Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Organisasi Fortuna


Nola yang diusir dari ruang latihan hanya bisa melihat Halbert yang terus berlatih tanpa lelah. Semua urusan kelompok mafia diserahkan pada Frangky dan Sean. Kebetulan Sean juga kembali ke negara A mengikuti Solachen.


Karena bosan, Nola terkadang akan menemui ayahnya di rumah perawatan khusus di mansion. Tanpa diduga, seseorang mengirim kucing jingga yang ada dalam kandang.


"Dari mana kucing ini? Aku tidak pesan kucing jenis apapun sebelumnya." Nola bingung ketika Tom membawakan kucing dalam kandang itu padanya.


"Nyonya Muda, ini dipesan atas nama Halbert Jefford. Katakanlah jika ini untukmu," jelas Tom.


"Untukku?"


Nola sepertinya ingat jika dia lebih suka memelihara kucing dari pada burung yang terkurung dalam sangkar. Tidak menyangka jika Halbert akan mengingatnya.


Kucing jingga itu mengeong padanya. Bulunya lebat dan tubuhnya berisi, sedikit gemuk di matanya. Namun kelucuan kucing itu membuatnya tak tahan ingin mengeluarkannya dari kandang.


"Tampaknya kucing ini tidak biasa," katanya.


Tom mengangguk dan tersenyum penuh pengertian. "Nyonya Muda benar. Ini adalah salah satu jenis kucing supernatural yang dibeli Tuan Muda Jefford dari penangkaran khusus. Mungkin ayahmu tahu tentang hal ini."


"Tidak heran. Bisakah aku mengeluarkannya dari kandang?"


Kucing jingga itu duduk dengan tenang di dalam kandang dan sesekali menatap Nola. Dengan penuh keingintahuan, kucing itu akhirnya melihat lebih jelas ke arah Nola.


Meow! Kucing jingga itu tiba-tiba saja menjadi menyukai Nola dan ingin keluar dari kandung.


Tom sangat terkejut ketika melihat adegan tersebut. Sangat jarang bagi binatang supernatural untuk menyukai tuan baru mereka. Kucing jingga itu tidak bisa bicara layaknya manusia. Tapi mereka mengerti dengan apa yang dibicarakan manusia.


"Kucing ini sepertinya menyukaimu. Mungkin tidak apa-apa jika mengeluarkannya dari kandang," jelas Tom.


Lupakan saja. Jika kucing itu melakukan sesuatu atau melarikan diri, dia bisa mengambil tanggung jawab. Lagi pula, yang untuk membeli seekor kucing yang sama tidak sulit bagi Tom. Gajinya sebagai butler di mansion ini sangat tinggi. Dia bisa dikatakan orang kaya yang rendah hati.


Nola juga merasa tidak ada yang salah jika kucing jingga itu dikeluarkan dari kandang. Jadi dia mencobanya. Setelah kandang dibuka, kucing jingga itu tidak melarikan diri atau menyerang orang, tapi segera menghampiri Nola.


Gerakan mengeluarkan kepalanya ke betis membuat Nola tanpa sadar menyentuh bulunya yang halus.


Bulu tebal dan lembut kucing jingga itu sangat enak untuk disentuh. Jadi Nola bermain dengannya selama beberapa saat.


"Kucing, kamu belum punya nama. Aku akan memberimu nama kali ini," ucapnya.


Meow! Kucing jingga itu sepertinya mengerti kata-katanya.


"Bagaimana jika namamu adalah Orange?"


Kucing jingga itu memiringkan kepalanya sedikit. Nama ini sepertinya tidak buruk. Awalnya Nola ingin memberi nama Garfield untuknya. Namun nama ini tidak cocok dan bukan nama pilihannya sendiri, sehingga lupakan saja.


Sudah diputuskan jika namanya adalah 'Jeruk'. Kucing itu juga tampaknya tidak menolak nama tersebut.


Alasan kenapa kucing yang diberi nama Orange itu sangat menyukai Nola mungkin karena aura supernatural keberuntungan di tubuhnya. Kucing juga hewan yang bisa memberikan keberuntungan pada tuannya sehingga tidak heran jika keduanya menjadi sangat cocok.


Tom melihat kucing itu mencoba mendapatkan perhatian lebih dari Nola, entah kenapa merasakan firasat kurang menyenangkan di masa depan. Seharusnya Halbert akan cemburu bukan?


