
Di Organisasi Supernatural Dunia.
Mo Shige mendapatkan kabar jika semua anak buah yang dikirimnya untuk menculik Lucas gagal semua. Hanya untuk menculik seorang anak, begitu menyusahkan. Ia tidak lagi mengutus siapapun untuk melakukan misi tersebut.
Sudah banyak orang yang Mo Shige suruh untuk menjalankan misi. Tapi semuanya gagal. Entah karena mati atau bertobat. Dia tidak ingin lagi kejadian serupa terjadi.
"Apakah tidak ada yang kembali sama sekali?" tanyanya pada orang yang bertugas mencari informasi.
Mereka menggelengkan kepala. Tentu saja tidak ada yang kembali. Mayat mereka bahkan tidak ada. Solachen dan Halbert mungkin menggunakan air mayat untuk menghilangkan jejak mereka.
Mo Shige juga sering melakukan ini. Tentu saja tidak terkejut.
"Tuanku, semakin hari kita mengirim orang, ini lebih banyak dari sebelumnya. Tapi tak ada satu pun dari mereka yang berhasil lolos. Jika terus seperti ini, orang-orang kita akan terus berkurang. Sebagian dari anggota pasti akan curiga dan berpikir jika mereka dikirim untuk mati," kata utusan organisasi, meminta Mo Shige menghentikan cara tersebut.
Mo Shige tidak marah atau tersinggung. Dia juga merenungkan masalah ini. Orang-orang yang ada di organisasi ini dilatih untuk menjadi lebih kuat tapi bukan untuk tujuan hidup dan mati di luar.
Siapa juga yang ingin mengakhiri hidup dengan cara seperti itu.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Mo Shige meninggalkan kursi kekuasaannya dan berjalan keluar aula utama. Langit cerah yang hangat dan suasana tampak tenang.
Mo Shige membuka tudung jubahnya yang selama ini dia kenakan. Wajah tampan itu terlihat sebenarnya sudah memiliki usia tua. Ia sendiri memiliki kelainan di tubuhnya. Semakin hari, tubuhnya menua lebih cepat dibandingkan orang lain.
Dia membutuhkan banyak aura supernatural untuk mendukung tubuh mudanya. Tapi memang tak bisa dipungkiri jika suaranya sendiri sudah seperti pria tua.
Sebelah wajahnya sedikit keriput dibandingkan yang satunya lagi. Wajah setengah keriputnya ini tak bisa kembali seperti semula semenjak dia diserang oleh keluarga Whitemir.
Satu persatuan, anggota keluarga Whitemir gugur dan memilih mati dibandingkan bergabung dengan organisasi. Hingga akhir keluarga besar itu hancur. Sekarang hanya menyisakan Nola dan Wickson.
Tapi Wickson sendiri tidak tahu di mana saat ini. Orang-orang mereka sudah mencarinya selama ini, tapi belum bisa menangkapnya.
Ada pun Nola ... Mo Shige lebih mementingkan anaknya sekarang. Anak laki-laki itu pasti akan sekuat Nola dan Halbert. Keturunan yang layak untuk menggantikan posisinya di masa depan.
"Tuanku ..." Utusan yang lain tidak tahu apa yang direncakan Mo Shige sekarang.
Mo Shige menyipitkan matanya. "Kali ini ... aku sendiri yang akan turun tangan!"
Sambil menyentuh sebagian wajahnya yang keriput, Mo Shige berpikir lebih jauh. Kali ini, dia tidak akan ceroboh seperti sebelumnya. Culik saja anak itu dan kembali.
Lambat laun, Nola dan Halbert pasti akan mementingkan anak itu dan mengikutinya ke organisasi. Pada saat bersamaan juga, ia bisa menangkap Solachen.
Mo Shige tidak bisa menunggu lama lagi. Dia pergi pada hari yang sama seraya membawa beberapa utusan terkuatnya untuk mengawal.
Jarak dari negara C ke negara A mungkin jauh. Tapi mereka bukan orang biasa. Gunakan kekuatan supernatural sudah cukup untuk melakukan perjalanan selama kurang dari satu jam saja.
Rumah keluarga Jefford pasti dijaga ketat oleh Organisasi Fortuna. Terutama pria tua dari keluarga Scott itu. Bukan lawan yang mudah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam harinya di keluarga Jefford, Nola bermain dengan Lucas seperti biasa. Usianya sudah beberapa bulan dan Lucas mulai mirip dengan Halbert dari hari ke hari.
