
Hari ini Tiffany sedang berada di ruang club melukis di Universitasnya, ia bersama temannya yang bernama Anastasya, mereka tinggal berdua di ruangan itu karena teman teman mereka telah meninggalkan ruangan sejak 1 jam yang lalu.
“kudengar besok seorang pelukis terkenal akan memberikan arahan materi di club kita” kata Anastasya
“rasanya aku tidak sabar menunggu besok” kata Tiffany
“tiap hari kau selalu disini, apa kau benar benar menyukai seni melukis?"
Tiffany tersenyum sambil menggerakkan kuasnya
“aku mencintai bakatku dan saat ini aku tidak memiliki kegiatan lain, aku hanya mengisi waktuku dengan menyalurkan hobyku” kata Tiffany
“bukankah kau juga ikut club basket?”
“ya, tim cadangan tidak terlalu sibuk” Tiffany tertawa ringan
“kurasa lebih baik kita kembali, ini hampir gelap” kata Anastasya sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
Tiffany mengangguk
Setelah merapikan alat lukis mereka berjalan menuju gerbang universitas dan dari jauh Tiffany melihat seorang pria yang di kenalnya sedang di atas kap mobil dengan santai.
“Joe....” panggil Anastasya pada Jonathan
Jonathan melambaikan tangan pada Anastasya
“Tiffany, aku duluan, pacarku menjemputku” kata Anastasya mengakui Jonathan sebagai pacarnya
“baiklah, sampai jumpa” kata Tiffany menutupi keterkejutannya.
Jonathan bahkan menebar pesonanya hingga ke UCL!!!
Tiffany benar benar merasa teman masa kecilnya itu benar benar konyol, dan sangat menjijikkan.
Tiffany tidak ingin mengambil pusing tentang Jonathan ia melangkah menuju halte bus untuk kembali menuju apartemennya
Sebenarnya ia ingin tinggal di asrama putri, namun ayahnya mempercayakannya pada Anthonino, anak dari bibinya yang konon pernah menikah dengan pria berkebangsaan Rusia.
Pada kenyataannya Anastasya meminjamkan mobilnya pada Jonathan dua hari yang lalu setelah tidak sengaja berkenalan dengan Jonathan di perpustakaan umum, mereka mengobrol dan saling bercerita, lalu agar ia memiliki alasan bertemu lagi Anastasya sengaja meminjamkan mobilnya pada Jonathan.
“besok mobilku datang, terima kasih atas pinjamannya” kata Jonathan santai sambil menginjak pedal gas.
“oh sayang sekali, aku tidak memiliki alasan untuk bertemu denganmu”
Anastasya 👆
“kau bisa menelfonku” kata Jonathan
“baiklah” kata Anastasya senang.
Ketika sampai di depan apartemen tempat tinggalnya Jonathan hendak membuka pintu mobil namun Anastasya menarik pergelangan tangan Jonathan
“ada apa?” tanya Jonathan
Tiba tiba gadis itu mendaratkan ciuman di bibir Jonathan, Jonathan semula terkejut dan agak ragu namun tetap saja ia tidak menyianyiakan kesempatan yang datang sendiri. Ia melumat bibir Anastasya dan ciuman mereka semakin menjadi bergairah.
Tangan Jonathan menyusup di antara pakaian Anastasya, *** gundukan kenyal yang terbungkus kain, dan jari jemari Anastasya menyusup di antara rambut Jonathan, bahkan Anastasya telah berada di atas pengkuan Jonathan.
Tiba tiba klakson mobil berbunyi karena terkena siku Anastasya membuat kedua sejoli yang di mabuk gairah itu terkejut hingga menghentikan aktivitas mereka.
Anastasya kembali ke tempat duduknya merapikan pakaian dan rambutnya, wajahnya tersipu malu.
“kita akan melanjutkan lain kali” kata Jonathan dengan santai dan membuka pintu mobil “sampai jumpa Tasya” kata Jonathan.
Bibirnya sedikit menyeringai, ia sama sekali tidak menyangka Anastasya berteman dengan Tiffany dan ia juga tidak menyangka Anastasya melemparkan dirinya sendiri ke pelukan Jonathan secepat itu.
Setengah bersiul ia memasuki tempat tinggalnya dan mendapati kakaknya Derren sedang duduk di depan laptop bersama Olivia, sebelah tangan Derren berada di pinggang Olivia. Tampak begitu intim namun ambigu, Jonathan benar benar tidak memahami mereka berdua.
