Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 80


Terlihat di dalam rekaman itu Anastasya yang memulai menciumi bibir Jonathan, ia juga yang membuka pakaiannya, ia bahkan beberapa kali mengambil foto dirinya dan Jonathan, ia meletakkan tangan Jonathan di dadanya. Sementara bibir Jonathan terus meracau “Tiffany.... Tiffany”


Tiffany memandang wajah suaminya dengan tatapan iba, suaminya ini baru saja menjadi korban fitnah, dan ia vzhkan hampir terhasut oleh fitnah yang menerpa suaminya, Tiffany merasa dirinya terlalu egois.


'apakah Anastasya masih mencintai Jonathan? Atau gadis itu hanya Dendam?'


batin Tiffany


Tiffany tak habis pikir, kemarin sore ia dan Anastasya bukankah melukis bersama, saling berbagi kisah selama lulus dan berbicara banyak mengenai hoby mereka melukis, tanpa ada sedikit pun tanda tanda bahwa ia merencanakan kejahatan sedikit pun.


“Joe...” isaknya


Jonathan segera mendekap tubuh istrinya.


“percayalah padaku sayang, sedikit saja” pinta Jonathan dengan nada pahit, dosa dosa di masa lalu pada banyak gadis yang tak bersalah membuat ia harus menebusnya sekarang, mungkin seumur hidup karena satu saja kesalahan fatalnya, Tiffany akan mengingat betapa buruknya Jonathan di masa lalu.



Tiffany mengangguk


“maafkan aku hubby”


“ssstt... jangan minta maaf, aku memang pantas kau curigai”


“jadi aku boleh mencurigaimu seumur hidupku?” tanya Tiffany sedikit merengek


”jika kecurigaan itu tidak membuat batinmu tersiksa, curigailah aku seumur hidupmu”


“kau ingin membuat aku cepat tua?” gerutu Tiffany setengah bertanya


Jonathan justru terkekeh sambil melepaskan pelukannya


“bagaimana foto di ponsel Anastasya?” tanya Tiffany


“tenang saja, hubby mu ini bisa mengatasi hanya dengan menjentikkan jari” kata Jonathan dengan gaya angkuhnya


Memang benar, masalah Teknologi jangan pernah bertarung dengan keluarga Yamada, bagaimanapun juga meski Jonathan seorang Tjiptadjaja jangan lupakan jiwanya adalah seorang Yamada.


Bahkan rekaman CCTV di club itu telah di obrak abrik oleh Jonathan dalam waktu singkat hanya dengan membuka laptopnya sambil menunggu jadwal boardingnya di Airport ketika hendak menuju Haneda. Sesimpel itu.


“jadi bagaimana?” tanya Jonathan sambil mengangkat sebelah alisnya


“apa maksudmu?” Tiffany balik bertanya


“apa kita akan melanjutkan traveling kita?” goda Jonathan


Seharusnya mereka masih berada di Miami hingga 5 hari ke depan, bukan hanya hotel dan akomodasi lain yang telah di hanguskan begitu saja namun jadwal pengosongan kerja yang sudah terlanjur di atur juga terbuang sia sia.


“ku rasa lebih baik kita menghabiskan waktu bersama Kevin” kata Tiffany


“tidak, aku rasanya ingin membuat adik Kevin saja” goda Jonathan


“itu tidak akan berhasil” kekeh Tiffany


“kenapa kau harus menggunakan kontrasepsi sayang?”


“tunggu Kevin 3 tahun, ia masih terlalu kecil sekarang untuk memiliki adik, Kevin butuh kasih sayang kita yang tak terbagi” kata Tiffany sambil mengalungkan lengannya di leher suaminya


“aku mencintaimu Joe” kata Tiffany


“cintaku lebih banyak kepadamu”


“benarkah? Buktikan padaku Joe”


“kau ingin bukti?”


Tiffany mengangguk


Mereka menghabiskan 5 hari masa traveling mereka yang terenggut mengurung diri di dalam tempat tinggal mereka, melakukan hal hal gila berdua tanpa ada gangguan karena pelayan telah di berikan cuti, dan Kevin bersama Nanny nya berada di kediaman orang tua Tiffany. Jonathan memanfaatkan waktu miliknya sebaik mungkin tanpa melewatkan tubuh istrinya sedetik pun, rasanya seperti kembali saat saat mereka baru saja menjalin hubungan beberapa tahun yang lalu.