Kakek Jefford merasa melihat salinan Halbert kecil saat ini, ingin memeluknya lagi dan lagi.
"Kakek, istirahatlah. Ini sudah cukup larut. Aku juga akan menidurkan Lucas nanti." Nola tidak ingin Kakek Jefford terlalu lelah.
Kakek Jefford menghela napas. Dia memang harus istirahat kali ini. Tubuhnya tidak seperti dulu lagi.
"Kalau begitu Kakek akan kembali ke kamar lebih awal. Ingatlah untuk istirahat juga. Halbert tidak akan pulang malam ini. Dia sibuk dengan ayahmu untuk menyusun strategi menyerang Organisasi Supernatural Dunia."
"Ya, aku tahu."
Orang-orang Organisasi Fortuna menjaga rumah ini, jadi Nola tidak terlalu khawatir.
Setelah Kakek Jefford kembali ke kamarnya, Nola juga perlahan menidurkan Lucas. Barulah setelah anak itu tidur pulas, dia meletakkannya di tempat tidur bayi.
Nola butuh istirahat sebentar agar ketika Lucas terbangun di tengah malam atau dini hari, ia memiliki tenaga untuk mengurusnya lagi.
Suasana sangat hening ketika menjelang tengah malam.
Tak jauh di belakang rumah, sosok Mo Shige memakai jubah hitam muncul di dalam satu dahan pohon besar. Dua utusannya ada di sisi kanan dan kiri.
Ketiganya muncul tanpa membuat suara.
"Ada beberapa orang yang berjaga. Semuanya memiliki kemampuan supernatural," ucap salah satu utusan.
"Tampaknya dugaanku benar, orang-orang dari Organisasi Fortuna ada hubungannya dengan keluar Jefford." Mo Shige menyipitkan mata. "Tetaplah di sini, aku akan pergi sendiri."
"Ya." Kedua utusan itu mengangguk patuh.
Mo Shige menghilang dari tempatnya. Saat muncul lagi, dia sudah berada di luar jendela kamar Lucas berada. Anak buah Halbert dan orang-orang supernatural yang berjaga tiba-tiba saja mengantuk berat. Mereka seketika tertidur sebelum menyadari ada keanehan.
Orange meringkuk di kamar Lucas. Tiba-tiba saja telinganya mendengar suara di luar rumah. Lalu menangkap aura yang sangat gelap dan ganas. Kucing itu ketakutan hingga langsung bangun dan mengeong keras.
Bulu-bulu nya seketika berdiri, menggeram ke arah jendela. "Siapa itu, meow!!"
Mo Shige baru saja membuka jendela yang terkunci dengan mudah. "Oh, ternyata masih ada seekor kucing yang tidak terkena pengaruh mantar tidurku. Ini benar-benar peliharaan gadis itu," gumamnya.
Di kamar sebelah, Nola yang tertidur tiba-tiba saja membuka matanya. Sangat waspada. Ia merasakan ada aura jahat yang sangat ganas dan gelap. Ini jelas aura yang tidak baik.
"Lucas!!" Nola buru-buru bangkit dan menuju kamar Lucas berada.
Saat pintu dibuka, Nola membelalakkan matanya. Dia melihat seorang pria jangkung berjubah hitam. Wajahnya tidak terlihat jelas karena terhalang tudung.
Aura jahat yang sangat gelap itu berasal dari orang itu.
"Siapa kamu?! Jangan menyentuh putraku!" Nola seketika menyipitkan mata, bersiap untuk menyerang.
"Ha ha ... Nola Neilson. Atau ... Haruskah aku memanggilmu Nola Heiyu?" Suara agak serak Mo Shige terdengar santai.
Di rumah ini, Solachen dan Halbert tidak ada. Ini kesempatan bagus untuk bertindak. Jika tidak bisa membawa Lucas. Bawa saja gadis itu. Ini cukup.
"Kamu ..." Nola memikirkan sesuatu. "Apakah kamu ... Mo Shige?" tebaknya.
"Tampaknya aku sudah tahu siapa aku. Tapi sayangnya, ini tidak lagi berguna. Aku akan membawa anak ini bersamaku." Mo Shige mengulurkan tangan untuk menggendong Lucas yang ada di ranjang bayi.
"Tidak!!" Nola ingin berlari menghampiri Lucas.