
“mulai sekarang jangan membuat masalah lagi, kau bukan gadis remaja lagi”
Livia mengangguk
Naoki mengecup lembut pucuk kepala livia dan mengangkat tubuh livia membawa ke dalam kamar mandi, membuka pakaian mereka dan mereka merendam tubuh mereka di dalam bath tube sambil mengobrol santai.
Dulu hubungan mereka terbilang kaku, naoki datang ke apartemen livia hanya untuk mengecek gadisnya, naoki sering mengabaikan livia karena terlalu sibuk dengan ponsel dan laptopnya meskipun itu hari libur.
Juga setiap saat livia hanya membuka obrolan seputar desakan desakakannya meminta naoki untuk menikahinya dan rengekan rengekan lain.
“hubby ternyata kau membuntutiku?” tanya livia pada naoki, ia memanggil naoki hubby dengan gaya kekanakan
“tidak” jawab naoki santai, dalam hatinya ia sangat bahagia livia memanggilnya hubby.
“lalu?”
“hubbymu salah satu IT terhandal di jepang apa kau lupa?” jawabnya santai
“aku tidak mengerti....”
“sejak hari pertama kita bertemu di restauran kau bersama sakura sejak hari itu aku memantaumu melalui nomer ponselmu”
“jadi kau menanyai nomer ponselku hanya untuk memata mataiku?”
“aku tau semua aktifitasmu, dan membayang bayangimu bersama mio, aku telah merencanakan semua”
“kau benar benar licik hubby” livia senang sekaligus malu sebenarnya
“dan kau benar benar tidak teliti wifey” balas naoki terkekeh
“hubby kemana kita akan berbulan madu nanti?” tanya livia
“kau ingin kemana sayang?” kata naoki sambil mengambil air di bath tube dengan telapak tangannya dan menuangkan di atas pundak livia
“hubby jangan terlalu jauh, indonesia saja”
“bawa anak anak ikut serta” kata naoki
“hubby kita berbulan madu bukan liburan keluarga, aku ingin menikmati waktu bersamamu bukan mengurus anak”
“aku yang akan mengurusnya” jawab naoki santai
“tidak hubby lalu siapa yang mengurusku?”
“mmmmmm kau bukan anak kecil sayang” naoki meniup telinga livia reflex livia menutup telinganya dengan telapak tangannya
“sepertinya kau akan melupakkanku setelah ada anak anak...” keluh livia
Naoki tersenyum dan memeluk livia dari belakang, meletakkan dagunya di pundak livia.
“aku mencintaimu livia, jangan melarikan diri dariku lagi aku tidak tahan”
“hubby” livia memalingkan wajahnya dan mengecup bibir naoki “andai kau menikahiku sejak dulu, mungkin derren dan joe adalah putra kandungmu”
“ssstttttt.... jangan berkata seperti itu sayang”
“Hubby....” Livia berbisik sembari tangannya meraba sesuatu yang menempel keras di bokongnya.
“Hnmm... jangan Livia.” naoki menangkap tangan Livia dan menahannya.
“Aku menginginkanya,” rengek Livia.
“Sebaiknya tunggu kita resmi menikah saja,” jawab Naoki.
“Kita sudah sering melakukannya dulu,” kata Livia.
“aku pasti memakanmu hingga kau minta ampun nanti setelah kau resmi menjadi nyonya yamada” bisik naoki dengan suara sedikit menggeram.
Tidak ingin terjebak Naoki segera bangkit dan mengambil handuk lalu membungkus pinggangnya dengan handuk tersebut,
“ayo ku keringkan rambutmu sayang” kata naoki meminta livia keluar dari bath tube.
Livia mengenakan kemeja naoki karena tubuh livia yang tinggi hampir menyamai tubuh naoki hanya berbeda sekitar 10 cm membuat kemeja naoki tampak seperti mini dress di tubuh livia.
Setelah rambutnya kering mereka merebahkan diri di atas ranjang, naoki dengan posesive nelingkarkan pergelangan tangannya di pinggang calon istrinya dan memejamkan mata mereka
Pagi hari livia bangun terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan Itu adalah satu satunya makanan yang bisa di buat oleh livia, menghangatkan susu di microwafe dan membuat roti di oles dengan selai.
Kemudian ia membangunkan naoki dan mereka sarapan sebelum pergi untuk bekerja.
“sayang apa kau sudah pandai memasak sekarang?” tanya naoki
“apa kau ingin aku memasakkanmu setiap hari?” tanya livia balik
“aku tidak yakin” jawab naoki sambil tersenyum mengejek
“kau akan makan seperti ini sepanjang hidupmu jika kau ingin aku yang memasak” kata livia jujur
Mereka makan sarapan dengan bahagia kemudian pergi ke apartemen livia untuk mengganti pakaiannya sebelum pergi ke perusahaan masing masing untuk bekerja.
