
Di tepi danau, Halbert serta yang lainnya beristirahat lebih dulu seraya menghirup udara segar di lingkungan yang dikenalnya. Akhirnya mereka keluar dengan selamat setelah setengah bulan lebih berada di pulau misterius itu.
Halbert tidak tinggal diam. Dia memeriksa Nola yang masih memiliki banyak luka di tubuhnya. Walaupun semua luka itu sudah terlihat dangkal, tapi ia sangat tertekan.
Kedua anak macan tutul juga selamatm keduanya mengibaskan tubuhnya yang penuh air. Orange tak terkecuali.
Kakek Jefford tak lama kemudian datang. "Apakah kalian semua baik-baik saja?" tanyanya.
Ia terus memperhatikan Halbert. Cucunya sendiri, bagaimana mungkin dia tidak khawatir?
Jaley Scott menjawab mewakili mereka. "Ada sesuatu yang tak terduga di pulau itu. Kita akan membicarakannya nanti."
Mereka semua memiliki luka dangkal di sekujur tubuh. Kakek Jefford sangat terkejut. Apa yang terjadi di pulau misterius itu hingga mereka seperti pendaki yang hilang di gunung.
Namun melihat Nola yang tak sadarkan diri, Kakek Jefford lebih khawatir lagi.
"Ada apa dengan Nola? Kenapa dia menjadi seperti ini?" tanyanya tajam pada Halbert.
Darah di pakaian Nola tidak sepenuhnya hilang hingga Kakek Jefford bisa menebak pasti ada yang salah dengannya. Jika Solachen melihat ini, tidak tahu seperti apa kemarahannya.
Sebelum Halbert menjawab dan berniat untuk meminta kakeknya memanggil dokter keluarga, suara Solachen akhirnya terdengar di kejauhan.
"Ada apa dengan putriku? Kenapa dengannya?"
Solachen tak sengaja mendengar Kakek Jefford bertanya pada Halbert dengan nada tinggi saat pertama datang ke sini.
Kakek Jefford meringis di hatinya. Cucunya sudah berakhir kali ini. Solachen pasti tidak akan memaafkannya.
Ketiak Solachen melihat keadaan Nola yang koma, wajahnya tak bisa dikatakan baik. Dia memandang Halbert dengan ekspresi tidak suka.
Putriku pergi dengannya tapi berakhir seperti ini. Apakah pria itu masih suaminya? Solachen banyak menuduh Halbert di hatinya.
Elvada khawatir terjadi banyak kesalahpahaman di sini jadi hanya bisa menjelaskan secara singkat.
"Butler Flir menyandera gadis itu saat tornado datang menghancurkan seisi pulau. Kami terpisah. Kemungkinan butler Flir merangsang emosinya hingga hilang kendali. Dia membunuh butler Flir bahkan orang-orang dari Organisasi Supernatural Dunia yang berpatroli di sana," tuturnya.
Solachen kaget. "Bagaimana bisa orang-orang sialan itu ada di sana?" tanyanya sangat bingung.
Bukankah pulau misterius itu tidak berpenghuni? Lalu apa hubungannya dengan Organisasi Supernatural Dunia?
"Ceritanya panjang, nanti saja dan kami butuh perawatan sekarang." Elvada menahan sakit di tubuhnya setelah bertahan di pulau itu.
Kakek Jefford mendengkus. "Kamu akhirnya tahu bahwa itu sakit."
"..." Elvada tidak membalasnya lagi.
Takahiro Ren yang sudah lama diam akhirnya juga mengeluh sakit. "Kakiku juga sakit! Seperti ada sesuatu yang mematilku di danau! Apakah danau ini dihuni ikan predator?"
Kakek Jefford menatapnya sejenak dan melihat betis pemuda itu yang memerah dan agak bengkak.
"Tidak apa-apa, hanya ikan lele yang baru dilepas beberapa hari lalu. Ternyata ikan itu hidup dengan baik di danau." Kakek Jefford akhirnya lega.
"..." Takahiro Ren yang merasa menjadi kelinci percobaan, kenapa dia sangat sial hari ini?
Solachen juga tidak ingin menunda perawatan mereka. Terutama putrinya yang lebih parah. Dia hanya bisa menatap Halbert dengan mata dingin.
"Aku belum selesai denganmu!"
Halbert tidak mengatakan apa-apa dan mengakui kesalahannya. Dia membopong Nola menuju rumah. Takahiro Ren dibandu Elvada untuk pergi. Adapun Jaley Scott harus mengurus kandang untuk kedua anak macan tutul itu.
