Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 40


Derren terus memandangi Olivia yang sedang berbyanyi, ternyata hanya judulnya yang aneh, liriknya sangat bagus menurut Derren. Ia tersenyum, hatinya sangat bahagia melihat pemandangan indah di depannya. Ia memang terlambat 3 tahun, namun ia berjanji ia akkan menebus semua kesalahannya, andai ia tau sejak awal semua tidak harus di lalui dengan berat oleh Olivia.


Setelah Crystal terlelap Derren perlahan bangkit meninggalkan ranjang , ia mendekat pada Olivia.


Mencium pipinya, kemudian berbisik


“sayang aku keluar sebentar, ada yang harus ku urus”


Olivia yang belum tertidur hanya mengangguk, ia mengatupkan bibirnya rapat rapat. Tentu saja ia kesal dan curiga Derren pergi menemui Merry!!


“aku akan segera kembali, tidak lama” Derren mengecup pipi Olivia lagi.


Derren mengemudikan mobilnya untuk mendatangi tempat yang di maksud oleh Miranda.


“maaf Miranda” kata Derren karena ia terlambat hampir 15 menit “Crystal agak susah di bujuk untuk tidur”


“ia selalu begitu” kekeh Miranda


“ada masalah apa?”


Miranda menyodorkan buku menu pada Derren


Setelah memesan dua gelas kopi miranda mulai membuka percakapan.


“Derren, aku ingin tau apa sebenarnya hubunganmu dengan Merry?” tanya Miranda langsung


Mendengar itu wajah Derren mendadak memerah, sorot matanya tajam penuh amarah membuat Miranda takut, tentu saja ia takut ini pertama kali ia berbicara hal serius hanya berdua dengan Derren yang ia kenal selalu bersikap tenang.


“maaf Derren aku..” Miranda mengira ia telah salah berkata kata


“tidak kau tidak perlu minta maaf” kata Derren mengatur emosinya “dia menjebakku, dia masuk ke dalam rumahku entah bagaimana caranya dan naik keranjangku” Derren menceritakan semuanya pada Miranda, ancaman ancaman Merry dan bunga yang di kirim kepada Olivia selama ini adalah perbuatan Merry.


Miranda menggangguk mengerti.


“apa Louis mengatakan sesuatu saat kalian berbicara?”


“tidak ia tidak mengatakan apa pun”


“Merry menemui Olivia 3 bulan setelah kalian putus, ia mengatakan kau tidak mencintai Olivia, kau hanya kasihan karena orang tuanya telah tiada dan Merry mengatakan kalian akan menikah setelah 5 tahun membangun karir”


“omong kosong!” Emosi Derren seolah telah sampai di ubun ubun.


Buru buru Miranda memberikan pandangan


“kau harus cepat meluruskan kesalah pahaman kalian, secepatnya Derren jangan sampai terlambat, Olivia sangat rapuh jika menyangkut masalah kalian”


“aku mengerti”


“Derren kenapa kau tidak memgejar Olivia selama 3 tahun membiarkan ia menunggumu?” tanya Miranda merasa penasaran.


“ya ku akui itu kesalahanku, tapi yang jelas aku beberapa kali datang ke sini untuk menemuinya” kata Derren mengambang “dan aku selalu menanyakan kabar Olivia pada Louis” lanjut Derren sedikit tidak nyaman pada Miranda


“aku curiga pada Louis” guman Miranda tiba tiba


“maksudmu?”


“kami telah bertunangan selama 1 tahun ini, namun bahkan kami belum pernah melakukan kontak fisik, maksudku....”


Miranda tidak tau harus bagaimana menjelaskan pada Derren, ia dan Louis bahkan bisa di hitung dengan jari berapa kali mereka berciuman.


“Louis pernah menyukai Olivia” katta Derren langsung


“ya, dia mendekatiku hanya karena Olivia” kata Miranda langsung “dan Merry datang ke tempat tinggal Louis beberapa hari yang lalu”


Flash back on


Miranda mendatangi apartemen tempat tinggal louis kkarena beberapa barang pribadinya tertinggal di sana saat ia menginap.


Ia terkejut saat mendapati siapa yang duduk di ruang tamu, Merry dan Louis sedang berbincang. Memang mereka adalah teman sejak masa kuliah, itu tidak bisa di rubah, namun melihat wajah Merry yang begitu tertekan dan tatapan matanya kosong Miranda justru bergidig.


Apalagi Louis yang dengan cepat memasukkan beberapa barang kedalam tas Merry, ada sedikit kecurigaan mulai merayapi pikiran Mirranda.


