
Richard sudah cukup lelah dan lapar hari ini, ia tidak memiliki lagi stok kesabaran untuk membujuk siapa pun lagi, dengan cepat ia mengangkat tubuh Miranda ala bridal style dan membawanya ke meja makan, mendudukkannya di kursi dan memaksa istrinya untuk makan.
“Atau kau ingin ku suapi?” tanya Richard
Miranda tetap bungkam tak bergeming
“Aau ingin di suapi dengan bibirku?” goda Richard
Dengan cepat Miranda mengambil satu Sandwich dan menyuapkan ke mulutnya mengunyahnya dengan cepat, tak terasa telah 3 potong Sandwich ia habiskan.
Richard tertawa geli melihat istrinya yang ternyata memang kelaparan hingga terbawa emosi.
Setelah selesai makan dan membersihkan peralatan makan, mereka berdua memasuki kamar untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang letih karena telah beraktivitas seharian.
“Honey apa kau sudah kenyang?” tanya Richard
Miranda masih bungkam,
“Jadi sekarang 3 potong Sandwich itu kau gunakan untuk energi penyambung cemburumu?” goda Richard
“Aku tidak cemburu!” ketus Miranda
“Benarkah? Apa ada nama lain selain cemburu? Aku belum tahu”
“Kau berlebihan pada pasienmu!”
Richard mengakui Merry memang berbeda dari pasien lain, gadis itu mungkin seperti dirinya kekurangan kasih sayang dari orang tuanya, beruntung ia terselamatkan oleh Andrew dan Livia di masa lalu, sedangkan Merry, ia terjerumus karena tidak menemukan orang yang tepat dan buruknya lagi ia mengalami pelecehan sexual yang kejam.
“Maafkan aku” kata Richard pada akhirnya
“Bisakah kau menjaga jarak dari Merry?”
“honey...” kata Richard penuh kesabaran “kau tidak masuk akal, kau cemburu pada gadis yang kau juga tahu ia mengalami gangguan psikologis” sebenarnya Richard ingin tertawa dengan tingkah istrinya namun ia tahu istrinya pasti akan semakin mengamuk jika ia melakukannya
“Hubungan antara pasien dan dokternya tidak perlu sampai sedekat itu” guman Miranda
Richard meraih jari jemari Miranda lalu mengecupnya
“Aku tidak ingin berdebat, aku lelah, Honey, jika kau memang tidak ingin aku menangani Merry lagi besok aku akan mencarikan Merry psikiater lain untuk menggantikanku” kata Richard bersungguh sungguh
Miranda menatap mata biru milik suaminya, ia melihat kesungguhan di sana, satu tahun berumah tangga dengan pria ini, Miranda mengerti, pria ini sangat menghargai keluarga kecil yang mereka bina, pria yang hidup sebatang kara sejak kecil ini sangat mendambakan keluarga yang utuh dan hangat yang tidak pernah ia rasakan, tiba tiba Miranda merasa ragu, apakah ia mampu memenuhi harapan suaminya?
‘Am i qualified?’ batin Miranda
“Richie, maafkan aku, aku terlalu egois” guman Miranda
“jangan meminta maaf honey, wajar saja kau ingin menjaga sesuatu yang menjadi hakmu, tapi ku mohon jangan mencurigaiku, percayalah padaku, aku tidak akan menghancurkan keluarga kecil yang aku idam idamkan ini”
Miranda hanya mampu mengangguk, ia harus percaya pada suaminya, benar kata Richard, Merry tidak pantas ia cemburui, Merry pernah hampir membunuh Olivia sahabatnya tersayang, dan tiba tiba ia begitu merindukan Olivia, bahkan air matanya tergelincir karena rindunya pada sahabatnya itu.
“Honey apa aku salah berkata kata?” Richard menjadi panik
“Richie... aku rindu Olivia” isak Miranda
“Astaga kupikir ada apa” Richard melirik jam digital di kamar mereka, “panggil Olivia, di jepang masih siang” kata Ricard
Miranda menggeleng
“Saat Casandra telah berusia 6 bukan ayo kita ke Tokyo, aku ingin mengunjunginya” Miranda masih terisak.
“Baiklah, ayo kita sesuaikan jadwal cuti kita” kata Richard sambil membelai pucuk kepala istrinya “tidurlah, besok luangkan waktu untuk menghubungi Olivia dan mengobrollah sepuas hati kalian”
Miranda mengangguk.
BOURNEMOUNTH
Di sebuah bengkel mobil yang tidak terlalu besar, di pesisir pantai Bournemounth.
Seorang pria yang sebenarnya terbilang tampan dengan beberapa tatto di tubuhnya sedang berbaring di bawah sebuah mobil, sesekali mulutnya mengeluarkan sumpah serapah karena kondisi mobil yang ia perbaiki benar benar memprihatinkan, mobil bernilai ratusan ribu dolar itu hampir mirip seperti rongsokan.
“Kau membuat mobil ini seperti rongsokan saja” gerutu pria itu
“Aku membawanya balapan, kami bertaruh” kata gadis yang duduk bersila di atas lantai kotor penuh dengan bercak oli
“Ini bukan mobil jeep, kau tidak seharusnya membawanya balapan di atas tanah berlumpur, apa kau tidak memiliki otak?”
