
JAKARTA
Zakia yang baru saja selesai menidurkan nameera putrinya, ia tidak terkejut sama sekali melihat andrew baru pulang jam 10 pagi, suaminya memang jarang pulang ia lebih sering tidur di perusahaanya atau entah dimana zakia tidak pernah bertanya dan tidak ingin memperdulikan.
“andrew apa kamu sudah sarapan?” tanya zakia berbasa basi
“zakia...” panggil andrew dengan suara parau, ia tiba tiba menubruk tubuh zakia, badannya bergetar
“andrew apa kau sakit?” zakia khawatir
“zakia katakan dari mana kau mendapatkan pendonor jantung untukku?” setahu andrew jantung yang ia dapatkan adalah orang yang sengan suka rela mendonorkan jantung untuknya.
“apa tommy memberi tahumu?” tanya zakia heran
“jadi tommy tau?” tanya andrew ia juga heran karena tommy juga ternyata mengetahui hal itu.
Zakia mengangguk
“livia memintaku untuk menanyakan padamu”
“jadi tommy memberitahu livia? apa kau percaya padaku jika aku mengatakannya?”
“aku percaya” jawab andrew sambil menatap wajah zakia
Zakia mendudukkan andrew di tepi ranjang dan mengganggam tangan andrew dengan lembut.
“jantung di dadamu adalah jantung milik kakakku anwar kau juga mengenalnya bukan? dia menderita penyakit tumor otak stadium lanjut....”
Zakia mulai menceritakan perusahaan keluarganya saat itu terbelit hutang, Kakak zakia yang tau zakia sedang mencari pendonor jantung untuk kekasihnya ia menawarkan jantungnya karena tau umurnya tidak akan lama lagi, namun tidak ada yang gratis di dunia ini. Kakaknya meminta imbalan asalkan zakia mau menjadi istri seorang pengusaha yang dapat menyelamatkan perusahaan keluarga mereka dari kebangkrutan, anwar akan dengan suka rela memberikan jantungnya untuk kekasih adiknya meskipun sebenarnya zakia bisa saja meminta uang pada keluarga andrew saat itu untuk menyelamatkan keuangan keluarganya, namun zakia tidak ingin ia dianggap oleh keluarga andrew menjual jantung kakaknya untuk uang dan cinta.
Zakia menyetujuinya, ia memeriksakan jantung anwar mencocokkannya dan sesuai harapan jantung itu cocok untuk andrew, semua di bantu tommy yang saat itu sedang melanjutkan study kedokterannya mengambil spesialis jantung.
Zakia juga meminta tommy merahasiakannya, itulah sebabnya beberapa bulan setelah operasi jantung andrew berhasil zakia pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
“benar kata livia, tolong hargai kehidupan yang kakakku berikan padamu, andrew berhentilah menyakiti dirimu kau mabuk setiap malam, apa yang kau cari?”
“zakia maafkan aku, aku janji aku akan menjagamu dengan tanganku sendiri mulai saat ini. Maukah kau memaafkanku?” andrew menangis bercucuran air mata, rasa bersalahnya pada zakia kini ia benar benar malu menghadapi istrinya
“wajar kau membenciku karena dulu aku meninggalkanmu tanpa sepatah katapun membuat kesalah pahaman di antara kita, tapi sekarang kau telah mengetahuinya, ku harap kau menyayangi dirimu sendiri, kau memiliki 3 anak yang memerlukan tanggung jawabmu” zakia mengingatkan
Sedangkan Andrew mengira zakia terlalu kejam meninggalkannya, untuk membuat zakia marah ia merayu sahabat dekat zakia untuk di kencaninya, ia merayu camelia, ia juga tau zakia datang atas rencana camelia, ia ingin bermain main dengan zakia kemudian membuangnya dengan kasar untuk membalasnya, ia sengaja membayar zakia juga untuk menghinanya, ia juga sengaja menghamili zakia dan enggan menikahinya hanya karena ingin menyiksa zakia, semua perbuatan andrew karena dendamnya pada zakia yang berakhir dengan kekacauan bukan hanya menyakiti zakia ia juga menyakiti Livia, menghhancurkan hidupnya, membuat orang tuanya membenci dirinya dan juga membenci zakia.
