
Kakek Jefford melihat jika keduanya mungkin telah bertemu sebelumnya, mau tidak mau menghela napas lega. Dia membawa mereka ke ruang makan terlebih dahulu untuk sarapan.
Halbert baru saja selesai memasak hidangan untuk Nola dan sisanya diurus oleh Kepala Pelayan. Melihat ada orang tambahan, Halbert menyembunyikan keterkejutan di hatinya.
"Tuan Heiyu," sapanya.
Solachen tersenyum padanya, seperti sedang menatap anak laki-lakinya dengan penuh kasih sayang.
"Kamu mengenalku," katanya. Dia mungkin tahu Halbert mencari tahu tentang dirinya atau mungkin tahu sesuatu ....
"Bukan masalah."
Kakek Jefford memimpin mereka untuk sarapan. "Mari sarapan terlebih dahulu dan bicarakan sisanya."
Tetua sudah bicara dan mereka hanya bisa makan dengan tenang. Solachen dan asistennya tidak banyak makan karena keduanya sarapan sedikit sebelum datang ke sini. Demi menghormati tuan rumah, keduanya juga makan lagi. Walaupun sarapannya agak terlambat, tapi mungkin Solachen tahu bahwa Negara A tidak terlalu ketat.
Sesekali, Nola akan melirik Solachen. Kenapa pria itu juga memakai anting yang sama dengannya? Apakah yang dikatakan Dokter Visco padanya berkaitan dengan Solachen?
Setelah sarapan, mereka pergi ke ruang tamu untuk membicarakan masalah yang serius. Solachen duduk dengan tenang dan asistennya berdiri di belakangnya. Sementara Kakek Jefford duduk di kursi single yang biasanya ditujukan untuk kepala keluarga atau orang yang dituakan.
Kakek Jefford memandang Nola. "Nola, ini semua akan berkaitan denganmu. Kakek harap kamu tidak terlalu terkejut setelah mendengar nya."
"Ada apa?" Nola yang duduk di samping Halbert semakin berdebar kencang.
"Orang yang duduk di depanmu saat ini adalah ayah kandungmu, Solachen Heyu," ungkap Kakek Jefford sedikit bersemangat.
Kali ini Nola tertegun. Telinganya seperti berdengung. Mana mungkin! Ayah kandungnya adalah Corvin Neilson dan dia anak keluarga Neilson. Tes DNA tidak pernah salah dan Tuan Neilson meyakini hal ini juga. Lalu bagaimana bisa dia menjadi anak Solachen.
Tersenyum canggung, Nola menatap Kakek Jefford dengan ketidaksenangan. "Kakek, jangan main-main dengan ini. Bagaimana mungkin dia ayahku? Jelas ayahku adalah Corvin bukan?"
Kakek Jefford menggelengkan kepala. "Kakek tidak berbohong padamu. Ayah kandungmu memang Solachen."
Di samping Nola, Halbert merangkul Nola dan membenarkan fakta ini. Tapi Nola masih tidak percaya. Sedangkan Solachen yang sudah gugup sejak lama memandang gadis itu. Dia takut Nola akan membencinya karena mengabaikan perasaan selama dua puluh tahun terakhir.
"Bagaimana mungkin?!" Gadis itu masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah dirinya benar-benar bukan anak keluarga Neilson?
Halbert seperti teringat sesuatu. "Kamu tunggu di sini. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu," bisiknya.
Pria itu meninggalkan ruang tamu sebentar dan Nola sama sekali tidak memedulikan sekitar. Keheningan terjadi. Tidak ada satupun yang Bernai membuka suara. Bahkan Solachen yang ingin mengatakan sesuatu, pada akhirnya tertahan.
Tak lama kemudian, Halbert kembali dengan selembar foto yang pernah diberikan Dokter Visco. Dalam foto tersebut terdapat sekelompok anak remaja yang berfoto bersama di pantai. Dia memberikan foto tersebut pada Nola.
"Sejak kapan foto ini ada?" tanya gadis itu padanya.
"Dikirim bersamaan dengan anting yang kamu pakai sebelumnya. Dokter Visco memintaku untuk menyembunyikan ini dulu sebelum tiba waktunya kamu untuk tahu."
Dalam foto tersebut, tampaknya Nola sedang mengamati beberapa kepingan gambar yang mulai terbentuk di pikirannya. Dia melihat sosok samar ibunya yang masih muda. Serta penampilan Solachen yang berdiri di belakang ibunya.
Di belakang foto terdapat tulisan "Noria dan Solachen".
Halbert juga memberikan secarik kertas berisi beberapa baris kata dari Dokter Visco. Dalam surat dijelaskan jika Nola adalah anak kandung Solachen. Sebelumnya Noria melahirkan di rumah sakit dan Solachen datang untuk mengurus semuanya. Pada waktu itu, Dokter Visco yang menangani semuanya, mulai dari memberikan berkas palsu hingga pemalsuan DNA.
Walaupun termasuk ke dalam pelanggaran kode etik, tapi Dokter Visco mempertaruhkan semuanya demi Noria dan Solachen. Semuanya karena Dokter Visco, Noria serta Solachen adalah teman dekat.
Setelah mengetahui isi surat itu, Nola tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Matanya sudah memerah. Jika benar Tuan Neilson bukan ayah kandungnya, maka dia tidak memiliki darah keluarga Neilson sama sekali.
Noria hamil anak Solachen sebelumnya dan tidak menggugurkan anak itu. Jadi Solachen memintanya untuk melahirkan anak tersebut dan mengurus sisanya agar keluarga Neilson tidak curiga.
"Nola, aku ... aku adalah ayah kandungmu. Maaf, aku baru datang padamu." Solachen mengerutkan kening. Wajahnya yang awet muda sedikit menampilkan ekspresi kesedihan.
Bukan hanya sedih karena tidak pernah menjenguk putrinya tapi juga tidak bisa membuat Noria bahagia.
Nola meremas surat itu dan menatap Solachen sedikit tidak senang. "Jika aku tidak sengaja datang ke Negara S sebelumnya, mungkinkah kamu tidak akan pernah datang?"
Pertanyaan tersebut, Solachen bahkan tak bisa menjawabnya.