Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
Ekstra part Livia & Naoki


Saat itu Livia begitu shock saat mendengar kau telah menikah diam-diam tanpa memberitahu u dirinya dan Naoki tentu saja Livia murka ia tidak pernah mendidik Keiko untuk menjadi seorang pembohong putrinya itu sangat manis penurut.


Memang Keiko tertutup setiap kali berhubungan dengan masalah asmara, entah kenapa anak gadisnya itu selalu merahasiakan hubungan asmaranya dan yang paling membuat Livia kesal adalah kenapa putrinya harus dua kali putrinya mendadak menikah pertama ketika ia memiliki rencana akan menikah dengan Phillip putrinya itu baru memberitahunya satu bulan sebelum hari pernikahan pernikahannya digelar dan semua telah disiapkan oleh Keiko. Mau tidak mau Livia harus berkata iya, tidak ada pilihan bahkan tidak ada waktu untuk menilai Philip layak atau tidak untuk menjadi pendamping Keiko dan sekarang tiba-tiba suaminya kembali dari perusahaan dan mengatakan bahwa putrinya akan dilamar, sementara statusnya Keiko telah menjadi istri pria yang akan melamarnya! Sungguh gurauan yang sangat konyol menurut Livia. Keiko mempermainkan pernikahan, itu menurut pandangan Livia tetapi tidak menurut Naoki.


“Aku justru kagum kepada Anthonino, ia tidak ingin melepaskan Keiko, ia enggan menunggu lama gadis impiannya, mengikat dengan pernikahan adalah trik pria yang gentle,” itu kata-kata Naoki yang paling menjengkelkan yang pernah terdengar di telinga Livia.


“Seharusnya aku dulu mengikatmu dengan pernikahan sejak awal,” terdengar sangat jelas Naoki sedang membela Keiko, tentu saja ayah mana yang tidak membela Putri kesayangannya?


“Kau terlalu memanjakan Keiko,” sungut Livia. “Aku tidak akan merestui mereka.”


Nokia justru tertawa mendengar istrinya menggerutu, “coba saja kalau tidak merestui mereka, tetap saja mereka akan menikah, mereka bukan anak keci dan mereka mapan secara finansial dengan kemampuan mereka sendiri, mereka tidak perlu kita. Kau terdengar seperti nenek-nenek ya sekarang dan kau...” Naoki berhenti sebentar dan mencolek hidung Livia, “kau seperti ibuku di masa lalu,” lanjut Naoki dengan nada geli mengingat hubungan Livia dan ibu mertuanya yang tidak harmonis hingga sekarang.


Livia memutar bola matanya tampak tidak senang karena dibandingkan dengan Midori ibu mertuanya yang menurut Livia sangat menyebalkan, wanita yang melahirkan suaminya itu sama sekali tidak cocok menjadi ibu dari seorang pria yang sangat baik menurut Livia.


“Aku tidak seperti ibumu,” Livia tidak terima ia membesarkan bola matanya, melotot ke arah suaminya.


“Apa pria itu bisa menjaga Putri kita dengan baik kau tahu kan Keiko buta arah aku takut seseorang memanfaatkannya.”


“Anthonino tidak mungkin memanfaatkan Keiko, tidak ada gunanya memanfaatkan Keiko. Lagi pula iya sudah cukup kaya.” Menurut logika Naoki demikian, jika Anthonino hanya ingin memanfaatkan Keiko tentu saja ia mencari wanita yang lebih kaya dari pada dirinya.


“Apa kau menyelidikinya?” Livia menyipitkan kedua matanya.


“Tentu saja aku telah menyelidiki semua, hanya saja ia memang belum mendaftarkan namanya sebagai anak dari keluarga Petrav, mungkin ia masih memiliki pertimbangan lain. Kita lihat saja nanti, kita kenali dulu siapa dia, bagaimana dia, jika ia tidak baik tidak mungkin Keiko bertahan dan terlihat nyaman bersamanya, sejauh ini seperti yang kulihat Keiko baik-baik saja bersamanya, bahkan aku melihat wajah Keiko lebih berbinar dibanding sebelumnya, saat ia mengaku memiliki hubungan bersama Philips ia sama sekali tidak memiliki cinta kepada Philips, aku bisa melihat itu.” Kata Naoki mengemukakan pandangannya panjang lebar.


“Kau terus saja membela calon menantumu itu!” Livia mengendus kesal.


“Dia menantuku, bukan calon menantu,” Naoki meralat kalimat Livia.


TAP JEMPOL KALIAN DAN TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤️🌸