Mereka berdua berbicara panjang lebar mengeluarkan semua yang ada di benak mereka
‘”zakia jangan tinggalkan aku” andrew meratap
“aku memang berencana meninggalkanmu setelah anak kita berumur 1 tahun, kau selalu mabuk mabukan, kau jarang pulang, apa yang bisa ku harapkan?” kata zakia pelan
“zakia jangan kumohon, aku berhutang nyawa padamu dan keluargamu, biarkan aku membalasnya seumur hidupku, kumohon zakia aku akan memperbaiki hubungan kita, aku akan menjadi suami yang baik tolong beri aku kesempatan”
“kau mencintai livia, aku tidak bisa lagi hidup bersama pria yang di dalam hatinya ada wanita lain”
“tidak lagi ada livia, livia juga akan menikah”
“andrew... pergilah ke uzbekistan bersamaku, kita tinggal di sana jika kau serius kita bisa mengelola perusahaanku sana dan membesarkan putri kita nameera, aku merasa sulit beradaptasi dengan lingkungan di indonesia”
“baiklah, kita siapkan untuk pergi ke sana”
“jangan beri tahu orang tuamu masalah jantung ini” pinta zakia
“kenapa?”
“aku tidak ingin mereka merasa memiliki hutang padaku” jawab zakia
“baiklah istriku” untuk pertama kali andrew memanggil zakia istrinya
Zakia sangat bahagia... ia telah menunggu sejak ia berusia 18 tahun untuk satu kata itu.
“apa kita akan datang di pernikahan livia?”
“tidak zakia, aku belum siap menghadapi keluarganya aku malu”
“kau masih seperi dulu, pria manja dan pemarah yang sedikit pengecut” ejek zakia
“tapi aku suamimu sekarang walaupun aku pengecut”
“baiklah, jika kau macam macam akan ku cabut jantungmu” ancam zakia
“baiklah istriku, akan ku ingat kau boleh mencabut jantungku jika aku membuat kesalahan, terima kasih” andrew mengecup kening istrinya dengan lembut.
Kali ini andrew berjanji ia tidak akan membuat kesalahan yang sama, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama zakia wanita yang benar benar mencintai andrew lebih dari apapun.
Dua hari kemudian
Setelah menginap di jakarta 1 malam terlebih dahulu kemudian melanjutkan penerbangan ke yogyakarta.
Naoki sengaja menyewa jet pribadi sejak keberangkatan mereka dari tokyo.
“Beberapa tahun tanpamu uangku terkumpul tanpa ada yang membantu menghabiskan, jadi sekarang waktunya menghamburkannya livia, mohon bantuannya” goda naoki saat mereka duduk di jet pribadi hari itu, ia memangku jonathan yang tertidur sementara derren ia duduk bersama yukari
Sakura sangat senang mendapatkan dua orang keponakan secara instant “livia oneesan, akhirnya kau menjadi saudaraku” sudah berpuluh puluh kali sakura mengucapkan hal itu.
“aku juga sangat bahagia sakura aku memiliki adik perempuan sekarang” jawab livia, ia sangat gembira memiliki saudara perempuan.
“neee livia neesan, kata naoki oniisan aku sangat menyebalkan seperti dirimu” sakura sengaja mengucapkannya di depan naoki
“benarkah oniisanmu berkata begitu?” mata livia tajam menatap wajah naoki yang tetap tenang seolah tidak berdosa
“entahlah aku tidak ingat” jawab naoki sambil tersenyum jahil
“katakan sejujurnya apa aku menyebalkan?”
“sepertinya....” Sakura tersenyum senang melihat kakaknya berdebat dengan livia
“hubby kau yang menyebalkan”
“kau yang menyebalkan livia, kau berada di dalam pikiranku sepanjang waktuku” kata naoki berbisik di telinga livia membuat wajah livia terbakar merona.
“eheeemmmm....” yukari yang menyaksikan kemesraan berpura pura batuk “ada dua jomblo di sini” kata sakura
Bunda yunita juga hanya tersenyum senyum bahagia melihat putrinya yang tampak sangat bahagia.
“nee oniisan, kapan kau berhenti merokok?” sakura benar benar dendam rupanya pada kakaknya dan membongkar semua rahasia naoki
Livia melotot memandang wajah naoki yang tenang tidak bereaksi, ia hanya melirik sedikit pada sakura
“hubby????” livia meminta penjelasan
“ya sayang”
“jelaskan” livia melotot galak pada naoki
“sejak pertama bertemu lagi denganmu lagi aku telah berhenti” jawab naoki santai “dan kau sakura, aku ingin melemparmu dari atas sini” kata naoki dengan nada sebal pada adiknya.
Merasa kalah Sakura menutup wajahnya dengan syal dan pura pura tidur.
