Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Memasuki Hutan Misterius


"Bersiaplah dalam beberapa hari, kita akan memasuki hutan itu." Elvada membuat pengaturan untuk mereka. "Sebulan latihan cukup bagi kalian mengasah kemampuan fisik di sana."


Nola mau tidak mau bertanya. "Apakah aliran waktu di sana dengan tempat ini masih sama?"


Elvada mengangguk. "Tentu saja sama jika kita tidak melakukan banyak kesalahan di sana. Jangan khawatir, dengan bimbingan ku, tidak akan ada sesuatu terjadi pada kalian."


Dia meyakinkan Nola dan Halbert. Kakek Jefford tidak akan ikut kali ini karena tidak mengasah kemampuan supernatural. Pasangan itu takut jika Kakek Jefford mengalami sesuatu di sana. Jadi lebih baik tinggal di sini dan mengambil alih pekerjaan Halbert yang tertunda di perusahaan.


Awalnya Halbert ingin melakukan apa yang diusulkan oleh Jaley Scott sebelumnya. Yaitu menghancurkan Geng Kalajengking Hitam lebih dulu sebelum membunuh Butler Flir. Tapi dia mempertimbangkan beberapa hal sebelumnya. Salah satunya jika Butler Flir meninggal, maka Geng Kalajengking Hitam hanyalah cangkang kosong biasa.


Ada pepatah mengatakan jika ingin menaklukkan satu sarang maka incar dulu raja atau ratunya.


Kali ini, Jaley Scott akan ikut dengan mereka. Termasuk Takahiro Ren yang ingin menemukan petualangan. Sedangkan Hiiro akan dititipkan pada Kakek Jefford lebih dulu selama mereka memasuki hutan misterius itu.


Nola pergi ke kamar dan menyiapkan segala kebutuhan untuk tinggal di hutan. Dia membutuhkan baju ganti, alat mandi sederhana serta beberapa kebutuhan memasak.


Ambil saja bumbu dapur dan pisau untuk memudahkan memasak di sana. Sisanya serahkan saja pada alam.


Nola belum pernah bermalam di hutan aneh yang tak terjamah manusia. Pasti banyak hal unik di sana.


Melihat istrinya mulai berkemas, Halbert hanya menggelengkan kepala. Kebutuhan wanita memang merepotkan.


Orange berjalan-jalan di sekitar Nola dan memperhatikannya mengepak barang, lalu mengeong. Nola mengelus kucing itu sebentar dan mulai bicara tentang petualangannya kali ini.


"Orange, besok kita akan pergi. Apakah kamu akan ikut?" tanyanya.


Meow! Tentu saja ikut! Membosankan tinggal di rumah, batin si kucing.


Nola menatap Halbert yang memperhatikannya. Sepertinya dia meminta izin membawa Orange bersamanya. Kali ini Halbert tidak menolak permintaannya. Dengan adanya kucing supernatural, keselamatan istrinya bisa lebih terjamin.


Jika kucing itu tahu dirinya hanya akan dijadikan tameng saat bahaya datang, mungkin akan bergegas untuk mencakar wajah Halbert.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, hari yang ditunggu akhirnya tiba. Elvada mengumpulkan semua orang yang ingin pergi ke hutan itu, menjelaskan beberapa hal kecil sebelum akhirnya berangkat.


Ketika pergi ke terowongan saluran air bawah tanah, suasana lembap sangat terasa. Beberapa dari mereka membawa alat pertahanan diri sederhana. Dan Nola mungkin membawa barang paling banyak kali ini. Agar tidak kelelahan, Takahiro Ren membawa tas gadis itu.


Halbert juga tidak berdebat dengannya. Akan sangat merepotkan jika bertarung sambil membawa barang di punggung. Anggap saja Takahiro Ren adalah pengawal mereka.


"Bersiaplah, setelah ini, kita akan melihat dunia yang berbeda." Elvada mencoba mengalirkan kekuatan supernatural ke pintu baja tebal di depannya.


Ketika aura supernatural dari tangan Elvada mengalir ke pintu baja, tentu saja ada sedikit getaran. Pintu baja yang awalnya tampak berdebu dan menempel langsung di dinding terowongan, kini menjadi lebih halus dan baru.


Lalu pintu baja itu terbuka dengan sendirinya setelah apa yang dilakukan Elvada membuahkan hasil. Sebagai gantinya Elvada sedikit lemas karena terkurasnya aura supernatural di tubuhnya.


Pemandangan yang mereka lihat saat ini adalah mulut gua air yang besar. Tempatnya hampir sama saat Nola dan Halbert pertama kali menemukan Elvada di hutan penjaga ruang supernatural. Namun meski demikian, keduanya merupakan tempat yang berbeda.


