
Pagi hari Tiffany terbangun, ia bukan berada di pelukan suaminya namun ia justru tidur di samping Olivia meskipun ia berada di dalam kamar Jonathan,
Rupanya Olivia menjaga Tiffany hingga tertidur, sedangkan Derren dan Jonathan mereka tidur di sofa, diruang kamar itu juga.
"Kau sudah bangun?" sapa Olivia pada Tiffany.
“Selamat pagi Olivia” guman Tiffany, ia tampak memeriksa pakaian yang ia kenakan.
Olivia tersenyum, “Tidak terjadi apa apa denganmu, pakaianmu bahkan masih utuh” kata Olivia menjelaskan fakta, Jonathan memang melarang Olivia mengganti pakaian yang di kenakan agar saat Tiffany terbangun ia tahu bahwa tidak terjadi apa apa pada dirinya.
“Syukurlah” kata Tiffany akhirnya ia bisa tenang
“Kau sangat pemberani, jika aku di posisimu mungkin aku bahkan tidak bisa bernafas karena ketakutan”
“Aku juga ketakutan Olivia, tapi aku tidak ingin kedua orang itu berkeliaran mengganggu hidup kami, mereka harus di selesaikan” kata Tiffany dengan nada kesal.
“Mereka salah memilih lawan” guman Olivia, Jonathan pria cerdik yang tidak bisa di prediksi.
“Lihat suami suami kita, kasihan sekali, kenapa tidak tidur di kammar lain?” kekeh Tiffany
“aku bahkan tidak tahu kapan mereka datang” kata Olivia “bagaimana kepalamu apa masih sakit?” tanya Olivia
“Aku baik baik saja, terima kasih dokter” kata Tiffany sambil tersenyum senang.
“Kalian sudah bangun?” suara serak itu berasal dari Derren
“Selamat pagi” kata Tiffany
Olivia hanya mengangguk namun ia bergegas bangun untuk mendekati suaminya dan memberikan morning kiss yang manis pada Derren.
Ia lalu bergelayut manja pada suaminya
“Sayang ke kamar” ajak Olivia
“Baik” jawab Derren sambil mengecupi pipi istrinya.
“Derren terima kasih” kata Tiffany
“Bagaimana keadaanmu Tiffany?”
“Heki” jawab Tiffany
*baik
“Syukurlah” kata Derren
“Tiffany kami akan ke kamar, sampai jumpa” kata Olivia sambil terus bergelayut manja di pinggang suaminya, Derren akhirnya mengangkat tubuh Olivia ala bridal style, Olivia mengalungkan lengannya di leher Derren.
“Hubby” Tiffany mengguncang bahu Jonathan pelan agar suaminya bangun, Jonathan masih menikmati tidurnya, karena ia bersama Derren baru saja kembali pukul 5 pagi, tentu saja ia masih mengantuk.
Jonathan membuka sebelah matanya, “Darling” gumannya
“Ayo lanjutkan tidurmu ranjang” kata Tiffany.
Jonathan menurut, ia berpindah ke atas ranjang namun sebelum istrinya menjauh ia segera menarik tubuh Tiffany dan membawa ke dalam pelukannya untuk menemaninya tidur
“Temani aku tidur”
“Hubby aku harus melihat Kevin”
“Nanti saja, beberapa jam lagi aku perlu tidur” guman Jonathan
Tiffany akhirnya mengalah membiarkan suaminya terlelap sambil memeluknya, sementara Tiffany, ia juga tertular kantuk suaminya.
Sementara di meja makan, Livia merasa heran karena pagi ini, hanya ada dirinya, suaminya, Keiko dan Crystal.
Dua gadis itu tidak bisa di pisahkan, bahkan Crystal tidur bersama Keiko selama Keiko tiba di jepang, Keiko mengiming imingi Crystal berbagai mainan yang membuat Crystal tidak bisa menolak.
“Jam berapa ini? Kenapa tidak ada yang bangun?” gerutu Livia
Keiko mengangkat kedua bahunya, ia sama sekali tidak peduli, yang ia pedulikan hanya Crystal
“Biarkan saja, mereka masih muda, mungkin tadi malam mereka menghadiri pesta” kata Naoki yang baru saja duduk.
“Pesta? Olivia sedang mengandung, astaga Derren bagaimana ia merawat istrinya” Livia terus saja menggerutu.
Naoki tertawa ringan mendengar istrinya yang semakin tua semakin cerewet.
“Kenapa tertawa?” sungut Livia
“Kau semakin cerewet seperti nenek nenek” goda Naoki sambil mengoles selai ke rotinya.
“Kau yang seperti kakek kakek” jawab Livia tidak terima dengan perkataan suaminya
“Aku memang kakeknya Crystal dan Kevin” jawab Naoki dengan gaya santai miliknya.
Livia mendengus kesal
“Harga suntikan Botox mu itu mahal sayang, jangan terlalu banyak mengomel, atau botox mu sia sia”
Livia memelototkah matanya karena suaminya semakin menyebalkan,
Naoki terkekeh melihat istrinya yang hampir mati kesal karena ucapannya.
“Daddymu raja pesta” jawab Livia, seolah olah ia tidak pernah menjadi pendosa dan melimpahkan semua pada Naoki.
