
Takahiro Ren membawa Nola dan Halbert menuju sebuah rumah yang agak terpencil. Rumah bergaya negara J yang hangat dan tenang, keduanya masuk mengikuti Takahiro Ren.
Di dalam rumah, seorang pria tua telah menunggu mereka kembali. Tubuhnya sedikit tidak lelah. Jelas pria tua itu telah memakai aura supernatural yang berlebihan.
"Kakek, aku membawa mereka," kata Takahiro Ren.
Pria Tua Ren mengangguk. Ketika dia melihat Nola, ada sedikit kejutan di matanya. Gadis itu tampak akrab. Meski dia tidak yakin dari mana rasa keakraban itu muncul, Pria Tua Ren hanya bisa mengesampingkannya.
Dia meminta keduanya untuk melihat Hiiro yang kini belum sadarkan diri. Nun setidaknya, aura supernatural di tubuhnya tidak lagi mengamuk secara memb*bi buta.
"Apakah jimat di tubuhnya diberikan olehmu?" tanya Nola.
Pria Tua Ren mengangguk. "Ya, itu jimat keselamatan."
"Jadi kamu juga harus tahu bahwa anak ini memiliki pelindung?"
Pria Tua Ren mengangguk lagi. Penjaga anak itu adalah seorang ahli samurai yang berpengaruh pada masanya. Pelindung supernatural akan muncul di kala tuannya akan dalam bahaya.
Saat Hiiro disentuh oleh Sakie sebelumnya, pelindungnya terpicu dan akhirnya muncul untuk menekan Sakie. Hiiro tidak biasa sejak lahir sehingga ditakdirkan untuk memikul beban besar di masa depan.
Saat menceritakan hal-hal tersebut, Pria Tua Ren menghela napas tidak berdaya sekaligus lega. Setidaknya, anak itu tidak mudah untuk mati di masa depan.
Nola memeriksa keadaan anak laki-laki itu. Dia memang merasakan fluktuasi aura supernatural di tubuhnya. Walaupun sekarang tidak lagi kacau, namun masih belum stabil.
Halbert tidak memiliki kemampuan untuk mengobati orang. Tapi aura supernatural di tubuhnya lebih sombong daripada Nola. Jadi mau tidak mau, Halbert membantu Hiiro untuk menenangkan aura supernatural nya.
“Sentuh saja bagian pusarnya dan salurkan aura supernaturalmu padanya,” kata Pria Tua Ren padanya.
Tidak ada yang berani membuat perintah pada Halbert kecuali Nola dan Kakek Jefford. Namun saat ini Halbert mematuhinya tanpa mengucapkan apapun. Dia melakukan setiap langkah yang dikatakan Pria Tua Ren.
Saat aura supernatural Halbert bertabrakan dengan kekuatan sombong di tubuh Hiiro, seketika ada sedikit perlawanan yang jelas. Hiiro yang belum sadarkan diri sedikit mengernyit seolah kesakitan. Di mata Nola, Pria Tua Ren dan Takahiro Ren saat ini, telapak tangan Halbert yang menyentuh perut Hiiro mengeluarkan aura supernatural berwarna hitam.
Pria Tua Ren sedikit terkejut dan akhirnya merasa bingung. Halbert memiliki aura pembunuh yang sangat kuat dan siapapun yang menghadapinya akan merasakan semacam penindasan yang sangat kuat. Tidak diragukan lagi jika Halbert adalah keturunan esper Moros.
Lalu ada juga Nola yang sejak awal kedatangannya membuat pria tua itu merasa familiar. Sebelum dia menanyakan sesuatu untuk memuaskan rasa penasarannya, tiba-tiba saja suhu di ruangan turun beberapa derajat.
Setelah itu, angin datang entah dari mana dan melengkapi suhu dingin di ruangan tersebut. Takahiro Ren mengerutkan kening, mulai waspada. Begitu pula Pria Tua Ren.
“Apa yang terjadi?” tanya Nola.
“Sepertinya sesuatu yang tidak diundang mulai marah,” gumam Pria Tua Ren.
Memang tak lama kemudian, tubuh anak laki-laki itu menjadi lebih dingin dari biasanya dan diselimuti oleh aura pelindung supernaturalnya. Bayangan seorang pria samurai keluar dari tubuh Hiiro, menatap Halbert dengan tajam. Lalu segera mencabut pedang samurainya.
Nola tidak mengerti bahasa negara J sehingga kebingungan. Takahiro Ren segera menerjemahkan ke bahasa negara A untuknya.
