benar ingin memarahinya kali ini namun mengingat kejadian semalam, dia melupakannya.


Dia menceritakan secara singkat tentang apa yang terjadi saat Nola koma. Lalu Nola juga memberi tahu Halbert tentang mimpinya bertemu dengan sisi gelapnya. Mungkin pada saat Nola menyatu dengan sisi gelapnya, ahli fengsui tengah mengobatinya.


“Dia datang?”


“Ya.”


Sebenarnya bukan hanya untuk mengobati Nola, tapi juga memberi tahunnya tentang kalajengking hitam supernatural yang dipelihara Nola saat ini. Ketika kembali ke Negara A nanti, dia harus mengurus Juliana, karyawan yang sebelumnya mencoba membunuhnya dengan racun yang dicampurkan ke dalam makanan.


Nola khawatir jika Halbert tidak senang dengan karakter ahli fengsui itu. Namun ternyata Halbert sudah tidak senang sejak pertama kali mencoba menghubungi pihak lain hari itu.


“Pergilah mandi, baju ganti akan segera dikirim oleh asisten Jae.” Halbert kembali duduk di sofa dan melanjutkan pekerjaannya.


"Lalu apa yang terjadi dengan Chelsea?" tanya Nola sebelum pergi ke kamar mandi.


"Dia masih dirawat di ruang sakit. Keluarga Neilson kemungkinan besar akan datang ke Negara S dalam waktu dekat."


"Apakah dia terluka parah?"


Halbert tersenyum. "Ditabrak mobil cukup kencang. Mungkin dia cacat di masa depan. Entah lumpuh atau buta. Mana yang kamu suka?"


Nola tidak menjawab. Akan lebih baik jika gadis itu buta. Dengan begitu, biarkan dia merasakan seperti apa rasanya tidak bisa melihat betapa indahnya warna dunia ini.


Setelah Nola membersihkan diri dan berdandan, Halbert mengajaknya ke restoran terdekat untuk sarapan. Lalu keduanya pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Chelsea yang saat ini kasih koma.


Tanpa diduga, Nola akan bertemu lagi dengan pria berjas rapi yang ditemuinya di elevator.


Solachen yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan terkejut ketika melihat gadis yang menjadi pikiran sebelumnya. Keduanya saling bertatap muka. Meksipun Nola memakai kacamata hitam, Solachen sepertinya merasa jika gadis itu juga memperhatikannya.


Asistennya sudah mencari tahu tentang identitas gadis itu. Namun seseorang tampaknya menyembunyikan identitasnya dengan baik sehingga dia menyerah sementara waktu. Melihat pria di samping gadis itu, Solachen menebak jika identitas pihak lain tak kalah besar darinya.


Solachen memberanikan diri untuk menyapanya.


"Nona ini, apakah kita saling mengenal sebelumnya?" tanya Solachen. Dia tak sengaja melihat anting salib perak di telinga kanan Nola yang mirip dengan yang dipakainya saat ini.


Halbert menyipitkan mata. Meski dia tidak tahu identitas pihak lain tapi setelah melihat nya secara saksama, dia terkejut. Wajah pria itu ....


Tiba-tiba saja Halbert teringat dengan laki-laki yang ada dalam foto yang dikirim oleh Dokter Visco sebelumnya. Bukankah pria ini merupakan yang ada di foto? Dengan kata lain pria ini adalah ....


Memikirkan hubungan pria itu dengan ibunya Nola, Halbert tidak tahu harus berkata apa. Dia mengencangkan tangannya yang ada di pinggang Nola tapi tidak mengatakan apa-apa.


Nola tidak mengetahui pikiran kecil Halbert saat ini dan memperhatikan Solachen cukup lama. Lalu membuka kacamata hitamnya untuk melihat seperti apa situasi pihak lain.


"Noria ...," gumamnya sedikit tercekat.


"Tuan!" Asistennya khawatir kesehatan Solachen akan terpengaruh saat melihat gadis itu.


Walaupun dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Solachen, tapi mungkin gadis ini mengingat tuannya akan seseorang di masa lalu.


Solachen memberi isyarat bahwa dirinya baik-baik saja. Sementara Nola sudah lama menduga jika pria paruh baya yang terlihat awet muda di depannya mungkin tahu ibunya.


"Apakah kamu kenal ibuku?" tanyanya.


"Ibumu?" Solachen masih belum bisa mencerna dengan baik sosok yang memiliki kemiripan tujuh puluh persen dengan Noria.


Terutama mata abu-abu gadis itu yang mirip dengan Noria. Sangat mirip.


"Solachen mencoba untuk terlihat tenang saat ini. "Apakah ... Apakah ibumu baik-baik saja sekarang?"


Kali ini ekspresi Nola sedikit berubah. Dia menunduk sebentar. "Dia meninggal saat aku masih kecil." Tangannya sedikit gemetar.


Untungnya Halbert mampu menenangkan emosinya saat ini. Dia mulai tidak senang dengan kehadiran Solachen.


"Maaf, kami datang untuk mengunjungi seseorang. Jadi kami tidak akan berbincang dengan Anda."


Halbert menarik gadis itu untuk pergi. Nola tidak menolak. Dia merasa bingung saat melihat pria itu. Terutama anting salib perak yang dipakainya di telinga kiri. Dokter Visco berkata jika anting tersebut akan membawanya menuju suatu kebenaran.


Namun karena Halbert merasa tidak senang, Nola tidak mau memberontak. Tujuannya datang ke rumah sakit sudah jelas sejak awal.


Melihat kepergian keduanya, Solachen masih belum bisa mempercayai jika Noria meninggal dunia. Dia ingin menyusul keduanya tapi tidak yakin lagi. Jika benar gadis itu adalah anaknya Noria, maka ....


Solachen tak bisa membayangkan betapa bahayanya jika Organisasi Supernatural Dunia mengetahui hubungannya dengan Nola. Tapi di sisi lain juga, dia tak bisa membiarkan gadis itu dalam bahaya. Bagaimana pun juga ....


"Tuan, masalah ini ..." Asistennya tidak yakin.


"Pergi dulu dan bersiap pergi ke Negara A," katanya.


"Pergi ke Negara A? Tapi Tuan ... Di sana tidak aman lagi untukmu."


Solachen menghela napas. "Aku harus pergi ke sana untuk menyelidiki kebenaran tentang kematian Noria. Sudah lama aku tidak datang ke sana."


"Tapi kesehatan Tuan saat ini—"


"Aku selalu seperti ini. Apa bedanya aku saat di sini dan di Negara A nanti?"


Asistennya tidak lagi membujuk. Namun dia penasaran kenapa Solachen begitu gigih untuk pergi ke sana setelah membicarakan ibunya gadis tadi.


"Lalu gadis yang barusan itu—"


"Putri kandung ku. Dia sendiri adalah putri kandungku, Nola Heiyu." Solachen memberi tahu rahasia besarnya yang telah lama ditutup rapat. Dia sendiri yang memberi nama anak itu saat lahir ke dunia.


Nama marga Solachen adalah Heiyu. Solachen Heiyu. Leluhurnya ada di Negara C tapi dia telah memiliki kewarganegaraan S sejak kecil.


Kali ini asistennya terkejut dengan rahasia tuannya sendiri. Tuan punya anak perempuan!


...****************...


NB: Jika Solachen adalah ayah kandung Nola, lalu bagaimana Tuan Neilson mengonfirmasi bahwa gadis itu adalah milik keluarga Neilson?