Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
44


Livia dan naoki menuju ke apartemen yang ia tempati dengan berjalan kaki, memang agak jauh namun mereka berdua sangat menikmatinya... naoki menggenggam erat tangan livia sepanjang jalan yang mereka lalui. Ini bukan pertama kali mereka bergandengan tangan seperti ini di kyoto, ketika awal livia di bawa ke jepang oleh naoki, Livia selalu mengikuti kemanapun naoki pergi untuk urusan bisnisnya, termasuk pergi ke kyoto.


Namun kali ini semua tidak sama, kali ini livia sangat bahagia tangannya di genggam erat oleh naoki, wajahnya tak henti hentinya merona bahagia, ia ingin memeluk naoki sambil berteriak mengatakan bahwa ia sangat bahagia karena ternyata pria ini masih setia padanya.


Jika kebanyakan pria jepang itu pasif, agak berbeda dengan naoki, ia tidak menunggu wanita untuk mengatakan cinta terlebih dahulu.


Naoki selalu mengatakan cintanya pada livia setiap waktu sepanjang kebersamaan mereka walaupun livia tidak sekalipun membalas kata kata cintanya itu hanya keegoisannya di mana masa remaja cinta pertamanya kandas, lalu ketika naoki menawarkannya sebuah cinta ia menerimanya namun enggan mengakui. Sejak tahun tahun kebersamaannya dengan naoki ia telah merasakan cinta entah sejak kapan, namun sekali lagi itu kebodohan livia yang tak ingin mengakuinya.


Dan andrew adalah dosa manis datang menawarinya cinta lain lalu mengkandaskannya dengan kejam.


Sesampainya di apartemen mereka di sambut oleh hana, yukari, tiara dan leony, bahkan derren masih bermain bersama mereka


“selamat datang” sapa mereka serempak di depan pintu seolah olah menyambut pengantin baru sambil tersenyum jahil.


Derren langsung melompat ke dalam pelukan naoki, bahkan mereka langsung berbincang seperti telah mengenal sejak puluhan tahun lamanya.


“hana kamu 2 kali ya bikin ulah sama aku” livia tanpa basa basi menyerang hana, meskipun nada suaranya sedikit marah namun rona wajahnya bersemu merah karena bahagia bercampur malu.


“apa sih livia? aku cuma menuruti instruksi dari mister samurai” kata hana tanpa dosa


“terima kasih hana” kata naoki


“*doushimasta naoki-kun” jawab hana “aku telah menebus dosaku” kekeh hana


*sama sama


“baiklah, aku telah memaafkanmu bahkan mungkin harus mengirimkanmu berkat” kata naoki sambil membopong derren


“hana kau jangan menjualku untuk tiket liburan lagi” serang livia lagi pada hana sambil melotot


“oh aku takut livia” hana tertawa senang


“livia dimana bunda?” tanya naoki kemudian


“Kamu cari bunda?”


“tentu saja, aku harus menyapa mertuaku” naoki mengerlingkan sebelah matanya pada livia yang wajahnya semakin menjadi merah padam karena malu.


Livia memanggil bundanya yang berada di kamar bersama jonathan, dan yunita tampak tidak terkejut melihat kedatangan naoki, ‘pasti hana udah ngomong kemana mana nih’ batin livia


“bunda saya ingin melamar livia untuk menjadikan livia sebagai istri saya” kata naoki setelah memperkenalkan diri


Bunda tersenyum “naoki, bunda senang sekali, tapi kamu tau keadaan livia ia mempunyai 2 putra, kau juga harus siap menerima kedua putranya”


“ya bunda saya siap, apapun keadaan livia saya menerimanya” kata naoki mantap


“kalau begitu, terserah pada kalian saja” jawab bunda lagi


“naoki aku belum menjawab lamaranmu kapan aku bicara bersedia menikah denganmu?” protes livia


“kalau begitu jawab sekarang, apa kau mau menikah denganku livia?” tanya naoki


“aku harus berfikir dulu” kata livia sedikit bercanda mengelabuhi naoki


“mommy.... apa uncle naoki akan menjadi daddy ku dan joe?” tanya derren yang berada di pangkuan naoki sambil memainkan crayon di tangannya.


“apa kau ingin memanggilku daddy?” tanya naoki pada derren


“bolehkah aku memanggilmu daddy?” tanya derren lugu, tentu saja ia ingin memiliki ayah seperti teman temannya yang lain di sekolahnya.


"Kenapa tidak? Mulai saat ini hingga seterusnya kau bisa panggil aku daddy” kata naoki


“daddy yeeee aku memiliki daddy sekarang” sorak derren senang sambil memeluk naoki.


