Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 62


Setelah 1 minggu berada di Tokyo akhirnya Derren dan Olivia menggelar acara pernikahan mereka.


Olivia sedang di ditangani oleh seorang penata risa sedangkan Livia sedang sibuk memasangkan dasi untuk Derren


“kau tampan sekali” puji Livia pada putra pertamanya, ia adalah perwujudan wajah Livia dalam versi pria tentu saja ia tampan.



“mommy terima kasih” kata Derren


“untuk apa?”


“aku sangat bahagia”


“mommy lebih bahagia karena kau mendapatksn Olivia, kau harus jaga baik baik rumah tanggamu. Ingat pesan mommy” kata Livia penuh kelembutan


Derren mengangguk


“sayang giliranku” itu suara Naoki, ia sudah lupa cara memasang dasi sendiri sejak ia menikkahi Livia, karena istrinya merawat dirinya dengan baik.


"iya...tunggu hubby...." jawab Livia


“sudah cukup, coba kau bercermin, jika kau rasa kurang rapi mommy akan memperbaikinya” kata Livia sambil membenarkan bunga di dada Derren “aku akan mengurus daddymu dulu”


Derren melangkah menuju cermin di ruangan itu sedangkan Livia menghampiri Naoki dan mulai memasangkan dasi untuknya


“kau ini, seperti kau saja yang akan menjadi pengantin” kekeh Livia karena suaminya sangat tidak sabaran


“aku tidak ingin kalah tampan dari Derren, katakan siapa yang lebih tampan?” tanya Naoki sambil mengulurkan dasi ke tangan istriny


Livia terkekeh “kau memberiku pertanyaan yang sulit” jawab Livia


“katakan saja”


“hubbyku lebih tampan” kata Livia sambil berjinjit dan mengecup bibir suaminya kemudian dengan hati hati hati ia memasangkan dasi di leher suaminya


“terima kasih sayang” kata Naoki sambil memandangi istrinya yang dengan serius memasangkan dasi untuknya



“jangan memandangiku seperti itu, kau akan jatuh cinta padaku untuk ke 1000 kali” kata Livia penuh percaya diri


Naoki mengecup pucuk kepala istrinya dan bersamaan dengan itu Andrew masuk ke dalam ruangan itu, sekilas Andrew melihat adegan itu namun ia berpura pura tidak melihat adegan yang membuat hatinya merasa iri.


“apa kalian sudah siap? 15 menit lagi acara akan dimulai” tanya Andrew


Derren yang sedang berdiri di samping Olivia menganggukkan kepalanya “kami telah siap” kata Derren


Olivia dan Derren bejlalan beriringan menuju ruangan dimana pesta pernikahan mereka di gelar, bibir mereka terus menyunggingkan senyum. Keluarga mereka benar benar besar dan meriah, darii keluarga Tjiptadjaja, keluarga Artajaya, keluarga Yamada dan Keluarga Pollini yang langsung datang dari Rusia, bahkan keluarga Sofia dari Irlandia juga datang!!!


Theo, Miranda dan Richard juga datang dari London, semua berkumpul dalam suka cita.


Dekorasi dalam resepsi pernikahan mereka benar benar di dominasi dengan warna putih dan pencahayaan lampu berwarna pink sehingga semua tampak terlihat menjadi warna pink, itu adalah wana kesukaan Olivia dan tentu saja menular pada Crystal juga, Derren sengaja mengaturnya demikian. Ia ingin membahagiakan Olivia bagaimanapun caranya.



“sayang, kenapa semuanya tampak pink? Kau membuatku terlihat kekanak kanakan” protes Olivia


“kau ibu dari anakku”


“itu tidak perlu lagi di pertegas” Olivia merona


“Olivia aku sangat mencintaimu” kata Derren


“aku tau kau sangat mencintaiku”


“kau juga harus mencintaiku”


“apa aku terlihat tidak mencintaimu?”