Pertama kali melewati pintu baja itu, ada sesuatu yang tiba-tiba saja menekan mereka.


"Dadaku sedikit sesak. Aura supernatural di sini benar-benar ditekan," ucap Takahiro Ren.


Jaley Scott juga seperti menjadi lebih tua sedikit ketika menginjakkan kaki di hutan misterius itu. "Ya, aku merasa tulang tuaku akan patah jika bergerak terlalu jauh."


Jaley Scott memelototinya. "Omong kosong! Aku masih sangat kuat!"


Elvada hanya menggodanya saja dan pria tua itu sudah sangat marah. Ternyata baik pria maupun wanita sangat tidak suka dipanggil tua. Setelah semua orang memasuki hutan tersebut, pintu baja di belakang mereka ternyata sudah menghilang. Hanya menyisakan dinding gua air.


Air terjun di depan menghalangi pemandangan. Dan suhu di sana sedikit lembap daripada hutan kebanyakan.


Baru saja melangkah lebih jauh, mereka dikejutkan dengan penemuan gerombolan ular putih sebesar pergelangan tangan anak-anak. Orange menggeram ketika melihat kawanan ular itu dan bulu di seluruh tubuhnya berdiri.


"Orange, tenanglah," ucap Nola.


Kawanan ular putih itu tampaknya sangat waspada dengan kedatangan manusia. Sebulan yang lalu, mereka juga kedatangan manusia dari tempat asing. Karena pihak lain adalah manusia dengan aura hitam, tentu saja dijadikan musuh.


Tapi kali ini, kelompok Nola tidak memiliki aura hitam seperti kelompok yang datang bulan lalu. Terutama saat melihat Nola yang penuh aura keberuntungan di tubuhnya.


Salah satu ular putih yang lebih besar melata ke depan kawanan ular yang lebih kecil. Ular putih itu sebesar lengan orang dewasa, memiliki batu permata merah di kepalanya.


"Kalian manusia lebih baik untuk tidak menjelajahi hutan ini. Jika tidak, sulit untuk kembali." Raja Ular Putih supernatural mengingatkan dengan baik hati.


"Ular itu bisa bicara." Takahiro Ren terkejut.


Raja Ular Putih supernatural menjulurkan lidahnya beberapa kali, menatap Takahiro Ren dengan kesal.


"Kenapa aku tidak bisa bicara? Bukankah normal bagi binatang supernatural kelas tinggi untuk berevolusi?"


Tak lama kemudian, Raja Kalajengking Hitam supernatural muncul di bahu Halbert.


"Cih, ular jelek juga masih bisa bicara," ucapnya.


Raja Ular Putih supernatural melihat keberadaan Raja Kalajengking Hitam supernatural, otot di sekitar matanya sedikit menyipit.


"Rupanya itu kalajengking. Kamu hitam kecil juga bisa berevolusi? Sungguh tidak terduga," jelasnya kembali membalas ejekan terselubung itu.


"Aku bukan hitam kecil!!" Raja Kalajengking Hitam supernatural sangat marah.


Sebelumnya dia dijadikan mainan kucing jingga itu dan sekarang disebut kecil. Apakah dia sekecil itu sebagai seekor kalajengking? Bukankah masih ada semut yang lebih kecil darinya?


Meow! Orange setuju ketika kalajengking hitam itu disebut kecil.


Raja Kalajengking Hitam supernatural kehabisan kata-kata hingga kulit hitamnya sedikit kemerahan. Dia juga bisa malu. Takahiro Ren terbatuk, menahan tawanya. Sedangkan Jaley Scott tanpa ragu tertawa lepas.


"Hei, kalian para binatang bisa bercanda. Lelaki tua ini akhirnya terhibur." Jaley Scott menggelengkan kepala.


"..." Raja Ular Putih supernatural dan Raja Kalajengking Hitam supernatural yang tengah bertengkar akhirnya terdiam.


Elvada tidak mau buang-buang waktu di sini dan kembali ke topik penting. "Apakah ada kelompok lain yang datang sebulan lalu ke sini?" tanyanya.


Raja Ular Putih supernatural mengangguk. Sorot matanya sedikit bermusuhan. "Ya, itu benar. Bukan hanya datang dengan banyak orang tapi juga membunuh bangsaku. Jika mereka tidak pergi begitu cepat ke dalam hutan, aku mungkin sudah memakan mereka satu persatu."


"Itu harusnya kelompok Flir Hudson," tebak Jaley Scott.


Yang lain mengangguk. Takahiro Ren tidak tahu tentang sosok Butler Flir sehingga sangat penasaran ingin melihatnya.