Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Chelsea Menjadi Gelap Mata


Halbert meremas surat tersebut dan menghancurkannya menjadi beberapa kepingan. "Bukan!" jawabnya sangat yakin.


Bukan Organisasi Supernatural Dunia yang menculik Nola saat ini. Tapi pihak lain yang sepertinya sangat tahu tentang Nola. Selain Wickson, hanya Keluarga Neilson yang mengetahui siapa itu Nola.


Penculikan ini pasti ada hubungannya lagi dengan keluarga Neilson. Sepertinya mereka masih belum menyesalinya sebelum melihat peti mati.


"Cari di lokasi sekitar dan periksa kamera pengawas. Lalu cari tahu dari mana dana besar Mingzhu Group berasal dan apa hubungannya dengan kejadian hari ini," titahnya pada Asisten Jae.


"Apakah Bos curiga jika nona Lin ada hubungannya dengan masalah hilangnya nyonya?"


"Aku telah melewati pasang surut di dunia bawah. Cari tahu saja dan laporkan padaku," jawabnya.


"Ya, Bos!" Asisten Jae segera pergi untuk mengatur segalanya.


Hanya Halbert yang tersisa di ruangan tersebut. Dia menyentuh kalung berliontin ikan koi perak di lehernya. Setidaknya saat ini, Nola belum mengalami kecelakaan hidup dan mati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nola yang menghilang saat ini sebenarnya diculik oleh seseorang yang menyamar menjadi pelayan pria. Dia dibius hingga pingsan dan dibawa oleh pria tak dikenal.


Ketika terbangun, dia berada di lantai dingin sebuah gedung terbengkalai. Nola merasa kepalanya pusing untuk sementara waktu. Dia mencoba untuk mengalisis sekitarnya melalui kelembapan serta aroma. Ini bukan di penginapan lagi.


"Di mana ini? Siapa yang membawaku pergi?" tanyanya pelan.


Ada seseorang yang menjaganya di ruangan terbengkalai tersebut lalu melaporkan pada orang di luar jika gadis buta itu sudah siuman. Pihak lain di luar segera masuk.


Beberapa langkah terdengar memasuki ruangan tersebut. Salah satunya adalah seorang gadis. Nola mengerutkan kening. Sepertinya dia mengenali suara dua orang dari mereka.


"Kakak, kamu benar-benar membawanya? Apakah tidak ketahuan?" tanya Chelsea seraya menatap Nola dengan kebencian.


"Jangan khawatir, seseorang melakukannya. Tapi kita harus cepat. Halbert pasti akan menemukan kita nanti. Jangan meremehkan kekuatan pria itu dalam mencari orang." Clive memperingati adiknya.


"Aku mengerti!"


Nola yang mendengar suara itu akhirnya mengetahui apa mereka. Ini Chelsea dan Clive, saudara dan saudari nya sendiri. Kenapa mereka membawanya ke tempat ini?


Sebelum Nola bisa berpikir lebih jauh, tiba-tiba saja rasa sakit kesemutan melanda kulit kepalanya. Dia berteriak spontan serta menyentuh kepalanya.


Chelsea menjambak rambut Nola cukup erat hingga dipastikan beberapa helai rambutnya pasti tercabut. "Gadis buta sialan! Gara-gara kamu, aku mengalami berbagai penderitaan. Kenapa kamu harus hidup nyaman dalam perlindungan Halbert sementara aku hidup dengan menyandang status anak haram?!" teriaknya tajam.


Di belakang Chelsea, Clive memiliki ekspresi sedikit tidak wajar. Chelsea belum tahu tentang kebenaran hidupnya sendiri. Jika ayahnya tahu Chelsea bukan anaknya, bukankah itu bahkan lebih tragis?


Nola meringis, mencoba melepaskan diri darinya. "Chelsea, kita adalah keluarga. Kenapa kamu seperti ini?"


"Kamu masih bertanya mengapa? Tentu saja semua keberuntunganmu harusnya adalah milikku! Milik keluarga Neilson! Kamu hanya alat untuk kami dan ibumu pantas mati!"


Nola menggigit bibir bawahnya. Ketika menyangkut soal ibunya, dia tidak tahan lagi. "Ibuku bukan orang seperti itu. Ibuku jelas sangat baik. Lalu kenapa ayah memperlakukanku secara berbeda? Aku juga putrinya."


"Jalaang! Kamu hanya anak sialan dari wanita jalaang!"


Tak cukup sampai di situ saja, Chelsea juga menendangnya berulang kali untuk melampiaskan kemarahannya. Tak ada yang menghentikan apa yang dilakukan Chelsea. Mereka berpura-pura tidak melihat.