‘mungkinkan mereka mulai saling jatuh cinta?’ batin Jonathan ‘tapi bagaimana mungkin, kami bersaudara’ batinnya lagi
Beberapa bulan telah berlalu, di Fakultas Ilmu dan Tekhnologi banyak banyak pria berwajah tampan sepadan dengan Jonathan, namun di mata para gadis Jonathan tetap yang nomer satu.
Entah aura Jonathan memang berbeda dengan pria lain atau karena pembawaan Jonathan yang ceria, tidak berwajah serius dan selalu bersikap manis di depan para gadis. Bahkan hampir setengah dari gadis di universitas Oxford kini mengenal dan mengidolakannya.
Bahkan Derren kakaknya yang terkenal tampan dan genius kini kalah tenar dibanding Jonathan.
Baru saja Jonathan menutup pintu mobilnya dan bermaksud hendak berkencan Anastasya ponselnya berdering.
Keiko adiknya memanggil
“Joe oniisan jemput aku di airport sekarang juga” teriak Keiko langsung
“apa?!”
“aku di London”
“baiklah, tunggu oniisan sebentar menuju ke sana” kata Jonathan memutar setirnya menuju arah ke airport, kemudian memanggil Anastasya meminta maaf karena ia ada urusan mendadak.
Untunglah gadis cantik berambut coklat dengan mata biru itu menurut.
1 jam berlalu Jonathan menunggu adiknya ternyata Keiko memintanya menjemput ia baru saja landing dan belum melalui bagian imigrasi.
Benar benar adiknya itu persis seperti ibunya yang jika menginginkan sesuatu atau memerintah segalanya harus di turuti secepatnya.
‘sepertinya yang menjadi suami keiko Kelak harus memiliki kekuatan sihir’ batin Jonathan
Ketika keluar dari pemeriksaan imigrasi Keiko sudah tidak tahan lagi ingin pergi ke toilet, ia bahkan tidak lagi memperhatikan langkah kakinya ketika ia menubruk dengan keras seorang pria tinggi berseragam pilot.
“maafkan saya” kata Keiko tanpa melihat wajah pria yang di tubruknya.
Namun tidak dengan pria berseragam pilot itu, ia terpesona oleh wajah Keiko bahkan bagai terkena mantra.
Ia menghentikan langkahnya berniat menunggu gadis itu keluar dari toilet, namun tidak lama ponselnya berdering. Ia segera menjawab panggilan itu dan perlahan kakinya melangkah keluar.
Di pintu kedatangan Jonatan berdiri menunggu Keiko, dari jarak beberapa meter Jonathan melihat seorang pria yang pernah bersama Tiffany, wajahnya tampan sepadan dengan Jonathan, tubuhnya tegap atletis, hanya saja manik matanya biru terkesan dingin itu membuatnya kesal.
“Kei...” kata Jonathan sambil mengangkat tangannya melambai pada adiknya
Keiko yang melihat kakaknya berdiri berjarak beberapa meter segera berlari dan melewati pria yang telah ia tubruk dan menghambur ke dalam pelukan Jonathan. Melihat pemandangan itu Anthonino tersenyum pahit, ternyata gadis itu adalah salah satu calon korban Jonathan pria yang paling di benci Tiffany.
Anthonino berjalan dengan tenang melewati Jonathan dan Keiko, pandangan mereka beradu sasaat.
Ya Pria itu adalah pria yang sering bersama Tiffany. ia adalah seorang pilot, 3 tahun yang lalu ia lulus dari Aviaton Academy terbaik di Amerika dan kini ia bekerja sebagai pilot di salah satu penerbangan terbaik di dunia.
Tidak ada yang tahu Anthonino adalah sepupunya, Tiffany merahasiakannya. Ia bahkan bersekongkol bersama sepupunya agar Jonathan tak lagi mencoba mendekatinya.
“kenapa mendadak ke London?” tanya Jonathan sambil merangkul adiknya
“karena master Edward pollini mengundangku, beliau akan mengadakan konser orkestranya lusa”
“kau benar benar mencintai musik Kei” kata Jonathan
“aku rindu pada kakak kakakku apa tidak boleh?” tanya Keiko sebal
“tentu saja Kei-chan, oniisan juga merindukanmu” kata Jonathan sambil mengecup pucuk kepala Keiko.
Mereka menuju apartemen dan di sambut gembira oleh Derren dan Olivia.
