Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 77


Sore hari Jonathan terus mengekori Tiffany ke mana pun istrinya pergi, ia tidak akan membiarkan istrinya dalam bahaya, kejadian yang menimpa Olivia tidak boleh menimpa Tiffany, Keiko, Crystal maupun keturunan keluarga Yamada dan Tjiptadjaja yang lain di masa depan.


Jonathan dengan sabar menunggu istrinya melukis di tepi pantai bersama mantan kekasihnya.


Sesekali dua gadis itu tertawa bersama, mereka mengobrol, entah apa yang mereka bicarakan.


Tak berselang lama Taichi datang mendekati Jonathan yangbsedang duduk di bangku tepat di bawah pohon kelapa.


“Joe” sapanya


“Hei taichi”


“apa yang kau lakukan?” tanya Taichi sambil duduk di depan Jonathan


“Menunggu istriku”


“Aku tidak menyangka kau benar benar bukan Jonathan yang di bangku sekolah menengah atas dulu”


Jonathan tertawa, sebenarnya ia sedikit malu jika harus mengingat betapa kelakuannya dulu membuat ratusan gadis di sekolahnya patah hati karena perbuatannya, dan betapa banyak gadis yang pernah ia lecehkan, ia ciumi dan ia gerayangi tubuhnya.


“Awalnya aku hanya terobsesi pada wakil osis, tapi obsesiku membuat aku benar benar tenggelam dalam cinta yang sebenarnya” kata Jonathan jujur


Taichi terkekeh


“Kalian pasangan yang serasi”


“Terima kasih, bagaimana denganmu?”


“Aku masih membangun karir, lagi pula aku tidak memiliki waktu untuk berpacaran, waktuku habis untuk mengikuti bossku”


Jonathan mengangguk angguk mengerti


“Gadis itu?” tanya Jonathan mengacu pada Anastasya


“Nobu suka menghamur hamburkan uang untuk gadis gadis cantik yang bersedia berada di sisinya” kata Taichi “Gadis itu aku yakin ia korban selanjutnya, tapi ia termasuk pemegang rekor paling lama, hampir satu tahun mereka berhubungan”


‘tentu saja, Nobu termasuk pria tampan dan kaya raya, tentu saja Anastasya betah bersamanya’ batin Jonathan, Anastasya adalah gadis yang menjunjung tinggi penampilan dan gaya hidupnya kelas jetset, ia juga suka memamerkan apa saja pada teman temannya di kalangan kelas atas ketika di London, termasuk memamerkan Jonathan di masa lalu, memamerkan ketampanan dan ketenaran Jonathan.


Ternyata gadis itu belum jera di permainkan pria seperti Jonathan.


LONDON


Dave terbangun saat hari sudah malam, kepalanya berdenyut hebat, tentu saja ia bahkan lupa kapan terakhir makan dan hari ini adalah hari pertama ia tidur setelah berhari hari ia tidak bisa memejamkan mata.


Ia bergegas keluar dari kamar dan mencari restoran terdekat untuk mengisi perutnya, setelah di rasa cukup ia mengecek waktu di pergelangan tangannya. Tidak mungkin ia kembali ke rumah sakit, sudah terlalu larut, dan ia pasti hanya akan di usir oleh petugas keamanan.


Dave memutuskan kembali ke penginapan dan memejamkan mata kembali.


Paginya Dave bergegas kembali menemui Richard, dan Richard memarahinya habis habisan.


“Kau bodoh sekali, Merry menunggumu hingga ia mogok makan, kau benar benar pria yang sulit dipahami Dave” tentu saja Richard geram, ia bahkan tidak tahu nomer ponsel pria itu, bahkan Mrs. Sword juga tidak tahu ke mana pria itu menghilang.


Dave hanya menunduk, percuma ia membela diri di depan Richard, itu akan menambah ia tampak terlihat bodoh dimata dokter tampan itu.


“temui Merry di kamarnya, ia telah siap bertemu denganmu”


titah Richard


Dave bergegas menuju kamar di mana Merry berada, ketika tiba di depan pintu kamar, langkah kaki Dave terhenti, keraguan menyusupi dirinya,


‘bagaimana jika Merry menolakku lagi?’ batin Dave takut


Ragu ragu Dave mendorong pintu kamar Merry, ia mendapati merry sedang duduk memunggungi pintu, rambutnya di ikat rapi menampakkan lehernya yang jenjang.


“Merry...” sapa Dave pelan


Merry yang sedang menunduk sambil membaca Alkitab di tangannya memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.


Buru buru ia menutup Alkitab yang di pegamgnya memeluk benda itu dan wajahnya menjadi pucat, bibirnya tampak bergetar.


“Richard... aku berhalusinasi lagi, tolong aku Richard” gumannya lirih


“Merry,, ini aku.... A.... Aku Dave” Dave terbata bata mengucapkan kalimatnya


“Ya Tuhan aku benar benar gila, Richard tolong aku” erangnya, ia menunduk sambil mengeratkan pelukannya pada Alkitab.


