Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
37


Hari dimana putra kedua livia dan andrew di lahirkan...


Livia memberi nama putra kedua mereka jonathan tdiptadjaja, tentu saat ini kebahagiaannya berbeda dengan saat melahirkan derren.


Livia menatap iba pada bayi mungil itu, kedua putranya mungkin kelak tidak akan merasakkan memiliki keluarga yang utuh.


Livia juga sengaja tidak memberi tahu kabar kelahiran putra keduanya pada keluarganyaa di yogyakarta, ia baru akan memberi tahu nanti saat semuanya telah beres.


“istriku terima kasih” kata andrew sambil menciumi livia yang tengah menyusui putra mereka


“suamiku, dia sangat manis seperti derren” jawaban livia tak kalah manis dari kata kata andrew dalam hatinya ia ingin mencekik andrew, sudah lama ia ingin mencekik leher suaminya yang brengsek ini, tidak mudah menahan amarah berapi api di dalam hati.


“udah cukup dua aja putra kita sayang” kata andrew


“kayanya jonathan mau punya adik lagi” jawab livia sedikit menyindir karena zakia juga sedang hamil dan jarak kehamilannya tidak jauh dengannya.


“aku aja nanti yang vasektomi biar kamu gak hamil lagi sayang” kata andrew


“kamu memang suamiku yang terbaik paling pengertian dan tampan” jawab livia seolah olah ia senang ‘jadi kamu makin leluasa nabur benih dimana mana tanpa jejak’ lanjutnya dalam hati


Andrew menyeringai senang dengan pujian livia yang penuh kebohongan.


Keesokan harinya andrew datang dengan wajah marah berapi api masuk ke dalam kamar dimana livia di rawat, rupanya gugatan perceraian telah sampai di tangannya.


“livia apa maksud semua ini?” tanya andrew dengan nada tinggi sambil memegang map di tangannya


“kamu udah baca kan? Tinggal tanda tangani” jawab livia santai sambil memandangi kuku kuku jarinya, ia baru saja selesai melakukan manicure dan pedicure dan juga masker rambut dengan jasa salon yang menyediakan layanan home service.


“livia kamu gak bisa menceraikan aku begitu saja!”


“kamu lupa janjimu? Kamu bahkan berjanji atas nama tuhan! Aku juga hanya memberi satu kali kesempatan padamu suamiku, sekarang kamu bebas tidur dengan zakia cinta pertamamu” jawab livia tenang


Andrew benar benar tidak menyangka livia mengetahui kebusukannya lagi, padahal ia telah berusaha serapat mungkin menyimpannya.


“siapa yang memberi tahumu livia?” tanya andrew penuh emosi


“jangan lupa drew aku dulu kerja di bank, aku gampang mengecek semua mutasi rekeningmu, dan aku juga bisa mengembalikan seluruh file yang udah kamu hapus di laptop dan ponselmu untuk mencari foto foto yang kamu hapus, semua capture e tiket kamu aku udah lihat bahkan kamu sendiri yang beliin tiket zakia ke jakarta kan sehari sebelum ulang tahun derren dan... foto foto kamu sama zakia di chegdu aku juga lihat” kata livia santai andrew pasti tidak tau livia bisa melakukan semua ini, naoki dulu mengajarkan cara mengembalikan file yang telah terhapus dan ternyata ilmu itu berguna sekarang.


“jadi kamu merencanakan ini sejak lama?”


“aku mommy dan daddy tepatnya” jawab livia dengan seringai licik penuh kemengan


“kamu ternyata wanita licik”


“ya, betul tapi ku pikir kau lebih licik dariku sayang” cibir livia “sebagai laki laki aku minta kamu tepati janji kamu drew, satu kesempatan sudah kamu hanguskan, kita harus bercerai” lanjut livia dingin


“livia kamu tidak sabar lagi ingin bercerai dariku kamu ingin kembali pada naoki bukan?!!” teriak andrew


“jangan berteriak suamiku ini rumah sakit....” Livia mengingatkan dengan nada genit


“kamu ingin cerai biar bisa kembali pada naoki! iya kan? jawaaaabb?!!”


“jangan memutar balikkan fakta cemburu kamu gak beralasan”


“itu lebih baik dari pada kamu tidur dengan zakia berulang kali, kamu gak kapok kapoknya drew” jawab livia sinis


“aku juga tidak menyangka kamu bahkan mengambil semua perusahaanku” desis andrew


“oooh maaf soal itu, itu bukan aku tapi mommy dan daddy yang melakukannya, aku tidak ada hubungannya dengan itu, masalah itu kau bisa berbicara pada mommy dan daddyku aku bisa mengembalikan jika mommy dan daddyku setuju” kata livia santai, ‘mommy dan daddy ku’ karena orang tua andrew juga mengganti nama livia menjadi livia putri tdiptadjaja maka mereka adalah orang tua livia


Sofia mengatakan andrew harus di beri pelajaran dan sekarang perusahaan yang di kelola andrew di jepang berubah kepemilikan menjadi milik livia, sedangkan seluruh aset di indonesia dan beberapa negara telah berubah kepemilikan atas nama derren dan jonathan putra mereka sebagai pewaris kerajaan bisnis Tdiptadjaja group, namun sofia tidak sekejam itu, ia masih memberikan andrew beberapa aset. Hanya berjumlah beberapa buah hotel di indonesia.