“kalian akan ikut menonton konser master Edward bukan?” tanya Keiko
“tentu saja aku ikut” kata Olivia
“aku juga ikut” kata Jonathan
“aku tidak bisa lusa jadwal kelasku full, sampaikan saja salamku pada master Edward”
“baiklah, aku akan memberi tahu master Edward” kata Keiko “berarti kita memiliki 1 tiket yang terbuang”
“kau membeli 4 tiket Kei?” tanya Olivia
“Kei jangan memeras orang yang berbuat baik pada kita” kata Derren
Keiko hanya terkekeh, bagi Keiko siapa saja yang ingin memberikan sesuatu padanya berupa barang padanya adalah hal wajar karena ia seorang model papan atas. Asalkan tidak mengganggu harga dirinya Keiko dengan senang hati pasti menerimanya.
“bagaimana jika 1 tiket kita ajak Tiffany?” tanya Olivia
“setuju” kata Keiko “aku akan menghubunginya” lanjutnya sambil menekan nomer ponsel Tiffany dan memanggilnya.
Namun sayangnya Tiffany ternyata telah memiliki tiketnya sendiri.
“kalau begitu biar aku yang mengurusnya” kata Jonathan “aku akan membawa teman kencanku” kata Jonathan.
“Joe oniisan? Kau benar benar tidak bisa hidup tanpa wanita!” kata Keiko heran
“terlalu banyak wanita cantik di dunia ini, sayang untuk di lewatkan” kekeh Jonathan sambil mengetik pesan singkat di ponselnya.
Keiko, Jonathan dan Olivia tiba di gedung tempat konser akan berlangsung. Keiko meminta Jonathan mengambilkan beberapa foto di depan pintu masuk
Keiko membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya dan mengajak Jonathan dan Olivia menuju pintu samping yang di arahkan dalam pesan, ternyata master Edward pollini menunggu Keiko di sana.
“master selamat atas konsermu, semoga sukses” kata Keiko sambil menjabat tangan pria tua di depannya
“terima kasih, di mana kakakmu Derren?” tanya master Edward
“master maafkan kakakku, dia tidak bisa datang karena jadwal kelasnya hari ini” kata Keiko “tapi aku bersama kakak keduaku” lanjutnya
Jonathan mengulurkan tangannya memperkenalkan diri “saya Jonathan kakaknya Keiko” kata Jonathan sopan
Master Edward menerima uluran tangan Jonathan dengan penuh semangat, ia menatap lekat lekat wajah Jonathan.
Mereka lalu berbincang bincang sebentar
“tunggu aku akan memperkenalkan istriku pada kalian” kata master Edward, ia memanggil istrinya melalui ponsel dengan menggunakan bahasa Rusia.
Tidak lama seorang wanita berumur namun masih terlihat cantik datang, wanita berdarah Indonesia.
Wanita itu bahkan datang bersama Tiffany.
Entah kebetulan macam apa namun dunia ini benar benar terasa sempit bagi mereka.
“kenalkan ini istriku dulu dia seorang dosen di UCL, istriku berdarah Indonesia” kata master Edward pollini
“hallo semua saya Herdiana pollini” kata wanita itu memperkenalkan dirinya.
Setelah semuanya saling menyapa dan memperkenalkan diri kemudian Herdiana memperkenalkan Tiffany kepada suaminya
Tiffany tersipu malu mendengar pujian yang di ucapkan wanita itu.
“ini dia pelukis berbakat yang aku ceritakan padamu suamiku” kata Herdiana memperkenalkan Tiffany,
Tiffany mengulurkan tangan pada master Edward dan di sambut hangat
“hallo master saya Zhao Tiffany, sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan anda” kata Tiffany sopan
“yayaya... kaalian adalah generasi muda pencinta seni yang harus di contoh” kata master Edward senang
Mata Herdiana tak henti hentinya menatap Jonathan, ia juga menatap suaminya dengan mata bertanya tanya namun suaminya memberikan kode untuk bersikap tenang.
“mrs. Pollini sekali lagi terima kasih atas tiketnya” kata Tiffany sopan saat mereka akan berpisah karena Herdiana aksn masuk melalui pintu belakang bersama suaminya.
Herdiana adalah Pelukis yang sangat terkenal, ia memiliki galeri lukis dan ia juga sering memberikan arahan bagi para pelukis pemula.
