Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Mantan Tapi Bukan Mantan


Karena Solachen dan telah menerima satu sama lain, anting salib perak yang sempat dilempar Nola sebelumnya dikembalikan. Solachen ingin Nola memakai anting itu kembali. Bukan hanya untuk gaya, tapi memang mengandung jejak aura supernatural pria itu.


Jika suatu hari nanti tejadi sesuatu, anting salib perak akan mengirim sinyal.


Setelah sarapan, Halbert masih tidak masuk ke kantor. Ia mengambil cuti istirahat karena sakit. Membuat Solachen ingin Nola melayani Halbert dengan baik.


Nola masih marah dengan pria itu dan belum berniat untuk berbaikan. Tapi karena Halbert telah berjasa banyak untuk kebaikan Solachen sebelumnya, Nola masih berbaik hati untuk mengurus beberapa kebutuhannya.


"Apakah kamu masih belum bisa memaafkan ku?" Halbert yang baru saja minum obat hanya bisa berbaring untuk istirahat.


Nola mencibir. "Kenapa aku harus memaafkanmu. Uruslah dirimu sendiri, aku tidak sebebas kamu."


"Ayah memintamu untuk menjagaku."


"Kalian berdua sama-sama pria, pasti berkolusi."


Halbert tidak berkata apa-apa. Semakin banyak dia mengatakan sesuatu, Nola akan menganggapnya mencari banyak alasan.


Di saat nola hendak bangkit dari duduknya, Halbert tiba-tiba saja memeluk pinggang gadis itu. Nola jatuh kembali ke tempat tidur. Ia tidak suka dengan perilaku Halbert saat ini. Sungguh tidak sesuai dengan gaya sehari-harinya.


"Lepaskan." Nola masih bicara dengan baik.


"Tidak, jangan lepaskan. Kepalaku sakit. Bisakah kamu mengompresnya sebentar?" pinta Halbert seraya memejamkan mata.


Nola melihat penampilan nya yang menyedihkan, tidak bisa mengatakan apapun lagi. Apa yang ingin dia katakan tampaknya tertahan di tenggorokannya. Halbert jatuh sakit, haruskah dia menyalahkannya karena menjadi manja?


Pria itu memasang ekspresi dingin sepanjang hari dan termasuk orang yang gila kerja. Jarang baginya untuk jatuh sakit sehingga Nola tak bisa menyalahkannya sama sekali.


"Baiklah. Kamu tunggu sebentar. Aku akan membuat kompresnya dulu," jawabnya datar.


"Jangan gunakan alasan ini untuk melarikan diri," ujar Halbert.


Nola malas untuk mengkritiknya. "Tidak akan."


Akhirnya Halbert melepaskan gadis itu. Nola pergi ke dapur untuk membungkus beberapa es batu lalu kembali ke kamar. Pria itu masih berbaring dan memejamkan mata. Wajahnya sedikit pucat hingga Nola bisa merasakan jika dahinya agak panas.


Dia mulai mengompres kepala pria itu dengan es batu untuk sementara waktu. Halbert merasa kesejukan di kepalanya. Tak lama, ia merasa sedikit lebih nyaman.


Tak lama setelah itu, ponsel Halbert berbunyi. Nola melihat jika Asisten Jae melakukan panggilan telepon, mau tidak mau Nola menghela napas lega. Ia menjawab telepon dan berkata jika Halbert tertidur saya ini. Asisten Jae tampaknya memiliki beberapa laporan yang tak bisa ditunda.


"Katakan saja padaku. Ketika dia bangun, aku akan memberitahunya," kata Nola meyakinkannya.


"Kalau begitu, merepotkan nyonya bos." Suara Asisten Jae dengan sedikit helaan napas di seberang telepon. Akhirnya dia mengatakan apa yang ingin diberitahukan. Setidaknya sebelum malam, Halbert harus mengambil keputusan.


Nola sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Asisten Jae bahkan ekspresinya menjadi lebih rumit setelah mendengar lebih detail. Setelah menutup panggilan telepon, tiba-tiba saja Nola merasa jika hatinya membunyikan alarm.


Halbert memiliki mantan pacar tapi bukan mantan pacar?


Apa maksudnya?


Kenapa Asisten Jae bahkan lebih bingung darinya?


......................


Ketika Halbert bangun, hari sudah hampir siang. Ia haus sehingga pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Butler Flir terkejut melihat tuan mudanya turun untuk mengambil air minum.


"Tuan Muda, bagaimana perasaan mu sekarang? Apakah sudah lebih baik?" tanyanya.


"Tidak apa-apa. Sudah lebih baik. Di mana istriku?" tanyanya.


"Oh, nyonya rumah sedang berbelanja saat ini. Sebentar lagi juga kembali. Nyonya rumah berkata jika Tuan Muda sudah bangun, suruh aku untuk memberitahu nya. Apakah Tuan Muda ingin memberi tahu nyonya rumah?"


"Aku akan menelepon nya sendiri." Halbert tidak mau merepotkan Butler Flir dan segera menghubungi Nola.


Gadis itu ternyata sedang bersama Nyonya Pearly, wanita yang menjadi teman lama Noria di masa lalu. Halbert sedikit tenang setelah mengetahui jika gadis itu ada bersama seseorang yang bisa menjaganya sementara.


Sebelum waktu makan siang tiba, Nola sudah kembali ke rumah. Ia memeriksa kondisi Halbert, memastikan jika pria itu tidak berlarian.


"Tadi Asisten Jae menelpon. Dia bilang jika perwakilan dari perusahaan yang bekerja sama denganmu akan datang besok. Dan itu masih mantan pacarmu. Asisten Jae berkata jika kamu harus membuat keputusan sebelum malam nanti," ungkap Nola ketika memberi tahu semua yang dikatakan asistennya.


Halbert tidak terkejut dengan berita ini. Sepertinya dia ingat jika besok memang ada pertemuan dengan perwakilan perusahaan dari Negara J. Tapi dia terkejut ketika Nola mengatakan tentang mantan pacar.


"Mantan pacar apa? Aku tidak pernah punya pacar yang benar-benar dianggap pacar," kata pria itu tidak malu sama sekali.