Saat ini, Nola merasakan bahaya di sekitarnya. Terutama saat merasakan aura Halbert yang memancarkan aroma kematian yang kuat, pertanda jika dirinya dalam bahaya. Halbert tidak bisa berhenti di tengah perawatan. Aura supernatural di tubuh Hiiro belum juga kembali ke tempatnya. Namun melihat pria samurai yang siap untuk menebasnya, ia merasa dingin di punggungnya.
Ternyata aura supernaturalnya bertentangan dengan milik sosok pelindung supernatural di tubuh Hiiro.
“Manusia, jiwamu cukup untuk mengisi celah pedangku!” Sosok pria samurai itu hendak mengayunkan pedang ke arah kepala Halbert.
Pria Tua Ren dan Takahiro Ren bersiap untuk melindungi Halbert jika ada kecelakaan di tengah perawatan. Nola sendiri secara otomatis maju untuk menahan pedang yang akan menebas kepala Halbert.
“Jangan gegabah!” Pria Tua Ren memperingatkannya.
Nola tidak mendengarkan peringatannya. Dia maju dan bersiap untuk menggunakan aura supernaturalnya sendiri untuk mencegah pedang pria samurai itu menebas kepala suaminya. Tiba-tiba saja Nola merasakan sakit kepala untuk sementara waktu dan penglihatan supernaturalnya menjadi gelap.
Ketika rasa sakit kepala mereda dan mendapatkan kembali penglihatan supernaturalnya, Nola melihat pemandangan di sekitarnya menjadi berbeda. Ini bukan ruangan sebelumnya, tapi sebuah tempat serba putih yang tidak berujung.
“Di mana ini?” Nola kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi dengannya.
Di depannya terdapat sebuah kolam ikan koi besar, lengkap dengan air mancur di tengahnya. Melihat ikan-ikan koi besar berenang, Nola lebih bingung. Jika diperhatikan lebih jelas lagi, permukaan kolam ikan koi itu memiliki lingkaran totem ikan koi membentuk pola Yin-Yang.
Di belakang Nola, gumpalan asap putih muncul perlahan dan membentuk seorang gadis yang sangat mirip dengannya. Namun sosok yang sangat mirip itu berpakaian serba putih, rambut putih keperakan dan matanya juga putih. Sekilas agak menakutkan namun jika diperhatikan dengan jelas, sosoknya sangat cantik.
Sosok itu tampaknya menatap Nola yang membelakanginya dengan tatapan kesal. “Ini kesempatan yang bagus untukmu agar menjadi lebih kuat dan mewarisi kemampuan esper fortuna. Kenapa kamu berdiri seperti orang bodoh?" tanyanya dengan suara yang sangat mirip dengan Nola.
Nola segera menoleh ke belakang saat mendengar suara itu. Namun baru saja berbalik untuk melihat siapa yang bicara padanya, gadis yang menyerupai Nola langsung mendorongnya dengan santai. Tapi bagi Nola, dorongan ringannya seperti mengenakan kekuatan yang besar.
“Kamu …”
Nola akhirnya melihat orang yang sangat mirip dengannya. Tapi ia kehilangan gravitasi dan akhirnya jatuh ke kolam ikan koi. Permukaan air kolam segera menimbulkan riak. Nola tidak memiliki persiapan untuk mengambil napas sebelumnya sehingga dia tanpa sengaja membuka mulutnya, merasa air kolam akan segera mengisi paru-parunya.
Tanpa diduga, gadis yang mirip dengannya segera menceburkan diri ke kolam dan menuju ke arah Nola yang perlahan tenggelam ke dasar kolam. Nola masih bisa melihat sosok itu dengan mata supernaturalnya. Tidak tahu apa yang ingin dilakukan pihak lain, Nola merasa jika kepalanya mulai pusing.
Ia hanya bisa melihat samar-samar jika pihak lain menekannya di dasar kolam dan dahi keduanya saling menyatu. Nola masih belum mencerna apa yang sebelumnya dikatakan gadis yang mirip dengannya. Mewarisi kekuatan esper fortuna?
Sebelum dia berpikir lebih jauh, dahinya mendadak kesakitan dan panas pada saat yang bersamaan. Nola hanya merasa tubuhnya lemas dan mulai kehilangan kesadaran secara perlahan.
Ikan-ikan koi yang berenang seketika menuju ke arah keduanya dan berubah menjadi pecahan cahaya jingga. Bahkan sosok yang menyerupai Nola juga perlahan berubah menjadi pecahan cahaya dan terserap ke tubuh Nola.
Sebelum dia menghilang sepenuhnya, tatapannya pada Nola lebih lembut dan tersenyum datar. “Aku adalah jiwa cahayamu, ingat itu,” ucapnya melalui pikiran.