Jadi Nola sibuk meninjau tempat untuk pembangunan gedung organisasi. Dia ditemani oleh Sean dan juga Frangky sebelumnya. Sisanya akan diurus setelah Halbert menyelesaikan latihannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada hari ketiga puluh, Kakek Jefford datang ke mansion keluarga Scott. Dia tidak datang sendiri, melainkan membawa dua orang bersamanya. Ketika Nola menyambut kakeknya di pintu, dia sedikit terkejut dengan kedatangan Takahiro Ren dan juga Hiiro.


Anak laki-laki yang sebelumnya tampak takut-takut ketika dibawa ke kuil sebelumnya kini terlihat lebih bersemangat. Dia juga tidak terlalu malu seperti sebelumnya.


“Kenapa kalian ada di sini? Organisasi belum dibangun meski izinnya sudah didapat.”


Takahiro Ren menepuk bahu Hiiro. “Kami datang lebih awal. Tidak ada yang bisa kami lakukan di negara J, jadi datanglah untuk membantu. Hiiro juga telah belajar bahasa negara A selama sebulan terakhir,” jelasnya.


Nola tersenyum pada anak laki-laki di samping Takahiro Ren. “Benarkah? Maka itu bagus. Apakah kamu mengerti apa yang aku katakan?”


Hiiro mengangguk meski usianya masih muda. Walaupun tidak semua kata mengerti, namun masih bisa menebak isi pembicaraan keduanya.


Tom segera mengajak keduanya pergi ke ruang tamu dan menyajikan secangkir kopi untuk Kakek Jefford, secangkir teh untuk Takahiro Ren serta jus yang disukai Hiiro.


Ibu Hiiro, Nyonya Rin menyetujui keinginan putranya untuk pergi ke negara A dan mengembangkan kemampuannya. Ini juga sebagai bentuk membalas kebaikan keluarga Ren dan Nola yang telah membantu menyelamatkan putranya dari maut.


Untuk klan penyihir penyembah iblis yang berkeliaran di negara J, Nola dan Halbert belum banyak bergerak saat ini. Namun Takahiro Ren bercerita jika kakeknya sendiri sudah membuat pengaturan untuk menemukan klan itu.


Sakie dan Yujin yang menjadi tersangka utama yang hendak mengambil nyawa Hiiro, belum ditemukan hingga kini. Mungkin keduanya tahu keberadaan mereka telah terekspos dan akhirnya memilih untuk bersembunyi.


“Sejak dulu, klan penyihir tidak pernah berdamai dengan orang supernatural. Jadi kali ini mereka pasti tahu kita sedang memburunya. Aktivitas ritual di hutan yang sering dilakukan oleh mereka juga berhenti saat ini. Mungkin sudah pindah.” Takahiro Ren menjelaskan secara singkat apa yang terjadi di negaranya.


“Kakekmu tidak ikut ke sini untuk berkunjung?” tanya Nola.


Takahiro Ren menggelengkan kepala. “Kakek bilang dia suka mabuk perjalanan baik itu darat, laut atau udara bahkan setelah minum obat sekalipun. Dia ditakdirkan untuk terkurung di tempat kelahirannya.” Dia juga merasa kasihan pada kakeknya.


“Jangan khawatir, setelah organisasi terbentuk, kalian juga tidak perlu selalu ada di organisasi. Kalian bisa membantu melakukan tugas di negara J.” Nola meyakinkan.


“Terima kasih, kalau begitu.”


Meow! Kucing jingga yang telah diabaikan selama beberapa waktu merasa tidak senang dan menggosokkan kepalanya ke betis Nola. Gadis itu mengangkatnya dan membiarkan Orange duduk di pangkuan.


“Apakah ini kucingmu?” tanya Takahiro Ren.


Nola mengangguk. “Ini kucing supernatural yang baru dibeli oleh suamiku. Apakah dia cantik?”


Hiiro yang ada di samping Takahiro Ren memperhatikan dengan saksama. “Itu kucing jantan.”


“Ah? Benarkah? Aku tidak melihat jenis kel*min nya.” Nola terkejut dan segera melihat jenis kel*min kucing itu.


“…” Orange yang dilihat tak senonoh oleh tuan barunya, sedikit malu. Kucing juga punya malu.