Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
38


“mas, jangan pernah hianati mbak gendis ya... livi mohon” ucap livia tiba tiba saat danu sedang mengepak barang barangnya, besok pagi danu akan kembali ke indonesia.


Darah danu seketika berdesir panas, ia langsung menebak adiknya bercerai karena andrew berhianat


“jadi andrew menghianati kamu livi?!” nada suara danu meninggi


“ssssstttttt....!” livia meletak jari telunjuk di antara bibirnya agar danu memelankan suaranya karena sofia ada di dalam apartemen itu juga. “iya, pokoknya mas danu harus setia sama mbak gendis, apapun yang terjadi hanya mbak gendis yang boleh jadi pendamping mas danu hingga maut memisahkan. Ingat firman tuhan” livia mengingatkan


Danu mengepalkan tinjunya


“kenapa livi gak cerita sama mas?” danu benar benar marah, ia melangkah mendekati livia yang duduk di sisi ranjang kamar yang di tempati danu.


“semua udah berlalu mas, sekarang gak apa apa lagi” kata livia yang mulai terisak. itu adalah pertama kali ia menangisi perceraiannya dan satu satunya orang yang melihat air mata perceraiannya adalah danu.


Danu merengkuh livia membawa ke dalam pelukannya, ia makin merasa bersalah pada adiknya yang teramat sangat di cintainya. Sejak awal danu memang tak terlalu menyukai andrew, namun adiknya tengah hamil anak andrew dan ia juga telah beristri, tidak ada yang bisa danu lakukan.


“menangislah sampai puas, tapi jangan pernah lagi menangis setelah ini livi” hati danu merasakan sangat amat marah saat mendengarkan livia menceritakan semua yang di alaminya, ternyata livianya selalu memendam semua masalah sendiri, adiknya selalu tidak pernah mau membagi apapun kesusahannya dengan siapapun.


“apa kurangnya livi? Andrew tega banget sama livi... andrew bohongin livi...” livia menangis tersengal sengal


“livi yang terbaik, andrew yang tidak bisa bersyukur” kata danu menenangkan adiknya “kelak livi akan mendapatkan pria yang menyayangi livia dengan tulus, percayalah”


Livia menangis hingga tertidur di pelukan danu, danu meletakkan adiknya di atas tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Lalu merebahkan tubuhnya di samping livia ‘jika membunuh tidak merupakan sebuah dosa dan tidak ada konsekuensi hukum’ batinnya ia ingin sekali menembak kepala andrew.


Sore hari di tokyo


Livia menemui hana dan yukari, livia tidak bisa datang ke pernikahan hana saat itu karena ia tengah berada di indonesia jadi ia membelikan sebuah kado yang terlambat untuk pernikahan hana sekaligus kado kehamilannya.


“hana maaf aku gak bisa datang ke pernikahan kamu”


“livia gak apa apa, aku ngerti kok kamu sedang hamil tua waktu itu”


“sebenarnya aku ingin kasih tau kalian sesuatu” ucap livia lirih sambil memandang wajah kedua sahabatnya bergantian “aku sama andrew udah bercerai”


Hana dan yukari saling bertukar pandangan tidak percaya


“bercerai?????” Ucap mereka serempak


Livia mengangguk dan menceritakan semua hal yang menimpa rumah tangganya.


“jadi yang aku lihat di pintu kedatangan setahun yang lalu itu andrew dan zakia?” gumman hana


“kamu pernah melihat?”


“ku pikir itu sekretarisnya” kata hana, ia kemudian menceritakan apa yang ia lihat dan teka teki andrew berbohong pada livia mengatakan masih berada di chengdu terjawab sudah.


“livia, bagaimana dengan naoki?” tiba tiba yukari bertanya.


“yukari, aku tidak akan menampakkan batang hidungku di depannya, aku memilih pria yang salah, aku yakin dia pasti akan mentertawakanku” kata livia sambil tertawa hambar.


