Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
51 END


Livia mendiskusikan masalah sakura pada suaminya, livia merasa 1 sekretaris sepertinya sudah cukup tidak mungkin menambahkan sakura sebagai sekretarisnya, pekerjaan asistennya juga sangat baik dan livia merasa cocok, livia merasa tidak bisa menggantikan posisi mereka. naoki mengatakan pendidikan sakura adalah hubungan international, mungkin ia bisa menempati posisi publict relation. Livia segera memberi tahu sakura menawarkan posisi yang bisa di tempati oleh sakura di perusahaan.


Sakura sangat senang dan segera menerima karena sesuai dengan kemampuannya.


Karena belum mendapatkan apertemen yang cocok sakura masih tinggal di rumah livia dan naoki, lagi pula livia juga tidak mengizinkan sakura untuk tinggal sendiri.


Hari itu livia dan sakura kebetulan pulang dari bekerja bersama, baru saja mobil yang di kemudikan livia hendak memasuki halaman rumahnya Livia melihat mobil asing berada di depan pagar rumah livia. Livia segera memasuki rumahnya karena penasaran suapa tamu tang datang, livia sangat terkejut melihat ibu mertuanya sedang duduk di ruang tamu bersama naoki, tidak ada yang berbicara mereka seperti sedang saling mengibarkan bendera perang dingin.


“selamat sore mama” sapa livia, livia berharap mertuanya mulai luluh hatinya dan menerima keberadaannya, ia kemudian duduk di samping naoki


“aku ingin melihat cucuku” kata midori dengan ketus


“sayang kenapa kau gak membawa mama masuk untuk bertemu keiko?” tanya livia pada naoki


“dia tidak ingin melihat putri kita, dia ke sini untuk mengambilnya” jawab naoki dingin sambil memandang mamanya seolah mamanya adalah musuh


Livia mengerutkan keningnya atas apa yang dia dengar


“ya istrimu sibuk bekerja, dia tidak merawat putrimu dengan benar, maka aku sebagai neneknya yang akan merawatnya” jawabnya dengan nada tinggi


Livia terkejut bagaimana mungkin wanita ibu mertuanya ini benar benar ingin memisahkan dengan putrinya, namun ia masih berusaha tenang.


“kami bergantian mengurusnya, kami bahkan tidak mengambil pengasuh khusus untuk keiko” jawab naoki dingin


“putri kalian memerlukan ibu yang mengasuhnya secara penuh” kata midori tak mau kalah


“dia istriku bukan seorang pengasuh” potong naoki “dan masalah bagaimana kami membesarkan putra putri kami, itu urusan kami sebagai orang tuanya” lanjut naoki


“aku berhak karena dia cucuku, aku neneknya” midori tampak emosional karena naoki terus melawannya


“bukankah kalian telah mencoret aku dari daftar silsilah keluarga?” tanya naoki


Livia sangat terkejut dalam hati, benarkah? Ia bahkan tidak mengetahui itu separah itu kah perjuangan naoki untuk bisa bersamanya? Hati livia begitu tersentuh ingin sekali memeluk suaminya saat itu juga dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai naoki.


“mama hentikan, mama tidak memiliki hak untuk mengambil keiko, keiko di rawat dengan baik oleh livia oneesan dan oniisan” kata sakura yang tiba tiba muncul di pintu, awalnya sakura sengaja bertahan di luar karena enggan melihat mamanya, kemudian ia mulai tidak tahan untuk tidak ikut campur karena kata kata mamanya mulai keterlaluan.


“sakura, kembali ke rumah bersama mama atau kau ku coret dari silsilah keluarga seperti oniisanmu!!” hardik midori


“lakukan sesuka hati mama, aku tidak akan pulang, aku lebih menyukai hidupku sekarang” kata sakura melewati mereka bertiga dan memasuki rumah.


“kau dasar pelacur!!! kau membuat anak anakku meninggalkan keluarga” midori penuh emosi menunjuk wajah livia


Livia tersenyum pahit


“mama jangan berkata seperti itu lagi, livia istriku dia bukan pelacur” kata naoki sambil menggenggam telapak tangan livia lalu menciumi punggung tangan livia


“wanita ini benar benar menghancurkan keluarga kita naoki sadarlah!”


“baru saja kau berkata ingin mengambil keiko karena dia cucumu dan sekarang kau mengatai wanita yang melahirkan cucumu dengan sebutan pelacur, aku sunggźwqàuh kecewa memiliki orang tua yang sangat keras kepala” kata naoki “sebaiknya mama kembali” kata naoki sambil bangkit dan mengajak livia masuk sementara midori meninggalkan kediaman putranya dengan marah, usahanya menjemput sakura dan mengambil cucunya tidak membuahkan hasil.


“sayang maafkan perkataan mamaku” pinta naoki dengan lesu di dalam kamar mereka.


