Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 55


Dave sekolah di sekolah yang sama dengan Merry, ayah Merry lah yang menginginkan hal itu. Namun seiring berjalannya waktu Merry dan Dave menjadi anak remaja, mereka mengalami puber.


Merry yang haus kasih sayang dan Dave yang memperlakukan Merry selayaknya adik yang di kasihi, Merry mulai salah mengartikan kebaikan dan kasih sayang Dave.


Hari itu Dave menjemput Merry, Merry baru saja merayakan kelulusan sekolah menengah atas sedangkan Dave setelah lulus sekolah menengah atas ia di tugaskan menjaga Merry, menjadi sopir pribadinya.


“Dave aku ingin kita pergi ke taman bermain” kata Merry


“Merry ini sudah larut malam, tidak ada yang buka”jawab Dave


“Tapi aku ingin kesana” rengek Merry, akhirnya Dave menuruti keinginan nona mudanya, sekaligus sahabatnya.


Mereka berjalan menyusuri area Trafalgar Square yang tak lain adalah alun-alun yang berada di bagian pusat London yang digunakan untuk mengenang pertempuran Trafalgar. Pertempuran ini merupakan pertempuran laut di mana kapal perang Angkatan Laut Inggris memenangkan Perang Napoleon.


Tempat ini menyimpan berbagai macam galeri dan sejarah monumen hingga patung. Para pengunjung bisa menikmati keramaian berbagai acara dan festival yang diselenggarakan di tempat ini bersama teman maupun keluarga.


Mereka duduk di dekat air mancur dan saling bungkam, Dave selalu berperilaku tenang dan pendiam. Ia tidak banyak bicara.


“Dave, aku rasa aku jatuh cinta pada seseorang” kata Merry dengan nada riang


“oh ya?”


“kau tidak penasaran siapa dia?”


“teman sekelasmu?” Dave menebak


“bukan!”


“aku tidak tau” guman Dave


“kau, Dave...”


Hening....


“Dave di dunia ini hanya kau yang baik kepadaku, hanya kau yang mengerti aku hanya kau yang menyayangiku, aku telah memikirkannya, setelah aku menjadi dokter ayo kita menikah”


Mendengar pengakuan Merry rasanya seperti guntur menyambar dadanya, namun Dave berusaha tetap terlihat tenang.


“ayo kembali ini telah larut” ajak Dave


“Dave aku mencintaimu, ayo kita berpacaran” rengek Merry


Dave menyeret Merry kembali ke rumahnya tanpa mengatakan apa pun.


Sejak saat itu hubungan mereka berubah menjadi sangat canggung, Dave selalu menghindar dari tatapan mata Merry. Malam itu Merry mendatangi kamar Dave yang berada di bagian bangunan kedua tepat di belakang bangunan utama mansion.


“Dave aku serius ingin menjadi kekasihmu” kata Merry yang langsung naik di atas ranjang Dave yang baru saja hendak memejamkan matanya


“Merry, kau salah mengartikan kebaikanku” kata Dave pelan


“aku menyukaimu, hanya kau yang mengerti diriku di dunia ini”


“Merry, aku ini sopir pribadimu” Dave mencoba mempertegas jarak di antara mereka.


“aku tidak peduli!!!” kata Merry tegas


“ayahmu akan menentang keras”


“Dave aku tidak peduli, ia juga tidak pernah peduli padaku”


“Merry!” Dave kehabisan kesabarannya, ia mengangkat tubuh Merry dan membawanya ke dalam kamar mandi menempatkan Merry di bawah guyuran shower.


“Merry berpikirlah dengan kepala dingin, antara aku dan kau hanya akan menjadi nona dan sopirnya, itu tidak akan berubah sampai kapan pun, aku akan menjadi penjagamu hingga kau siap menjadi pewaris keluarga Sword satu satunya” Dave sepenuhnya sadar akan posisinya


Merry menangis, malam itu baginya penolakan Dave terang terangan adalah penghinaan besar, ia menangis di bawah guyuran shower tanpa Dave peduli dengan air matanya.


Dave mengambil Merry dan mendudukkan Merry di kamarnya, ia mengambilkan pakaian kering untuk Merry kemudian ia juga mengeringkan rambut Merry dengan handuk.


