Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
36


YOGYAKARTA


Hari ini Derren genap berusia 1 tahun,


Mereka sepakat merayakan bergantin gantian untuk menjadikan ajang tali silaturahmi di antara keluarga tdjiptajdaja dan keluarga artajaya, mereka sangat harmonis menjadi menjadi satu keluarga.


Gendis istri danu telah melahirkan putri cantik mereka yang di beri nama “olivia putri artajaya” danu bersikeras memberi nama itu, gendis tidak bisa berbuat apa apa, Derren sangat senang selama di yogyakarta ia memiliki banyak orang dewasa yang menyayanginya, terutama danu yang memperlakukan derren secara berlebihan seperti putranya sendiri. Namun derren tidak senang bermain dengan olivia, karena oliva gampang sekali menangis dengan sedikit derren mengodanya.


Sedangkan Livia tengah mengandung putra kedua livia dan andrew dan usia kandungannya 6 bulan, kehamilan jali inipun tidak di rencanakan karena livia terlalu sibuk membantu urusan andrew di perusahaan hingga melupakan pencegah kehamilan.


Andrew terus mendesak livia untuk kembali ke jakarta secepatnya kerena beberapa beberapa urusan perusahaan yang harus di tangani. Sebenarnya itu hanya akal akalan andrew, ia hanya risih terlalu sering berhadapan dengan danu. Sikap danu pada andrew cenderung dingin, bicara hanya seperlunya dan susah di dekati oleh andrew. Sikap yudha juga biasa saja pada andrew ia lebih senang bermain game di banding bergaul dengan andrew.


Setibanya livia di jakarta, livia pergi untuk bertemu teman teman lamanya tiara dan leony hari ini di sebuah mall di jakarta.


“gak nyangka bnget deh lo udah punya anak sekarang udah mau 2 lagi” kata tiara sambil mengelus perut livia


“berarti waktu kita ketemu itu lo udah hamil dong liv?” tanya leony blak blakan


“iyaaa..., untung malamnya kita gak ke club” kekeh livia


“kalo gak salah suami lo itu kan cowok yang nyamperin kita yang duduk di depan meja kita?” tanya tiara “sok sokan gak kenal lagi nyebelin banget sumpah lo itu livia”


Livia terkekeh lagi


“oh iya gimana hana? Dengar dengar mau nikah dia bulan depan?”


“iya dia mau nikah bulan depan tapi nikah di tokyo pacarnya kan orang chines yang lahir dan besar di tokyo, akhirnya kami bakal jadi ibu ibu. Tinggal kalian semoga cepet nyusul” kata livia antusias


“doakan ya kita dapat laki yang tajir kaya lo livia” kata tiara


Livia mengaminkan.


“jadi kapan balik ke tokyo lagi? Betah banget di sana padahal laki lo kan perusahaanya banyakan di sini dari pada di tokyo” tanya leony


“di sini panas, macet lagi, rasanya aku dah gak terbiasa kalau harus menjalani rutinitas macet disini” keluh livia. “kemarin pas pernikahan aku kan kalian cuma di kyoto aja, kapan kapan main ke tokyo nanti ku ajak jalan jalan deh sama hana” kata livia.


“cuti gue udah habis tahun ini, tahun depan aja deh liv gue kumpulin dulu cuti gue” kata tiara yang di angguki oleh leony.


Perbincangan mereka terhenti manakala seorang wanita menghampiri meja mereka.


“Livia...” sapanya “bisa aku bicara denganmu sebentar?” pintanya dalam bahasa inggris


Livia mengangguk dan meminta teman temannya untuk pulang terlebih dahulu karena memang mereka sebenarnya telah lama selesai makan dan berencana hendak pergi.


Wanita itu duduk di depan livia


‘Ingatlah.... livia tidak ada yang abadi di dunia ini, bahkan kebahagiaanpun tidak’ hati kecilnya berbisik, ia mengatur nafasnya pelan pelan dan mengatur emosinya.


Bohong kalau ia tidak merasa marah dan ingin mencabik cabik wajah wanita di depannya, namun akalnya masih mampu mengendalikan emosinya.