“kenapa harus minta maaf, sayang andai aku di posisi mamamu mungkin aku juga berbuat hal yang sama” kata livia lembut “percayalah, suatu saat mama akan menerima kenyataan ini, kita tunggu saja waktunya” lanjutnya


“sayangku kau sangat dewasa dan bijaksana sekarang” naoki memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang


“tentu saja suamiku adalah yamada naoki pria yang memiliki hati paling indah di muka bumi ini” jawab livia sambil tersenyum menatap wajah suaminya


“kau harus siap menghadapi mamaku yang mungkin akan membuat kekacauan lagi suatu saat, apa kau siap?”


“akan ku hadapi tentu saja aku siap” jawab livia “sebenarnya saat kita baru menikah mama pernah mendatangi ku ke perusahaan, mama menawarkan uang agar aku meninggalkanmu”


“kenapa kau tidak bercerita?”


naoki terkejut


“aku melupakannya, setiap kali di rumah berkumpul bersamamu dan anak anak aku hanya memiliki kebahagiaan tidak memikirkan hal lain” jawab livia jujur ia memang sangat bahagia.


Selama keiko lahir livia dan naoki memang berbagi tugas, jadwal kerja di atur ulang sehari sekali mereka bergantian pergi bekerja kecuali ada urusan yang sangat penting barulah mereka menitipkan keiko pada pengasuh.


Mereka tidak mengambil pengasuh bayi lagi juga di kerenakan derren sudah berumur 4 tahun tidak terlalu bergantung pada pengasuhnya, sehingga pengasuhnya bisa menjaga keiko jika livia atau naoki memiliki urusan mendadak.


Livia dan naoki benar benar menjalani kehidupan yang sangat manis, naoki percaya jika sesuatu yang di takdirkan untuknya sekuat apapun orang lain mengambilnya pasti tuhan akan mengembalikan kembali padanya.


Dan livia mungkin ia tidak akan pernah belajar dewasa jika tidak ada andrew masuk ke dalam kehidupannya dan meninggalkan 2 putra untuk ia rawat sendiri. Jika tidak ada andrew dulu mungkin saja ia menjadi istri naoki yang hanya tau merengek dan merengek.


Rencana tuhan tidak ada satupun yang menjadi sia sia.


Malam itu di dapur livia baru saja meminum jamu.


“apakah hari ini sudah 40 hari?” tanya naoki jahil


“kau menghitungnya?” tanya livia


“tentu saja, aku menghitung jumlah bungkus ramuan yang kau minum, kau meminum ramuan yang berbau menyengat membuatku mual meski menciumnya dari jauh” kata naoki


“itu jamu”


“apa?”


“jamu, itu adalah ramuan herbal dari indonesia, bunda selalu menyuruhku meminumnya sejak derren lahir, astaga itu sangat pahit asal kau tau setiap aku minum itu aku selalu menahan nafasku” livia menceritakan bagaimana tersiksanya ia meminum jamu.


“tidak usah di minum” kata naoki


“kau mengatakkan tidak usah di minum setelah semuanya habis” livia ingin sekali menangis rasanya.


Livia memukul dada suaminya pelan kemudian menyandarkan kepalanya di dada suaminya


“hubby aku sangat bahagia memilikimu” tiba tiba ia begitu mellow


“aku sangat mencintaimu livia, aku tidak tau apa yang terjadi jika kau tak bersamaku” naoki mendekap erat istrinya menciumi pipinya kemudian berpindah ke bibirnya.


Naoki mengambil ponselnya dan memanggil seseorang meminta datang membawakan sebuah barang.


“hubby siapa yang kau panggil malam malam?” tanya livia curiga


“sesuatu yang membuatmu aman” jawab naoki dengan seringai jahat


30 menit kemudian sekretarisnya datang dan memberikan sebuah bungkusan kecil, ternyata itu adalah beberapa kotak alat kontrasepsi


Livia marah marah ia tidak ingin suaminya menggunakan itu


“hubby menggunakan itu terasa tidak nyaman aku tidak mau” keluh livia


“hanya saat di akhir saja”


“tidak aku tidak mau hubby, tidak masalah aku hamil lagi”


“tidak kau sangat kesakitan saat melahirkan keiko aku tidak ingin kaunhamil lagi”


“aku tidak masalah”


“baiklah dua tahun lagi kau boleh mengandung, saat ini kau harus menikmati waktumu” naoki berusaha meyakinkan istrinya


“tapi tidak menggunakan benda itu, kita bisa memakai kontrasepsi lain”


“baiklah, tunggu besok kita ke dokter obyn dulu untuk konsultasi”


“tapi aku ingin malam ini”


“pakai ini atau tidak sama sekali?” tanya naoki


“kau menggodaku hubby?”


“tidak” jawab naoki sambil menggoda livia dengan ciuman nakal di telinganya.