“aku tidak yakin” kata hana “dia pasti bahagia dengan kabar ini” lanjutnya


“lagi pula mungkin naoki telah memiliki kekasih” livia mengucapkan kata katanya dengan pelan “hana jangan bertindak macam macam, aku tidak akan memaafkanmu lagi jika kau kembali menjualku” ancam livia


“livia maafkan aku, aku tidak mengira kalau andrew pria seperti itu” hana meminta maaf ia benar benar tidak nyaman pada livia


“tidak hana, itu dulu keputusanku lagi pula aku hamil oleh andrew wajar ia bertanggung jawab” kata livia


“jadi apa rencanamu sekarang?” tanya yukari


“bekerja lalu mengurus derren dan jonathan, hanya itu” jawab livia santai


Mereka melanjutkan obrolan santai mereka hingga hampir jam 10 malam dan membubarkan diri mereka untuk kembali pulang ke tempat tinggal masing masing.


Di perjalanan ponsel livia berdering, nomer tidak di kenal dari indonesia


Livia dengan hati hati mengurangi kecepatan mobilnya dan menjawab panggilan


“hallo....”


“hallo livia ini aku zakia” kata zakia di sebrang sana


“oh zakia apa kabarmu?” tanya livia dengan nada biasa


“aku baik baik saja”


“ada apa?”


“livia apa kau telah melahirkan? Kapan kau menceraikan andrew?” tanya zakia


Livia sedikit heran, zakia tidak tau? Sudah 2 bulan yang lalu sidang putusan perceraian mereka keluar.


“zakia kami telah resmi bercerai 2 bulan yang lalu, apa andrew tidak memberitahumu?”


“tidak, ia tidak berkata apa apa”


“ooooh”


“livia apa mungkin ia tidak ingin menikahiku? Dua minggu lagi aku akan melahirkan” kata zakia panik


“maaf zakia, aku sudah menepati kata kataku, masalah antara kau dan andrew itu di luar urusanku. Kalau tidak ada hal lain aku akan tutup panggilan ini” kata livia tegas


Livia melajukan mobilnya kembali dengan masa bodoh. Ia tidak ingin membebani pikirannya dengan hal hal yang bukan urusannya.


JAKARTA


Zakia mondar mandir di apartemennya menunggu andrew kembali, mereka telah tinggal bersama sejak kebohongan andrew terjuak oleh livia, namun andrew tidak pernah mengatakan apa apa.


Ia berulang kali memanggil andrew namun panggilannya tidak di jawab.


Zakia mengambil jaket dan kunci mobilnya melesat menuju kediaman orang tua andrew, apapun yang sofia katakan zakia akkan terima karena memang semua hasil perbuatannya, ia harus mendapatkan pengakuan dan status dari andrew. Putri mereka akan segera lahir, ia tidak akan membiarkan putrinya lahir sebagai anak haram.


Setelah memohon belas kasihan pada kedua orang tua andrew akhirnya zakia kembali ke apartemennya, ia sedikit merasa lega karena sofia berkata akan membantu membujuk andrew untuk menikahi zakia.


Akhirnya andrew kembali setelah jam 10 malam


“andrew kau telah bercerai dari livia mengapa kau merahasiakan semua ini dariku?” tanya zakia tanpa basa basi


“itu bukan hal penting zakia”


“kapan kau menikahiku? Dua minggu lagi aku akan melahirkan”


“aku tidak pernah berkata aku akan menikahimu setelah aku dan livia bercerai, aku hanya perlu tubuhmu ingat zakia di antara kita tidak ada ikatan sejak awal”


“ya betul, kau tega membiarkan putrimu lahir sebagai anak haram”


“kau ingin dia memakai nama belakangku bukan? Baiklah aku akan memberikannya kau tidak perlu khawatir!”


“tidak salah livia menceraikanmu! Kau memang seorang bajingan!!!!” teriak zakia


“ya aku memang bajingan, aku sendiri yang mengejar livia seperti orang gila tapi aku sendiri yang menyakitinya” guman andrew sambil matanya melotot tajam ke arah zakia.


“kau benar benar bajingaaaan!!!!” teriak zakia lagi


Andrew mendekati zakia dan mengambil dagu zakia mencengkramnya dengan kasar


“sakiitt.... lepaskan andrew kau menyakitiku”


“kau tidak berhak meneriakiku, livia tidak pernah berlaku kasar padaku, kau bukan apa apaku tapi kau terlalu berani” desis andrew mulutnya berbau alkohol


“kau mabuk?! Lepaskan bajingan!!!” teriak zakia lagi namun justru andrew menyeret rambutnya membawa ke dalam kamar dan melemparnya ke atas ranjang, kemudian andrew merobek pakaian yang di kenakan zakia dengan paksa lalu menyetubuhi zakia dengan kasar bahkan ia menggigit pundak zakia, memukul dan menampar wajah zakia sambil meneriakkan nama livia berulang kali.