Livia sempat bingung bagaimana caranya memberi tahu sofia dan djohan tdjiptadjaja mertuanya bahwa ia akan menikah, namun bunda yunita mengatakan bahwa beliau yang akan memberitahukan pada sofia
Tidak lama sofia memanggil livia melalaui ponselnya
“livia...” sapa sofia
“mommy livia akan....” livia bingung, malu dan takut tentunya
“bundamu udah cerita kamu gak usah takut, ini hidup kamu, tentu saja kamu berhak mengambil keputusan, kamu berhak melanjutkan hidupmu” kata sofia bijaksana, tentu saja sofia sangat berpikiran terbuka, ia adalah seorang wanita berkebangsaan irlandia, bahkan sampai saat ini ia tak mengubah kewarganegaraannya.
“mommy terima kasih” kata livia
“ceritakan pada mommy bagaimana kalian saling mengenal?” tanya sofia penasaran
Livia kemudian menceritakan sedikit hubungannya dengan naoki dulu dan andrew
“oh astaga.... pria yang malang, jadi kalian telah lama saling mengenal?” tanya sofia
"iya mommy"
“jadi kapan kalian akan ke yogyakarta untuk melakasanakan pernikahan?”
“lusa kami akan datang ke jogja dan kami akan terlebih dulu akan ke jakarta, mommy bisakah mommy menyampaikan undangan kami pada zakia dan andrew?” tanya livia, ia tidak yakin jika ia langsung yang menghubungi andrew pria itu mungkin akan bereaksi berlebihan.
“baiklah kami akan menyambut kalian dan mommy yang kan memberi tahu andrew kau tenang saja livia” kata sofia antusias “lalu bagaimana hubunganmu dengan tommy?” tanya sofia tiba tiba
“kami hanya berteman mommy, apa tommy ada bercerita sesuatu?” tanya livia yang tak menduga bahwa sofia berfikir mereka ada apa apa
“tidak livia, tommy hanya pernah meminta izin mommy untuk mendekatimu, mommy pikir tidak masalah karena kalian sama sama lajang” kata sofia
“mommy, tommy pria yang baik dan tampan tapi sayangnya aku tidak memiliki perasaan apapun padanya selain saudara dan sahabat” kata livia lembut
“tidak apa livia, perasaan cinta tidak bisa di paksakan, tommy pasti akan mengerti” kata sofia walaupun sofia jauh lebih setuju jika livia bersama tommy keponakannya yang baru saja di ceraikan istrinya, istri tommy adalah wanita manja yang di besarkan dengan harta, ia terlalu banyak menuntut berlebihan dan hanya memikirkan kehidupan sosialitanya.
Andrew benar benar merasa hancur, ia juga terbakar emosi mendengar kabar livia akan menikah, terlebih pria yang menikahi livia akhirnya adalah naoki, pesaing cinta terberatnya, andrew menenggak vodca dan mulai tak mampu mengendalikan akalnya ia memanggil livia melalui ponselnya dan meneriaki livia tidak karuan, akhirnya Livia mematikan ponselnya karena kesal.
Pagi hari livia memanggil andrew, ini adalah pertama kali livia berinisiatif untuk berbicara pada andrew setelah perceraian mereka, namun ponsel andrew rupanya tidak aktif, hingga menjelang sore hari livia beberapa kali mencoba menghubungi ponsel mantan suaminya namun usahanya masih tidak membuahkan hasil.
Sore hari naoki seperti biasa menjemput calon istrinya untuk pulang setelah sama sama bekerja, namun baru saja ia hendak memarkirkan mobilnya ia melihat sesosok pria yang tak asing keluar dari taxi.
Andrew keluar dari taxi dengan langkah panjang, receptionis yang melihat andrew datang tidak berani menghentikan langkah mantan bossnya yang langsung menuju lift, wajah receptionis itu makin tegang manakala melihat naoki calon suami bossnya livia juga berjalan tak jauh di belakang andrew.
Receptionis itu memandang naoki dengan tatapan bingung dan takut, namun naoki memberi kode dengan jari tangannya dan receptionis itu kembali ke tempat duduknya.
Di depan ruang kerja livia marco sekretaris livia juga tak kalah terkejutnya melihat andrew ia tak sempat mengatakan apa apa kepada andrew karena andrew langsung membuka pintu ruangan livia.
“Livia.... kau tidak boleh menikah dengan orang lain!!!”
Livia yang sedang memasuk masukkan barangnya ke dalam tasnya terlonjak kaget melihat andrew berduri di depannya.
“andrew...? Kau.....” ‘pantas saja tidak bisa di hubungi’ batin livia
“batalkan pernikahan kalian!”
“andrew, tahan emosimu” kata livia sabar
“livia, kau tidak boleh menikah dengan siapapun!”
“andrew kita sudah bercerai kau tidak punya hak mengaturku” jawab livia
“livia maafkan aku” andrew memajukan tubuhnya livia menghindari tangan andrew saat mantan suaminya hendak meraih pergelangan tangannya.
