Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
END


Olivia dan Tiffany sedang sibuk di dapur mempersiapkan masakan untuk acara makan malam mereka di kediaman Livia, kebetulan akhir pekan memang lebih sering mereka habiskan untuk berkumpul di rumah itu.


“Seharusnya Keiko ada di sini,” gerutu Livia. Yang hanya duduk mengawasi kedua menantunya yang sedang sibuk menyiapkan masakan.


Masakan Olivia masih menjadi yang paling di nanti setiap kali keluarga besar Yamada berkumpul, kemampuan memasaknya semakin meningkat seiring berjalannya waktu.


“Bukankah lusa Keiko akan datang?” tanya Tiffany memastiakn, yang ia dengar Keiko akan berkunjung ke Tokyo dalam rangka menghadiri pernikahan Vicky dan Gustavo sekaligus merayakan ulang tahun pernikahan Livia dan Naoki yang ke dua puluh lima tahun. Kebetulan acaranya hanya berselang beberapa hari setelah pernikahan Vicky nanti.


“Iya mereka akan datang, aku merindukan Stefano,” kata Livia.


“Tadi pagi Keiko mengirim video Stefano yang sedang belajar tengkurap,” kata Olivia.


“Aku ingin sekali melihat Stefano, dia pasti tampan seperti ayahnya,” ucap Tiffany pelan. Setengah berbisik.


Meski Anthonino adalah sepupunya sendiri jika pujian itu didengar oleh Jonathan, suaminya itu akan protes.


“Stefano matanya biru. Aku yakin pasti setampan ayahnya kelak,” ucap Livia membenarkan ucapan Tiffany.


Olivia hanya terkekeh. Baginya yang paling tampan hanya Derren.


“Omong-omong, Mom, ada berapa darah di dalam tubuh Stefano?” tanya Tiffany.


Livia tampak berpikir. “Ya Tuhan, aku tidak pernah menyangka, dia memiliki banyak sekali campuran,” katanya sambil menepuk keningnya sendiri.


Dimulai dari Livia yang memiliki keturunan Rusia dan Indonesia kemudian Naoki dari Jepang kemudian Anthonino yang memiliki darah campuran dari Rusia dan China. Mengingat akan hal itu Livia terkekeh.


“Oh iya bukankah kemarin kalian ketemu sama istri Andrew, gimana?” tanya Livia kepada kedua menantunya.


Olivia dan Tiffany menarik kursi lalu duduk di sebelah kanan dan kiri Livia, seolah mereka sangat kompak untuk memulai sebuah gosip besar.


“Mom, tau gak? Istrinya Daddy Andrew yang baru mirip Mommy lho,” kata Olivia setengah berbisik, ia memulai gosipnya menggunakan bahasa Indonesia.


“Iya mirip, mirip tapi versi Indonesia banget. Matanya hitam, bentuk wajahnya sama tapi hidungnya gak setinggi Mommy.” Tiffany membenarkan ucapan Olivia.


Livia terbelalak, ia menatap kedua menantunya bergantian. “Masa sih?”


“Serius Mom, orangnya ramah dan gak secanggung Tante Zakia,” kata Tiffany.


“Terus... terus....” Livia ketagihan untuk bergosip.


“Anaknya wajahnya mirip Joe semua,” kata Olivia.


“Calon play boy,” ucap Tiffany sambil terkikik.


Ketiganya tertawa bersamaan.


“Derren ngobrol gak sama mereka?” Livia menatap Olivia dengan ekspresi wajah penasaran.


Olivia mengangguk. “Mommy tau gak? Derren ngobrol sama Tante Amelia, Derren juga menggendong Valentino loh, Mom,” jawab Olivia dengan nada kagum.


“Wah, benarkah?” Livia tampak antusias. “Bagaimana jika ulang tahun Crystal nanti, kita undang mereka?”


Suara pria berdehem membuat ketiganya menghentikan acara gosip yang sedang berlangsung seru.


“Ck... Derren mengganggu saja,” sungut Livia. Sementara Tiffany hanya menyeringai.


“Sean, kenapa kau menangis?” Olivia meraih putranya dari gendongan Derren. “Di mana Crystal?”


“Crystal bermain bersama Kevin,” jawab Derren sambil melangkah mendekati meja kompor. “Jadi dari tadi kalian di sini belum memulai memasak?”


“Kau bermain catur saja sana bersama Daddymu, biar kami yang memasak,” kata Livia.


Derren menggelengkan kepalanya. “Sayangku, berikan Sean kepada Mommy dan Tiffany, kau lebih baik istirahat, kau masih menyusui. Biar aku dan Olivia yang menyelesaikan ini,” katanya.


***


Lima tahun kemudian.


“Putramu membuat ulah lagi,” ucap Naoki sambil memeluk pinggang istrinya.


“Putraku?”


“Ya, putramu.”


Livia memutar bola matanya. “Jadi saat Kenzo membuat ulah maka dia adalah putraku tetapi saat Kenzo mendapatkan prestasi dia adalah putramu?”


Naoki menaikkan kedua alisnya, terlihat seringai jail di wajahnya. “Kenzo mewarisi ketampanan dan kecerdasanku,” katanya.


“Oh, begitu rupanya Tuan Yamada? Jadi kau ingin mengatakan bahwa sifat nakal Kenzo berasal dari gen milikku?” Livia melotot galak ke arah suaminya.


Naoki terkekeh. “Kau sendiri yang mengatakannya,” ucapannya.


Livia mendengus. “Apa kata Mommy di London?” tanya Livia.


“Putramu membawa seorang gadis kecil ke rumah,” jawab Naoki sambil mengamati wajah istrinya.


“Gadis kecil?”


“Parahnya, dia putri salah satu konglomerat di sana,” jawab Naoki.


Livia mengerjapkan matanya beberapa kali. “Bagaimana dengan Luna?”


“Luna....” Naoki tampak menimbang-nimbang nama yang ia ucapkan.


Livia mengernyit. “Kau pemilih sekali, biarkan saja... Kenzo masih muda, mungkin Kenzo hanya bermain-main, biarkan saja hingga dia menemukan gadis yang cocok dengannya, ” sungut Livia.


CATATAN KAKI AUTHOR TOLONG DIBACA!


TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH DUKUNG FOUND LOVE IN KYOTO DARI AWAL AKU NULIS HINGGA TAMAT BAHKAN SAMPAI SQUELNYA.


UNTUK SELANJUTNYA KALIAN BISA BACA NAUGHTY PARIS. SATU-SATUNYA NOVELKU YANG MASIH ON GOING DI MANGATOON.


UNTUK KENZO JANGAN TANYA LAGI APA JUDULNYA. KAN AUTHOR UDAH BILANG NANTI RILIS BULAN JULI. JADI KALIAN CARI KEMANA AJA JUDULNYA GAK AKAN DAPAT.


TERIMA KASIH.