
Kepergian serigala hitam itu tidak membuat Nola dan Halbert lengah. Karena tak lama kemudian, seorang pria kekar dengan banyak tato di tubuhnya melompat entah dari mana. Pria itu memotong tepat di mobil dengan tangan kosong.
Nola dan Halbert langsung keluar mobil ke arah yang berlawanan. Sebelum akhirnya mobil terbelah menjadi dua bagian dengan sempurna.
"Nola Neilson!" Helliu tersenyum ke arah gadis itu. "Akhirnya aku menemukanmu!"
"Siapa kamu?"
"Namaku Helliu. Tuan memintaku untuk membawamu pergi."
"Organsiasi Supernatural Dunia!" Nola menggertakkan gigi. Ini mereka lagi dan lagi.
Semua anak buah Halbert keluar mobil dan menodongkan pistol. Namun dihadang oleh seekor serigala hitam supernatural. Serigala itu bersin lagi.
"Sial! Kucing itu sungguh mengganggu. Aku harus membuangnya dulu." Serigala hitam supernatural tidak bisa fokus karena hidungnya gatal.
"Meow! Kamu anjing bau!" Orange tak mau kalah.
Seekor serigala dan kucing akhirnya bertarung. Ini seperti anjing mengejar kucing. Atau kucing mencakar anjing.
Serigala hitam lebih besar daripada tubuh kucing jingga itu. Kekuatan mereka juga berbeda. Namun Orange akan melawan jika dalam bahaya.
Helliu harus menangani Halbert lebih dulu agar bisa menangkap Nola dengan baik. Dia menggunakan bom asap, membuat pandangan semua orang menjadi terhalang. Kemudian melayangkan tinju pada Halbert.
Mata Halbert tajam, merasakan bahaya datang padanya. Dia seketika menghindari tinju Helliu. Lalu berusaha meraih Nola yang agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
Kemudian ia mendengar suara teriakan Nola yang didorong kuat oleh Helliu keluar dari jalan beraspal.
"Nola!" Halbert menggertakkan gigi.
Pria bertato itu lebih kuat daripada orang-orang yang selama ini dikirim oleh Organisasi Supernatural Dunia.
Nola tidak tahu kapan dia didorong begitu kuat. Saat lengannya tergores, ia sadar sudah berguling dari tepi jalan.
Di kiri dan kanan jalan memang hutan. Walaupun tidak terlalu lebat tapi jarang didatangi orang. Kecuali para pemburu hewan liar.
Tempat di mana ia didorong memiliki kemiringan tanah cukup terjal. Sehingga saat kehilangan keseimbangan, siapapun akan jatuh tanpa usaha.
"Aku tak bisa terus seperti ini! Kali ini orang itu lebih kuat dan kejam!" Nola mengepalkan kedua tangannya.
Ujung high heels dicopot agar memudahkannya berlari. Lalu gaun bawahnya dirobek untuk membuatnya leluasa berlari.
Tak lama kemudian, Nola melihat seekor serigala hitam supernatural menggeram padanya. Mata keemasan serigala itu membuatnya sedikit waspada.
Serigala itu berlari ke arahnya untuk menjaga mangsa. Tapi Orange dengan sigap melompat dan mendarat di atas kepala serigala itu.
"Tuan, cepat lari!" Orange berteriak padanya.
Serigala hitam supernatural bersin lagi. Dia merasa telinganya akan robek saat dicakar Orange.
"Kucing lemah! Lepaskan aku!" Serigala hitam supernatural marah.
Nola menyipitkan mata, lalu berlari ke dalam hutan tanpa ragu. Serigala hitam melihatnya pergi, mau tidak mau melolong panjang dan mencoba mengejar meski Orange ada di kepalanya.
Suara bersin berulang kali terdengar di sepanjang jalan.
Sementara itu, Halbert yang tengah melawan Helliu bersama anak buahnya mendengar lolongan serigala menjauh. Ketika efek bom asap hilang perlahan, pandangannya menjadi jelas.
Sean serta anak buahnya sudah babak belur di jalan. Walaupun hanya lupa fisik, tapi membuat mereka tak bisa berdiri dengan benar. Bersyukurlah mereka karena Mo Shige mewanti-wanti Helliu agar tidak membunuh orang biasa.
Sean serta anak buahnya hanyalah orang biasa. Apa lagi Frangky yang paling parah, kakinya patah.