Andrew bersimpuh di kaki livia, ia benar benar telah melemparkan harga dirinya “livia maafkan aku”
“andrew, aku telah memaafkan kamu, tidak perlu lagi kamu berbuat seperti ini, tolong berdirilah” kata livia
Bersamaan dengan itu naoki membuka pintu dan melihat adegan andrew besimpuh di kaki livia, naoki hendak menutup pintu dan meninggalkan mereka untuk menyelesaikan masalah mereka namun livia memanggilnya.
“hubby kemarilah...”
Naoki membeku sesaat, ada perasaan bahagia menghinggapi hatinya namun ia juga takut livia berubah pikiran dan kembali pada andrew.
“andrew bangunlah” kata livia lagi, ia berjalan menghampiri naoki dan berdiri di samping naoki.
Andrew mau tidak mau ia bangkit dan memandang wajah naoki dengan tatapan tidak suka.
“andrew, aku telah memaafkanmu, sungguh, namun untuk bersamamu itu tidak mungkin, orang yang paling tepat untuk bersamaku adalah naoki, sejak awal hubungan kita seharusnya tidak perlu ada” kata livia dalam bahasa jepang livia meraih telapak tangan naoki dan menggenggamnya “ku harap kamu bisa memahami kami dan menerima pilihanku” lanjutnya
Naoki membalas genggaman tangan livia, perasannya tentu sangat bahagia.
“livia kau benar benar tidak punya hati...!” jawab andrew dengan amarah tertahan ia ingin menghancurkan wajah naoki, tangannya mengepal.
“drew, aku mau bicara tolong dengarkan aku baik baik” kata livia lembut
“baiklah, katakan” andrew dengan patuh mencoba menekan emosi dan kecemburuannya
“pertama kumohon, stop konsumsi alcohol”
“kamu jangan sok perhatian livia...!”
“jangan menyelaku andrew...” pinta livia dengan sabar
“ya selamat kamu akan segera menikah dengan pria sialanmu”
“andrew, calon suamiku bukan pria sialan, tolong jaga ucapan kamu” livia mulai sedikit geram
“ini kan rencanamu livia? Kamu menceraikan aku dan kembali sama naoki” nada suara andrew mulai meninggi kembali
“Andrew cukup...! aku sudah tau kamu pernah sakit jantung, tolong hargai hidup yang istri kamu berikan” livia mulai kehilangan kesabaran menghadapi mantan suaminya ini.
“maksud kamu apa livia siapa yang memberikan aku kehidupan?”
“tanyakan pada zakia dari mana ia mendapatkan jantung yang sekarang berada di rongga dadamu itu” jawab livia melembut
Andrew membeku, ‘zakia???’ batinnya
“sekali lagi tolong hargai istrimu zakia, kalian bebas menemui derren dan joe kapan saja rumah kami terbuka untuk kalian, kita berkeluarga drew” lanjut livia.
“aku tidak mengerti livia, apa maksudmu?
“maksudku istrimu lah orang yang paling berjasa kau masih bisa merasakan detak jantung di dadamu, ia berkorban demi kamu bisa bertahan hidup hingga detik ini”
Andrew telah kehilangan minat pada tujuan awalnya datang ke tokyo, ia sekarang lebih ingin tau dari mana jantung yang berada di rongga dadanya berasal, tanpa mengatakan apapun ia berbalik meninggalkan livia dan naoki, ia segera melesat menuju bandara kembali ke indonesia untuk menemui zakia.
Setelah andrew pergi Naoki memandangi wajah livia dengan tatapan meminta penjelasan. Livia tersenyum lembut lalu menceritakan jungkir balik kehidupannya selama bersama andrew, penghiantatan andrew perceraiannya dan apa hubungan jantung andrew dengan zakia.
“dalam hidup ini kesalahan terbodohku adalah menghianatimu, maafkan aku...” livia terisak di depan naoki, ia masih merasa malu mengingat semua perbuatannya.
“sudahlah, jangan terus menyalahkan dirimu, kita semua pernah berbuat kesalahan, jangan lagi mengungkit hal hal di masa lalu” jawab naoki lembut “sekarang kita memiliki derren dan jonathan yang harus kita besarkan dengan baik, dari pada memikirkan masa lalu lebih baik kita menjalani hidup kita dengan sebaik mungkin agar tidak ada penyesalan lagi di masa depan” naoki menghapus air mata livia dengan tangannya dan meraih tubuh livia ke dalam dekapannya.
‘aku sangat beruntung memiliki pria ini’ batin livia
Rencanaya akau mau bikin lanjutan novel ini versi derren dan jonathan dewasa 🙄 tapi bakal aku terbitkan setelah semua part selesai 😂
gimana menurut kalian ???? jawab di komen 👇👇👇👇👇