Zakia hanya menangis di bawah tubuh andrew yang terus melampiaskan hasratnya tanpa memperdulikan perasaan zakia, air matanya zakia seakan tak berarti di depan andrew, yang zakia tau andrew memang pria dengan tempramen tinggi, namun andrew tak pernah menyakiti zakia seperti saat ini. Ia hanya sedikit tidak penyabar, tidak suka menunggu dan kadang berbicara dengan nada tinggi.


Zakia merasa malam ini tidak hanya tubuhnya yang terasa sangat sakit namun juga hatinya hancur, perlahan lahan kesadarannya menghilang.


Ketika zakia membuka matanya ia mendapati dirinya berada di ruangan sebuah kamar rumah sakit, rupanya andrew menyetubuhinya hingga ia jatuh pinsan.


Zakia melihat pria yang tertidur di atas sofa, pria kejam itu tidak meninggalkannya begitu saja rupanya.


Seketika zakia merasakan perasaan hambar pada andrew, ia takut andrew akan berbuat kasar lagi padanya.


Andrew tidak pergi dari ruangan itu sepanjang hari, namun mereka tidak melakukan percakapan apapun hingga suasana sangat canggung.


Hingga pada sore hari sofia dan djohan datang.


Sofia langsung memarahi andrew bahkan menampar wajah putra sayu satunya.


“kau benar benar keterlaluan, kau memukuli seorang wanita yang sedang hamil putrimu, kau benar benar binatang!” sofia memaki anaknya


“kau tidak mau menikahinya, kau menyakiti fisiknya, apa aku pernah mengajarimu seperti itu? Tidak bertanggung jawab dan main tangan pada wanita?” kali ini ayahnya yang terkenal dingin dan jarang bersuara membuka mulutnya


Andrew hanya membeku, ia tidak berani menatatap wajah kedua orang tuanya


“jika direktur rumah sakit ini tidak memberitahu bahwa kau membawa wanita hamil yang mengalami lebam lebam di sekujur tubuhnya mungkin aku tidak akan pernah tau betapa memalukannya anakku” omel sofia “zakia, besok kalian akan menikah, besok pagi beberapa orang akan datang untuk mengurusmu” kata sofia lembut pada zakia, bagaimanapun juga bayi yang di kandung zakia adalah cucunya, ia mau tak mau harus menerimanya.


“andrew kau tidak boleh kemana mana, kau jaga zakia, urus dia dengan baik!” kata sofia ketus pada andrew dan berbalik meninggalkan ruangan itu.


Kembali ruangan itu meenjadi sepi, kecanggungan menyebar di seluruh penjuru ruangan.


“zakia, maafkan aku tadi malam aku lepas kontrol” kata andrew yang telah berada di sisi ranjang zakia “aku tau kau sekarang benci dan takut padaku, bencilah aku” lanjutnya


Zakia hanya diam, ia sama sekali tidak ingin merespon kata kata andrew. Ia merebahkan tubuhnya dan membelakangi andrew dan mencoba memejamkan matanya.


Keesokan paginya zakia mengenakan gaun pengantin dan bersama andrew menuju gereja untuk pemberkatan pernikahan mereka, hanya ada kedua orang tua andrew yang menyaksiakan pemberkatan itu tidak ada yang lain. Tidak masalah, toh setelah melahirkan zakia juga berencana menceraikan andrew dan kembali ke uzbekistan membawa putrinya.


HELLOOOOOOOOOWWWW SISTAAAAAAA!!!!


KOMEN DAN JEMPOLNYA DI HARAP SAMA AUTHOR 😍😍😍


TOLONG YAAAAHHHH...


DAN JUGA KLIK PROFIL AKU, FOLLOW TERUS GULIR KR BAWAH, BACA KARYA AKU YANG LAIN 😙😗


DAN YANG MAU LIHAT NAOKI-KUN INI DIA (tolong jangan ada yang deketin bibirnya atau sentuh sentuh kulit sama rambut calon suamiku yah!!!!)


😎😎😎