Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 82


“Tiffany, tolong aku, Nobu memukuliku, ia mengancam akan membunuhku jika aku tak bertemu denganmu dan meminta maaf atas semua yang ku perbuat padamu” sebuah pesan berasal dari Anastasya, berikut foto wajah Anastasya dengan lebam lebam di wajahnya dan rambut berantakan.


Tiffany tersenyum membacanya


Ia menunjukkan isi pesan itu pada Jonathan, bukan hanya pesan yang tellah ia tunjukkan pada suaminya tapi juga perlakuan Nobu pagi tadi telah ia ceritakan semua pada Jonathan, Livia ibu mertuanya selalu berpesan untuk sanling terbuka satu sama lain selama berumah tangga, tidak boleh menyimpan ganjalan apa pun sendiri.


“kau siap darling?” tanya Jonathan


Tiffany mengangguk, tentu saja ia siap, tidak ada yang di takutkan selama suaminya mendukungnya seperti tadi pagi, sebelum Tiffany menginjakkah kaki di perusahaan milik Nobu, Jonathan telah meretas semua kamera pengintai untuk memantau pergerakan Tifany dan beberapa Bodyguard telah bersiap di lobi.


“baik, aku akan ke sana, di mana kau tinggal?” tanya Tiffany membalas pesan Anastasya.


Anastasya menyebutkan nama Hotel dan kamarnya.


“bisakah kau datang sendiri? Aku ingin berbicara banyak hal sebagai sesama wanita denganmu” kata Anastasya lagi


“dengan senang hati” kata Tiffany


Ternyata ada untungnya juga tidak mengganti nama Tjiptadjaja menjadi Yamada di belakang namanya, batin Jonathan, orang orang di luar sana lebih mengenal Tjiptadjaja sebagai keluarga pengusaha Properti dan perhotelan.


Tidak banyak yang memperhitungkan bahwa Jonathan juga menguasai teknologi seperti pria yang membesarkannya, Yamada Naoki.


Tiffany memasuki hotel, di mana Anastasya menyebutkan keberadaannya.


Namun batu saja Tiffany hendak mengetuk pintu kamar, sepasang tangan membekap mulutnya dan tubuhnya di seret menuju tangga darurat.


“shit!!!” umpat Jonathan yang duduk di lobi mengenakan topi dan menuju di mana tempat istrinya di bawa, tempat itu terlindung dari kamera pengintai yang ia pantau.


Dengan langkah kaki panjang Jonathan menyusul keberadaan pria yang meringkus Tiffany.


Jonathan menuruni tangga dengan hati hati sambil mengawasi suara suara yang mungkin terdengar.


Ketika ia melihat bayangan seorang pria menuntun seorang gadis yang tak lain adalah istrinya, Jonathan segera meraih bagian belakang pria itu dan menghadiahi sebuah pukulan di wajahnya dengan sekuat tenaga.


Alangkah terkejutnya saat topeng pria ituu di lepas paksa oleh Jonathan, Karena pria itu adalah Taichi!!!


“Taichi?” pekik Tiffany


Jonathan meraih kerah pakaian yang Taichi kenakan, ia seperti berniat memukuli Taichi hingga tewas saat itu juga.


“Hubby hentikan” pekik Tiffany, ia bisa mengontrol suaranya agar tak membuat gaduh.


“aku sedang menyelamatkan istrimu, kenapa kau memukuliku bodoh!” kata Taichi mengatai Jonathan, Taichi rupanya mencium rencana boss dan pacarnya itu.


Jonathan mengerutkan keningnya.


“Bukankah kau anak buah Nobu?”


“apa kau pikir pekerjaanku lebih berharga dari pada temanku? Baka!!!” umpat Taichi lagi


“kau menggagalkan rencanaku”bkesal Jonathan


“rencana?” Taichi bingung


“ya rencana, aku ingin menangkap basah mereka, mereka menggunakan obat obatan terlarang” kata Jonathan


“jadi bagaimana?” kata Taichi


“kembali ke rencana awal” kata Jonathan


Mereka akhirnya menjalankan rencana awal.


Tiffany mengetuk pintu kamar, di giwang yang di kenakan Tiffany ditelinganya telah di sisipkan kamera pengintai berikut rekaman suaranya.


Ketika pintu di buka, tampak wajah Anastasya yang berantakan dengan lebam di seluruh wajahnya, tentu saja itu lebam yang di buat dengan teknik make up.


“Tiffany untunglah kau datang” rengek Anastasya, sangat baik bersandiwara, ia seharusnya mendapatkan piala Oscar tahun ini.


“apa kau baik baik saja?” tanya Tiffany tak kalah baiknya ia bersandiwara.


“jangan di pikirkan lagi, tidak masalah” kata Tiffan.