Akhirnya naoki menggendong paksa livia membawanya ke kamar dan mereka bergumul sepanjang malam saling mengerang dan menindih dan memang tak mengenakan alat kontrasepsi yang di beli naoki, namun naoki memuntahkannya di perut livia membuat livia selalu merasa di curangi di akhir pergumulan mereka.


Bererapa hari kemudian Livia tiba tiba berfikir untuk mengembalikan perusahaan yang ia pegang kepada keluarga andrew, jadi ia lebih dulu bertukar pikiran dengan suaminya. Ia bahkan mendatangi naoki di perusahaannya.


“hubby, aku merasa bosan mengurus perusahaan, aku ingin mengembalikan semua aset yang ku pegang pada keluarga andrew” setelah beberapa saat ia duduk di kursi yang biasa di tempati suminya


“apa kau yakin?” naoki duduk di sebrangnya


“ya aku ingin fokus mengurus anak anak dan mengurus suamiku”


“aku sangat bahagia mendengarnya” jawab naoki sambil menatap wajah livia


“jadi kau setuju?”


“aku sangat teranjung kau ingin fokus mengurus keluarga, berarti kau mempercayakan sepenuhnya padaku sebagai kepala rumah tangga untuk memenuhi seluruh keperluan keluarga kita” naoki berhenti sejenak “tapi mungkin orang tua andrew akan merasa tidak senang atau bahkan tersinggung, aku yang akan merasa tidak nyaman pada mereka”


Livia mengangguk, ‘betul juga, bisa saja mengira naoki orang di balik ide livia’ batinnya


“bagaimana jika kau mempercayakan pada orang lain dan kau hanya mengawasi saja?”


“tapi aku tidak tau siapa orang yang bisa ku percaya”


“yudha akan menikah dengan yukari, apa kau sudah bertanya dimana mereka akan tinggal?”


“kau benar, mas yudha” livia buru buru menghubungi yudha dan menyampaikan niatnya.


1 tahun telah berlalu, keiko telah bisa berjalan, ia sangat amat cengeng, setiap hari jonathan terus terusan mengganggunya, sedangkan derren sama sekali tak perduli dengan kedua adiknya, ia hanya tertarik pada belajar dan menggambar, ternyata mengurus 3 orang anak tak semudah membuatnya, livia jadi merasa sedih saat mengingat itu, ia teringat bunda yunita yang dulu mengurusnya dan mengurus kedua kakaknya.


Dan juga sejak keiko lahir mereka belum berkunjung ke indonesia, namun orang tua livia dan orang tua andrew beberapa kali menginjungi mereka, tentu saja orang tua andrew tetap mengunjungi livia karena derren dan jonathan adalah penerus keluarga mereka yang sangat berharga.


Dan semenjak yudha menikah dengan yukari, livia menyerahkan ACT company yang ia ganti namanya menjadi VL Company, Yudha kakaknya menjadi wakil CEO di perusahaan tersebut, akhirnya livia bisa fokus mengurus anak anaknya, memberikan kesempatan yudha dan yukari tidak perlu repot repot bolak balik indonesia.


Kehidupan sangat manis telah livia jalani, ia sangat bersyukur karena memiliki segalanya saat ini, suami yang baik anak anak yang manis meskipun sering kali membuat livia marah marah dan mengelus dada karena anak anaknya kadang bertengkar hanya karena berebut mainan.


Sore itu naoki kembali dari perusahaan dan nampak sangat letih, livia melepaskan setelan jas yang suaminya kenakan


“hubby kau mandilah, aku telah menyiapkan air hangat”


“kau tidak perlu melakukan hal seperti itu livia, kau juga lelah mengurus anak anak kita”


“tidak masalah, aku senang melakukan untuk suamiku” kata livia sambil meletakkan pakaian naoki ke dalam keranjang cucian, semua yang di kenakan naoki adalah barang barang yang livia beli, sejak menikah dengan livia, naoki tidak hanya memiliki istri namun juga memiliki styling, naoki benar benar baru tau livia bisa menjadi istri yang sangat hangat berbeda dengan livia yang 3 tahun ia rawat dulu, livia yang dulu hanya bisa merengek dan membuat masalah.


“livia aku mencintaimu” kata naoki sambil memeluk livia seusai ia mandi


“aku tau” jawab livia sambil tersenyum menampakkan lesung pipinya “kenakan pakaianmu, anak anak menunggumu di ruang makan” sambil melepaskan pelukan naoki dan menuju pintu keluar


Ketika hendak menutup pintu livia berbalik dan berkata “hubby, aku sangat mencintaimu” sambil mengerlingkan matanya.


Naoki tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih saja menggemaskan di matanya.


Aku bakal kasih 2 PART lagi sebagai tambahan 😍 dan akan aku posting setelah like mencapai 1rb


keiko bakal punya adik lagi 😎😎