“kau tidak boleh mencintai orang lain”


“aku mencintai Crystal”


“Itu berbeda”


Olivia terkekeh, ia mengusap pipi Derren, ia baru saja mencukur bulu bulu di wajahnya tadi malam dan Olivia tidak suka itu.


“jika kau mencukur habis bulu di wajahmu lagi aku akan berhenti mencintaimu” ancamnya


“kau mencintaiku atau mencintai buluku?” geram Derren


“kau sangat sexy dengan bulu di wajahmu” rengek Olivia dwngan gaya manjanya


Derren mengecupi punggung tangan Olivia, ia sangat mencintai gadisnya.


Miranda dan Richard menghampiri Olivia dan Derren yang sedang saling merayu itu, sedangkan Crystal ia tampak bersama Theo dan Keiko.


Jonathan, Tiffany, Vicky dan Nameera mereka sedang mengobrol.


“Olivia, kau cantik sekali” puji Miranda


“terima kasih, Miranda kau akan segera menyusulku” kata Olivia senang “dimana kalian akan menikah?”


“kami menikah di Roma, kalian harus datang”


“tentu saja kami datang, kau adalah kakak ipar kami di masa depan” Derren menjawab.


“kita menjadi keluarga, aku tidak menyangka” kata Olivia


“baiklah, Derren Olivia aku akan mengenalkan calon kakak ipar kalian pada mommy dulu” kata Richard sambil memgedipkan sebelah matanya


Miranda merona mendengar kata kata yang di ucapkan Richard, richard dengan penuh kelembutan terus menggenggam telapak tangan miranda. Mereka menghampiri Livia yang dan Naoki.


“mommy... daddy...” sapa Richard


“ternyata adik adikku gemar juga bergosip” seloroh Richard


“hallo aunty, uncle, saya Miranda” Miranda memperkenalkan dirinya dengan sopan pada Livia dan Naoki.


“hallo, Miranda kita telahnbertemu beberapa kali, tapi tante belum berterima kasih padamu, kau telah merawat Oliviandan Crystal dengan baik”


“aku sangat senang melakukannya” jawab Miranda sopan


“Miranda, kau juga akan menjadi putti di keluarga kami kelak, jangan sungkan lagi, tidak perlu terlalu formal” kata Naoki


“baiklah, aku mengerti”


“Richie apa kau telah bertemu orang tua Miranda?”


“Kami akan ke roma selepas kembali dari Tokyo”


“Richie, apa Andrew akan mendampingimu?”


“daddy Andrew tidak mengatakan apapun” kata Richard


“hubby, tidak mungkin tidak ada perwakilan keluarga mendampingi Richie” Livia memiliki firasat tidak nyaman, bisa saja keluarga Miranda tidak memerima Richard dengan baik jika ia tidak di dampingi keluarga, sudah cukup ia meraskan di tolak oleh mertuanya, anak anaknya tidak boleh ada yang merasakan hal serupa meskipun itu Richard bukann putra kandungnya, namun ia juga ikut andil dalam mengawasi Richard.


“kita akan ke Roma, tanggal berapa rencana lamaranmu?” tanya Naoki


“kami akan langsung menikah, tidak perlu bertunangan”


“jadi tanggal berapa kalian menikah?”


“tepat 1 bulan dari sekarang” kata Richard


“baiklah, kita semua akan pergi ke roma bersamamu” kata Naoki


“apa tidak merepotkan kalian?” Richard merasa tidak nyaman


“kau juga putra kami Richie”


“oh kau memang ibu terbaik” kata Richard tulus.


Setelah menyapa tamu undangan Olivia merasa lelah ia duduk bersama ibu mertuanya Livia dan Zakia, mereka berbincang bincang, Crystal juga dengan nyaman duduk di pangkuan Livia sambil memegang boneka barbie yang gaunnya serasi dengan gaun yang di kenakannya, Keiko sengaja memesankan gaun itu khusus untuk Crystal dan barbienya.