Keiko melangkahkan kaki di sebuah studio musik, hari ini rencananya ia kan berlatih bersama grup band Tarpped itu.


“hajimemaste” sapa Keiko ramah ketika semua yang berada di ruangan studio itu menyalaminya untuk saling berkenalan.


*hallo / salam kenal (di pake untuk pertama kali bertemu)


Takumi begitu ramah dan cara berbicaranya sangat lembut, ia dengan sabar menjelaskan rulesnya,


“kau sudah sangat profesional Kei-chan, seharusnya kau tak memerlukan latihan lagi”


“anda terlalu memuji” jawab Keiko ramah “bahkan berlian jika tidak di asah ia hanya akan menjadi sebuah batu” kata Keiko bijaksana


Takumi tersenyum mendengar kata kata Keiko yang tampak matang.


Mereka berlatih menyeimbangkan permainan mereka dengan baik hingga dua jam kemudian latihan mereka berakhir.


“Kei-chan kami akan makan makan sepulang dari latihan, apa kau bisa ikut kami?” tanya Linda, ia adalah vocalis di grup baand tersebut dan satu satunya wanita di grup band itu.


“terima kasih Linda-san ajakannya, sepertinya lain kali saja” tolak Keiko, ia merasa belum terbiasa bergaul dengan mereka.


“padahal kami ingin merayakan perkenalan kita” kata salah satu pemain drum yang ada di antara mereka


“ayolah Kei-chan” rengek Linda


Tak mampu lagi menolak ajakan mereka Keiko akhirnya menyerah dan mengikuti mereka untuk makan malam, seperti biasa Sarah terus berada do samping Keiko bahkan sekedar ke Toilet pun Sarah selalu mengikutinya.


“Kei apa apa dia saudaramu?” tanya Takumi sambil menunjukkan Video Olivia yang sedang bernyanyi bersama Jonathan, Keiko mengiringi mereka bernyanyi dengan pianonya


“mereka kakakku” jawab Keiko dengan wajah berbinar, berbinar karena tak perlu menunggu lama, Takumi mulai menunjukkan ke mana arah tujuan pria ini memperalat dirinya.


"Suaranya indah, aku ingin membuatkan lagu untuk ia nyanyikan" kata Takumi


"Yang pria atau yang wanita?" tanya Keiko berpura pura tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Takumi


"Dokter Olivia" jawab Takumi


"Anda mengenalnya?" tanya Keiko seolah olah ia terkejut


"Kei jangan terlalu sopan panggil kami dengan santai saja"


"Baiklah" kekeh Keiko


"Iya dia pernah menolong putraku, dan aku tidak menyangka ia kakakmu"


"Ya dia istri dari saudara laki lakiku, tapi dia juga sepupuku" kata Keiko menjelaskan bahwa hubungan mereka bukan sekedar ipar, mereka juga keluarga.


Takumin mengangguk angguk mengerti, "aku ingin membuatkan lagu untuk kakakmu, anggap sebagai ucapan terima kasihku padanya"


"kurasa ia tidak tertarik untuk datang mencoba di dunia hiburan, cita citanya menjadi seorang dokter dan kakakku juga sangat mencintai Olivia, ia tidak akan membiarkan Olivia menjadi menjajal dunia hiburan yang kejam" kata Keiko mencoba mematahkan harapan Takumi.


"menjadi penyanyi tidak haarus terjun di dunia hiburan" kata Takuni, jelas sekali pria itu masih terus berusaha "misalnya menjadi penyanyi di youtube, aku hanya menuliskan dan memberi sarana rekaman, selebihnya royalti dari youtube aku tidak akan mengambil sepeser pun"


"baiklah, aku akan menyampaikan pada kakakku nanti" kata Keiko, ia juga harus menanyakan langsung pada Olivia apakah ia bersedia atau tidak, Keiko tidak berhak mengambil keputusan.


Keiko tau, royalti dari Youtube bisa terbilang fantastis namun Olivia adalah istri dari Derren Tjiptadjaja yang memiliki uang tanpa batas, dan Olivia bukan gadis yang gemar berbelanja seperti dirinya dan ibunya Livia, bahkan setahu Keiko, seluruh gaji Olivia sebagai dokter saja di sumbangkan untuk yayasan amalnya di Kyoto, bagaimana mungkin Olivia tertarik dengan Royalti dari Youtube yang belum pasti?


MASIH CRAZY UPDTE BIAR CEPET TAMAT 😅😅😅