“Kau perbaiki saja, berapa pun biayanya, tidak masalah aku akan membayarnya karena aku memenangkan taruhan itu” kata gadis itu “oh iya jangan sampai ayahku tau”
“Ayolah kumohon, perbaiki secepatnya” pinta gadis itu “ ayahku akan kembali dari Milan tiga hari lagi” rengek Titta gadis berusia 18 tahun, tomboy, manja, dan sanggat menyebalkan, gadis itu bahkan enggan meneruskan studinya ke bangku kuliah, ia hanya berkeliaran dengan mobilnya dan melakukan balap liar bersama gerombolannya.
Gadis itu bangkit dari duduknya, menepuk nepuk pantatnya lalu berjalan keluar dari bengkel itu, ia terkejut mendapati dua orang pria di depan bengkel milik ayahnya dan seorang wanitaa berpenampilan mewah.
“Ada yang bisa saya bantu? Apa mobilmu rusak nyonya?” tanya Titta dengan ramah.
“Bisakah aku minta tolong untuk kau panggilkan Dave?” tanya Wanita setengah baya itu
Titta mengerutkan kedua alisnya
“Dave?”
guman Titta
“Ya Dave”
Titta menatap wajah Mrs. Sword dengan teliti, ‘mungkinkah Dave menjadi simpanan wanita tua kaya raya?’ batin Titta
“Dave....” teriak Titta sambil berlari kecil memasuki bengkel.
Gadis itu sengaja menendang kaki Dave yang menjulur keluar dari kolong mobil yang sedang di perbaikinya.
“Ada tante girang mencarimu Dave” kata pelan Titta sambil berjongkok
Dave buru buru menggeser tubuhnya dan untuk leluar dari kolong mobil
“Apa kau bilang?” tanya Dave dambil menekuk pahanya dan berushana duduk
“Ada tante girang mencarimu, ia membawa dua pengawal, apa kau tidak memuaskannya tapi mengambil uang tante itu?” cerca Titta
Dave menjitak kepala Titta dengan kesal
“Bodoh” kata Dave sambil berdiri dan menyambar kaosnya yang teronggok di atas kap mobil lalu mengenakannya untuk menutupi tubuhnya yang tampak sexy dengn otot yang menonjol.
Dave berjalan dan menuju keluar Bengkel dan mlihat siapa yang datang rahang Dave seketika mengeras, telapak tangannya terkepal rapat, 12 tahun tak lantas membuat Dave mampu melupakan semua yang telah menimpanya.
“Untuk apa anda ke sini nyonya Sword yang terhormat?”
“Dave apa kabarmu?”
“Anda tak perlu berbasa basi”
“Baiklah, aku langsung pada intinya, Merry ingin bertemu denganmu”
“Aku tidak ingin bertemu dengannya, bahkan mendengar namanya saja aku sudah tidak sudi”
jawab Daave dengan acuh dan tatapan dingin.
Mrs. Sword menghela nafas berat, jika bukan karena untuk kesembuhan putrinya ia tidak akan sudi melemparkan harga dirinya untuk menemui Dave.
“Keadaan Merry sangat tidak baik, sejak kalian berpisah ia mengalami depresi, ia bahkan tidak mampu melihat putranya sendiri, ia ketakutan melihatnya, padahal putra kalian sangat mirip denganmu” Mrs. Sword tidak ingin berbasa basi lagi, membuang waktu dan harga dirinya.
Deeeg..... jantung Dave berdesir mendengar semua yang ibu Merry katakan.
Mrs. Sword membuka dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama.
“Aku memohon kebaikan hatimu, jika kau ingin melihat Merry, kau bisa menghubungi Dokternya dulu, ia di rawat di rumah sakit perbaikan mental dan jiwa, jika kau ingin bertemu putramu, kau bisa menemuiku, rumah kami masih sama seperti dulu, ku harap kau tidak melupakannya” kata wanita itu.
Dave menerima kartu nama itu dengan tangan sedikit bergetar, Mrs Sword segera berlalu meninggalkan Dave yang masih berdiri mematung sambil menggenggam kartu nama Bertuliskan dr. Richard Abigel besarta nomer kontak pribadinya.
12 tahun yang lalu, dan ia ternyata meninggalkan seorang anak setelah memperkosa Merry.
Ibunya memang di hukum 2 tahun penjara atas fitnah yang di atur oleh Merry, namun merry, gadis labil itu menanggung trauma karena kebejatan perbuatan Dave di masa lalu seumur hidup, bahkan Dave meninggalkkan seorang putra?
Perasannya saat ini tidak menentu, namun iblis dalam hatinya kembali menyusup, datang menguasai pikirannya, Dave *** kertas itu dan melemparkannya ke dalam bak sampah.
‘apa peduliku, itu semua pantas Merry dapatkan, dan mengingat betapa kayanya keluarga Merry, putranya akan aman bersama mereka’ batin Dave.
Dave telah memutuskan melanjutkan hidupnya, ia kembali berkutat dengan mesin mesin mobil yang teronggok tak berdaya di bengkel yang ia kelola bengkel yang telah sepenuhnya di serahkan untuk ia kelola, dengan sistem bagi hasil dengan pemilik aslinya.
BOLEH REQUEST MINTA PART SIAPA SIAPA YANG MAU DI ANGKAT CERITANYA 😍😀 (KECUALI KEIKO KENZO DAN NAMEERA YA, MEREKA ADA DI PART YANG BERBEDA)
KENAPA AUTHOR MINTA?
KARENA MAU AUTHOR TAMATIN INI NOVEL 😊😊😊
OKE JANGAN LUPA TAP JEMPOLNYA 😚😚😚😚