Dave perlahan melangkah dan segera membawa Merry ke dalam pelukannya


“Merry, ini aku Dave, kau tidak berhalusinasi, aku Dave, aku nyata” bisik Dave dengan suara yang juga bergetar hebat.


Merry terdiam seperti patung seluruh tubuhnya seperti membeku.


Hening menyelimuti ruangan itu, hanya deru nafas dan degup jantung yang terdengar di telinga mereka mmasing masing.


“Merry... maafkan aku” kata Dave lirih mencoba membuka percakapan


“Dave...” erang Merry lirih


“Ya ini aku”


“Tidak kau tidak gila Merry”


“Aku tidak berhalusinasi bukan?”


“Ini nyata Merry”


jawab Dave penuh kepahitan


“Dave sampaikanmaafku pada ibumu kumohon, bawa aku menemuinya, aku ingin bersudud dikakinya untuk meminta maaf” isak Merry.


“Lupakanlah, ibuku telah memaafkanmu, ia telah kembali ke pangkuan tuhan dengan tenang satu tahun yang lalu”


Merry semakin terisak, bahkan dada Dave telah basah dengan air matanya.


“Merry, ayo hidup bersamaku di pesisir pantai seperti keinginanmu dulu”


Merry menggeleng, ia masih menyembunyikan wajahnya di dada Dave.


“Kenapa?”


“Aku wanita jahat, aku tidak pantas untukmu”


“Aku yang jahat, aku yang bajingan”


Merry menggeleng lagi.


“Maafkan aku dave” erang Merry lagi


“Aku yang seharusnya minta maaf Merry”kata Dave penuh penyesalan.


Merry menjauhkan tubuhnya dari Dave, ia masih menundukkan wajahnya seolah ia tak berani menatap wajah Dave pria yang dulu sangat ia cintai.


Dave mencoba meraih tubuh Merry kembali untuk memeluknya, namun Merry menghindarinya,


“Jangan sentuh aku Dave, aku kotor” kata Merry tiba tiba, suaranya parau dan terdengar sangat berat.


Dave membeku mendengar kata kata yang keluar dari mulut merry,


“Merry, ayo hidup bersamaku” kata Dave langsung, ia tidak ingin bertele tele lagi, ia harus menebu dosanya pada Merry dan putra mereka.


Merry menggeleng


“Kau pasti ingin keluar dari tempat ini bukan?” tanya Dave


Sejenak Merry tampak berpikir, dan ia mengangguk dengan ragu ragu.


“aku sekarang memiliki sebuah rumah kecil di pesisir pantai Bournemounth, kau bisa berjemur setiap hari di sana”


Merry mendadak mendongakkan wajahnya, matanya yang sembab penuh air mata menatap Dave dengan tatapan penuh harap.


“ayo tinggal di sana” kata Dave lagi


Merry berniat membuang wajahnya, namun Dave dengan cepat menangkap tengkuknya dan melumat bibir ranum Merry, menghisapnya dengan penuh perasaan, menghisapnya dengan hati hati.


Dari reaksi Merry, jelas Dave tahu Merry belum pernah berciuman dengan pria mana pun. Sudut bibir Dave terangkat.


“Ayo menikah” Bisik Dave saat ciuman mereka terlepas


Air mata Merry mengalir deras, ia tidak pernah menyangka bahwa Dave akan datang padanya dan mengajaknya menikah. Namun sekali lagi Merry menggelengkan kepalanya.


“Aku kotor Dave” erang Merry


“akulah yang menodaimu Merry, biarkan aku menebus dosaku” kali ini Dave yang terisak, kepalanya berada di ceruk leher Merry.


“Ayo menikah dan membesarkan Daniel bersama” kata Dave sambil menggenggam telapak tangan Merry


Tubuh Merry menegang kembali, bahkan tangannya berkeringat dan bergetar hebat, wajahnya tiba tiba menjadi pucat seperti darah berhenti mengalir.


“Daniel putra kita, putraku dan putramu Merry, wajahnya persis sama denganku, hanya warna rambutnya yang mirip denganmu” Dave segera memberi tahu Merry kebenaran itu.


Merry masih menegang.


“Daniel putra kita, kita akan membesarkannya bersama sama”


“Dave, panggilkan aku Richard, kepalaku sangat sakit” erang Merry lemah sambil memegangi kepalanya yang berdenyut seakan akan hendak meledak.


Dave segera membaringkan merry dintempat tidur dan berlari memanggil perawat, tidak berapa lama Richard datang dan memeriksa keadaan Merry, setelah memberikan suntikan penenang Merry segera tertidur, Rivchard mmebawa Dave keluar dan membicarakan kesehatan Merry dwngan serius.


“untuk sementara biarkan ia sendiri, kau boleh menjenguknya lagi besok, aku akan terus mengobservasi sebberapa besar dampak kedatanganmu bagi kesembuhannya” kata Richard.


“baiklah aku mengerti”


“dan jangan membicarakan masalah berat dulu, biarkan dia yang membuka pembicaraan”


Dave mangangguk.


Author crazy update yah 😅😅😅