Hari itu andrew kembali menangis meratap dan memohon pada livia, berbagai janji manis keluar dari mulutnya, namun tekad livia telah bulat bahkan andrew bersimpuh di kaki livia, tetap hati livia tidak bisa lagi menerimanya.


“livia aku mencintaimu...”


“jangan bicara cinta drew aku jijik mendengar ucapan cintamu, kamu hanya terobsesi dengan tubuhku” jawab livia dingin ia sama sekali tidak terpengaruh dengan kata kata andrew sekeras apapun andrew mencoba membujuknya.


Andrew sekarang benar benar terpuruk, dan livia tersenyum penuh kemenangan. Ia tidak perduli lagi bagaimana andrew mengatainya, bahkan jika harta keluarga itu tidak jatuh ke tangannya pun ia akan tetap tinggal di tokyo ia memiliki tabungan yang tidak sedikit dan ia juga memiliki tempat tinggal di sana, apartemen yang naoki belikan untuknya dulu masih ada, ia tidak perlu pusing, masalah derren dan jonathan juga hidupnya akan tetap terjamin karena mereka berdua pawaris sah Tdiptadjaja group.


Livia saat ini hanya ingin menjalani hari harinya untuk membesarkan kedua putranya dengan tenang yang hak asuhnya pasti akan mutlak jatuh ke tangannya.


Setelah sidang putusan pengadilan di jatuhkan, livia memberi tahu pada keluarganya di yogyakarta, mereka bergegas datang ke jakarta untuk melihat keadaan livia dan juga bayinya.


Danu sangat emosi saat mendengar livia dan andrew bercerai, meskipun livia tidak mau sedikitpun menceritakan apa penyebab keretakan rumah tangganya tetap saja danu emosi ingin mematahkan leher andrew dengan kedua tangannya, sayang andrew terlalu pengecut, ia sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya di hadapan livia sejak pertengkaran mereka di rumah sakit.


Kedua orang tua andrew tidak henti hentinya meminta maaf pada kedua orang tua livia atas perceraian andrew dan livia, sofia bahkan terus terusan menangis memeluk yunita. Ia merasa sangat malu atas kelakuan putranya dan juga tidak sanggup menghadapi keluarga livia.


Sebelum livia kembali ke tokyo livia meminta saudara kembarnya yudha untuk ikut serta ke tokyo, Livia ingin yudha membantunya di perusahaan karena yudha di yogyakarta juga mengelola bisnis perhotelan dan beberapa restoran tapi danu menawarkan diri ingin menggantikan yudha.


“mas danu, livi gak enak sama mbak gendis, livi bener bener gak mau ngerepotin mas danu” tolak livia halus


Danu memandang wajah cantik adiknya


“nevermind” jawab danu acuh sambil meletakkan bokongnya di sofa tepat di samping livia, meraih pundak livia dan merengkuhnya ke dalam pelukan.


“Maafkan mas danu, seharusnya dulu mas danu tidak melanjutkan pertunangan dengan gendis, seharusnya mas danu yang menikahi livi, semua ini gak akan terjadi jika mas tidak mengambil langkah yang salah” kata danu lirih


“mas, kita udah sepakat menutup masa lalu kita” jawab livia perih


“mas akan bantu livi membesarkan derren dan joe, pokoknya kapanpun livi perlu bantuan mas, jangan sungkan” kata danu dengan penih kesungguhan


Livia mengangguk, perasaan cinta livia pada danu telah habis, sungguh andai tidak ada gendis saat inipun livia benar benar hanya akan menganggap danu sebagai kakaknya, bukan sebagai pria yang ia cintai seperti dulu.


Sudah satu bulan ini livia berada di tokyo bersama danu mengelola perusahaan yang tidak pernah ia sangka akan menjadi milikinya. Dulu ia hanya seorang gadis putus asa yang senang bermain main dengan para pemuda kaya, sungguh takdir membolak balikkan kehidupannya. Menikahi seorang pewaris tdjiptdjaja group, di indonesia siapapun tau tdjiptadjaja group yang bergerak di bidang jaringan perhotelan, apartemen ruko dan restoran.


Hidup livia selama ini teramat mudah, mudah mendapatkan pria yang ia inginkan mudah mendapatkan semua benda yang ia inginkan bahkan bahkan ia dengan gampang mendapat restu dari keluarga andrew yang berada di puncak kajayaan. Namun tidak di sangka rumah tangganya bahkan tidak mampu bertahan 3 tahun.


Yang nunggu naoki-kun sabar 😄😄


Ni lihat hidung livia yang mancung dulu 😋


😝😝😝