Dokter keluarga dipanggil saat Halbert membersihkan Nola di kamar mandi dengan hati-hati. Saat keluar kamar mandi, dokter keluarga sudah datang.
Nola memakai baju tidur longgar satin, serupa dengan milik Halbert. Ini adalah baju tidur pasangan.
"Periksa istriku dengan hati-hati."
Dokter keluarga tidak banyak bertanya dan memeriksa tubuh Nola dengan saksama. Tapi selain luka dangkal dan kehilangan banyak darah, tak ada yang lainnya. Kondisi gadis itu baik-baik saja, hanya terlihat anemia biasa.
Halbert lega. Tapi Nola masih koma sampai saat ini. Dokter keluarga tidak memiliki alasan khusus kenapa dia koma. Menurutnya, Nola hanya tidur.
Kucing jingga yang ada di samping Nola juga terlihat khawatir. Tapi tidak berani banyak bergerak karena khawatir diusir oleh pria itu.
"Tuan Muda, apakah Anda juga ingin diperiksa?" tawarnya.
"Tidak, aku baik-baik saja. Periksa yang lain, terutama pria bernama Takahiro Ren yang dipatil ikan lele di kakinya. Dia mengeluh pusing dan sakit."
"..." Dokter keluarga belum pernah menangani pasien yang dipatil ikan sebelumnya. Tapi ini tidak sulit baginya.
Setelah dokter pergi, Halbert memeriksa suhu tubuh gadis itu. Khawatirnya akan langsung demam.
"Maafkan aku," gumamnya sangat tidak berdaya. Dia memegang tangan Nola dengan lembut.
Tak lama kemudian, Solachen datang dengan ekspresi dingin, menatapnya tanpa rasa belas kasihan sama sekali.
"Ayah," ucap Halbert saat melihatnya.
"Keluarlah sebentar! Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu!" Solachen sama sekali tidak ramah saat bicara dengannya.
Halbert membenarkan selimut yang menutupi tubuh Nola lalu mengikuti Solachen keluar kamar. Keduanya pergi ke ruang belajar keluarga Jefford.
Kakek Jefford tidak merahasiakan apa yang ada di dalamnya karena identitas Solachen tidak biasa.
Ketika pintu ruang belajar ditutup, terdengar suara pukulan yang cukup keras. Tapi tak ada suara orang bertengkar sama sekali.
Di lantai bawah, Jaley Scott masih bisa mendengar gerakan di antai atas. Sepertinya Solachen sedang melampiaskan kemarahannya pada pria itu karena tidak ikut ke pulau sejak awal.
"Apakah cucumu akan baik-baik saja? Solachen bukan seorang junior. Kekuatannya tidak kecil." Jaley Scott menatap Kakek Jefford yang duduk di seberangnya.
"Tidak masalah. Sudah waktunya bagi dia untuk belajar bertanggung jawab," katanya acuh tak acuh.
Kemudian mereka mendengar suara Takahiro Ren yang berteriak kesakitan di ruangan lain.
"Itai, itai! Dokutā, chotto yukkuri shite." Takahiro Ren dengan lancar mengucapkan kalimat dalam bahasa negaranya.
...----------------...
NB: Translate: "Sakit, sakit! Dokter, tolong pelanlah sedikit." Kurang lebihnya seperti ini. Hasil translate Google, maaf bila salah.
...----------------...
Jaley Scott dan Kakek Jefford tidak mengerti apa yang dikatakannya. Hanya dipatil ikan lele, apakah dia begitu kesakitan?
Sebenarnya Hiiro juga berada di ruangan yang sama dengan Takahiro Ren saat ini, melihat perawatannya.
Tak lama kemudian, Halbert keluar ruang belajar bersama Solachen. Ada beberapa memar di tubuhnya namun selebihnya tidak membalas. Hanya saja rasa sakitnya nyata.
Solachen tidak berbelas kasihan saat memukulnya. Kejam dan kejam. Ketika keduanya turun, Kakek Jefford dan Jaley Scott sudah menduga hasilnya.
"Apakah urusan menantu dan mertua sudah selesai?" tanya Kakek Jefford.
"Ya." Solachen menjawab dengan nada rendah. "Sekarang ceritakan apa saja yang terjadi selama di hutan misterius itu."
Halbert membuntutinya seperti anak anjing yang sudah diajar majikannya. Dia pergi ke dapur untuk membuat kompres es. Jika tidak, ia tak bisa merawat Nola dengan maksimal.
Sebagia bos mafia sekalipun, ia masih tidak bisa melawan ayah mertuanya. Jika anak buahnya melihat hal ini, mungkin rahangnya akan langsung jatuh.