“apa kau juga hamil?” tanya livia pada wanita di depannya yang tak lain adalah zakia, ia langsung menebak karena melihat bentuk tubuh zakia yang lebih berisi di banding 10 bulan yang lalu perutnya juga telah membuncit.


“ya aku hamil 4 bulan” jawabnya


“ooooo, kau ingin andrew bertanggung jawab?” tanya livia tenang


Zakia mengangguk “aku tidak ingin menggugurkannya”


“baiklah, aku akan menceraikan andrew agar kalian bisa menikah” jawab livia tenang padahal dalam hati livia hati livia benar benar hancur untuk ke dua kali oleh wanita di depannya.


Dan kali ini bukan hanya hancur, tapi remuk hingga tak berbentuk lagi.


“kau tidak marah livia?” tanya zakia heran


“tidak ada gunanya semua sudah terjadi” kata livia dengan oerasaan sangat pahit “tapi bisakah kau jujur? Benarkah itu anak andrew? Maksudku menanyakan ini aku tidak ingin kejadian camelia terulang”


“Aku bersamanya hampir sepanjang waktu namun aku masih bisa tertipu” guman livia


“aku tinggal di apartemen yang sama dengan kalian hanya berbeda blok, 3 bulan setelah kejadian di indonesia ia memintaku untuk ke jepang, ia mengatakan kau dingin di atas ranjang, ia tidak puas” zakia menjelaskan


“setelah perlakuan buruk andrew kau masih menerimanya?”


“aku mencintainya, bahkan aku di ceraikan mantan suamiku karena aku sering sengaja meneriakkan nama andrew saat kami berhubungan badan” zakia menceritakan hal yang sejujurnya


“baiklah aku mengerti”


“aku tidak bisa pulang ke uzbekistan, orang tuaku pasti akan membunuhku jika tau aku hamil tanpa suami” kata zakia dengan nada tak berdaya


“aku akan menceraikan andrew, kau bisa pegang kata kataku, tapi tidak sekarang, 1 hari setelah putraku lahir aku akan layangkan gugatan perceraian jadi kau harus bersabar” kata livia datar


“tidak bisakah lebih cepat?”


“tidak hanya anak dalam kandunganmu yang perlu pengakuan, anakku juga perlu pengakuan” jawab livia dingin “dan satu lagi, rahasiakan pertemuan kita dari andrew” kemudian livia bangit dari kursinya dan meninggalkan zakia.


Livia dingin pada andrew? Tentu saja, seharian ia di perusahaan untuk bekerja, setelah pulang ia harus meluangkan waktu untuk derren putra mereka, jika malam tiba ia telah terlalu lelah, tentu saja ia malas melayani suaminya, benar benar andrew adalah pria dengan otak yang tergeser, apa dalam hidupnya tidak ada hal lain yang lebih penting selain urusan ranjang? Tekad livia telah bulat, ia tak akan mampu lagi untuk bertahan menghadapi kelakuan andrew di sisa hidupnya kelak.


Perasaan livia pada andrew benar benar memudar, 10 bulan yang lalu ia bisa memaafkan andrew, sekarangpun livia memaafkan andrew namun tidak untuk bertahan.


Pantas saja sikap andrew begitu manis dan sabar, tidak pernah membantah, ternyata di balik semuanya ia kembali menyimpan duri dalam rumah tangga mereka.


Livia berkata pada andrew bahwa ia ingin melahirkan di indonesia, andrew dengan mudah menyetujuinya, livia bersikap sealami mungkin agar andrew tidak curiga, ia bisa saja menceraikan andrew saat ini juga dengan bantuan sofia, namun livia tidak ingin terburu buru, putranya yang masih di dalam rahimnya harus memiliki nama tdjiptadjaja di belakang namanya.


Perlahan livia mulai mengecek semua mutasi rekening andrew, ada pembayaran tiket dari tokyo ke chengdu, pembayaran sewa apartemen lain, ada pembelian tiket dari uzbekistan ke tokyo dan transfer dengan jumlah banyak ke akun zakia secara rutin, bahkan pembayaran pemeriksaan kandungan di rumah sakit. Akhirnya livia merangkai semua dan menarik kesimpulan perselingkuhan andrew dan zakia di mulai sejak derren baru saja lahir. Benar benar pria yang tak bermoral! Geram Livia dalam hati.