“ganti pakaianmu, lalu tidurlah, aku tidak ingin kau sakit”


Merry meninggalkan kamar Dave tanpa berkata apa apa telapak tangannya mengepal hingga kakunya bahkan mungkin hampir menembus kulitnya.


Dua hari kemudian, pagi pagi sekali Dave terbangun karena mendengar suara ibunya menangis meraung raung, ibunya di seret ke kantor polisi dengan tuduhan pencurian.


Ia di tuduh mencuri perhiasan milik Clara Sword ibu Merry, dan semua bukti berada di kamarnya, dan tadi malam kamera pengawas tidak aktif sama sekali.


Ketika melihat kejadian itu, Merry tersenyum sinis pada Dave sambil meninggalkan Dave yang tak berkutik.


Ibunya orang satu satunya yang berharga di jebloskan ke dalam penjara oleh keluarga Sword, ibunya telah 20 tahun mengabdi di sana namun apa balasan keluarga Sword terhadap ibunya???


Dave meninggalkan mansion itu dengan luka yang menganga cukup dalam, ia kecewa! Tentu saja ia kecewa, ia tak menyangka Merry menggunakan trik semacam itu. Ia tidak mengenal Merry sama sekali meskipun bersamanya selama 17 tahun!!!


Dave tidak bisa berpikir jernih.


Ia kembali ke pemukiman kecil di dari mana ibunya berasal, itu adalah pinggiran kota London.


Tiga hari kemudian ia sengaja menemui Merry, Dave berharap dapat bernegosiasi agar ibunya bisa di bebaskan


“Merry, bisakah kau mengeluarkan ibuku?” Dave memohon


“atas dasar apa aku harus mengeluarkan dia?” jawab Merry dengan nada sombong


“Merry ia yang merawatmu sejak kecil, tidak bisakah kau sedikit berbelas kasih?”


“ia mendapatkan gaji, ia tidak gratis membesarkanku bukan?”


“Merry tolong, sekali ini saja” Dave benar benar meminta kebaikan hati Merry


“Dave kau telah menolakku mentah mentah jangan lagi menampakkan wajahmu di depanku, aku muak melihatmu” jawab Merry dengan angkuhnya dan berlalu meninggalkan Dave.


Dave hanya bisa menyunggingkan senyum pahit karena semua perbuatan Merry.


Dada Merry terengah engah mengingat semua itu.


Andai ia tidak gegabah, ia pasti bisa memiliki cinta pertamanya, andai ia bisa berpikir jernih saat itu.


“Dave......!!” teriaknya tiba tiba


Perawat tergopoh gopoh memasuki ruangan perawatan Merry,


“nona ada apa?” tanya perawat khawatir


Wajah Merry begitu ketakutan, pucat dan penuh air mata.


“nona kau istirahatlah aku akan memanggilkan dokter untukmu” kata perawat itu kemudian ia pergi memberitahu Richard keadaan Merry.


Richard dengan cepat segera datang keruangan dimana Merry di rawat untuk memeriksa keadaa gadis itu.


“apa yang terjadi?” tanya Richard dengan hati hati


Tatapan mata Merry kosong, wajahnya begitu pucat, ia bahkan menggigil.


“Apa Dave menyakitimu?” tanya Richard


Merry mengangguk pelan, matanya terpejam erat, seperti sedang dalam ketakutan yang amat sangat.


“apa ia memukulmu?”


Merry menggeleng


Richard mengerti, gadis ini pasti berusaha keras menghapus memori kenangan buruknya, ia mencoba menyembunyikan ingatan buruk di bawah alam sadarnya. Dan sepanjang pengalaman Richard sebagai psikiater biasanya yang berperilaku seperti ini adalah korban pelecehan sexual dan korban pemerkosaan.


Bayangan suram ia di seret oleh beberapa pria sepulang ia dari malam prom night kembali datang, sangat jelas. Ia tau itu adalah Dave, ia mengenal Dave seumur hidupnya, fiturnya, aromanya, meskipun dalam gelap ia bisa tau itu adalah Dave!!!


Dave menyeretnya ke belakang bangunan sekolah, di belakang lab bahasa. Itu adalah tempat yang paling sepi dan tidak akan ada orang yang bisa mendengar meskipun berteriak hingga ia mati.


POOR MERRY😭😭😭


TAP JEMPOL KALIAN 😗😗😗😗😗