Naoki tersenyum penuh kemenangan, “neee livia, derren telah menjadi putraku, jadi apakah mommynya bersedia menikah denganku?” tanya naoki lagi dengan senyum menggoda livia


“mau bagaimana lagi, sepertinya aku terpaksa menikah denganmu” kekeh livia


“benarkah terpaksa?” Tanya naoki memggoda livia yang malu malu


“iya aku dengan senaang hati akan menikah denganmu naoki-sama” jawab livia menundukkan wajahnya yang benar benar telah merah padam karena malu.


Besoknya...


Naoki datang pagi pagi sekali ia membawakan banyak sarapan untuk livia dan teman temannya, lalu naoki dan livia mengantarkan tiara dan leony menuju kansai airport untuk kembali ke indonesia.


Beberapa tahun yang lalu, livia juga mengantarkan keluarganya ke kansai untuk kembali ke indonesia bersama andrew, seperti putaran putaran roda yang berulang, ia kini mengantarkan sahabatnya ke kansai bersama naoki. Livia tersenyum sendiri setelah melepas sahabatnya pergi.


“sayang apa kau mau mengulang ciuman mesra di depan pintu keberangkatan?” tanya naoki menggoda livia


“aku akan mempostingnya nanti saat kita telah menikah” kekeh livia


“kau masih menyimpan foto itu?” tanya naoki menggodanya lagi


“akan ku cari nanti” elak livia sambil memasukkan tangannya ke dalam jaketnya dan mulai melangkah menuju area parkir, tentu saja ia memiliki foto itu dan menyimpannya dengan baik di folder khusus beserta foto foto lain bersama naoki.


Naoki melangkah mengikuti livia dan tersenyum bahagia melihat tingkah livia yang masih saja tidak mengakui perasaannya meskipun wajahnya menggambarkan ia begitu bahagia.


“sayang, bagaimana orang tuamu?” tanya livia sesampainya di dalam mobil.


“jangan memikirkan mereka, aku dan sakura sudah cukup untuk menjadi keluargamu, ada derren dan joe juga. aku telah memberitahu sakura, ia akan ikut bersama kita ke indonesia” kata naoki sambil membelai rambut livia


“malam ini kita kembali ke tokyo, besok pagi aku akan membawamu berbelanja” kata naoki sambil menyetir


“sayang stop.....”


Dan naoki benar benar meminggirkan mobilnya lalu menginjak rem untuk menghentikan mobilnya


“kenapa kau berhenti?” tanya livia heran


“kau bilang stop livia” jawab naoki tak mengerti


Livia tertawa terbahak bahak sampai mengeluarkan air mata, membuat naoki kebingungan


“aku hanya ingin berkata stop mengajakku berbelanja” kata livia masih di sela tawanya.


Naoki akhirnya ikut tertawa juga walaupun menurut naoki sama sekali tidak lucu.


“aku akan datang melamarmu, apa kau pikir pantas datang melamar ke keluargamu dengan tangan kosong?” tanya naoki pada livia setelah livia diam.


“mmmmmmm kupikir tidak perlu”


“ku pikir perlu livia tidak sopan datang dengan tangan kosong, catat seluruh anggota keluargamu” titah naoki.


“hia hai naoki sama”


“*yosh yosh” naoki membelai rambut di kepala livia dengan tangan kirinya


*seperti mengelus binatang kesayangan yang jinak


“*inu ja nai” livia kesal dan naoki tertawa.


*bukan anjing


TOKYO


Mereka telah kembali ke tokyo, Tanggal pernikahan telah di sepakati bersama yaitu terhitung 3 minggu yang aksn datang, Namun tiba tiba livia ingin meminta naoki menundanya ia beralasan tidak bisa meninggalkan perusahaan dalam waktu dekat.


Sejujurnya bukan itu yang membuat livia meminta naoki menunda pernikahan mereka, livia hanya merasa sedikit aneh pada pada dirinya sendiri. Mengapa dengan mudah kembali kepada naoki? ia juga tiba tiba khawatir jika ternyata, naoki hanya balas dendam atas penghianatannya dulu?


Bagaimana jika naoki melakukan hal hal buruk di masa depan?


Bagaimana naoki selama beberapa tahun selama tak lagi bersamanya? Apa benar ia tidak memiliki kekasih?


Bagaimana sifatnya apa masih seperti dulu?


Livia juga tidak tau... livia meragukan naoki.


Livia merasa ingin menyelidiki naoki terlebih dahulu.


Siang itu livia mengirim pesan pada naoki mengajaknya makan siang....