“hey Merry aku tidak tau kau ada di sini” sapa Miranda


Merry justru menatap wajah Miranda dengan tatapan sinis, ia meraih tasnya kemudian ia bangkit dan menghampiri Miranda


“kau sungguh kasihan” gumannya dan melangkah pergi meninggalkan miranda yang mematung karena ucapan Merry.


Kasihan karena apa?


Hidupku baik baik saja sejauh ini?' Batin Miranda tidak terima


“Sayang jangan pedulikan dia” kata Louis tampak gugup “dia sedang marah”


“marah? Pada siapa?” miranda semakin bingung


“ku rasa ia melihat foto foto Derren dan Olivia”


“dimana?”


“instagram Keiko”


Miranda mendudukkan pantatnya di sofa dan mulai menyentuh layar ponselnya.


Meembuka akun media sosial Keiko, bemar saja foto foto Derren dan Olivia yang tampak begitu intim dan serasi ada di sana, foto itu di ambil saat pernikahan Jonathan dan beberapa foto 3 hari yang lalu sepertinya di mansion master Edward karenaa Crystal ada di sana, dan begitu banyak pose Crystal yang di ambil oleh Keiko.


“Merry marah pada Derren? Lalu untuk apa ia datang padamu?” tanya Miranda, tentu saja secara logika apa hubungannya dengan Loius?


Louis justru tergagap membuat Miranda semakin merasa curiga.


“jadi ia tidak datang ke Tokyo saat pernikahan Joe?” tanya Miranda lagi, ia menang tidak menanyakan bal itu pada Olivia karena tidak ingin merusak mood sahabatnya.


Louis hanya mengangkat kedua bahunya bersamaan.


Flash back off


“Derren kau harus hati hati dan tang terpenting kau harus segera menyelesaikan kesalah pahaman dengan Olivia” Miranda memperingatkan.


"baiklah, terima kasih Miranda, sebaiknya kita kembali aku takut Olivia mengira aku menemui Merry” akhirnya Derren mengerti mengapa Olivia selalu menatap curiga kepadanya setiap kali Derren hendak pergi keluar tanpa mengajaknya.


Derren tidak mengira sejauh itu Merry mengarang cerita.


Derren menghidupkan rokoknya dan menghisapnya dalam dalam sebelum ia memasuki tempat tinggalnya, ia memanggil seseorang melalui ponsel dan berbicara cukup serius sambil menghidupkan kembali sebatang rokok. Setelah percakapannya berakhir ia mematikan rokoknya dan membuang puntungnya di tempat sampah kemudian memasuki tempat tinggalnya.


Setelah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya Derren mendekati Olivia menciumi pipinya.


“Derren kau merokok lagi” guman Olivia, meskipun Derren telah mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya tetap saja aroma tembakau masih samar samar bisa terdeteksi di indra penciuman Olivia.


“kau belum tidur?” Derren terkejut


Olivia tidak menjawab


Derren tersenyum, ia kini tau Olivia sedang marah padanya kerena prasangkanya sendiri.


“bagaimana jika besok kita bawa Crystal bermain di taman hiburan?” usul Derren


Olivia masih tidak berminat menanggapi kata kata Derren, Derren merebahkan tubuhnya di belakang tubuh Olivia. Memeluk tubuh Olivia erat erat


“Derren jangan mendekat kau bau rokok!” ketus Olivia


“ini yang terakhir, aku berjanji. Maafkan aku” kata Derren sambil menciumi rambut Olivia


“Derren menyingkirlah, ini terlalu sempit” keluh Olivia


“aku hanya ingin memelukmu” geram Derren lirih, ia sangat ingin meminta maaf pada Olivia saat itu juga namun Derren mengenal Olivia adalah Olivia, ia tidak akan dengan mudah mengalah dan mendengarkan penjelasannya.


“aku tidak bisa bergerak”


“kalau begitu jangan bergerak”


“kau benar benar menyebalkan!”


Derren akhirnya mengalah dan berbaring di sebelah tubuh Crystal.



KAYANYA JAM 11 MALAM KEMALALAMAN YA BUAT UPDATE 😑


YA UDAH LAH KASIHAN YANG KERJA, AKU GANTI JAM 7 PAGI SAMA JAM 7 MALAM YA 😘😘😘😘


TAP JEMPOL KALIAN PLISH 😣😣😣


APA PERLU AKU LIBUR UPDATE BUAR JEMPOLNYA BANYAK DULU????😏😏😏