Halbert menyeka darah di sudut bibirnya. Ia yakin Nola punya rencana dengan memancing serigala hitam itu ke dalam hutan.
Mungkin Helliu berpikir jika Nola bisa ditangani oleh serigala hitam bodoh itu. Tapi mereka tidak tahu jika anak macan tutul supernatural yang dalam ini dibesarkan juga dilepas dari organisasi.
Dia tersenyum dingin. "Maaf, aku berada di Organisasi Fortuna. Kenapa kamu tidak bergabung saja alih-alih dibatasi oleh Mo Shige?"
Senyum Helliu hilang perlahan. "Rupanya begitu! Kalau begitu jangan salahkan aku karena membunuhmu!" Dia kembali melayangkan tinjunya. Kali ini lebih keras dari sebelumnya.
Halbert melangkah mundur. Dia memancing Helliu ke dalam hutan yang berlawanan dengan keberadaan Nola.
Dengan senang hati, Helliu mengikutinya. Lagi pula, dia tidak terburu-buru untuk menangkap Nola. Ia tidak khawatir karena serigala hitam bisa menangkap gadis itu.
"Kamu sepertinya tidak khawatir dengan istrimu?" Helliu betanya dengan santai saat bertarung dengannya.
Tanpa diduga, Halbert terkekeh, sama sekali tidak terlalu khawatir. Satu tahun terakhir, Nola mengembangkan kekuatannya. Latihan fisik serta aura dari Jaley Scott dan Elvada. Jadi mana mungkin dikalahkan seekor serigala hitam yang tak sebaik anjing peliharaan?
"Istriku kuat. Mungkin, serigalamu sendiri yang akan menjadi korbannya."
"Hari itu tidak akan pernah terjadi! Apa yang bisa dilakukan oleh gadis buta seperti dia? Aku khawatir dia mungkin akan menabrak pohon meski sudah terlatih berjalan dalam kegelapan!" Helliu mengejek Nola, berharap Halbert akan kehilangan kesabaran dan menjadi tidak waras.
Tapi ternyata perkiraan dia salah. Halbert sangat tenang hingga membuat Helliu kebingungan. Mungkinkah Halbert ini tidak mencintai gadis itu? Atau mungkin memanfaatkannya saja?
Lagi pula Nola adalah pembawa keberuntungan. Tidak heran jika berbagai pihak menginginkannya. Karena Nola diincar oleh Organisasi Supernatural Dunia, pihak lain tak pernah ikut campur.
"Oh? Sangat percaya diri?" Halbert mungkin akan sedikit kesulitan untuk melawan Helliu saat ini.
Baginya saat ini, Helliu adalah lawan yang cukup kuat. Sudah cukup lama baginya tidak menggerakan otot tubuhnya.
"Kalau begitu mari kita lihat siapa yang akan menang, istriku atau ... anjing kecilmu itu." Halbert berdiri tegak dengan pandangan sombong.
Helliu menggertakkan gigi. Ia dan serigala hitam supernatural terhubung oleh kontrak aura. Dia akan tahu jika sesuatu terjadi pada serigalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Nola yang saat ini berlari lebih jauh ke dalam hutan, tiba-tiba saja berhenti. Serigala hitam supernatural yang awalnya mengejar cepat juga tanpa sadar berhenti. Anjing hutan itu bahkan tersandung akar pohon yang mencuat ke permukaan tanah.
"Ahh! Kakiku!"
Serigala hitam supernatural kehilangan keseimbangan. Ia jatuh ke depan dengan wajah menghantam tanah lebih dulu.
Meow!! Orange sangat puas dan lagi-lagi mencakar kepalanya, mencabut bulu-bulu kepala hingga hampir botak.
"Rasakan itu anjing bau, meow!! Aku tahu kamu pasti akan terkena sial, meow!!""
Serigala hitam supernatural menahan rasa sakit di kakinya. Tapi dia juga merasa kepalanya agak panas.
"Dasar kucing sialan! Apakah kamu mencabut semua rambutku!"
Serigala hitam supernatural curiga jika kepalanya botak saat ini. Apa lagi saat angin berembus, kepalanya terasa dingin.
Sial! Kucing sial! Inilah kenapa dia benci kucing.
Serigala hitam supernatural bersin lagi hingga ingusnya mungkin hampir keluar.
NB: Gambar di atas adalah Orange dan serigala hitam supernatural. Ya kira-kira mereka seperti itu.