YOGYAKARTA
Livia dan naoki menikah secara sederhana di gereja yang sama dimana danu dulu menikah, mereka tidak menggelar resepsi. Hanya pengambilan sumpah dan pemberkatan, Kemudian berfoto keluarga. Tidak masalah keluarga naoki tidak merestui hubungan mereka, livia yakin suatu saat orang tua naoki àkan luluh hatinya dan menerima kehadirannya sebagai menantu kelurga yamada.
Malam harinya mereka menggelar makan malam keluarga dan teman teman livia di sebuah restoran yang terletak di sebuah hotel mewah, naoki bahkan sengsja menyewa seluruh restoran, tetap saja seperti acara resepsi ‘Astaga.... suaminya sangat gemar menghabiskan uang’ batinnya
Tiara dan leony juga datang dari jakarta untuk memberikan restu pada livia, mereka bahkan belum menikah sekali namun sudah dua kali menghadiri pernikahan livia.
Namun sayang hana tidak bisa datang karena putrinya saat itu sedang sakit, sedangkan yukari ia tentu saja tidak melewatkannya ia ingin sekali mengunjungi indonesia.
Livia berulang kali memandangi cincin berlian yang melingkar di jarinya, sangat indah dan pas di jarinya, dan juga kenapa cocok dengan kalung yang di kenalan? Kalung yang di belikan naoki beberapa tahun yang lalu. Kapan naoki membelinya?
“cincin itu aku beli setelah membeli kalung yang kau kenakan” kata naoki seolah mengerti yang livia pikirkan
“hubby jadi kau telah lama mempersiapkan?”
“ya tentu saja, dulu ada gadis yang selalu merengek minta ku nikahi, jadi aku mempersiapkan cincin untuknya”
“kau sangat membosankan... kau terlalu lama meminangku” kata livia dengan nada manja
“dan kau sekarang menjadi istri dari pria yang membosankan itu” goda naoki.
“hubby, aku sangat bahagia hari ini, aku tidak ingin apa apa lagi, terima kasih”
“jangan berterima kasih padaku, tuhan yang mengatur semua ini” kata naoki sambil mengecup punggung tangan livia.
Sungguh semua di luar dugaan, kini livia benar benar menjadi istri naoki, dulu ia selalu merengek meminta naoki menikahinya, sekarang naoki menikahinya tanpa ia harus merengek rengek lagi meminta pernikahan.
Malam pertama mereka dilalui dengan romantis, naoki menyiapkan kamar yang penuh dengan bunga peony yang langsung di datangkan dari china, mereka melalui malam yang panjang seolah mereka melepaskan kerinduan yang begitu dalam yang telah lama terpendam.
Dan kini mereka telah berakhir di atas ranjang menyelesaikan babak pertama sebagai sepasang suami istri, tubuh naoki berbeda dengan yang dulu, lebih berisi dan berotot livia bahkan kagum melihatnya.
“aku mengisi waktuku dengan berolah raga, bagus bukan ?” kata naoki seolah tau livia mengagumi tubuhnya yang sekarang, “dan ini sekarang lebih besar bukan dari pada yang dulu?” tanya naoki sambil mengambil telapak tangan livia dan meletakannya di pangkal pahanya
“kau memotongnya?” tanya livia tangannya mengelus elus benda yang telah memporak porandakan dirinya
“ya untuk kesehatan” jawab naoki, “apa rasanya berbeda?” tanya naoki
Livia menjadi malu dan membenamkan wajahnya ke bantal.
“kau seperti serigala yang lapar sekarang hubby” kata livia setengah berguman
“benarkah? Aku rajin berolah raga sekarang, dulu aku sangat sibuk mengerahkan seluruh tenaga dan pikiranku untuk perusahaan baruku” kata naoki mengenang masa dulu, ia benar benar berjuang dari nol untuk perusahannya dan meminjam modal dari bank dengan jumlah cukup banyak, tentu saja itu sangat membuat ia lelah menguras bukan hanya pikirannya namun juga fisiknya. “karena aku sekarang bersistri mungkin aku akan merubah olah ragaku” goda naoki
“Kau menjadi sangat mesum” livia terkekeh
Naoki menyegel bibir istrinya, livia benar benar menjadi istrinya dan ini adalah nyata, bukan sedang bermimpi naoki sungguh merasa sangat bahagia. Dan mereka saling memadu cinta sekali lagi membiarkan gairah mereka menuju puncaknya.