“jangan di pikirkan, aku akan mengundangmu nanti untuk datang ke galeriku”
“saya pasti akan datang” kata Tiffany senang
Terpaksa Tiffany mengikuti rombongan Keiko, sebenarnya tidak masalah bergabung dengan Keiko dan Olivia namun ia keberatan karena keberadaan Jonathan.
Tidak lama kemudian Anastasya datang, gadis itu sangat modis, cantik dan tubuhnya sangat terjaga, di lihat dari bentuk mana pun semuanya proporsional.
Rambutnya di kuncir ekor kuda, ia terkejut manakala melihat Tiffany ada di antara Jonathan dan adiknya.
“Joe...” sapanya
“Tasya kenalkan ini Keiko adikku, ini Olivia dan ini Tiffany temanku sejak kecil” kata Jonathan, ia berpura pura tidak tau kalau Tiffany dan Anastasya saling mengenal
“hai aku Tasya pacar Joe” katanya dengan sopan memperkenalkan diri meskipun berbohong, mereka bahkan belum membuat kesepakatan untuk berpacaran meskipun telah beberapa kali berkencan “dan Tiffany kita satu fakultas, sungguh kebetulan” kata Anastasya lagi.
Tiffany hanya tersenyum. Dalam hatinya mencibir ‘kamu hanya mainan bagi Jonathan, sungguh kasihan’
Setelah saling memperkenalkan diri mereka berlima memasuki gedung tempat konser itu dan duduk di bagian barusan kursi paling depan.
Acara konser music orkestra itu berlangsung dengan sangat indah dan megah, sebagai awal pembukaan master Edward bermain solo dengan pianonya dan di lanjutkan music orkestra dengan master Edward pollini bertindak sebagai konduktor.
Setelah konser tersebut selesai mereka tidak langsung kembali karena master Edward meminta waktu Keiko sebentar.
“Keiko, bisakah kau dan kakakmu datang ke studioku selama kau masih berada di London? Aku ingin mengajakmu latihan bersama” kata master Edward
“tentu saja, saya akan datang master” kata keiko senang
“baiklah, kalian bisa datang kapan saja jika kalian mau, studio dan rumahku terbuka untuk kalian” kata beliau “sebaiknya kita berfoto bersama, bagaimana?” kata master Edward dengan suara riang dan mereka semua berfoto dengan gembira.
Ketika keluar dari tempat itu tepat di depan pintu keluar seorang pria tampan dengan manik mata biru berdiri di sana
“Nino terima kasih kau menjemputku” kata Tiffany dengan riang
Anthonino merangkul Tiffany “tentu saja” jawabnya tak kalah riang
“aku pergi dulu, sampai jumpa” kata Tiffany sambil mereka cepat cepat berbalik arah meninggalkan Jonathan keiko Olivia dan Anastasya
Anthonino mengacak acak rambut Tiffany sambil berjalan dan tangannya berada di bahu Tiffany.
Jonathan menjaga ekspresinya dengan baik, namun Olivia ia sangat mengenal Jonathan ia sedikit menyeringai melihat penderitaan Jonathan.
“Kei ayo pulang, Joe kau bisa pulang bersama Tasya, kemarikan kunci mobilmu” kata Olivia
Jonathan mengulurkan kunci mobilnya pada Olivia
“hati hati” kata Jonathan
“siap” kata Olivia
Di dalam mobil Olivia dan Keiko berbincang bincang
“pacar Tiffany oneesan sangat tampan” katanya
Olivia terkekeh
“mereka sangat cocok” lanjut Keiko
“bagaimana dengan Tasya?”
“dia juga cantik dan fashionable, serasi dengan kakakku” kata Keiko
“neeey oneesan apa kau memiliki pacar?” tanya Keiko pada Olivia
Olivia hampir tersedak
“tidak, aku tidak pernah memikirkannya” iya benar ia belum pernah berpacaran dan tidak pernah memikirkan itu.
“umurmu 20 tahun kau belum memiliki pacar?”
“aku benar benar belum memikirkannya Kei, aku sibuk belajar tidak ada waktu untuk itu”
“lalu pria seperti apa yang ingin kau jadikan pacar?” tanya Keiko
Tiba tiba wajah Derren terlintas di otaknya, Olivia menginjak rem mobilnya karena terkejut dengan bayangan wajah Derren yang muncul tanpa pemberitahuan.
TIM YANG GAK SABAR NUNGGU DERREN JADIAN ANGKAT TELUNJUK 😁👆
JANGAN LUPA TAP TANJA JEMPOLNYA YA 👍👍👍👍💙💙💙💙