Tidak lama Derren menghampiri Olivia dan mengambil Crystal dari pangkuan Olivia


“Crystal apa kau lelah?” tanya Derren


Gadis kecil itu menggeleng


Derren melirik jam di pergelangan tangannya, itu sudah menunjukkan pukul 9 malam seharusnya putrinya sudah pergi tidur.


“biar mommy yang menidurkan Crystal, kalian lanjutkan pesta kalian” kata Livia “Crystal ayo ikut necan”


Crystal menggeleng “icital ingin tidur bersama papa” rengeknya


Jika sudah begini solusinya adalah menggantikan Derren dengan Kenzo atau Naoki.


Orang lain tidak akan di pandang oleh Crystal, Kenzo dan Naoki pandai mengambil hati gadis kecil itu.


Livia bergegas mencari Naoki, ternyata suaminya sedang mengobrol bersama ayah kandungnya dan Andrew.


Livia mendekati ayahnya dan mengecup pipi tua master edward, “Daddy sudah malam lebih baik kau kembali ke kamarmu” kata Livia pada ayahnya.


“jaangan keras kepala, tekanan darahmu bisa naik jika kau begadang”


“aku memiliki dua dokter pribadi di sini kau tenang saja”


“kau keras kepala daddy” kata Livia


Livia kemudian mendekati suaminya


“hubby, Crystal memerlukanmu” kata Livia sambil meraih telapak tangan suaminya


“apa dia mengantuk?” tanya Naoki


“ya, dia ingin tidur dengan ayahnya”


“oh baiklah” kata Naoki “daddy aku akan mengurus Crystal terlebih dulu”


“andrew sampai jumpa besok pagi” kata Naoki berpamitan


Andrew hanya mengangguk, hubungan mereka memang membaik dan biasa, hubungannya dengan Livia juga biasa namun Livia sama sekali tidak pernah berusaha berteman dengannya, sikap Livia sangat dingin padanya dan pastinya selalu menjaga jarak, bukan hanya Livia memilih Naoki, anak anaknya juga lebih menyayangi Naoki dan kini... Crystal cucunya ia juga memilih naoki... Andrew benar benar merasa telah gagal menjadi pria sejati.


Tidak lama Jonathan datang


“granddad, ayo kembali ke kamarmu ini hampir tengah malam”


Kali ini master Edward menurut pada cucunya.


“daddy, aku mengantarkan grandadku dulu, setelah itu ayo kita minum, kita belum pernah minum bersama bukan?” tanya Jonathan


“baiklah” jawab Andrew.


Jangankan minum bersama menemani mereka belajar saja belum pernah, ada getir di dalam hati andrew, ia telah melewatkan 25 tahun tumbuh kembang kedua putranya, bahkan Nameera putrinya pun ia tidak terlalu peduli ia hanya sibuk dengan bisnisnya menghabiskan waktunya untuk menghilangkan bayangan Livia dalam hidupnya.


Jonathan mengantarkan kakeknya untuk istirahat di kamar hotel, pesta itu di adakan di sebuah hotel berbintang yang tak lain milik keluarga Tjiptadjaja dan untuk beberapa hari puluhan kamar telah di isi oleh keluarga yang hadir dari berbagai negara untuk memberikan restu pada Olivia dan Derren.


Benar saja 15 menit kemudian Jonathan menghampirinya bersama Derren, dan mereka mulai meminum anggur mereka. Untuk pertama kalinya mereka bertiga mengobrol selayaknya ayah dan anak.


Derren menjadi dokter di usia yang sangat muda ia juga akan menjadi direktur Japan international Hospital dalam waktu dekat, jonathan juga seorang CEO sejak usia 23 tahun, mereka sangat cerdas dan keduanya menikah di usia muda, Livia dan Naoki pasti sangat baik dalam mendidik semua anak anaknya.


“Daddy, jangan coba coba kau mendekati mommy lagi” kata Derren tiba tiba


AUTHOR MOHON TAP JEMPOL KALIAN PLISH 👍👍👍👍😍😍😍😍