Andrew bahkan menyaksikan perjuangan livia melahirkan derren putranya tapi ia seolah tidak mengingatnya seperti apa perjuangan livia demi melahirkan putranya.


Dulu Andrew sangat berambisi saat mengejar cinta livia, namun setelah mendapatkannya ia sendiri tak mampu mempertahankannya, ia sendiri yang menghianati. Sepertinya andrew memang hanya terobsesi dengan tubuhnya, livia menarik nafas dalam dalam, ingin sekali menangisi jalan hidupnya, namun kali ini ia bertekad tidak akan mengeluarkan air mata untuk hal yang sia sia, ia harus bertahan.


Livia hampir tidak bisa berfikir lagi bagaimana andrew mencuri waktu darinya? livia mengingat ingat memang terkadang andrew pergi ke pertemuan di dampingi sekretaris pertamanya marco, mungkin di situ celahnya dan bisa jadi marco juga terlibat menyembunyikan skandal yang di lakukan suaminya, sangat pintar bukan? Sekali lagi Livia hanya mampu tersenyum pahit.


Setelah Livia mengumpulkan semua bukti buktinya ia segera memberi tahu sofia perihal apa yang terjadi antara ia dan andrew.


“benar benar anak tidak tau di untung!” sofia sangat marah wanita berumur 55 tahun itu bahan terduduk lemas


“mommy maafkan aku, aku tidak sanggup lagi” kata livia pelan


“mommy mengerti, mommy akan siapkan pengacaranya” sofia merasa sangat tertekan oleh kelakuan putranya “livia, kau ingin tinggal dimana setelah kalian bercerai?” tanya sofia


“mommy bolehkah aku tetap di tokyo? Maksudku kehidupan di sana lebih baik dari pada di jakarta, aku ingin putraku mendapatkan lingkungan dan kehidupan yang lebih baik”


“tentu, kalau begitu aku akan bicarakan dengan daddy, kamu jangan setress cukup pikirkan kandunganmu saja”


“terima kasih mommy” kata livia.


Di dunia ini ada berbagai macam cobaan dalam berumah tangga, ada yang kekurangan materi namun cukup dalam segi kasih sayang antara suami dan keluarga, ada yang berkecukupan segalanya namun tidak memiliki keturunan, ada yang memiliki keturunan dan materi yang berlebihan namun pihak suami memiliki banyak wanita di luar rumahnya...


Ada juga yang memiliki keturunan dan suami yang manis namun tidak mendapatkan restu keluarga.


Kemudian selama 3 bulan livia menjalani rumah tangga palsu bersama andrew, andrew menjalani rutinitasnya tiap hari mengurus perusahaan di jakarta, sedang livia juga pergi ke perusahaan ayah mertuanya, ayah mertuanya sangat baik setiap hari beliau mengajarkan livia bagaimana mengelola perusahaan dan bersikap sebagai seorang pemimpin, bahkan kedua orang tua andrew mengganti nama belakang livia dengan nama livia putri tjidpatadjaja.


Andrew yang tidak tau istrinyaa telah merencanakan perceraian untuknya tetap bersikap sangat manis pada livia, tanpa menaruh sedikitpun kecurigaan pada livia yang telah mencium kebusukannya, karena setiap malam livia berpura pura tertidur di saat andrew ingin mengajaknya ‘makan malam di atas ranjang’ , andrew juga sering pergi diam diam mengendap endap pergi ke apartemen yang ia sewa untuk zakia dan kembali ke rumahnya sebelum matahari terbit lalu kembali tidur di sisi livia seolah olah tidak pernah pergi kemanapun. Livia tau itu, namun livia hanya tersenyum pahit sendiri.


cium author dulu dong sisteeerrrr kalau gak cium gak author kasih keluar naokinya 😗😗😗😗


nih sambil nunggu naoki-sama kita lihat wajah ganteng andrew dulu 😍😍😍