Nola menahan diri untuk tidak berteriak dan menerima semua tendangan Chelsea.


"Hari ini aku ingin membunuhmu! Aku ingin kamu mati sehingga Halbert tidak akan lagi memperhatikanmu! Tapi sebelum kamu mati, aku ingin semua keberuntungan yang kamu miliki. Cepat, beri aku keberuntungan untuk menikah dengan Halbert!" Chelsea yang gelap mata tidak melihat seberapa menyedihkan penampilan Nola saat ini.


Namun Nola menggelengkan kepala. "Maaf, aku tidak bisa memberikan sesuatu yang diinginkan keluarga Neilson lagi. Aku menikah dengan keluarga Jefford, secara alami, aku hanya memberikan keberuntungan pada orang-orang yang melindungi ku."


"Tak tahu malu!" Chelsea menendangnya lagi. Kali ini, dia bahkan mengeluarkan pisau. "Percaya atau tidak, aku pasti akan merusak wajahmu lebih dulu sebelum membunuhmu!"


Chelsea mengayunkan pisau itu ke wajah Nola. Tentu saja, Nola tidak menginginkannya. Dia memblokirnya dengan salah satu lengan. Dan goresan pisau itu langsung menyayat lengannya hingga berdarah cukup banyak.


Tanpa sengaja, Nola mendorongnya hingga terjatuh.


"Beraninya kamu mengelak! Halbert pasti tergiur oleh wajah murahanmu ini!" Chelsea bangkit dan memegang pisaunya dengan erat. Di matanya hanya ada kemarahan dan kebencian.


Di belakang, Clive sedikit khawatir dengan adiknya. Dia diam-diam memberinya sedikit nasihat untuk hati-hati. Tapi Chelsea sudah enggan untuk terlalu lunak pada Nola. Karena gadis buta itu ada di depannya, tentu saja dia melampiaskan semua kebencian di hatinya.


"Pergi ke neraka dan temui ibu murahanmu itu!"


Chelsea menghunuskan pisau ke tubuh Nola.


Kali ini, Nola berteriak kesakitan saat pisau menusuk bahunya. Lalu pisau itu menusuk lengan, perut, paha hingga beberapa bagian tubuh lainnya. Lalu tusukan paling dalam ada di perutnya.


Wajah Nola pucat saat ini dan disertai rasa sakit yang bertubi-tubi di tubuhnya, dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan lagi. Meski Chelsea selalu ingin melukai wajah Nola, pisau itu hanya bisa menyayat dahinya saja.


Chelsea seperti orang gila yang haus darah saat ini. Dia tertawa dan menikmatinya. Melihat Nola berdarah dan penuh luka di tubuhnya, dia yakin pasti akan segera mati.


Kali ini, Clive yang telah menyaksikan terlalu banyak akhirnya menghentikan Chelsea. "Sudah, cukup untuk ini. Kamu tidak bisa menodai tanganmu dengan darahnya."


"Kakak, aku belum puas. Aku ingin menyaksikan dia mati di depanku!" Chelsea masih menegang pisau yang berdarah saat ini dan menusuknya lagi.


Namun lagi-lagi Clive menghentikannya. "Cukup!" Dia mengambil alih pisau dan mengguncang tubuh adiknya agar tersadar.


Chelsea tertegun dengan suara kakaknya yang menggelegar. Lalu akhirnya dia sedikit tenang. "Kakak ...."


"Kita harus pergi dari sini. Halbert sedang mencarinya saat ini dan buruk bagi kita jika ditangkap di tempat. Setelah ini, aku akan membiarkanmu berlibur ke luar negeri terlebih dahulu untuk menghindari kemarahan keluarga Jefford," jelas Clive.


Dengan kemampuan Halbert, tidak sulit untuk mencari tahu siapa yang membuat Nola seperti ini. Dan dia yakin Halbert sedang mencari tahu semua keanehan di pihak Lin Yehua saat ini.


"Tapi aku tidak tahu. Aku masih ingin menyiksanya. Kenapa dia belum mati? Jelas dia ditusuk olehku berulang kali. Apakah dia iblis?" Chelsea melihat Nola yang berwajah pucat dan bermandikan darah, hatinya sedikit takut.


Belum lagi, luka sayatan di dahinya. Darah mengalir di wajahnya. Kali ini Nola terlihat sedikit mengerikan.


"Jangan pedulikan dia, tentu saja akan mati. Jika tidak, ibunya tidak akan sakit keras di masa lalu. Dia pasti akan mati juga. Ayo pergi!"


Clive langsung menyeret adiknya menjauh dari lokasi.