“Oh ya, benarkah daddy? Benarkah kata mommy?” tanya Keiko penasaran
“Benarkah aku raja pesta? Aku tidak ingat lagi” kekeh Naoki
“Ya kau raja pesta” dengus Livia
“Necan, mana susu Crystal?” tanya Crystal yang merasa di abaikan sementara ia telah menunggu susu dan rotinya yang tak kunjung di hidangkan oleh neneknya
“Kei, anakmu kelaparan” kata Livia sambil menuangkan segelas susu untuk Crystal
“Tunggu Crystal aunty sedang menyiapkan” kata Keiko sambil menggambar minnie mouse dengan selai di atas roti yang sedang ia siapkan untuk Crystal, Derren biasa melakukan itu untuk Crystal setiap pagi, tentu saja gsmbar yang di buat Derren beragam.
“Kei, kau menggambar itu saja hampir 30 menit” ejek Naoki
“Daddy, keahlianku itu memainkan piano bukan menggambar” Keiko tentu saja sedang membela dirinya
Naoki mengambil selembar roti lalu dengan cekatan mengambil selai botol selai strowberry dan coklat, dan dalam waktu dua menit gambar Mickey mouse dengan selai coklat dan strowberry di kombinasikan telah terhidang di depan Crystal.
“Nah Crystal kau pilih yang mana?” tanya Naoki
“Ini” Crystal memilih hasil karya Naoki, “ini seperti monster” kata Crystal menunjuk hasil karya Keiko yang memang benar adanya lebih mirip gambar tazmania.
Keiko mendengus kesal, sedang Naoki tertawa penuh kemenangan atas Keiko.
“Crystal kau tidak boleh pilih pilih makanan, oke?” kata Livia sedang membela Keiko.
“Granddad, bisakah kau menyuapiku?” pinta Crystal tanpa mempedulikan kata kata neneknya.
“Baik tuan putri” kata Naoki dengan senang hati dan dengan sabar mulai memotong roti lalu menyuapi Crystal.
“Sebaik apa pun gambarnya tetap saja akhirnya di potong” dengus Keiko sambil memakan hasil karyanya sendiri.
Mereka melanjutkan sarapan pagi mereka di sertai celotehan Crystal, Keiko dan Livia.
Setellah selesai sarapan Livia menginstruksikan pelayan untuk mengantarkan sarapan untuk Olivia dan Derren ke kamarnya juga sarapan untuk Tiffany dan Jonathan.
“Kei ke mana rencanamu hari ini?” tanya Naoki
“Tidak ada daddy, hari ini aku bebas” jawab Keiko
“Bagus, kalau begitu kau dan Mommymu pergilah berbelanja” kata Naoki
“Benarkah?” tanya Keiko “Daddy bolehkah aku menggunakan kartu lamaku?” tanya Keiko penuh harap, sejak memasuki dunia perkuluahan ua tidak lagi menggunakan uang orang tuanya untuk keperluan hidnya, lagi pula ia memiliki banyak job selama berkarir di London.
“Ya, tentu saja, tapi bawa Kevin dan Crystal bersama kalian”
“Apa?” tanya Livia dan Keiko berbarengan, itu bukan berbelanja namun mengasuh dua balita di Mall, yang benar saja?
“Aku ada urusan sedikit, kalian harus menjaga Crystal dan Kevin, hari ini jangan ganggu Derren dan Jonathan, mereka perlu istirahat”
“Hubby ini hari minggu” protes Livia
“Iya, aku tidak lupa” jawab Naoki dengan nada penuh kelembutan.
Livia menatap curiga pada Naoki
“Kau menyembunyikan sesuatu” kata Livia sambil tatapan natanya menyelidik.
“Aku ada pekerjaan mendadak” jawab Naoki dengan nada tenang dan sabar
Livia mengeratkan bibirnya, tatapan matanya masih mencurigai suaminya, ua tidak mudah percaya, berpuluh puluh tahun mereka hidup bersama tentu saja ia bisa menebsk ada sesuatu yang di sembunyikwn oleh suaminya.
Naoki mendekati istrinya dan mengecup keningnya, seolah menepis semua kecurigaan di benak ustrinya.
“Setelah semua urusan selesai, aku akan memberitahu mu” kata Naoki, “Kalian jadilah patuh” pintanya
Livia akhirnya mengangguk dan membiarkan suaminya pergi.
Sementara Naoki, pria tampan yang masih terus terlihat tampan meskipun usianya tidak muda lagi pergi menemui pengacara yang akan mengurus kasus Tiffany, pengacara terbaik di negaranya yang tak lain sahabatnya sendiri, bahkan mereka juga memiliki nama keluarga Yamada, meskipun silsilah jeluarga mereka telah terbilang jauh.
Tidak ada yang akan ada yang mampu menyentuh anggota keluarganya, dan tidaak akan pernah Naoki lepaskan siapa pun yang berani mencoba membuat masalah dengan keluarga Yamada. Geram Naoki dalam hati.
Ia juga harus membungkam media, Naoki tidak mau publik mendengar pelecehan yang di alami Tiffany.
Dari mana ia tahu kejadian yang dialami anak anaknya?
Tentu saja dari Jonathan dan Derren, mereka bertigalah otak dari rencana yang telah mereka jalankan tadi malam.
HALLO ☺☺☺
SELAMAT PAGI, SIANG ATAU MALAM ?😄
AUTHOR GAK TAU INI NOVEL LOLOS REVIEW JAM BERAPA, YANG JELAS INI DI UPDATE JAM 2 MALAM 😄😄😄
YANG BELUM FOLLOW AUTHOR MONGGO DI FOLLOW AKUN MANGATOONNYA, BOLEH JG FOLLOW IGNYA 😊😊😊 @REEVI.CHAN
KALIAN UDAH LIHAT FOTO PROFIL AUTHOR DI MANGATOON BELUM?
CEK YA 😙😙😙😙