‘memaafkan itu soal gampang, tapi melupakan dan percaya kembali itu hal berbeda’ batin Tiffany


“minumlah” Anastasya mengulurkan sebotol susu,


Masih utuh, segelnya bahkan belum di buka, ragu ragu Tiffany meminumnya, meskipun ini telah di prediksi dan sesuai perkiraan skema, namun tetap saja Tiffany khawatir.


“aku tidak meracunimu Tiffany, kau lihat sendiri segelnya masih utuh”


“aku percaya padamu” kata Tiffany ia segera meminumnya, sedikit.


Namun Anastasya memandang dengan tatapan seolah ia teraniaya karena Tiffany tidak meminumnya, Tiffany meminum separo dari susu itu.


Mereka berbincang bincang sedikit, seperti biasa yang mereka perbincangkan seputar lukisan, namun baru 5 menit, kepala Tiffany berdenyut dan ia segera memberikan kode bahwa ia telah teracuni.


“kepalaku pusing” kata Tiffany agak membesarkan suara ya agar terdengar oleh Jonathan.


Dan detik berikutnya, Tiffany teka mampu lagi mengangkat kepalanya


Anastasya tanpa berkata apa apa membantu memapah Tiffany dan membaringkan di atas tempat tidur.


Kemudian ia mengetuk pintu kamar mandi dimana Nobu berada.


“pergilah, aku ingin bersenang senag” kata Nobu dengan seringai mesumnya


"jangan lupa 1 juta dolarku" kata Anastasya


"tenang saja"


Anastasya segera melesat menuju pintu untuk keluar namun siapa sangka di depan pintu Jonathan dan petugas keamanan langsung menyergapnya.


Anastasya bahkan tak mampu berteriak karena langsung di bekap mulutnya dan tangannya telah di borgol.


Sedangkan di dalam kamar, Nobu sedang berusaha melucuti pakaiannya, kemudian melucuti pakaian Tiffany, ia tak menyangka Tiffany memakai pakaian berlapis lapis, ketika lapisan terakhir sedang berusaha ia sobek pintu terbuka dan petugas kepolisian yang datang bersama Jonathan segera meringkusnya, Jonathan segera membungkus Tubuh istrinya menggunakan coat yang di kenakannya, membawa Tiffany, kembali ke rumah orang tuanya dan menyerahkan pada Olivia, agar Tiffany di beri suntikan penetral.


Derren yang turut serta dalam penyergapan itu mengurus Nobu untuk membuat laporan dikantor polisi.


“tolong urus Tiffany, aku akan menyusul Derren mengurus bajingan itu di kantor polisi” kata Jonathan pada Olivia, sambil melepaskan giwang yang melekat di telinga istrinya dengan hati hati, lalu mengecup bibir Tiffany dengan lembut.


“kau tenanglah, dia tidak apa apa, ia sekarang hanya tertidur, efek racunnya akan hilang bersama keringat yang keluar” kata Olivia sambil mengelap keringat yang tampak keluar dari kening Tiffany dengan Tissu”


“terima kasih Olivia”


“pergilah Joe” kata Olivia


Di kediaman itu tidak ada yang tau kejadian yang di alami Tiffany selain Olivia dan Derren, tentu saja mereka merahasiakannya, jika tidak pasti ibu mereka yang bernama Livia akan panik melebihi tertimpa badai, belum lagi Keiko ada di rumah itu juga, kedua orang itu akan membuat hidup Jonathan semakin rumit dan membuat ketenangannya menguap karena tertular kepanikan dari mereka berdua.


“kau tidak akan pernah menang melawanku di pengadilan, kau bukan warga Jepang” sinis Nobu


“oh ya? Kita lihat saja nanti tuan pemerkosa, bagaimana jika citramu runtuh? Aku memiliki semua bukti buktinya” kata Jonathan tak kalah sinis, ia memang bukan warga negara Jepang namun ia memiliki izin tinggal atau yang di sebut permanen resident.


Perusahaannya juga membayar pajak yang tidak sedikit kepada pemerintah Jepang, ia memiliki hak setara dengan warga asli Jepang, dan juga pemerintah Indonesia juga tidak akan tinggal diam ketika warga negaranya yang tinggal di luar negeri berurusan dengan hukum.


Tidak ada yang sulit di dunia ini.


Pagi pagi Tiffany terbangun, ia bukan berada di pelukan suaminya namun ia justru tidur di samping Olivia meskipun ia berada di dalam kamar Jonathan,


rupanya Olivia menjaga Tiffany hingga tertidur, sedangkan Derren dan Jonathan mereka tidur di sofa, dinruang kamar itu juga.


"kau sudah bangun?" sapa Olivia pada Tiffany.


AUTHOR RASANYA KEPALANYA BERASAP 😅😅😅


AUTHOR BOLEH IZIN DULU GAK 1 ATAU DUA HARI 😅😅😅


TOLONG TAP JEMPOL KALIAN MINA-SAN 😘😘😘😘